Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 80


__ADS_3

Rima dan Edo telah selesai bersiap,mereka langsung berangkat ke rumah yang akan mereka tempati yaitu rumah milik Edo.


"Kak orang tua Kakak sudah tau tentang pernikahan kita?" tanya Rima setelah mereka berada di mobil.


Edo mengemudikan mobilnya dengan santai.


"Sudah sayang...sebelum aku menikahimu aku sudah memberi tau mereka" jawab Edo.


"Mereka tau statusku?" tanya Rima lagi.


"Status tidak penting bagi mereka,yang terpenting kita saling cinta dan akhirnya kita bahagia" tutur Edo.


Rima mengangguk-anggukkan kepalanya,kemudian dia duduk bersandar di kursinya.


***


Rere sedang bersiap hendak pergi berbelanja,Elang sudah menunggunya di bawah.Setelah selesai bersiap Rere pun keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Elang.


"Maaf sayang menunggu lama,aku tadi mencoba satu persatu baju yang di lemari tapi sudah pada sempit" keluh Rere.


"Kita akan membelinya,bila perlu kita pesan ke pabriknya langsung" Elang menghibur istrinya.


"Apa aku segendut itu sekarang?" tanya Rere sambil berjalan ke mobilnya.


"Kamu tidak gendut sayang tapi seksi" jawab Elang sambil berbisik di telinga Rere.


Elang membukakan pintu mobil untuk Rere dan setelah Rere masuk Elang menutupnya kembali,Elang mengitari mobil lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Rere.Kali ini Ujang yang menyetir karena Harun sedang mendapat tugas khusus dari Elang.


"Sayang bukankah keadaan sudah lebih baik tapi kenapa Mama dan Papa tidak membawa Revan pulang saja ke rumah?" tanya Rere.


Elang menghela nafasnya,dia tidak mungkin bercerita yang sesungguhnya pada Rere kalo kebaikan Silvy hanya sandiwara.


"Mama hanya ingin kamu fokus pada kehamilanmu sayang,kalo Revan bersama kita nanti kamu bisa kelelahan" jawab Elang.


Ujang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Elang menutup tirai pembatas antara kursi depan dan kursi belakang mobilnya.Lalu merebahkan tubuhnya di kursi yang sudah di modifikasi menjadi seperti tempat tidur.


"Minggu depan aku harus pergi keluar kota,apa kamu mau ikut sayang?" tanya Elang.


"Kemana,bukankah aku tidak boleh melakukan perjalanan jauh?" Rere balik bertanya.


"Kita pergi pake jet pribadi dan itu tidak masalah.Hari senin kita cek kehamilanmu sekalian konsultasi" jawab Elang.


"Kalau aku memilih tinggal bagaimana?" tanya Rere lagi.


Elang memiringkan tubuhnya menghadap istrinya.


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu disini sendiri dan sejujurnya aku tidak bisa berpisah jauh darimu apalagi dalam waktu yang cukup lama" tutur Elang.


"Aku bisa tinggal sementara sama Bunda sayang,kalo aku ikut kesana aku takut mengganggu pekerjaanmu"tutur Rere.


Elang mengelus perut Rere kemudian mengecupnya.


"Aku tidak akan sanggup berpisah dengan kalian" kata Elang.


"Kalian,siapa kalian?" tanya Rere bingung.


"Kamu dan junior sayang" jawab Elang sambil menaik turunkan alisnya.


"Emang mau berapa hari sih disana,kenapa dramanya lebih parah dari drama Revan" Rere menggoda suaminya.


"Aku juga belum tau sayang,bisa cepat juga bisa lama.Paling cepat bisa mencapai satu bulan" kata Elang.


Rere memandang wajah suaminya seperti ada kekhawatiran di wajahnya.Tapi dia tutupi dengan senyuman manisnya.


"Maaf sayang aku tidak bisa ikut,aku takut terjadi apa-apa dengan kandunganku.Sekarang usianya sudah enam bulan penuh dan masuk tujuh bulan,kamu tau orang bisa saja melahirkan saat usia kandungannya tujuh bulan" Rere memberi penjelasan.


"Baiklah kalo itu keputusanmu,nanti aku akan meminta bunda untuk menemanimu disini" kata Elang.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi berhenti.


"Kita sudah sampai Tuan"kata Ujang dari balik tirai.


"Ayo sayang turun" ajak Elang.


Ujang buru-buru turun dan membuka pintu mobil untuk majikannya,setelah Elang dan Rere keluar ujang menutupnya kembali.


Elang dan Rere masuk ke dalam toko yang menjual pakaian wanita.Elang sengaja tidak memilih mall untuk tempat mereka berbelanja agar Rere tidak kelelahan.


"Elang" tiba-tiba ada yang berteriak memanggil nama Elang.


Elang menoleh kearah orang yang yang memanggilnya.


"Hai bro,sedang apa disini?" tanya Elang pada David yang tadi memanggilnya.


"Aku ada sedikit pekerjaan didekat sini" jawab David sambil melirik kearah Rere.


"Dia Rere,istriku" kata Elang.


David membungkukkan tubuh dan mengenalkan dirinya pada Rere.


"Perkenalkan nama saya David nona"


"David jika nanti kamu ada waktu datanglah kerumah,aku ada tugas untukmu" kata Elang sambil menepuk bahu David.

__ADS_1


"Baiklah Lang kebetulan nanti malam aku ada arah kesana,nanti aku mampir.Kalo begitu aku pamit dulu,masih ada sedikit kerjaan" kata David sambil mengundurkan diri.


Elang dan Rere masuk ke toko baju dan mulai memilih baju yang cocok untuk tubuh Rere.


"Apakah sudah dapat yang cocok?" tanya Elang.


"Semua bagus-bagus,aku jadi bingung" jawab Rere.


"Ambil saja semua,jangan terlalu lama berdiri nanti kamu kelelahan" kata Elang.


Akhirnya Rere menuruti kata-kata Elang.Dia mengambil beberapa baju dan memasukkannya kedalam keranjang.


"Sudah semua atau masih ada yang mau di ambil lagi?" tanya Elang.


"Sudah cukup sayang" jawab Rere.


"Baiklah kalo begitu kamu tunggu disini,aku akan membayar ini kekasir" kata Elang.


Elang tidak menuju kasir melainkan ketempat khusus yang memajang baju tidur dan dalaman wanita.Elang mengambil beberapa buah lingery dan beberapa set pakaian dalam untuk istrinya.Elang tau pakaian dalam Rere banyak yang sudah tidak bisa di pakai dan Rere pasti malu jika membelinya bersama Elang.


"Berapa total semuanya mbak?" tanya Elang setelah berada di kasir.


Kasir menghitung total belanjaan milik Elang dan saat akan menghitung harga dalaman kasir itu menoleh kearah Elang.


"Apa ada yang salah?" tanya Elang pada kasir itu.


"Emmmm tidak ada Tuan" jawab Kasir lalu kembali menghitung.


"Total seluruhnya delapan juta tujuh ratus tuan" kata kasir.


"Untuk barang sebanyak ini kenapa totalnya murah sekali?" tanya Elang.


"Karena barang-barang yang ada disini kami produksi sendiri Tuan,hanya dalaman saja yang kami import dari luar" jawab kasir itu.


Elang mengeluarkan kartunya dan memberikan pada kasir.Setelah Proses pembayaran selesai Elang kembali ketempat Rere tadi,tapi Rere tidak ada disana.


"Kemana perginya Bidadariku" gumam Elang.


Elang mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rere tapi belum sempat dia menelpon Rere,Rere sudah berada disitu.


"Sayang darimana saja,aku kira ada yang menculikmu tadi?" tanya Elang sambil memeluk istrinya.Dia tidak peduli banyak pasang mata yang melihatnya.


"Aku tadi ke toilet karena kebelet pipis dan sudah tidak kuat untuk menahannya" jawab Rere.


Elang lega mendengar jawab dari Rere kemudian dia mengajak Rere keluar dari toko dan langsung masuk ke mobilnya.


"Jangan pergi-pergi sendiri begitu lain kali beritahu aku" kata Elang setelah mereka berada di mobil.


"Kemanapun itu" jawab Elang tegas.


"Baiklah lain kali aku akan mengajakmu kemanapun kakiku ini melangkah" Rere males berdebat dengan suaminya.


"Ujang kita mampir dulu di restoran,sudah waktunya makan siang" kata Elang.


"Baik tuan" kata Ujang.


"Tapi aku masih kenyang sayang" kata Rere.


"Tapi kamu harus tetap makan walaupun sedikit,junior butuh asupan gizi sayang" tutur Elang.


"Aku minum jus saja,perutku sudah tidak sanggup jika diisi makanan berat" kata Rere.


"Baiklah kalo begitu maumu sayang" ucap Elang.


Ujang singgah ke restoran yang mereka lewati lalu memarkirkan mobilnya.


"Ayo turun,kamu bisa pesan jus di dalam" ajak Elang.


"Kalo kita gak turun,kasian Ujang nanti dia bisa kelaparan" bujuk Elang.


Dengan langkah lesu akhirnya Rere turun dari mobilnya dan masuk kedalam restoran.Mereka duduk di kursi yang masih kosong.


"Selamat siang Tuan dan Nona,mau pesan apa?" tanya pelayan restoran.


"Menu spesial di restoran ini saja" jawab Elang.


"Saya mau jus jeruk peras satu"pesan Rere.


"Baik nona"


Pelayan itu pergi ke belakang untuk menyiapkan pesanan pengunjung restorannya.


"Apa kamu sakit sayang,tumben gak nafsu makan?" tanya Elang sambil menempelkan punggung tangannya ke kening Rere.


"Aku hanya sedang tidak nafsu makan saja sayang,lagipula aku sarapan cukup banyak tadi pagi" jawab Rere.


Tidak lama pesanan merekapun datang,pelayan menghidangkannya di atas meja.Elang dan Ujang langsung menyantap makanan di hadapannya sedangkan Rere hanya minum jus jeruknya.Setelah selesai makan Elang membayar makanan mereka lalu pergi dari restoran itu.


"Ujang kita ke rumah Edo" perintah Elang.


"Baik tuan"


Ujang mengemudikan mobilnya dengan santai.

__ADS_1


"Kita mau rumah yang di tepi pantai itu lagi?" tanya Rere.


"Tidak sayang,kita ke rumah Edo yang ada disini" jawab Elang.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit merekapun sampai di rumah Edo.Rumah dengan desain minimalis tapi cukup besar dan mewah.


Ujang berhenti tepat di depan pintu masuk rumah Edo.


Tiit


Ujang memencet klakson mobilnya,tidak lama pintu terbuka.


"Kalian kesini?" tanya Edo.


"Apa aku tidak boleh berkunjung?" Elang balik bertanya dan langsung nyelonong masuk kedalam rumah Edo,Rere mengikutinya dari belakang.


"Sepi...Rima mana?" tanya Rere.


"Ada di kamarnya,sebentar aku panggilkan" kata Edo lalu berjalan menuju kamarnya.


Rere melihat-lihat isi rumah Edo.


"Rumah yang nyaman dan tidak terlalu besar...Sejak kapan Edo punya rumah sendiri?" tanya Rere pada Elang.


"Sejak lama,orang tua kami menganjurkan kami untuk punya rumah sendiri sebelum menikah.Jadi ketika sudah menikah nanti tidak pusing lagi mau tinggal dimana" tutur Elang.


"Prinsip yang bagus" puji Rere.


"Apakah rumah yang sekarang di tempati Rita itu rumahmu bersama Mbak Silvy?" tanya Rere.


"Bukan,rumah itu aku beli setelah aku bercerai dengan Silvy.Waktu bersama Silvy aku masih tinggal di apartemen dan itu aku berikan padanya" jawab Elang.


Elang dan Rere berjalan-jalan melihat rumah Edo hingga sampai ke taman belakang.Taman yang masih kosong hanya ada satu gazebo dan kolam renang saja.


"Halaman belakang cukup luas dan masih kosong,pasti tidak lama lagi halaman ini akan dipenuhi bunga" celoteh Rere.


"Ternyata kalian disini,aku mencari kalian kemana-mana" kata Edo yang sudah berada disitu bersama Rima.


"Selamat datang di rumah kami Re" Rima menyambut Rere dengan pelukan hangat.


"Aku penasaran akan jadi apa taman ini nanti.Secara ya kan nyonya rumah ahli dalam membuat taman" kata Rere sambil tersenyum.


"Kamu bisa aja Re,ayo masuk.Kamu pasti belum shalat kan?" kata Rima.


"Oh iya...Sayang shalat dulu yuk,sambung nanti lagi ngobrolnya" Rere mengajak Elang untuk Shalat.


"Duluan saja,ada yang harus aku bahas bersama Edo" kata Elang.


"Baiklah kalo itu maumu,aku akan menjadikan Ujang sebagai imamku" ucap Rere sambil masuk ke rumah.


"Eh tunggu sayang, iya aku shalat" kata Elang sambil menyusul Rere.


"Bisa gawat kalo si demplon sudah ngambek,bisa-bisa lapangan bola di tutup dan aku tidak bisa bermain bola dengan junior" gumam Elang.


Edo hanya tersenyum melihat tingkah pasangan suami istri di depannya.Akhirnya mereka berempat shalat dzuhur bersama dan Elang yang menjadi imam shalatnya.


Setelah selesai shalat mereka duduk di halaman samping rumah Edo,disana ada kolam ikan dengan air mancur.Mereka ngobrol sambil bercanda ria.


"Do bisa ikut aku sebentar,ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu" kata Elang.


"Ikut aku" ajak Edo sambil melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Sayang aku tinggal sebentar ya,ada pekerjaan yang harus aku selesaikan bersama Edo" tutur Elang.


"hemmm" Rere hanya mendehem saja.


"Re aku lihat kehamilanmu tidak wajar,apa kamu hamil bayi kembar?" tanya Rima setelah Elang pergi dari sana.


Rere menoleh ke kanan dan ke kiri dan ketika di rasa aman Rere pun menganggukkan kepalanya.


"Iya Rima tapi Elang belum tau itu,hanya Bunda dan Mama Sofia saya yang tau" jawab Rere dengan suara pelan.


"Benarkah" Rima berteriak heboh.


Rere membekap mulut Rima.


"Jangan keras-keras,nanti Elang dengar.Dia belum tau hal ini aku sengaja ingin memberinya kejutan" kata Rere.


"Tapi kenapa Re,Elang harus tau" kata Rima.


"Aku tidak ingin membuatnya cemas Rima.Apalagi sebulan lagi aku akan melahirkan" tutur Rere.


"Lho bukannya baru tujuh bulan,kenapa Re? Apa ada masalah?" tanya Rima.


"Tidak ada masalah apa-apa,karena ukuran bayi yang melebihi berat normal dan bayiku juga kembar jadi aku tidak bisa melahirkan normal,Dokter menyarankan operasi caesar saat kandunganku sudah tujuh bulan nanti" Rere menjelaskan agar Rima tidak khawatir.


"Semoga semua berjalan lancar ya Re,aku tidak sabar menunggu hari itu.Sebentar lagi aku akan punya dua keponakan yang akan memanggilku tante" tutur Rima sambil tersenyum.


Karena asyiknya mengobrol sampe mereka tidak sadar jika hari sudah mulai sore.Elang mengajak Rere untuk pulang dan Rere menyentujuinya.


"Hati-hati di jalan" kata Rima sambil melambaikan tangan pada Rere.


Mobil yang di naiki Rere dan Elang sudah tidak terlihat lagi.Edo menggandeng tangan Rima dan merekapun masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2