Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 124


__ADS_3

Elang sudah rapi dan bersiap hendak pergi ke kantor,Rere mengantarkan Elang sampai ke pintu depan.


"Aku pergi dulu ya,baik-baik di rumah" ucap Elang.


"Iya sayang,kamu juga hati-hati ya jangan ngebut,tetap fokus dan yang penting jangan tergoda sama yang lebih bahenol" pesan Rere lalu mencium punggung tangan Elang.


"Akan kuingat pesanmu sayang"ujar Elang lalu mengecup kening Rere.


"Assalamualaikum" ucap Elang lalu masuk ke mobilnya.


"Waalaikum salam" jawab Rere.


Elang mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan,setelah mobil Elang sudah tidak terlihat Rere kembali masuk ke dalam rumah.Baru saja hendak melangkah ada mobil lain yang datang ke rumahnya.


"David" kata Rere.


"Elang sudah pergi Re?" tanya David.


"Sudah,baru saja" jawab Rere.


"Aku mau numpang tidur" kata David sambil ngeloyor masuk ke dalam rumah dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Duh Babang David lagi galau nih kayaknya" seloroh Rere.


"Bukan cuma galau Re tapi hatiku juga sangat kacau" balas David.


"Kayak lagu balon aja,kacau.Emang napa sih,putus cintrong ya Babang David?" kata Rere.


David mendudukan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di sandaran sofa.


"Aku sudah memberikan segalanya Re,semua yang dia minta sudah aku penuhi,apa yang dia mau aku berikan tapi dia malah selingkuh di belakangku Re" curhat David.


"Kasian amat" ejek Rere.


"Seharusnya kamu bersyukur Tuhan menunjukkan keburukannya sebelum kalian menikah.Udah kamu sabar aja,insya allah kamu akan dapat gantinya yang lebih baik dari dia" hibur Rere.


"Aku juga berharap seperti itu Re" ucap David.


"Ya sudah kalo mau tidur,pergi ke kamar sana jangan disini.Kamu ganggu jam santai anak-anak nanti kalo tidur di sini"usir Rere.


"Di rumah Mama di usir di sini di usir,nasib...nasib" gerutu David sambil berjalan menuju kamar tamu.


Rere tersenyum saja melihat tingkah sahabat dari suaminya itu,lalu Rere pergi ke kamar Baby twins.


"Sari aku mau pergi sebentar,titip anak-anak ya" kata Rere.


"Mau kemana Re?" tanya Sari.


"Mau ketemu Bunda" jawab Rere.


"Kenapa harus ketemu di luar Re? Kenapa Bunda gak datang kemari?" tanya Sari lagi.


"Bunda lagi ngantar hasil panen ke agen jadi gak bisa kesini Sari,karena habis dari sana Bunda harus pergi lagi ke tempat lain" jawab Sari.


"Oh...ya sudah kamu hati-hati ya dan sampaikan salam dariku untuk Bunda" kata Sari.


Rere keluar dari kamar Baby twins lalu berjalan ke pintu depan.


"Pak Harun anterin Rere ke tempat Bunda yok" pinta Rere.


"Udah izin sama Elang Re,tempat Bunda kan jauh" kata Pak Harun.


"Maksud Rere bukan ke rumah Bunda Pak Harun tapi ke tempat Bunda bongkar hasil panen di jln x" tutur Rere.


"Oh kirain Bapak kamu minta antar ke rumah Bunda.Ya sudah ayo" kata Pak Harun.


Rere masuk ke mobil dan duduk di bangku depan di samping Pak Harun.


"Ngapa Bunda gak datang aja kesini Re?" tanya Pak Harun sambil mengemudikan mobilnya.


"Rere juga maunya gitu Pak,tapi Bundanya gak bisa karena masih harus mengantar hasil panen ke tempat lain" jawab Rere.


Pak Harun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,jalanan terlihat lengang hanya beberapa kendaraan saja yang melintas.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke tempat Bunda berada.


"Pak Harun tunggu di sini sebentar ya,Rere mau menemui Bunda dulu" kata Rere.


"Tunggu sebentar Re,itu bukannya mobil Elang ya?" kata Pak Harun sambil menunjuk mobil yang tidak asing baginya.


"Iya Pak,itu mobil Elang.Ngapain Elang di sini?" tanya Rere.


Rere turun dari mobilnya begitupun juga dengan Pak Harun,dia ikut turun dari mobil dan ikut Rere masuk ke dalam.


Dari kejauhan Rere melihat Bunda sedang mengobrol dengan Elang.


"Sayang,kamu disini?" tanya Rere.


"Iya Re tadi Bunda yang telpon Elang karena ada masalah sedikit" Bunda menjawab pertanyaan Rere.


"Anak-anak gak ikut?" tanya Elang.


"Kiandra sama Queen tidur,kalo Revan sama Ujang lagi kasih makan ikan.Aku ajak ke sini dia gak mau mungkin dia pikir Bunda mau datang ke rumah" tutur Rere.

__ADS_1


"David tadi menelponku katanya dia ada di rumah?" tanya Elang.


"Iya dia mau numpang tidur katanya,hatinya lagi galau" jawab Rere.


"David galau,kenapa dia? Preman bisa galau juga ya" kata Bunda.


"Preman juga manusia Bunda" kata Rere.


"Loh Pak Harun mana?" tanya Rere sambil celingukan.


"Tu...." kata Elang dan Bunda bersamaan sambil menunjuk ke arah Pak Harun yang sedang membantu anak buah Bunda menurunkan hasil panen.


Setelah semua hasil panen selesai di turunkan Bunda pun pamit pada Elang dan Rere.


"Bunda minta maaf ya kali ini gak bisa mampir ke rumah kalian,soalnya yang biasa ngawasi hasil panen dan bongkar muatan lagi sakit jadi Bunda harus turun tangan" tutur Bunda.


"Iya Bunda gak apa-apa,Elang juga minta maaf sama Bunda karena belum bisa berkunjung ke rumah Bunda" balas Elang.


"Iya Lang Bunda ngerti" kata Bunda pada Elang.


"Bunda pamit pergi dulu ya Re,jaga anak-anakmu dengan baik" kata Bunda sambil mencium pipi kanan dan kiri Rere.


Bunda melangkah masuk ke dalam mobilnya lalu pergi dari sana.


"Mau langsung pulang atau ikut ke kantor?" tanya Elang pada Rere.


"Pulang aja,kalo ikut ke kantor nanti aku kamu tinggal sendirian,aku suntuk" jawab Rere.


"Iya juga sih,hari ini aku ada jadwal meeting juga.Ya sudah kalo mau langsung pulang,hati-hati ya.Aku mau langsung balik ke kantor" tutur Elang.


"Iya sayang,kamu juga hati-hati ya dan jangan lupa makan siang"Rere mengingatkan.


Elang melihat jam di pergelangan tangannya.


"Sudah setengah dua belas siang..."gumam Elang.


"Sayang aku pergi dulu ya,aku takut terlambat.Jarak dari sini ke kantor lumayan jauh karena jalannya memutar" kata Elang.


Cup


Elang mencium kening Rere lalu masuk ke dalam mobilnya,Elang melambaikan tangannya lalu pergi dari sana.


"Ayo Re kita pulang" kata Pak Harun sambil membawa bungkusan berwarna hitam.


"Apa itu Pak Harun?" tanya Rere.


"Sayuran segar,tadi anak buah Bunda yang kasih" jawab Pak Harun.


"Langsung pulang atau mau mampir dulu Re?" tanya Pak Harun.


"Langsung pulang aja Pak,takutnya nanti Revan nyariin Rere" jawab Rere.


Pak Harun mulai mengemudikan mobilnya,jalanan mulai ramai karena hari sudah masuk jam makan siang.Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah.Rere turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah.David sedang duduk sambil menatap layar laptop yang ada di depannya.


"Anak-anak mana?" tanya Rere pada David.


"Baru masuk ke kamarnya,tadi sih Baby twins rewel mungkin karena mereka mengantuk" jawab David.


"Re apa orang-orang disini bisa di percaya?" tanya David.


"Bisa,kamu tenang saja.Emangnya ada apa?" tanya Rere.


"Aku mau pakai monitor yang ada di dinding" jawab David.


Rere mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud David.


David membawa laptopnya ke ruang tamu lalu dia meletakkan laptopnya di meja.David mengambil remot yang ada disitu lalu menekan tombolnya.Tirai di ruang tamupun tertutup dengan sendirinya lalu David menekan tombol lain dan keluarlah layar monitor yang cukup besar hampir sama besar dengan dinding yang ada di situ.


"Aku baru tau ada layar sebesar ini tersembunyi" kata Rere.


David tersenyum saja mendengarnya.


"Ya sudah selesaikan pekerjaanmu,aku mau lihat anak-anak dulu" kata Rere.


Rere berjalan menuju kamar anaknya dan melihat ketiga anaknya sedang tidur dengan nyenyak.Rere keluar dari kamar anaknya lalu pergi menuju kamar tidurnya.


Sari sedang berkutat di dapur membantu Diah dan Nia menyiapkan makan siang.Setelah selesai menyiapkan makan siang Diah dan Nia pergi ke rumah belakang,sedangkan Sari masih di dapur,dia duduk bersila di lantai sambil memasukkan sayuran yang tadi di bawa Pak Harun ke dalam kulkas.


"Hai...tolong bikinin kopi dong" kata David pada Sari.


"Dih siapa Elu nyuruh-nyuruh bikin kopi" jawab Sari sewot.


"Oh iya lupa kita belum kenalan ya,aku David" kata David.


"Maksudnya kamu siapa seenaknya main suruh aja.Temen bukan,pacar bukan,suami juga bukan" kata Sari.


"Emang kalo mau minta bikinin kopi harus jadi temen dulu,jadi pacar dulu atau jadi suami dulu ya?" tanya David.


Sari melirik ke arah David dengan lirikan tajam.


"Kamu cantik deh kalo melirik begitu.Ya udah gini aja kamu mau pilih yang mana terserah.Kamu anggap aku temen boleh,anggap pacar juga boleh,anggap calon suami juga lebih boleh?" David menggoda Sari.

__ADS_1


"Gak lucu" kata Sari.


Sari beranjak dari duduknya lalu membuatkan David kopi setelah itu memberikan kopi itu pada David.


"Nih kopinya" kata Sari.


"Makasih manis" ucap David.


Sari ngeloyor pergi meninggalkan David sendirian di dapur.


"Manis juga anggota Elang yang satu ini" gumam David lalu menyeruput kopinya.


"Galak-galak tapi kopi buatannya enak"


David membawa kopinya ke ruang tamu,kemudian dia membuka laptopnya dan menyambungkannya dengan monitor yang ada di hadapannya lalu diapun mulai bekerja.


Rere keluar dari kamarnya lalu berjalan menuruni tangga dan melihat David masih berada di ruang tamu.


"David kamu sudah makan siang?" tanya Rere.


"Belum Re,nanti saja pekerjaanku lagi nanggung nih" jawab David tanpa menoleh sedikit pun.


Rere melanjutkan langkahnya menuju ruang makan.Rere menarik kursinya lalu duduk di kursi.Sari keluar dari kamar Baby twins bersama Revan lalu dia dan Revan menuju ruang makan dan tidak menghiraukan David yang memanggilnya.


"Sari di panggil David tuh" kata Rere.


"Biarin aja Re,paling cuma iseng doang" kata Sari.


"Lihat dulu kesana,siapa tau aja penting.Revan biar aku yang urus" kata Rere.


Dengan malas Sari menghampiri David yang berada di ruang tamu.


"Ada apa?" tanya Sari.


"Bisa minta tolong gak?" David balik bertanya.


"Apaan?" kata Sari sambil duduk di sofa.


"Bantu kerjain tugas" jawab David sambil tersenyum.


"Yaelah mana aku ngerti kerjaan seperti ini" kata Sari.


"Ayo lah,kamu pasti bisa.Elang membutuhkan ini dan semuanya harus selesai sore ini juga" tutur David.


Sari terdiam sambil menatap layar laptop David,yang sama sekali Sari gak ngerti apa yang ada di hadapannya.


"Udah Sari bantuin aja,anak-anak biar aku yang urus" kata Rere yang baru saja datang.


"Tuh Rere aja kasih izin,plis bantuin ya.Ini proyek penting lho dan aku harus setor sore ini juga" pinta David.


"Iya ya aku bantuin tapi aku makan siang dulu ya.Ngerjain tugas juga butuh tenaga" oceh Sari sambil berjalan kearah ruang makan.


"Apalagi? Kejar" kata Rere pada David.


David beranjak dari kursinya lalu mengejar Sari.Lalu David duduk di kursi yang baru saja di tarik Sari.


"Kalo gitu kita makan bersama ya" kata David.


"Terserah kamu saja" jawab Sari kesal.


"Tolong ambilin lauknya dong,tanganku gak nyampe nih" pinta David.


Sari mengambilkan lauk untuk David dan meletakannya di piring milik David.


Romlah,Nia dan Diah hendak masuk ke ruang makan,tapi Romlah langsung mengajak kedua temannya pergi.


"Jangan ganggu mereka,kita nanti aja makannya sesudah mereka selesai" kata Romlah.


"Emang mereka pacaran ya?" tanya Nia dengan polos.


"Pacaran atau enggak bodo amat,yang penting kita gak usah ganggu mereka" Diah menimpali.


Uhuk uhuk


Tiba-tiba Sari tersedak.


"Minum dulu nih" kata David sambil memberi segelas air pada Sari.


Sari langsung meminum air yang di berikan oleh David.


"Terima kasih" ucap Sari.


"Lain kali pelan-pelan kalo makan,jangan buru-buru" David mengingatkan.


Hmmmm...Sari mendehem saja.


David dan Sari sudah selesai makan,David beranjak dari duduknya dan langsung kembali ke ruang tamu sedangkan Sari membawa piring kotor ke dapur.


"Kalian pada ngapain disini,bukannya ikut makan tadi?" kata Sari yang melihat ketiga temannya sedang duduk-duduk di lantai dapur.


"Bentar Mbak Sari lagi tanggung nih" jawab Romlah sambil berpura-pura memainkan ponselnya.

__ADS_1


Sari menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga temannya,lalu dia mencuci piring kotor bekas dia dan David makan,setelah itu dia menyusul David yang berada di ruang tamu dan Sari pun membantu David mengerjakan tugasnya.


__ADS_2