
Elang memboyong anak-anak dan semua pelayannya ke tempat Bunda Sintya,menjemput Rere sekaligus liburan bersama anggota yang lain.
"Mommy" teriak Revan saat melihat Rere berdiri di depan pintu menyambut keluarganya.
Kiandra dan Winara juga ikut berlari dengan gaya lari yang lucu,lalu Revan,Kiandra dan Winara memeluk Rere.
"Bunda mana Mom?" tanya Elang.
"Bunda sedang keluar bersama temannya" jawab Rere.
"Mom Abang laper" kata Revan sambil mengelus perutnya.Tingkah Revan ditiru oleh kedua adiknya
"Mom lapel" kata Kiandra dan Winara bersamaan seraya mengelus perut gendutnya.
Romlah membawa tas ketiga anak majikannya lalu masuk ke dalam rumah sambil mengoceh menanggapi perkataan twins.Diah dan Nia sudah terlebih dulu masuk membawa koper milik Elang.
"Laper darimana,baru aja habis minum susu dua botol" oceh Romlah.
Rere mengajak anak-anaknya masuk ke dalam rumahnya,Elang yang melihat sikap Rere yang dingin pun jadi salah tingkah.
"Mom" kata Elang sambil berjalan mengikuti Rere dan ketiga anaknya ke ruang makan.
Rere menarik kursi untuk ketiga anaknya,lalu mengambilkan makanan untuk Revan.
"Adik kembar gak Mommy ambilin makan?" tanya Revan.
Rere tersenyum pada Revan" Lauknya pedas gak mungkin Kiandra dan Winara Mommy kasih lauk yang sama dengan Abang" jawab Rere.
"Adik makan apa dong?" tanya Revan lagi.
"Nanti Mommy goreng telur untuk mereka berdua" jawab Mommy.
Revan menyantap makanan yang ada di piringnya dengan lahap,baru kali ini dia makan ikan dengan kuah berwarna kuning.
"Mom ini namanya apa?" teriak Revan.
"Jangan berteriak,gak sopan" Daddy mengingatkan.
Rere membawa dua telur dadar untuk Kiandra dan Winara lalu menyuapi kedua anaknya makan.
"Itu namanya asam pedas Bang" jawab Rere.
"Enak Mom,besok di rumah Mommy masak ini lagi ya" pinta Revan.
"Iya sayang" jawab Rere.
Kiandra dan Winara gak mau makan telurnya,mereka meminta lauk yang sama dengan Revan.Rere mengambil ikannya saja lalu menyuapi kedua anaknya secara bergantian.Selesai makan Rere mengantar Revan dan adik-adiknya ke kamar agar mereka bisa beristirahat.
"Mommy marah sama Daddy ya?" tanya Elang saat mereka duduk berdua di ruang keluarga,Romlah,Diah dan Nia istirahat bersama anak-anak.
"Mommy gak punya hak untuk marah,Mommy gak punya hak mengatur hidup Daddy.Walau pun Mommy istrinya Daddy,tapi bukan berarti semua urusan Daddy Mommy yang atur.Itu privasi Daddy" jawab Rere tetap dengan wajah dinginnya.
Elang duduk bersandar di sofa dan menatap plafon ruangan itu" Daddy menolong sebuah keluarga yang sedang di siksa oleh rentenir,waktu itu Daddy gak sengaja lewat depan rumah mereka.Setelah urusan dengan rentenir selesai keluarga itu meminta pekerjaan pada Daddy,dan karena Daddy sedang butuh orang untuk mengurus rumah yang ada di sini akhirnya Daddy menerima anak gadisnya sebagai pelayan di rumah kita.Daddy tidak tau kalo pelayan itu kerja sama dengan saingan bisnis yang ingin menghancurkan Daddy.Waktu itu pikiran Daddy hanya fokus pada kehamilan Mommy,sehari saat kami sampai di sini Edo dan Rima menceritakan tentang kehamilanmu.Daddy ingin pulang saat itu juga tapi gak bisa,keadaan disini sangat rumit waktu itu" tutur Elang lalu menggela nafasnya dan melanjutkan kembali ceritanya.
"Suatu malam dimana saat peresmian hotel kita,seorang pelayan memberi Daddy minuman.Daddy tau minuman itu sudah di campur dengan obat tidur,Daddy tidak meminumnya.Daddy meminum dari gelas yang lain dan mengikuti permainan mereka.Daddy tidak pernah bercinta dengannya Mom,mereka hanya membuka baju Daddy dan pelayan itu lalu mereka memotret kami dan akan menjadikan foto itu sebagai barang bukti untuk menghancurkan perusahaan Daddy.Tapi semua rencana mereka gagal,karena David telah berhasil menggagalkan rencana mereka" kata Elang mengakhiri ceritanya.
Rere beranjak dari duduknya lalu menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Mom Daddy sudah menjelaskan semuanya,kenapa Mommy masih bersikap dingin?" teriak Elang.
Rere memutar tubuhnya dan menggadap ke arah Elang.
__ADS_1
"Karena sudah beberapa hari ini tidak ada yang menghangatkan Mommy" jawab Rere sambil tersenyum.
Elang beranjak dari duduknya lalu menyusul istrinya yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.
Rere bersembunyi di balik pintu.
DOR
Rere keluar dan mengejutkan Elang,Elang memegang dadanya sambil meringis dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
Elang merintih kesakitan.
Rere langsung panik"Daddy kenapa,Daddy maaf Mommy cuma bercanda" ucap Rere sambil menguncangkan tubuh Elang.Rere tidak menyangka kalo niatnya menjahili suaminya akan jadi begini.
Rere menangis tersedu"Daddy ayolah bangun...hiks...Daddy jangan tinggalin Mommy dan anak-anak.Emangnya Daddy tega lihat Mommy jadi janda trus nanti Mommy nikah lagi" ucap Rere di sela-sela tangisnya.
Grep
Elang menarik tubuh Rere dan memeluknya"Siapa yang berani menikahi jandaku akan aku gentayangi" kata Elang sambil tertawa terbahak.
"Daddy ngerjain Mommy ya" kata Rere.
SROOOTT
Rere membuang ingusnya memakai baju yang sedang di pakainya.
"Idih Mommy jorok" ucap Elang.
"Bodo amat,siapa suruh Daddy ngerjain Mommy" kata Rere yang langsung bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi.
Elang tetap berbaring di lantai,Elang tersenyum melihat tingkah konyol istrinya.
Rere keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja,Rere mengambil baju gantinya lalu memakainya setelah itu Rere berbaring di samping Elang.
Rere mengerutkan keningnya" kenapa harus diganti Dad?" tanya Rere.
Elang memiringkan tubuhnya menghadap kearah Rere lalu memeluk tubuh istrinya itu"Daddy juga gak tau pasti alasannya apa,Revan cuma bilang kalo nama panggilannya harus di ganti" jawab Elang.
"kita ikuti saja apa maunya selagi tujuannya baik" ucap Rere.
"Tujuan Daddy juga baik,apa Mommy juga setuju?" tanya Elang.
"Emang Daddy punya tujuan apa,apa mau ikut-ikutan Revan merubah nama?" Rere balik bertanya.
"Bukan itu tujuan Daddy,tapi ini" jawab Elang yang langsung ******* bibir Rere.
"Daddy curang,main serang aja" protes Rere saat mereka sudah selesai mandi.
"Tapi tetap enak kan Mom?" goda Elang.
"Tau ah" ucap Rere yang cepat-cepat memakai bajunya.
__ADS_1
"Besok kita pulang ya" kata Elang.
"Oke" ucap Rere.
Rere keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga,disana ketiga anaknya sedang sibuk bermain.
"Elang sudah bangun Re?" tanya Bunda.
"Sudah Bun,tadi sih lagi mandi" jawab Rere.
"Lihatlah mereka sudah besar Re,bahkan mereka sudah bisa memanggilku nenek"tutur Bunda.
"Kiandra dan Queen memang anak yang pintar" puji Rere.
"Oya Bun,Elang mengajak kami pulang besok"tutur Rere.
"Loh kenapa buru-buru Re,baru sehari di sini" kata Bunda.
"Elang ada pekerjaan yang gak bisa di wakilkan Bunda" Elang menimpali.
"Ya sudah kalo gitu" kata Bunda.
Bunda berjalan masuk ke kamarnya untuk beristirahat,sedangkan Elang dan Rere pergi ke ruang makan,akibat ulah Elang mereka melewatkan makan malam mereka.
Romlah membawa ketiga anak asuhnya ke kamar,Diah dan Nia membantunya.
"Besok setelah kita sampai ke rumah coba tanyakan lagi pada Revan,kenapa dia meminta untuk mengganti nama panggilannya" ujar Elang.
"Iya Dad" kata Rere.
Selesai makan Rere membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya,setelah itu mereka mematikan semua lampu ruangan baru setelahnya mereka masuk ke kamar.
__ADS_1
Dalam sekejap saja mereka sudah tertidur.