Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Calon Menantu


__ADS_3

Edo memperhatikan sikap Yura yang biasa saja,seperti sedang tidak ada masalah.Padahal kalo orang pada umumnya yang sedang kecewa pasti tidak akan ***** makan.


"Ayah kenapa lihatin Adek seperti itu?" tanya Yuna sambil mengunyah makanannya.


Yura yang sedang sarapan pun menghentikan kegiatannya lalu melihat ke arah Edo.


"Ada apa sih?" tanya Yura bingung.


"Adek gak apa-apa kan?" tanya Edo.


"Adek baik-baik saja Yah" jawab Yura.


Edo menghela nafasnya,"Syukurlah kalo Adek baik-baik saja" ucap Edo.


"Emangnya Ayah berharap Yura gak baik-baik saja?" tanya Yura.


"Bukan begitu maksud Ayah sayang,Ayah hanya takut kamu sedih atau kecewa karena kejadian semalam" jawab Edo.


"Kenapa Yura harus kecewa hanya karena kejadian tadi malam Ayah,apa karena Gema tidak membela Yura atau karena Gema tidak bilang kalo Yura adalah kekasihnya pada perempuan itu" kata Yura.


"Ayah hanya takut pikiranmu terganggu saja sayang" ujar Edo.


"Ayah tidak usah khawatir Yura baik-baik saja,lagi pula Yura percaya Gema gak mungkin berani bertingkah macam-macam" tutur Yura.


Yuna yang belum tau apa yang sedang terjadi pada adiknya hanya diam saja,dia terus menyantap sarapannya hingga habis.


"Hari ini kalian mau kemana?" tanya Rima pada kedua anaknya.


"Oh iya hampir saja Kakak lupa.Ayah boleh gak teman-teman Yuna datang kemari? kami ada tugas kelompok dari sekolah" tanya Yuna.


"Boleh sayang" jawab Edo.


"Terima kasih Ayah" ucap Yuna.


"Berapa orang yang datang?"tanya Rima.


"Seluruh anggota Osis Bunda" jawab Yuna.


"Berarti calon menantu Ayah juga bakalan datang dong" goda Edo.


"Ayah apaan sih" kata Yuna sambil memasang wajah cemberutnya.


"Jam berapa mereka akan datang Kak,biar Bunda siapkan cemilan dan makanan" kata Rima.


"Sore Bun,karena rencananya setelah selesaikan tugas sekolah kami mau bikin acara barbeque dan mereka semua yang bawa bahan-bahannya" tutur Bunda.


"Ya sudah kalo begitu"kata Rima.


"Adek sendiri mau kemana?" tanya Edo.


"Ke pulau" jawab Yura singkat.


"Ke pulau mana? sama siapa?" cecar Edo.


"Ke pulau kapuk,bertemankan bantal dan guling" jawab Yura santai sambil membawa piring kotor ke dapur.


"Dasar putri tidur,selalu begitu kalo hari libur" celetuk Edo.


Kriing...


Ponsel Edo berdering.

__ADS_1


"Jangan berisik,calon menantu telpon" kata Edo.


"Siapa Yah?" tanya Rima.


"Satria" jawab Edo setengah berbisik.


"Hallo,Satria.Ada apa menelpon Om pagi-pagi?" tanya Edo.


"Begini Om siang ini di rumah Satria ada acara kumpul keluarga,boleh gak Satria ajak Yura ke rumah" kata Satria dari seberang telpon.


"Kalo Om sama Tante sih boleh-boleh saja,tapi semua tergantung Yura mau atau enggak" jawab Edo.


"Satria sudah chat Yura tapi belum di baca" tutur Satria.


"Dia sedang cuci piring di dapur" kata Edo.


"Jam berapa kamu mau jemput Yura?" tanya Edo.


"Sekitar pukul sebelas Om" jawab Satria.


"Ya sudah kamu datang saja kemari,nanti Om suruh Yura untuk bersiap-siap" kata Edo.


"Baik Om,terima kasih" ucap Satria.


Edo mematikan ponselnya lalu memanggil Yura.


"Udah selesai belum cuci piringnya Dek?" tanya Edo.


Yura menoleh,"Sedikit lagi Ayah,ada apa?" tanya Yura.


"Satria nanti akan menjemputmu pukul sebelas,jangan lupa untuk bersiap" jawab Edo.


"Satria mau ajak Adek kemana?" tanya Yura sambil melanjutkan cuci piringnya.


Yura manggut-manggut,"Oh ya udah deh nanti Yura siap-siap" kata Yura.


"Kak ada tamu tuh cariin kakak" kata Rima pada Yuna yang sedang membantu Yura cuci piring.


"Siapa Bun?" tanya Yuna.


"Dia bilang sih namanya Kenzi" jawab Rima.


"Cieee...pagi-pagi udah di apelin" ledek Yura.


"Adek gak boleh gitu ah sama kakak sendiri" tegur Rima.


"Mending diapelin daripada dianggurin,lebih parah lagi kalo di kacangin" celetuk Edo.


Yuna berjalan menuju ke depan rumahnya.


"Ayo masuk kak" ajak Yuna.


"Di luar aja,kakak cuma sebentar" tolak Kenzi secara halus.


"Ada apa?" tanya Yuna.


"Kakak cuma mau nganterin ini untuk cemilan kita nanti" jawab Kenzi sambil menyerahkan beberapa bungkusan kepada Yuna.


"Kak kok temannya gak di ajak masuk" kata Edo.


"Pagi Om,maaf mengganggu" ucap Kenzi dengan sopan.

__ADS_1


"Pagi" balas Edo.


"Ayo masuk" ajak Edo.


"Terima kasih Om,Kenzi harus cepat pulang karena harus menyiapkan materi untuk nanti sore" tutur Kenzi.


"Oh ya sudah kalo begitu,silahkan di lanjutkan ya.Om tinggal sebentar" kata Edo.


"Ayah mau kemana?" tanya Yuna.


"Mau antar Bunda ke pasar" jawab Edo.


Rima keluar sambil membawa keranjang belanjanya,lalu menghampiri Edo.


"Ayo Yah,nanti keburu siang" ajak Rima.


"Ayah lolipop Adek jangan lupa" teriak Yura dari balkon kamarnya.


Edo mendongakkan kepalanya lalu mengangguk.


"Dek,Ayah sama Bunda gak marahkan kita bikin acara di sini nanti malam?" tanya Kenzi.


"Gak kok Kak,Yuna sudah minta izin dan Ayah sama Bunda setuju" jawab Yuna.


"Ya sudah kalo begitu,kakak cabut dulu ya.Soalnya anak-anak yang lain sudah kumpul di rumah kakak" kata Kenzi.


"Sepagi ini mereka sudah kumpul?" tanya Yuna.


"Iya,mereka membantu Abah bersihkan ayam yang di potong dan juga Abah tadi potong kambing seekor untuk acara kita nanti malam" jawab Kenzi.


"Kenapa harus potong kambing dan ayam punya Abah,nanti Abah rugi kak" kata Yuna.


"Tidak apa-apa,kambing sama ayam milik Abah banyak" jawab Kenzi.


Yuna mengantar Kenzi sampai ke motornya.


"Sampai ketemu nanti" ucap Kenzi.


Yuna mengangguk dan Kenzi pun pergi dari sana.


"Kakak tolongin Adek dong" pinta Yura dari balkon.


Yuna mendongak,"Tolongin apa?" tanya Yuna.


"Tolong pilihkan baju untuk Adek pake nanti" jawab Yura.


Yuna berjalan masuk ke rumahnya lalu menuju kamar Yura.


"Emang ada acara apa sih di rumah Gema?" tanya Yuna.


"Adek juga gak tau,Ayah kasih infonya gak jelas" jawab Yura.


"Pake gaun punya kakak mau gak,kakak punya gaun baru yang sama sekali belum pernah di pake" tawar Yuna pada Yura.


"Gak mau ah,punya kakak pasti warna pink dan ungu" tolak Yura.


"Dari pada Adek baju warnanya biru sama hitam,kayak cowok aja" celetuk Yuna.


Yuna mengobrak-abrik isi lemari adiknya.


"Eh ini gaun dari Bang Revan kan?" Pake ini aja dek,warnanya juga kalem dan terlihat sopan" kata Yuna.

__ADS_1


Yura memperhatikan gaun yang di pegang Yuna,gaun polos berwarna krem dengan hiasan bunga di bahunya dan beberapa mutiara di bagian lehernya,"Boleh deh,terima kasih" ucap Yura.


Yura cepat-cepat mandi karena sebentar lagi Satria akan datang menjemputnya,sedangkan Yuna keluar dari kamar Yura karena harus mempersiapkan bahan-bahan yang akan di bahas saat rapat bersama teman-teman Osisnya.


__ADS_2