Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 112


__ADS_3

Elang dan Rere sedang duduk di ruang kerjanya,dihadapannya sudah ada Haris yang duduk santai sambil bersandar di sofa.Elang melirik jam di tangannya,sudah pukul sepuluh malam.


"Sayang apa aku bisa minta tolong?" kata Elang.


"Apa itu?" Rere balik bertanya.


"Tolong panggilkan Rianti dan suruh dia datang kesini" jawab Rere.


"Oke Bos" ucap Rere.


Rere keluar dari ruang kerja Elang dan langsung menuju rumah belakang,rumah khusus untuk orang yang bekerja di rumah mereka.


"Kamu sudah punya kekasih?" tanya Elang pada Haris.


"Kekasihku Komputer dan pistol" jawab Haris santai.


"Aku serius Ris" kata Elang.


"Aku tidak punya waktu untuk mencari kekasih Lang,kau tau itu" kata Haris.


"Aku mau minta tolong sama kamu,nanti aku kasih tau tugas kamu tapi kita tunggu Rere dan Rianti datang" tutur Rere.


"Siapa Rianti?" tanya Haris.


"Gadis baik tapi malang,dia dikhianati oleh kekasih juga temannya sendiri" jawab Elang.


Ceklek


Pintu terbuka,Rere dan Rianti masuk ke ruangan itu.


"Duduklah Rianti" kata Rere.


Rianti duduk di sofa yang masih kosong.


"Jadi gimana keputusanmu Rianti,kamu mau datang atau tidak ke acara pernikahan mantan kekasihmu?" tanya Elang.


"Menurut Tuan saya harus bagaimana?" Rianti balik bertanya.


"Lah ditanya bukannya jawab malah balik nanya,cantik-cantik lemot" celetuk Haris.


"Kamu pulang ke kampungmu dan datanglah ke acara pernikahan mantan kekasihmu itu.Haris akan menemanimu" jawab Elang.


"Kenapa harus aku?" Tanya Haris.


"Karena diantara kita semua,cuma kamu yang jomblo" jawab Elang.


"Jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya Haris lagi.


"Kamu dan Rianti datanglah ke acara pernikahan mantan kekasih Rianti,bersikaplah layaknya seorang kekasih" jawab Elang.


"Tapi Tuan" kata Rianti.


"Jangan Geer dulu kamu,aku mau mengerjakan tugas ini karena Elang,bukan karena kamu" Haris memotong perkataan Rianti.


"Gak usah pede Tuan Haris,aku hanya takut dikira aku yang berselingkuh jika aku datang bersamamu" oceh Rianti.


"Sudah-sudah,kalian ini malah bertengkar.Baru jadi pacar bohongan aja sudah ribut,gimana kalo jadi pacar beneran" kata Elang.


"Ogah" ucap Haris dan Rianti bersamaan.


"Ciee kompak" kata Rere.


"Kamu istirahatlah Rianti,persiapkan diri kamu" kata Elang.


"Baik Tuan,saya permisi" ucap Rianti dan langsung pergi dari ruangan itu.


"Aku dan Haris masih ada sedikit pekerjaan,kamu tidur duluan ya?" pinta Elang.


"Oke" Rere langsung beranjak dari kursinya dan hendak membuka pintu tapi Elang memanggilnya.


"Sayang" ucap Elang.


Rere berbalik dan menatap Elang.


"Ada apa?" tanya Rere.


"Kamu melupakan sesuatu" kata Elang.


Rere mengerti maksud perkataan Elang.


"Nanti saja,kasian sang jomblo nanti iri melihat kita" kata Rere.


Rere melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan itu.


"Ada apa lagi?" tanya Haris.


"Kapan kamu mau menikah?" Elang balik bertanya.


"Hei kamu tau ada beberapa pertanyaan yang dilarang di pertanyakan kepada seseorang,salah satunya bertanya tentang kapan nikah" kata Haris.


"Gak usah lebay ingat umur,udah berapa usiamu sekarang" oceh Elang.


"Entah lah Lang aku belum kepikiran,aku masih takut" jawab Haris sambil menerawang.


"Apa yang kamu takutkan,kejadian itu sudah lama Ris.Kamu lihat aku,apa bedanya aku dan kamu,kita sama-sama pernah dikhianati oleh pasangan kita.Dulu aku juga sama sepertimu trauma dan kecewa.Tapi lihat sekarang,aku bahagia.Istriku yang sekarang lebih baik dari istriku yang sebelumnya" tutur Elang.


"Kamu dikhianati setelah menikah sedangkan aku sama persis seperti kisah Rianti,sama-sama di tinggal nikah" kata Haris.


"Nah kalo begitu nikah saja kamu sama Rianti,kan nasib kalian sama tu.Siapa tau aja kalian emang ditakdirkan untuk bertemu trus kalian juga berjodoh" kata Elang.


"Jangan ngawur kamu Lang,kenal juga kagak main nikah aja" kata Haris.


"Aku juga menikah sama Rere awalnya gak saling kenal,kami terpaksa menikah.Tapi pada akhirnya kamu bisa lihat sendirikan" tutur Elang.


"Entahlah Lang,aku ikuti arus saja" kata Haris.


"Oya bagaimana pekerjaan disana,apa sudah siap?" tanya Elang.


"Sudah sih,tapi masih ada satu ruangan yang belum kami pasang"jawab Haris.


"Diruangan yang mana?" tanya Elang.


"Di kamar pribadimu" jawab Haris.

__ADS_1


"Sialan lu,kalian mau memata-mataiku" kata Elang sambil melempar bantal sofa.


"Hahaha...Kan gak ada salahnya" tutur Haris.


"Kamu pikirkan lagi tawaranku Haris,jangan sampai aku memanggilmu bujang lapuk" kata Elang sambil beranjak dari duduknya lalu hendak keluar dari ruangan itu.


"Tawaran yang mana?" tanya Haris.


"Tentang menikahi Rianti" jawab Elang lalu dia keluar dari ruangan itu.


Elang masuk ke kamar Baby twins untuk mengecek anaknya sudah tidur atau belum.


"Revan tidur disini juga" kata Elang dengan suara pelan,dia takut suaranya membangunkan ketiga anaknya dan Sari yang sedang tertidur.


Elang keluar dari ruangan itu lalu dengan sangat perlahan dia menutup pintunya.Kemudian Elang berjalan menuju kamarnya dan melihat Rere sudah tertidur pulas.


"Kenapa kamu semakin imut sih kalo lagi tidur begini" kata Elang.


Elang membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendeknya saja,kemudian Elang naik ke kasurnya dan tidur sambil memeluk tubuh mungil Rere.


***


Hari yang di tunggu pun tiba,Rianti sudah bersiap untuk pulang ke kampungnya.Haris masih berada di ruangan kerja Elang.


"Rianti" panggil Rere.


"Ada apa Nona?" tanya Rere.


"Aku titip ini untuk keluargamu di kampung" kata Rere sambil memberi bungkusan pada Rianti.


"Gak perlu repot-repot begini Nona,saya jadi gak enak hati" kata Rianti.


"Udah terima aja,aku doakan semoga semua berjalan seperti yang kita harapkan" kata Rere.


"Aamiin,terima kasih bingkisannya" ucap Rianti.


"Sudah siap Rianti?" tanya Elang.


"Sudah Tuan" jawab Rianti.


"Kalian pergilah,jangan sampai kalian terlambat datang ke acara mereka.Bawa mobil yang paling mewah,Ujang yang akan mengantar kalian dan juga ada beberapa anak buahku yang akan mengawal kalian"tutur Elang.


Haris berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Ujang,Rianti mengikutinya dari belakang lalu masuk kedalam mobil.Ujang dan dua mobil di belakangnya pun mulai pergi meninggalkan area rumah Elang.


"Kenapa harus dikawal sayang,kayak pejabat saja" kata Rere.


"Hanya sebagai pelengkap sandiwara saja sayang.Biar orang di kampung tidak menyepelekan dan menganggap remeh Haris dan Rianti"tutur Elang.


"Wih hebat euy" ucap Rere.


"Sekarang kita mau ngapain?" tanya Elang.


"Ke rumah Rima yok,aku sudah lama gak ketemu dia" jawab Rere.


"Edo dan Rima tidak ada di rumah,mereka berdua sedang berbulan madu ke Paris" tutur Elang.


"Duh enaknya bulan madu ke Paris,akhirnya tercapai juga keinginan Rima pergi ke Paris" kata Rere.


"Dulu kami berdua punya keinginan,kalo punya uang akan pergi ke luar negri.Rima ingin pergi ke Paris dan Aku ingin ke Hawai" jawab Rere.


"Kalo Baby twins sudah besar nanti,kita akan pergi ke Hawai" tutur Elang.


"Benarkah?" tanya Rere.


"Iya,nanti kalo Baby twins sudah bisa berjalan" jawab Elang.


"Kita ke rumah Mama saja,bagaimana?" tanya Rere.


"Kalo begitu bersiaplah,aku akan menyuruh Sari untuk bersiap" kata Elang.


Rere berjalan menuju kamarnya dan Elang pergi ke kamar Baby Twins.


"Sari bersiaplah,kita akan pergi ke rumah Mama.Aku dan Rere menunggu di bawah" kata Elang.


Elang keluar dari kamar Baby twins dan kembali ke lantai bawah,Rere sudah menunggu di ruang tamu.Tidak lama Sari,Revan dan Baby twins pun datang menghampiri Rere dan Elang.


"Kita mau ke rumah Oma ya Daddy?" tanya Revan.


"Iya sayang" jawab Elang.


Setelah semuanya siap mereka pun langsung berangkat ke rumah Mama Sofia dan Papa Danu.


"Daddy kita nanti di rumah Oma sampai malam ya?" tanya Revan.


"Emangnya kenapa?" tanya Elang.


"Sekarang aja udah mau margib,berarti sampe malem di rumah Oma" tutur Revan.


"Maghrib sayang,bukan margib" Kata Rere.


"Itu maksud Revan" kata Revan.


Elang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,Elang sengaja mengemudikan mobilnya sendiri.


"Daddy emang kampung Rianti dimana sih,kok sore hari mereka baru pergi.Kan acara pernikahan mantannya Rianti malam ini?" tanya Rere.


"Dekat sini kok,sekitar tiga jam kalo gak macet" jawab Elang.


Mobil yang mereka naiki sampai di rumah Mama,Elang memarkirkan mobilnya di depan rumah.


"Assalamualaikum"


Rere menguncap salam.


"Waalaikum salam"


"Wah cucu-cucu Oma pada dateng nih,ayo sini masuk" kata Mama.


"Revan bawa apa itu?" tanya Papa.


"Tas milik Adik Kembar" jawab Revan.


"Wah enak ya jadi Adik Kembar,tasnya aja di bawain sama Kak Revan"kata Papa.

__ADS_1


"Adik Kembar belum bisa bawa tas sendiri Opa,jadi Revan yang bawain" tutur Revan.


"Pintar" kata Papa sambil mencium Revan.


"Kalian duduklah disini,Elang ikut Papa" kata Papa.


Elang mengikuti Papa menuju ruang kerjanya.


"Ada apa Pa?" tanya Elang setelah mereka sudah berada di dalam ruang kerja.


"Papa hanya ingin ngobrol sebentar" jawab Papa.


Huft


Papa menghela nafasnya.


"Papa ada masalah?" tanya Elang.


"Tidak ada Lang,Papa baik-baik saja" jawab Papa.


"Bagaimana perusahaanmu Lang?" tanya Papa.


"Alhamdulillah berjalan baik Pa,semua berjalan seperti yang kita harapkan" jawab Elang.


"Papa bangga padamu Lang,kamu benar-benar menepati janjimu" ucap Papa.


"Elang hanya ingin membuktikan kepada Dunia kalo Elang mampu Pa,tapi sekarang Elang sedang bingung" Elang menggantung kata-katanya.


"Bingung kenapa,ada masalah atau ada klien yang sulit di ajak kerja sama?" tanya Papa.


"Buka itu Pa,Elang bingung bagaimana cara menghabiskan uang.Elang bekerja dan memiliki banyak perusahaan,Papa tau sendiri berapa penghasilan Elang.Tapi masalahnya Rere tidak mau membantu Elang menghabiskan uang,dia sangat hemat sekali.Setiap mau belanja semua di lihat harganya" tutur Elang.


"Dasar anak sialan,Papa kira ada masalah apa.Kamu naikkan saja gaji karyawanmu di kantor,di rumah juga di markas" saran Papa.


"Sudah semua Pa,Papa tenang saja.Elang hanya bercanda saja" kata Elang.


"Lang kamu jangan pernah membeda-bedakan antara Revan,Kiandra dan Queenara ya.Kamu harus menyayangi mereka tanpa pilih kasih" kata Papa.


"Iya Pa,Elang ngerti" kata Elang.


"Dahulukan Revan baru Baby twins" kata Papa.


"Maksud Papa?" tanya Elang.


"Maksud Papa jika kamu pulang dari kantor cari Revan dulu baru Baby twins,ketika kamu mau pergi cium Revan dulu baru Baby twins dan begitu juga yang lainnya" jawab Papa.


"Kenapa harus begitu Pa?" tanya Elang.


"Papa tidak mau Revan merasa kamu sisihkan,mungkin sekarang dia belum mengerti tapi besok ketika dia sudah besar dia akan paham dan mengingat semua perlakuan kalian terhadapnya.Jangan sampai besar nanti dia membenci si kembar" tutur Elang.


"Pantas saja Rere lebih perhatian pada Revan,lebih mementingkan Revan dan selalu mendahulukan Revan daripada Baby twins"kata Elang.


"Berarti pemikiran Rere lebih dewasa dari pada kamu Lang" kata Papa.


Elang garuk-garuk saja.


Tok tok tok


"Daddy" suara Revan memanggil Elang.


"Masuk sayang"teriak Elang dari dalam.


Ceklek


Revan membuka pintu lalu masuk dan menghampiri Daddy dan Opanya.


"Daddy kata Mommy mau shalat margib gak,tu orang sudah adzan dari tadi" tutur Revan.


"Revan sudah shalat?" tanya Papa.


"Sudah Opa tadi sama Mommy" jawab Revan.


"Bilang Mommy sebentar lagi Daddy shalat ya" kata Elang.


"Kata Mommy kalo Daddy gak shalat,Mommy sama Revan sama Adik Kembar mau pergi aja" tutur Revan sambil keluar dari ruangan itu.


"Mommy Daddy gak mau shalat" teriak Revan dari depan ruang kerja Papa.


"Busyet tu anak kecil,pinter amat kalo soal adu mengadu" tutur Elang.


"Ya sudah kita shalat sekarang,nanti kita sambung lagi ngobrolnya" kata Papa.


Elang dan Papa keluar dari ruangan itu,dan betapa terkejutnya saat mereka keluar ada Revan di depan pintu sambil memegang sapu lantai.


"Revan mau ngapain bawa sapu segala?" tanya Papa.


"Kata Mommy kalo Revan gak mau shalat Mommy wajib pukul Revan,jadi sekarang karena Daddy gak mau shalat Revan mau pukul Daddy" jawab Revan.


Hahaha


Papa tertawa mendengar jawaban dari Revan,lalu bergegas pergi dari situ.


"Daddy mau shalat gak?" tanya Revan sambil berkacak pinggang dan menggoyang-goyangkan salah satu kakinya.


"Iya anak soleh Daddy,ni Daddy mau shalat.Tarok dong sapunya Daddy jadi takut nih" kata Elang menggoda Revan.


Hehehe


Revan nyengir mendengar perkataan Elang.


"Udah mirip sama preman belum Dad?" tanya Revan sambil berjalan menuju kamar Elang.


"Revan lebih hebat dari preman" jawab Elang.


"Trus mirip siapa dong?" tanya Revan lagi.


"Mirip Mang Agus" jawab Elang sambil masuk ke dalam kamarnya.


"Mang Aguskan tukang bersih-bersih jalanan di komplek" gumam Revan.


"Awas ya Daddy nanti Revan cubit Daddy kalo udah selesai shalat" kata Revan lalu di berjalan ke ruang keluarga.


Rere dan Mama sedang mengobrol sambil minum teh di ruang keluarga,Sari berada di dalam kamar karena Baby twins sedang tidur.

__ADS_1


__ADS_2