
Setelah beberapa hari di rumah sakit Sari dan bayinya sudah diperbolehkan pulang.David membawa keduanya pulang dengan hati yang sangat bahagia.
"Selamat datang"
Keluarga Alberto,Umi,Abi dan teman-teman David yang lainnya menyambut kedatangan Sari dan bayinya.
"Selamat ya Mbak Sari,maaf ya kemarin Rianti gak sempat besuk waktu di rumah sakit" kata Rianti.
"Gak apa-apa Rianti,oya mana Sakha?" tanya Sari.
"Itu di gendong Ayahnya" jawab Rianti.
"Enak ya Mbak kalo lahiran secara normal,baru beberapa hari udah bisa berjalan.Rere waktu habis melahirkan si kembar sakitnya lama" kata Rere.
"Mau normal mau sesar sama aja,sama-sama sakit" kata Mama.
"Wildan gak datang?" tanya Elang pada David.
"Tadi Wildan menelponku katanya Wildan lagi di luar kota Lang" jawab David.
Elang manggut-manggut.
"David Papa belum tau lo nama bayimu,apa kamu merahasiakannya" celetuk Papa.
"Namanya Abian Opa" kata David yang sedang menggendong bayinya.
"Kegembiraan...Semoga sesuai namanya,besok dia akan membawa kegembiraan untuk kita semua" sambung Abi.
"Aamiin"
Kata semua orang yang ada di situ.
"Assalamualaikum"
Seseorang mengucapkan salam.
"Waalaikum salam" jawab mereka yang berada di dalam rumah secara serempak.
"Hai Arumi,mari masuk" ajak David.
Arumi masuk ke rumah itu,sedikit agak kikuk karena dia belum mengenal orang yang ada di situ.Yang Arumi kenal hanya Elang,Edo dan David saja.
"Mbak Arumi,sini" kata Rere.
Arumi bergabung dengan para ibu-ibu yang ada di situ.
"Oya Ma,kenalin ini Mbak Arumi istrinya Wildan" kata Rere.
"Wildan? Wildan yang" kata-kata Mama di potong oleh Rere.
"Iya Ma,Wildan temannya Elang" kata Rere.
Arumi mengenalkan dirinya pada Rima,Rianti juga Sari.Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah akrab.
"Bun,Abian haus nih" kata David yang datang menghampiri Sari.
Sari mengambil alih Abian dari gendongan David.
"Sudah berapa bulan Arumi menikah dengan Wildan?" tanya Mama.
"Baru beberapa bulan Bu" jawab Arumi.
"Panggil Mama saja,semua yang ada di sini juga panggil Mama" kata Mama.
"Iya Ma" jawab Arumi.
"Wildan gak ikut Arumi?" tanya Mama.
"Wildan pergi keluar kota Ma,mungkin nanti malam baru pulang" jawab Arumi.
"Bunda udah siang,pulang yuk.Sakha udah bobok nih" kata Haris sambil menggendong Sakha.
"Iya nih,udah waktunya Revan pulang sekolah juga" Rere menimpali.
"Mbak Arumi gak jemput Andre?" tanya Rere.
"Semenjak Arumi nikah sama Wildan Andre ikut Kakek dan Neneknya Re.Jadi urusan sekolah Mereka yang urus termasuk antar jemput Andre" jawab Arumi.
Akhirnya mereka semua sepakat untuk pulang.Kini rumah kembali sepi,tinggalah David,Sari dan bayi mereka,Abian.
__ADS_1
"Bunda istirahat ya,Bunda kan masih dalam masa pemulihan" kata David.
"Terima kasih ya Mas,Mas sudah mendampingi Sari saat melahirkan Mas juga banyak membantu Sari setelah Abian lahir" kata Sari.
"Ayah Bun bukan Mas lagi" kata David mengingatkan.
"Iya Ayah maaf Bunda lupa" kata Sari.
"Abian Ayah yang bikin Ayah juga dong yang harus bertanggung jawab,wajar dong kalo Ayah juga yang harus mengurus Abian" kata David.
Sari tersenyum bahagia,dia bersyukur bisa memiliki suami seperti David.Sari gak bisa bayangin bagaimana hidupnya jika dia tidak kabur dan jadi menikah dengan Ujang waktu itu.
***
Elang mengemudikan mobilnya dengan santai,beban di pundaknya Serasa sudah hilang semua.
"Revan mana Dad,kok tumben gak ada di pos satpam?" tanya Rere saat mereka sudah sampai di sekolah Revan.
"Mungkin masih di dalam Mom" jawab Elang.
Benar saja,tidak lama menunggu akhirnya Revan keluar dari gedung sekolahnya bersama seorang anak laki-laki.
"Abang kok lama keluarnya?" tanya Rere.
"Abang tadi nungguin Thomas Mom,dia belum selesai nulis" jawab Revan.
"Siang Tante,saya Thomas" kata Thomas sopan sambil membungkukkan badannya.
"Hai Thomas,satu kelas sama Revan ya?" tanya Rere.
"Iya Tante" jawab Thomas.
"Andre mana?" tanya Rere.
"Sudah pulang Mom" jawab Revan.
"Thomas,Tante dan Revan pulang duluan ya" kata Rere.
"Iya Tante" kata Thomas.
Rere dan Revan masuk ke dalam mobil.Kiandra dan Winara sudah tertidur di bangku belakang.
"Itu teman Abang yang namanya Thomas?" tanya Rere.
"Rumahnya di mana?" tanya Elang.
"Katanya sih gak jauh dari rumah kita Daddy" jawab Revan.
"Satu perumahan dengan kita?" tanya Elang lagi.
"Revan juga gak tau Daddy,Ayah Thomas sering jemput Thomas pake mobil yang ban depannya cuma satu" jawab Revan.
"Mobil yang ban depannya Cuma satu?" kata Rere dan Elang bersamaan.
"Mobil apa Bang?" tanya Rere yang tidak mengerti maksud Revan.
Elang menghentikan mobilnya di lampu merah,kebetulan saat itu mobil Ayah Thomas berhenti di samping mobil Elang.
"Daddy itu Thomas dan Ayahnya" seru Revan.
Rere da Elang menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Revan setelah itu Rere dan Elang pun saling pandang.
"Maksud Abang itu mobil yang ban depannya Cuma satu?" tanya Rere.
Revan mengangguk lalu menurunkan kaca mobilnya.
"Thomas" kata Revan.
Elang juga membuka kaca mobilnya lalu menganggukkan kepalanya pada Ayah Thomas,Ayah Thomas membalas anggukan kepala Elang.
Elang mengemudikan mobilnya saat lampu sudah berwarna hijau,Elang sengaja mengemudikan mobilnya secara perlahan.Tidak lama kemudian Bajai yang ditumpangi Thomas pun belok ke perkampungan di belakang perumahan Elang.
"Mereka tinggal di sini" gumam Elang.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumahnya.
"Daddy tolong bawa Kiandra ke kamar ya" kata Rere.
"Iya Mom" jawab Elang.
__ADS_1
Rere membawa Winara yang masih tidur ke kamarnya begitu juga dengan Elang,dia membawa Kiandra ke kamar yang sama dengan Winara.
Setelah itu Elang mengajak Rere dan Revan untuk makan siang.
***
Rianti sedang berusaha menidurkan Sakha,tapi sepertinya Sakha masih ingin bermain.Padahal mata Rianti sudah memerah dan mengantuk,Haris belum pulang dari toko.
"Sakha bobok dong,Bunda udah ngantuk nih" kata Rianti,sesekali Rianti menguap dan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
Broomm...
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Rianti.
Hoaamm
Rianti menguap lalu keluar dari kamarnya sambil menggendong Sakha.
"Sakha belum tidur Bun?" tanya Haris.
"Belum Yah" jawab Rianti.
"Sini sama Ayah,Bunda tidur aja matanya udah merah tu" kata Haris.
"Biar sama Bunda aja Yah,Ayah pasti capek" kata Rianti.
"Ayah gak capek kok,sini" kata Haris sambil mengambil alih Sakha.
Haris dan Rianti masuk ke kamarnya dan sesampainya di kamar Rianti pun langsung naik ke kasurnya.
"Sakha begadangnya sama Ayah aja ya" oceh Haris.
Sakha mengoceh menanggapi omongan Haris.
Haris menengok ke arah kasur dan melihat Rianti sudah tertidur dengan nyenyak.
"Kasihan Bunda,pasti Bunda capek seharian harus mengurus Sakha juga mengurus rumah" gumam Haris.
Berulang kali Haris menawarkan pada Rianti untuk memperkerjakan pembantu tapi Rianti menolaknya.
Haris mendekati Rianti di kasurnya.
Cup
Haris mengecup kening Rianti dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan Ayah ya Bun,belum bisa menjadi suami yang baik untuk Bunda" kata Haris lirih.
Haris menggendong Sakha lalu membawanya ke ruang keluarga,Haris mengajak Sakha bermain disana agar ocehan Sakha tidak mengganggu tidur Rianti.Haris dan Shaka bermain sampai tidak sadar dan akhirnya Ayah dan anak itu tertidur sampai pagi di ruang keluarga.
Pagi harinya,
Rianti keluar dari kamar,dia mencari anak dan suaminya.
"Astaga,jadi kalian tidur disini" gumam Rianti saat melihat Haris dan Sakha tidur di lantai yang hanya beralaskan karpet.Sakha tidur tengkurap di dada Haris.
"Ayah...Yah bangun,shalat subuh dulu yuk" kata Rianti sambil mengguncangkan tubuh Haris.
Hoammm
Haris menguap lalu membuka matanya.
"Udah subuh ya Bun?" tanya Haris.
"Ayah semalaman tidur di sini?"Rianti balik bertanya.
"Ketiduran Bun,keasyikan main sama Sakha" jawab Haris.
Perlahan Haris memindahkan tubuh Sakha ke karpet lalu Haris pergi ke kamarnya untuk mandi dan shalat subuh sedangkan Rianti pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
"Hari ini Ayah jam berapa berangkat ke toko?" tanya Rianti sambil menghidangkan menu sarapan di atas meja.
Haris duduk di kursinya lalu meminum teh yang sudah disiapkan oleh Rianti.
"Hari ini Ayah gak ke toko Bun,Ayah mau di rumah aja" jawab Haris.
"Toko sepi ya Yah?" tanya Rianti lagi sambil duduk di kursi.
"Alhamdulillah semakin hari toko semakin ramai pembeli.Ayah mau istirahat aja hari ini di rumah agar bisa main sama Sakha" tutur Haris.
__ADS_1
Rianti dan Haris pun mulai sarapan,menu sarapan hari ini cukup sederhana tapi nikmat,murah meriah dan mudah di masak dan menu ini adalah makanan favorit Haris,NASI GORENG.
Selesai sarapan Rianti mencuci piring dan membersihkan dapur sedangkan Haris pergi ke ruang keluarga untuk membangunkan Sakha dan membawanya berjemur di taman belakang.