Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 163


__ADS_3

Sreekk!!!


Suara baju yang di robek dengan paksa.Seorang perempuan sengaja merobek bajunya untuk menggoda lelaki yang ada di hadapannya.Dia bergerak dengan lembut dan begitu menggoda.


"Pakai bajumu" perintah Wildan.


Perempuan di depannya langsung berhenti.


"Kenapa sayang,apa aku kurang menarik malam ini?" tanya perempuan itu.


"Maafkan aku,tapi mulai malam ini aku minta padamu jangan lagi menghubungiku.Aku sudah menikah dan aku tidak mau jadi bajingan yang menyakiti hati istriku sendiri" tutur Wildan.


"Aku tidak peduli kamu menikah dan punya istri Wildan,aku tetap milikmu.Kamu bisa datang kapan saja dan aku akan melayanimu kapan pun kamu mau"kata Perempuan itu.


"Maaf tapi aku tidak bisa,Aku tidak mau jadi pecundang" kata Wildan.


"Baiklah kalo itu maumu,tapi aku mohon kita main sekali saja malam ini ya.Setelah itu aku janji tidak akan mengganggumu lagi" kata perempuan itu sambil memeluk Wildan.Perempuan itu sengaja meninggalkan bekas bibirnya dengan tidak beraturan di baju Wildan yang berwarna Cerah.


"Aku tidak bisa.Aku harus pulang,istriku menungguku di rumah" kata Wildan lalu pergi dari kamar hotel itu.


Semalaman Wildan mendatangi perempuan yang pernah menjadi pelampiasan nafsunya satu persatu.Ada yang menerima keputusan Wildan tapi ada juga yang menolaknya,tapi Wildan tidak peduli itu.Yang terpenting bagi Wildan dia sudah berusaha memutuskan mereka.


Sudah pukul enam pagi,


Wildan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah lesu,wajar saja karena dia tidak tidur semalaman.Wildan melangkah ke dapur karena hidungnya mencium aroma masakan yang sangat menggugah seleranya.


"Masak apa kamu pagi ini Arumi?" tanya Wildan sambil menguap karena mengantuk.


"Cuma masak mie goreng sea food saja"jawab Arumi.


Arumi melihat ke arah Wildan dan tentu saja Arumi juga melihat tanda merah di baju Wildan.


"Capek?" tanya Arumi sambil menyuguhkan air putih untuk Wildan.


"Hemmm" Wildan hanya mendehem saja.


Arumi mengambil mie untuk Wildan lalu menghidangkannya.


"Sarapanlah dulu,baru setelah itu kamu tidur.Kamu pasti lelah dan ngantuk karena tidak tidur semalaman" kata Arumi.


Wildan mengangguk lalu menyantap makanannya,setelah makanannya habis dia langsung pergi ke kamarnya dan langsung terlelap.


Arumi mencuci piring kotornya lalu setelah itu membersihkan rumahnya.Menyapu lantai lalu mengepelnya,setelah itu Arumi mencuci baju.


"Ibu..."teriak Andre dari pintu depan.


Andre langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Arumi,Papa dan Mama Wildan mengikutinya dari belakang.


"Andre tidak sekolah?" tanya Arumi dalam kondisi basah.


"Kamu mencuci baju sendiri Arumi? apa Wildan tidak mempekerjakan pembantu di rumah ini?" tanya Mama.


"Arumi bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri kok Nyonya" jawab Arumi.


Arumi masih memanggil Nyonya dan Tuan pada orang tua Wildan.


"Arumi sekarang kami ini mertuamu,panggil Papa dan Mama dong" protes Papa Wildan.


Arumi mengangguk.


"Mana Wildan?" tanya Mama.


"Masih di kamar,dia baru saja pulang" jawab Arumi.


"Apa dia masih menemui para gadisnya Arumi?" tanya Mama.


"Arumi gak tau Ma,Mama tanyakan saja langsung padanya" jawab Arumi.


Mama dan Papa bergegas menuju ke kamar Wildan dan tanpa mengetuk pintu mereka langsung masuk ke kamar itu.


"Pa,ternyata Wildan tidak berubah juga" kata Mama saat melihat noda lipstik di baju Wildan.Kebetulan Wildan tidur dalam posisi telentang.

__ADS_1


"Kasihan Arumi,Papa tidak tega membiarkannya terus bersama Wildan.Pasti hatinya sangat sakit melihat noda lipstik itu" ucap Papa.


"Kita sudah gagal mendidik anak kita Pa,kita terlalu memanjakannya" ucap Mama lirih.


Papa menggandeng Mama keluar dari kamar.


"Arumi,bisa ikut Papa sebentar" kata Papa.


Arumi mengangguk lalu mengikuti Papa Wildan ke ruang tamu.


"Duduklah Arumi ada yang ingin Papa bicarakan"


Arumi duduk di sofa.


Huft


Papa menghela nafasnya.


"Arumi sebagai orang tua Wildan,Papa dan Mama minta maaf atas perlakuan Wildan padamu.Tapi Papa mohon padamu Arumi,untuk saat ini tolong kamu tetap bersama Wildan.Papa tau pasti kamu sakit hati melihat suamimu seperti itu" kata Papa.


"Arumi Papa mohon tolong ubahlah sifat Wildan,Papa yakin kamu bisa.Karena setau Papa kamulah wanita yang di cintainya dan yang selama ini di cari oleh Wildan.Kamu Arumi...bukan Silvi" kata Papa.


"Tapi Pa jika dalam waktu tiga bulan Wildan tidak juga berubah,maaf mungkin Arumi akan meninggalkannya dan Arumi akan membawa Andre pergi sejauh mungkin" kata Arumi tegas.


"Arumi hanya manusia biasa Pa,Arumi punya rasa sakit dan batas sabar.Jadi maaf jika suatu saat Arumi menyerah dan kalah" kata Arumi lagi.


"Kami mengerti Arumi dan untuk beberapa hari ini biarlah Andre ikut bersama kami" kata Mama.


"Tapi Andre harus sekolah Ma" kata Arumi.


"Sekolah Andre biar Papa dan Mama yang urus,kamu fokus saja sama Wildan" kata Papa.


"Tenang saja,Mama sudah membicarakan ini sama Andre dan Andre sudah setuju untuk tinggal sama kami"sambung Mama.


"Baiklah kalo begitu Ma" ucap Arumi.


Sudah siang,Papa,Mama dan Andre sudah pergi.Kini tinggalah Arumi duduk sendiri di kursi yang ada di belakang rumah.


"Arumi" Wildan memanggil Arumi.Dia sudah mandi,harum dan rapi.


"Sudah jam dua,kok Mama belum antar Andre pulang" kata Wildan.


"Untuk sementara Papa dan Mama meminta Andre untuk tinggal di rumahnya" kata Arumi.


"Tau aja Mereka kalo kita butuh waktu berdua" kata Wildan sambil menaik turunkan alisnya.


"Aku sudah menyiapkan makan siang untukmu,makanlah Wili kamu pasti sudah lapar" kata Arumi.


Arumi beranjak dari duduknya lalu menuju ruang makan,Arumi mengambilkan makanan untuk Wildan lalu memberikannya pada Wildan.


"Sehabis makan aku mau keluar sebentar,aku ada janji dengan seseorang" kata Wildan.


"Hemmm" Arumi mengangguk.


Wildan menyantap makanannya dengan lahap sampai makanan di piringnya habis tidak tersisa.


"Aku pergi dulu" kata Wildan.


Cup


Wildan mengecup kening Arumi dan langsung pergi.


Arumi membawa piring kotor ke dapur dan langsung mencucinya.Setelah itu Arumi pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap,karena hari ini Arumi harus ke rumah sakit untuk mengambil obat.


Setelah mandi dan berdandan cantik Arumi langsung keluar dari rumahnya.Taksi yang di pesannya secara online sudah menunggu di depan rumah.


Arumi mengirim pesan singkat pada Wildan,walau bagaimana pun dia harus memberitahu Wildan kemana dia pergi.


Tidak lama kemudian Arumi sudah sampai di rumah sakit.Arumi turun dari taksi dan langsung masuk ke dalam rumah sakit.Arumi berjalan menuju ruang kerja Om Irfan.


Tok tok tok

__ADS_1


Ceklek,


"Om boleh Arumi masuk?" tanya Arumi yang langsung membuka pintu ruangan Dokter Irfan.


"Masuk saja Arumi,Om kira kamu gak jadi datang" kata Om Irfan.


"Bagaimana keadaanmu Arumi?" tanya Elang yang kebetulan sedang berada di situ.


"Sudah lumayan Lang,tubuhku tidak terasa lemas lagi dan aku juga sudah bisa beraktivitas seperti biasa" jawab Arumi.


"Syukurlah kalo begitu,tapi walaupun kamu sudah merasa sehat kamu masih harus meminum obatmu Arumi" kata Om Irfan.


"Iya Om" kata Arumi.


"Wildan tidak ikut?" tanya Elang.


"Dia sibuk Lang,jadi tidak sempat mengantarku" jawab Arumi.


"Apa dia masih seperti dulu dan tidak berubah?" tanya Elang lagi.


"Aku tidak tahu Lang,aku memang istrinya sekarang tapi aku tidak berhak ikut campur urusan pribadinya.Yang terpenting bagiku hanya kebahagiaan Andre" jawab Arumi.


"Kamu yang sabar ya,jangan banyak pikiran.Om takut kalo kamu stres nanti kamu akan ngedrop dan sakit lagi" kata Om Irfan.


"Iya Om" kata Arumi.


Setelah mendapatkan obatnya Arumi keluar dari ruangan Om Irfan.Arumi berjalan keluar dari rumah sakit lalu menyetop taksi yang lewat.Arumi meminta supir taksi mengantarkannya ke cafe favoritnya dulu.Sesampainya ke cafe Arumi langsung masuk dan duduk di sudut ruangan.


"Mbak pesan pasta satu trus orange jusnya satu ya" kata Arumi.


Arumi memainkan ponselnya sambil menunggu pesanannya datang.


"Wildan" ucap Arumi lirih saat melihat Wildan masuk ke cafe itu bersama dengan seorang wanita dengan penampilan yang seksi.Tapi Wildan tidak melihat Arumi disitu.


Pesanan Arumi pun datang,Arumi langsung menyantap makanannya dengan santai.Setelah makanan dan minumannya habis,Arumi pun memanggil pelayan untuk membayar makanannya.Arumi sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Wildan.


"Mbak" kata Arumi sambil melambaikan tangannya pada pelayan.


Wildan menoleh kearah Arumi karena dia mengenal suara Arumi.


Arumi berjalan keluar dari cafe dengan santai.Arumi memakai rok pendek selutut dan kemeja dengan belahan rendah di bagian dada.Walaupun Arumi bertubuh kurus tapi Arumi memiliki dada yang lumayan menggoda.Bibir tipis dengan lipstik berwarna merah,wajahnya lebih mirip boneka barbie,imut tapi seksi.


"Arumi,tunggu" kata Wildan sambil mengejar Arumi.


"Hai Wil,kamu disini juga?" tanya Arumi berbasa-basi.


"Kenapa pakaianmu seperti ini dan kamu dari mana?" tanya Wildan.


"Aku dari rumah sakit dan sudah lama aku tidak datang ke cafe ini,makanya aku mampir.Dan aku tadi sudah mengirim pesan padamu tapi mungkin karena kamu terlalu sibuk sehingga kamu belum membacanya" tutur Arumi.


"Siapa dia Wil?" tanya perempuan yang tadi datang bersama Wildan dan perempuan itu langsung menggandeng tangan Wildan.


"Aku bukan siapa-siapanya Wildan,jangan khawatir" jawab Arumi sambil tersenyum.


"Oke Wil,udah sore nih dan Aku harus segera pulang.Pasti ANAK DAN SUAMIKU sudah menungguku di rumah" Arumi sengaja menekankan kata Anak dan suami pada Wildan.


Jleb


Kata-kata Arumi sangat lembut tapi terasa sakit di hati Wildan.


Arumi menyetop taksi yang lewat lalu masuk ke taksi itu.Arumi membuka kaca mobilnya lalu melambaikan tangannya pada Wildan.


"Sampai jumpa lagi Wil" ucap Arumi lalu menutup kaca mobilnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke alamat yang di tunjukkan oleh Arumi.Sesampainya di rumah Arumi langsung mandi dan bersolek layaknya wanita penghibur.Baju seksi melekat di tubuhnya,Arumi memakai gaun tak berlengan warna merah dan panjangnya jauh di atas lutut.Tidak lupa Arumi menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


"Aku bukan wanita lemah Wil,aku juga bisa cantik seperti mereka.Bahkan aku bisa jauh lebih cantik dari mereka" gumam Arumi.


Arumi keluar dari kamarnya lalu berjalan menuruni tangga bertepatan dengan Wildan yang masuk ke dalam rumah.


"Sudah pulang Wil?" tanya Arumi dengan santai.

__ADS_1


Arumi melangkahkan kakinya ke dapur,karena dia harus menyiapkan makan malam.Arumi tidak memperdulikan Wildan yang dari tadi menatapnya.Arumi masak dengan santai seolah tidak ada beban,memang gak ada beban.


Arumi sudah memutuskan untuk ikhlas menjalani pernikahannya dengan Wildan tapi dia tetap berusaha untuk merubah Wildan ke arah yang lebih baik.Arumi tidak mau rumah tangganya kali ini hancur karena wanita lain di luar sana dan Arumi juga berharap rumah tangganya kali ini berakhir dengan bahagia.


__ADS_2