
elang membuka matanya perlahan,lalu dia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.
"kemana perginya bidadari mungilku",gumam elang.
elang turun dari kasurnya lalu berjalan ke kamar mandi.selesai membersihkan badan elang memakai baju santainya lalu keluar dari kamar untuk mencari istrinya.
"mbok,rere mana?"tanya elang pada mbok surti yang sedang memasak.
"ada di taman belakang,rere sedang bersama tuan danu"jawab mbok surti.
elang berjalan menuju taman belakang.dari kejauhan elang melihat rere dan papanya sedang ngobrol sambil tertawa.
"manisnya wajah istriku kalo sedang tertawa begini",kata elang setelah sampai di dekat rere.
"sayang,kamu sudah bangun.sini duduk"ajak rere.
"sepertinya istriku sedang berbahagia,hingga tertawa lepas seperti itu",kata elang.
"papa menceritakan hal yang sangat lucu sayang,aku tidak bisa menahan tawaku"kata rere.
"lang sintya dan rima mana,kok tidak ada?"tanya papa danu.
"mereka sudah pergi dari tadi pagi pa,katanya ada urusan penting"jawab elang.
"sintya? kalian sudah menemukan sintya?" tanya rere.
elang dan papa langsung terdiam,bingung harus menjawab apa.elang dan papa danu saling pandang,kemudian elang menganggukkan kepalanya.
"re,papa ingin berbicara sesuatu.tapi kamu harus janji untuk tetap tenang.karena papa tidak mau terjadi sesuatu pada kandungan kamu",kata papa lembut.
"bicara apa pa,sepertinya penting sekali?"tanya rere.
"berjanjilah nak,apapun yang papa katakan nanti kamu harus menerimanya dengan lapang dada",pinta papa lagi.
"baiklah pa,rere janji"kata rere.
huft....papa menghela nafasnya.
"sebenarnya tadi malam elang tidak lembur di kantor nak dan perusahaan elang baik-baik saja.kemarin sore anak buah bondan menyerbu rumah lama kalian dan membawa rima,lalu menyekapnya. kami semua pergi ke tempat rima di sekap.tempatnya cukup jauh dari kota,sehingga subuh kami baru bisa kembali ke kota.dan masalah sintya,sebenarnya dia adalah..."papa tidak melanjutkan perkataannya.dia melihat reaksi rere.
"adalah apa pa,sintya adalah apa pa.kenapa papa berhenti?"tanya rere
" sintya adalah bunda marlina yang kita kenal.dan sebenarnya dia adalah ibu kandungmu sayang"jawab elang.
"be...benarkah.lalu ibu sarah?" tanya rere sambil meneteskan airmatanya.
dia belum percaya dengan apa yang di dengarnya.
elang mendekap istrinya lalu mengusap punggung istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"ibu sarah adalah ibu tirimu.ayahmu menikah lagi,tidak lama setelah bunda sintya dinyatakan meninggal dunia.tapi ternyata bunda tidak meninggal melainkan di sembunyikan oleh om irfan.karena sinta terus berusaha untuk membunuh bunda"jawa elang.
"aku mau ketemu bunda"kata rere di balik isak tangisnya.
"tapi re,kamu janji untuk tetap tenang.kasian bayi yang ada dalam kandunganmu"kata papa danu.
rere mengusap air matanya,lalu tersenyum.
"iya pa,tadi rere hanya terkejut saja"kata rere.
mbok surti datang menghampiri mereka.
"selamat siang tuan dan nona,makan siang sudah siap"
"ayo,kita makan siang dulu.baru aku akan mengantarmu ke rumah bunda"ajak elang.
"ayo surti,kita makan bersama"ajak papa danu.
mereka berjalan menuju ruang makan dan duduk di kursi masing-masing.
"surti duduklah"kata papa danu.
"tapi tuan"
"santai saja surti,aku bukan tuanmu.lagipula bukankah kamu kakaknya irfan,yang di tugaskan irfan untuk menjaga rere"kata papa danu.
mbok surti menganggukkan kepalanya.lalu duduk di samping papa danu.mbok surti mengambilkan makanan untuk elang,rere dan papa danu.
"irfan sudah mengenali rere saat rere sedang di rawat akibat alergi waktu itu.dan kebetulan elang juga sedang mencari asistan rumah tangga. jadi om irfan yang meminta mbok untuk bekerja padamu lang"tutur mbok surti.
"pantas saja om irfan sangat kekeh supaya aku menerima mbok surti"kata elang.
mereka makan tanpa bersuara.rere dengan lahap menyantap hidangan yang ada di depannya.papa danu dan mbok surti tersenyum melihat rere.semejak hamil nafsu makan rere meningkat.dan dia juga sudah tidak muntah-muntah lagi.
"setelah makan bersiaplah,aku akan mengantarmu ke rumah bunda sintya",kata elang pada rere.
"hmmm...."rere hanya mendehem sambil terus mengunyah makanan.
papa danu dan mbok surti sudah selesai makan dan langsung beranjak dari kursi.elang masih setia menemani rere di meja makan.
"anak daddy kelihatannya sangat suka ayam bakar buatan mbok surti",kata elang sambil mengelus perut rere.
"iya daddy" kata rere.
tidak lama kemudian rere sudah selesai makan,lalu membereskan bekas makannya dan membawa ke dapur.tidak lupa dia juga mencuci piring kotor dan menyusunnya di rak.setelah itu dia kekamarnya untuk berganti pakaian.
"ayo sayang,kita pergi",ajak rere setelah selesai bersiap.
"apa kamu yakin re?"tanya papa danu.
__ADS_1
"iya pa,rere yakin.lagipula rere juga senang,ternyata rere masih punya seorang ibu"kata rere.
"ya sudah kalo gitu,pergilah.nanti keburu sore"kata papa danu.
elang menggandeng tangan rere sampai ke mobil,lalu membukakan pintu untuk rere.elang masuk dan duduk di samping rere.sedangkan harun sudah duduk di belakang kemudi.elang sengaja mengajak harun,karena jarak rumah bunda sintya cukup jauh.
"sayang,aku sangat gugup"kata rere.
"tenanglah,aku ada di sisimu.perjalanan kita cukup jauh sayang,tidurlah"kata elang.
kediaman bunda sintya di luar kota J,menempuh dua jam perjalanan.rere mulai memejamkan matanya.elang merebahkan tubuh rere di kursi mobil.kursi yang sudah di rubah menjadi tempat tidur oleh elang,agar rere merasa nyaman.
tidak lama mereka mulai memasuki kampung tempat bunda sintya berada.elang membangunkan rere.
"sayang,bangunlah.kamu harus melihat pemandangannya"kata elang sambil mengguncang tubuh rere.
rere mengerjapkan matanya.lalu mendudukkan tubuhnya.dia melihat ke luar jendela,melihat pemandangan yang indah.pantai terbentang di sepanjang jalan dengan hamparan pasir putih.burung-burung berterbangan di atas ombak.
rere membuka kaca jendela,dia menghirup udara segar.
"harun,tolong berhenti sebentar.aku ingin main air"kata rere.
"tapi sayang,nanti kita kesorean sampai ke rumah bunda"kata elang.
"sebentar saja sayang,aku ingin menikmati suasana pantai sambil minum air kelapa"bujuk rere.
elang tidak bisa menolak keinginan rere.dia menyuruh harun untuk berhenti.
harun menepikan mobilnya di tempat teduh.lalu dia keluar dan membukakan pintu untuk majikannya.
"ayo sayang,turun"ajak elang.
rere turun dari mobil dan langsung berlari ke arah pantai.
"sayang hati-hati,jangan lari.ingat kamu sedang hamil "teriak elang sambil berlari menyusul rere.
harun duduk di warung yang menjual kelapa muda dan berbagai macam cemilan.
dia memesankan es kelapa muda untuk elang dan rere.
"sudah yuk,nanti kesorean.harun sudah memesankan es kelapa muda untukmu"kata elang.
rere menoleh kearah elang sambil cemberut.tapi dia tidak membantah perkataan suaminya,karena memang hari mulai sore.
"ini tuan,es kelapanya dan saya juga memesan bakso ikan dan beberapa cemilan khas kampung sini",kata harun.
"wah...kamu tau saja,kalo aku lapar harun",kata rere dengan wajah yang berbinar.
mereka menyantap hidangan di depannya sambil minum es kelapa di tepi pantai.setelah itu mereka melanjutkan perjalanan kembali.
__ADS_1