Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Pasukan ubur-ubur


__ADS_3

Kediaman orang tua Satria sudah ramai dipadati oleh para tamu undangan.Acara di mulai setelah shalat maghrib.Selain pengajian dan sedikit tausiah dari ustadz,Mama Satria juga mengundang teman-teman sosialitanya.


Kehebohan demi kehebohan pun terjadi.Canda dan tawa memenuhi lokasi acara.Yura dan Satria sudah berganti pakaian,setelah tadi mereka berdua mengikuti ritual tujuh bulanan.


" Bun,kak Yuna gak datang?" tanya Yura pada Rima.


" Kakakmu tiba-tiba pusing katanya dan kakinya juga bengkak.Jadi,kakak tidak bisa datang" jawab Rima.


" Apa itu berbahaya pada kehamilan kakak?" tanya Yura khawatir.


" Tidak sayang,itu tidak berbahaya.Kakakmu hanya kecapekan dan stres saja.Mommy waktu hamil Winara dan Kiandra juga dulu begitu,sama seperti Bunda juga dulu begitu" terang Rere.


" Syukurlah kalo itu hanya bawaan hamil,Yura hanya takut itu berbahaya" ujar Yura sambil bernafas lega.


" Kalo terus dibiarkan,bisa berbahaya.Makanya Bunda menyuruh Kenzi untuk membawa Yuna ke rumah sakit,karena itulah Yuna tidak bisa hadir di acara ini" tutur Rima.


" Tidak apa-apa Bunda,yang penting kesehatan Yuna dan calon bayinya" Mama Satria menimpali.


Mereka pun terlibat dalam pembicaraan yang seru,sesekali terdengar gelak tawa dari mereka.


" Ma,pasukan ubur-ubur Mama mau pamit tuh" ujar Satria menengahi pembicaraan Mama dan ibu mertuanya.


" Aku tinggal sebentar ya" kata Mama Satria pada Rima dan Rere.


" Pasukan ubur-ubur itu siapa?" tanya Rima dan Rere secara bersamaan.


" Tuh temen-temen arisan Mama" jawab Satria.


Pfftt...Rere dan Rima pun refleks menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya sambil menahan tawa.


" Kakak,ada-ada saja deh ih" kata Yura.


" Kalo bukan pasukan ubur-ubur jadi apa dong?" tanya Satria.


" Gak tau" jawab Yura sewot.


Karena malam semakin larut,semua pun berpamitan untuk pulang.Kini tinggal keluarga inti saja yang masih berada di rumah itu.


" Oma nginep di sini kan malam ini?" tanya Satria.


" Iya sayang,Oma mau menemani Yura tidur malam ini" jawab Oma Satria sambil menggoda cucunya itu.


" Yura kan udah ada Satria yang menemani,jadi dia tidak butuh oma" protes Satria.


" Butuh" sahut Yura.


" Yuk Oma,kita ke kamar" ajak Yura sambil menggandeng Oma menuju kamarnya.


" Sayang gak bisa gitu dong" seru Satria.


" Udah gak usah lebay,kamu tidur sama Opa saja" kata Opa Satria.

__ADS_1


" Demi apa coba,Satria tidur sama Opa.Mau perang pedang" oceh Satria dengan nada sedikit kesal.


." Ya siapa tau aja mau adu kekuatan" kata Opa.


" Gak Opa gak Oma sama aja,stres" gumam Satria sambil melangkah masuk ke kamarnya.


Yura dan Oma sedang bersenda gurau di kamar,entah apa yang diceritakan oleh Oma hingga Yura bisa tertawa selepas itu.


" Oma ini udah malem banget lo,kasian Yura.Dia harus istirahat" kata Satria.


" Iya iya Oma tau" kata Oma lalu turun dari kasur.


" Loh Oma kok pergi,gak jadi nemenin Yura tidur?" tanya Satria.


" Gak jadi,Oma lupa kalo tu keris milik opa udah lama gak masuk ke sarungnya" jawab Oma absurd.


" Udah tua masih kuat begituan?" tanta Satria lagi.


" Eh anak muda,jangan meremehkan yang tua ya.Mau tanding kekuatan,ayo" tantang Oma.


" Ogah ah,paling juga baru goyang beberapa menit udah encok tu pinggang" sahut Satria.


Oma pun mendengus kesal lalu keluar dari kamar cucunya.


" Kak,gak sopan banget sih ngomongnya.Biar begitu,itu Omanya kakak lo" kata Yura.


Satria menoleh kearah Yura dengan kening mengkerut."Jadi,adek tadi menganggap kalo obrolan kakak sama Oma itu serius?" tanya Satria dan Yura pun menganggukkan kepalanya.


Hahaha...Satria pun tidak bisa menahan tawanya melihat kepolosan istrinya.


" Ternyata cucu dan leluhurnya sama,sama-sama eror" gumam Yura tapi masih bisa di dengar oleh Satria.


" Eror-eror gini tapi adek suka kan" goda Satria.


" Enggak" ketus Yura.


" Duh si eneng,kalo lagi cemberut gitu makin-makin deh" Satria semakin gencar menggoda Yura.


" Makin apa?" tanya Yura.


" Makin menggoda" jawab Satria sambil berbisik.


Bulu kuduk Yura pun meremang,saat nafas Satria menerpa tengkuknya.


" Kak...hhh" desah Yura saat Satria mulai menyusuri lehernya dan meninggalkan beberapa tanda merah sebagai tanda bukti peperangan akan dimulai.


" Apa sayang,hemmm?" tanya Satria.


" Teruskan" pinta Yura dengan nada manja dan menggoda.


" Asiiaaap"

__ADS_1


Satria pun semakin menggencarkan aksinya.Lumaatan,sesapan,beelaian dan sentuhannya membuat Yura melayang dan terus mengeluarkan suara seksinya.


" Kamu semakin seksi sayang" ujar Satria saat Yura sudah dalam keadaan polos dan siap menerima serangan tongkat sakti milik Satria.


" Ahhh...kak"


" Ughh..."


Erang Yura dan Satria bersamaan saat mereka mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.


Cup


Satria mencium perut buncit Yura." Seksi" ujarnya.


" Seksi apanya,gendut gini.Udah kayak orang busung lapar aja" sahut Yura.


" Kamu makin seksi sayang,semakin berisi dan montok" kata Satria sambil mereemas benda kenyal milik Yura.Seperti tombol penghubung,ketika Satria merremas benda itu Yura pun kembali bersuara sangat seksi dan menggoda di telinga Satria.


" Jangan menggodaku" kata Satria.


" Siapa yang menggoda,tangan kakak tu yang berkeliaran seenaknya" bantah Yura.


Satria pun tersenyum,lalu turun dari kasur."Bersih-bersih dulu yuk,baru setelah itu kita berdua istirahat" ajak Satria.


Yura pun turun dari kasur,semenjak hamil Satria tidak pernah meminta untuk menambah porsi.Jadi,Yura tidak perlu khawatir Satria akan menerkamnya di kamar mandi.Setelah selesai mandi,mereka pun langsung tidur.


...****************...


Edo dan Rima sudah berada di rumah sakit,tadi Kenzi menelponnya dan meminta Edo dan Rima untuk datang ke rumah sakit.


" Ada apa Ken,kenapa tiba-tiba Yuna harus operasi besok pagi?" tanya Rima khawatir.


" Tidak ada apa-apa Bunda,semua baik-baik saja.Hanya saja..."


" Hanya saja apa?" Rima memotong perkataan Kenzi.


" Bun,beri waktu Kenzi untuk menjelaskan" kata Edo.


" Bayi yang dikandung oleh Yuna semua sehat,tapi bobotnya melebihi batas.Jadi,Dokter menyarankan pada kita untuk mengoperasi sesar Yuna besok pagi" jawab Kenzi.


Rima pun bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Kenzi.


" Tidak apa-apa,Mommy juga dulu melahirkan kembar saat usia kandungannya tujuh bulan.Mungkin sudah keturunan keluarga kita begitu" tutur Rima.


" Trus Yunanya sekarang mana?" tanya Edo.


" Sudah tidur Yah, tadi Dokter memberinya obat tidur" jawab Kenzi.


" Kenapa harus diberi obat tidur,bukankah itu bisa membahayakan kehamilannya?" tanya Edo lagi.


" Yuna tidak bisa mengontrol emosinya,saat mengetahui kakinya bengkak,Yuna mengalami sedih dan cemas yang berlebihan.Dokter sudah menjelaskan kalo itu tidak berbahaya,tapi Yuna tetap kepikiran.Jadi,Dokter terpaksa memberi Yuna obat tidur agar Yuna bisa beristirahat" papar Kenzi.

__ADS_1


Kenzi mengajak Edo dan Rima masuk ke kamar tempat Yuna dirawat.Edo mendekati Yuna kemudian mengecup kening putri pertamanya itu.


" Semoga besok semua berjalan lancar,Ayah selalu ada di sampingmu sayang" bisik Edo lalu mengusap air matanya yang lolos begitu saja.


__ADS_2