Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 90


__ADS_3

Hari sudah mulai malam,kantor mulai sepi karena semua karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing.Elang tidak pulang ke rumahnya,Dia lebih memilih tidur di kantornya malam ini.Elang melipat sajadah yang tadi di pakainya untuk shalat maghrib lalu meletakkan sajadah di atas meja.Setelah itu Elang merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Aku merindukan kalian sayang"Gumam Elang sambil memandangi foto Rere dan Baby twins di ponselnya.


"Aku rindu...hiks..."Elang mulai menangis.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar pribadi Elang.Elang menghapus airmatanya lalu turun dari kasur untuk membuka pintu.


"Papa" kata Elang saat melihat Papanya berdiri di depan pintu.


Papa masuk ke kamar Elang lalu duduk di tepi kasur.


"Kalo kamu tidak sanggup menjalankan rencana ini lebih baik kamu mundur Lang,Papa tidak tega melihatmu seperti ini" tutur Papa.


"Elang bingung harus berbuat apa Pa,otak Elang benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik" kata Elang.


"Papa ngerti nak,maka dari itu Papa sarankan sama kamu kalo kamu tidak sanggup lebih baik mundur saja" kata Papa lagi.


"Tapi bagaimana hubunganku sama Rere Pa,bagaimana cara agar aku bisa bertemu dengan istri dan anakku lagi?" tanya Elang frustasi.


"Mama mengajak Revan bertemu dengan Silvy tapi sepertinya Revan tidak menyukai dia.Mama memberi dia waktu satu bulan untuk merebut hati Revan dan juga kamu" tutur Papa.


"Aku akan mencobanya Pa" ucap Elang.


"Apa kamu yakin?" tanya Papa.


Elang menghela nafasnya lalu mengangguk.


"Demi Rere dan kedua anakku Pa" jawab Elang mantap.


"Baiklah kalo itu sudah jadi keputusanmu,pulanglah ke rumah Lang kasian Revan mencarimu dan Rere juga kedua adiknya"kata Papa.


"Aku tidak peduli" ucap Elang ketus.


"Elang" Papa meninggikan suaranya.


"Tinggalkan aku sendiri Pa" pinta Elang.


Papa keluar dari kamar itu sambil menghela nafasnya.


Elang mengeluarkan ponselnya dan menghubungi David.


📞"Hallo bro,ada apa nih malam-malam telpon?" tanya David dari seberang telpon.


📞"Datang ke kantorku sekarang" perintah Elang.


📞"Oke bro,segera meluncur" kata David.


Elang memutuskan panggilannya pada David kemudian dia menelpon Rendi.


📞"Hallo Bos" kata Rendi dari sebrang telpon.


📞"Dimana posisimu?" tanya Elang.


📞"Di hotel xx Bos" jawab Rendi.


📞"Ngapain kamu di hotel?" tanya Elang.


📞" Biasa Bos lagi mengawasi mantan istri Bos,dia lagi chek in bersama laki-laki tua.Nanti aku kirimkan foto laki-laki itu dan aku juga sudah memasang kamera kecil di kamar mereka" jawab Rendi.


📞" Baiklah kalo begitu,besok siang aku tunggu kamu di kantor" kata Elang sambil memutuskan panggilan telponnya.


Elang menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur,tidak lama ponselnya bergetar.


Drrtt


Elang membuka ponselnya dan membaca pesan yang masuk.


"Inikan Om Seno teman bisnis Papa,kenapa bisa sama Silvy?" Elang bertanya pada diri sendiri.


"Atau Om Seno berkhianat pada Papa"gumam Elang.


"Aku harus bertanya sama Papa" kata Elang lalu mengambil ponselnya hendak menelpon Papa.


Tol tok tok


Pintu di ketuk.


Ceklek


David membuka pintu dan langsung masuk ke kamar.


"Ada apa Lang,kamu menggangguku saja" gerutu David.


"Kamu datang-datang sudah menggerutu saja.Emangnya aku mengganggumu dalam hal apa?" tanya Elang sambil meletakkan kembali ponselnya,dia mengurungkan niat untuk menelpon Papanya.


"Kamu menggangguku yang mau melihat adegan hot dan gratis" jawab David sambil menyeringai.


"Apa maksudmu?" tanya Elang tidak mengerti.


"Apa kamu belum tau kalo pemain wanita itu sedang bersama mantan istrimu?" David balik bertanya.


"Jadi kamu juga tadi berada disana bersama Rendi?" tanya Elang.


"Yuhuuu...dan aku menyuruh Rendi menyamar jadi tukang pengantar makanan dan memasang kamera kecil disana,hahaha..." jawab David sambil tertawa.


"Tapi kenapa Silvy bisa bersama Om Seno?" tanya Elang.


"Mereka dua orang yang saling membutuhkan Lang,Om Seno butuh kehangatan dan Silvy butuh uang.Bukankah mereka pasangan yang cocok?" ucap David.

__ADS_1


"Pasangan cocok kepalamu" umpat Elang.


"Hahaha...kamu cemburu Lang" kata David.


"Bukan cemburu hanya bingung saja kenapa Om Seno mau sama Silvy" jawab Elang.


"Siapa yang tidak mau mendapatkan tubuh yang seksi,apalagi yang merekomendasikannya adalah Putra Alberto" tutur David.


"Papa maksudmu?" tanya Elang.


"Siapa lagi orang yang pintar membuat siasat kalo bukan Papamu" jawab David.


"Oya aku mau minta tolong padamu,tolong lacak lokasi nomor ponsel ini" kata Elang sambil memberikan nomor ponsel pada David.


"Alat kerjaku di rumah,nanti saja aku kerjakan dan hasilnya akan kukirim kepadamu melalu Wa" kata David.


"Baiklah kalo begitu" ucap Elang.


"Yang sabar bro,setiap orang hidup pasti di uji oleh Tuhan.Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpanya.Aku lihat semenjak kamu menikah dengan Rere kamu mulai rajin beribadah.Tuhan sedang menguji keimananmu sekarang,itu tanda Tuhan sayang padamu.Tuhan mengujimu agar kamu semakin mendekat pada-Nya.Percayalah semua akan indah pada akhirnya" tutur David.


"Tapi aku lelah David,selalu saja ada rintangan yang menghadang antara aku dan Rere" keluh Elang.


"Jangan putus asa Lang,ingat ada Rere dan kedua bayimu yang sedang menunggumu menjemput mereka" David mengingatkan Elang.


"Ya...kamu benar David,terima kasih sudah mengingatkanku.Walaupun kita berbeda keyakinan tapi nasihatmu selalu benar" kata Elang.


"David memang selalu benar" David menyombongkan diri.


"Sialan lo,baru di puji gitu aja udah mekar tu telinga"ucap Elang.


"Ya udah bro aku balik dulu ya,nanti aku kabari infonya" kata David pamit.


"Oke! Aku tunggu" kata Elang.


David keluar dari kamar pribadi Elang yang ada di ruang kerjanya,sedangkan Elang masuk ke kamar mandi untuk berwudhu lalu setelah itu dia melaksanakan shalat isya.


***


Rere dan Bunda sedang menonton tivi di ruang keluarga,Baby twins sudah tidur di kamarnya.Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


"Apa kamu belum mengantuk Re?" tanya Bunda.


"Belum Bunda" jawab Rere lesu.


"Kamu kenapa nak,kamu rindu pada Elang?" tanya Bunda.


Rere tidak menjawab pertanyaan Bundanya,dia tetap menonton tivi di depannya dengan tatapan kosong.


"Bersabarlah nak hanya satu bulan saja,tidak lebih" kata Bunda.


"Benarkah Bunda?" tanya Rere.


"Apa Elang menerima tawaran Bunda?" tanya Rere.


Huft...


Bunda menghela nafasnya lalu menatap mata putri semata wayangnya itu.


"Sebebarnya Elang merasa keberatan dan menolak tawaran Bunda ,tapi Bunda memaksanya.Bunda bilang kalau dia tidak mau melakukannya Bunda tidak akan pernah mengizinkan dia untuk bertemu denganmu juga si kembar lagi" tutur Bunda.


"Jadi Elang melakukan semua ini untukku?" tanya Rere.


"Iya nak,untuk istri dan juga untuk anak-anaknya" jawab Bunda sambil tersenyum.


"Begitu besar cintanya padaku dan anaknya sampai dia rela melakukan ini semua" ucap Rere lirih.


Bunda mengelus punggung Rere lalu tersenyum.


"Elang mencintaimu,sangat-sangat mencintaimu.Kamu tau baru beberapa hari kamu tidak ada disampingnya penampilan Elang sudah kusut kayak gembel"tutur Bunda.


"Berdosakah Rere Bunda?" tanya Rere.


"Tidak nak,ini namanya perjuangan,kalian sedang memperjuangkan kebahagiaan untuk keluarga kalian.Yang dosa itu jika seorang istri pergi dari rumahnya tanpa alasan yang jelas" jawab Bunda.


"Tapi tetap saja Rere pergi dari rumah tanpa seizin Elang,kan sama aja Bunda" kata Rere ngeyel.


"Ternyata Sarah berhasil mendidik kamu nak,kamu begitu paham tentang agama.Seorang istri akan berdosa jika keluar rumah tanpa izin dari suaminya itu betul tapi sekarang keadaanya berbeda nak,keadaan kita darurat.Kalau Bunda tidak membawamu pergi dan kamu tetap berada disamping Elang,Silvy akan semakin melakukan hal-hal di luar batas dan Bunda takut dia mencelakai kamu juga kembar.Bunda tau kamu ahli dalam beladiri tapi kondisi kamu sekarang sedang lemah,kamu tidak mungkin melawan dia dalam kondisi seperti ini" tutur Bunda dengan nada lembut.


"Tapi apakah tidak boleh Rere menelponnya sesekali untuk menanyakan kabarnya" ucap Rere.


"Dia yang akan menelponmu nanti bukan kamu yang menelponnya" kata Bunda.


"Terserah Bunda saja"Kata Rere pasrah.


"Sudah malam,tidur sana.Urusan ini biar Bunda yang menyelesaikannya.Kamu jangan khawatir" kata Bunda.


"Baikkah Bunda,selamat malam" ucap Rere lalu beranjak dari duduknya dan langsung menuju kamarnya.


"Ampuni dosa hamba Ya Allah yang telah memisahkan mereka"Doa Bunda lirih.


Bunda mematikan televisi kemudian masuk kedalam kamarnya.


***


Silvy keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya,dibibirnya terukir senyuman indah saat melihat segepok uang yang ada di atas meja.Om Seno sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


"Om uang ini untukku?" tanya Silvy.


"Iya sayang"jawab Om Seno.


"Sebanyak ini Om?" tanta Silvy masih tidak percaya.

__ADS_1


"Aku bisa saja memberimu lebih asal kau mau menemaniku setiap aku membutuhkanmu" ucap Om Seno.


Silvy menghampiri Om Seno lalu membelai wajahnya.


"Tentu saja aku mau Om...Om bisa kapan saja menelponku dan aku pasti datang" kata Silvy dengan suara seksinya.


Om Seno menyunggingkan senyumnya,tangannya meremas bokong Silvy.


"Awh...Om sudah donk,ini sudah pagi" ucap Silvy dengan suara menggoda.


"Baiklah kalo begitu,kamu boleh pergi tapi sebelumnya jawab dulu pertanyaan Om" kata Om Seno.


"Om mau nanya apa?" tanya Sivy sambil duduk di tepi kasur.


"Om dengar Elang mau mengajakmu rujuk,apa kamu mau menerimanya?" tanya Om Seno.


"Hahaha...Om dengar darimana kabar itu Om,itu hanya kabar burung saja.Lagipula walaupun aku mau menerimanya itu karena hartanya saja Om bukan karena cinta" jawab Silvy.


"Ah Om lega mendengarnya" kata Om Seno.


"Lagipula Om,Elang itu kurang hot" bisik Silvy di telinga Om Seno.


"Kamu ini ada-ada saja,apa Om lebih hot dari Elang?" tanya Om Seno.


"Pastinya,Om bisa membuatku melayang" jawab Silvy.


"Baiklah,kalo kamu mau pergi sekarang pergilah terlebih dahulu nanti Om akan menyusul" kata Om Seno.


"Baik Om,kalo Om butuh Silvy Om telpon Silvy saja ya" ucap Silvy.


Silvy mengambil uang di meja dan memasukkannya kedalam tas.Silvy memakai sepatunya lalu keluar dari ruangan itu dengan wajah senang.


Om Seno mengambil ponsel disampingnya lalu menghubungi seseorang.


📞"Masuklah kemari dan ambil kameramu" kata Om Seno kepada orang yang di telponnya.


Om Seno meletakkan ponselnya begitu saja di atas kasur lalu dia turun dari kasurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Om Seno membersihkan tubuhnya lalu setelah itu dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.Lalu dia memunguti baju yang berserakan di lantai dan langsung memakainya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu di kamar itu.


"Masuk" teriak Om Seno.


Ceklek


David dan Rendi membuka pintu dan masuk ke kamar itu.


"Bagaimana Om apakah pelayanannya cukup memuaskan?" tanya David sambil tersenyum.


"Ya lumayan lah daripada tidak ada" jawab Om Seno sambil tertawa.


Randi mengambil kamera yang tadi di pasangnya lalu menyerahkan pada David.


"Kamu sensor bagian wajah Om,jangan sampai orang mengenaliku" pinta Om Seno.


"Om tenang saja,itu sudah keahlianku" kata David.


"Ayo Rendi kita pergi dari sini" David mengajak Rendi pergi.


"Kami berdua permisi dulu Om,lagian ini sudah pagi" kata David sambil melirik jam ditangannya,sudah pukul empat subuh.


"Pergilah,akupun akan segera keluar sebelum orang memergoki ku keluar dari hotel ini" kata Om Seno.


David dan Rendi keluar dari kamar itu dan langsung menuju mobilnya di parkiran.David mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil tersenyum puas.


"Sebentar lagi keluarga Alberto akan mengadakan pertunjukan yang seru"Kata David.


"Kamu sudah lama kenal keluarga Elang David?" tanya Rendi.


"Dari kecil aku sudah mengenal Elang,tapi kami berpisah saat kuliah.Lalu kembali lagi saat telah lulus" jawab David.


"Hidupmu akan terjamin asalkan kamu tidak berkhianat pada keluarga Alberto.Tapi sebaliknya jika kamu berkhianat Alberto tidak akan mengampunimu dan akan menghabisi semua keluargamu bahkan semua keturunanmu sampai habis tidak bersisa" tutur David.


"Aku tidak akan mengkhianati orang yang sudah menolong dan menyelamatkan ibuku" janji Rendi.


"Aku percaya padamu" ucap David sambil menepuk bahu Rendi.


Mobil menembus embun dan dinginya udara pagi hari.Tidak lama David sudah sampai di apartemennya.


"Ayo turun,pagi ini istirahatlah disini nanti sore baru aku akan mengantarkanmu pulang" ajak David.


David dan Rendi turun dari mobil dan langsung masuk ke lift.David menekan tombol nomor yang menuju lantai apartemennya.


Ting


Pintu lift terbuka


David dan Rendi keluar dari lift itu dan langsung menuju aprtemennya.


Ceklek


David membuka pintu dan mempersilahkan Rendi masuk.


"Ayo masuk dan bersihkan tubuhmu di kamar itu,baju ganti ada di dalam lemari,pakai saja sesukamu" kata David sambil menunjuk kearah kamar untuk Rendi.


Rendi masuk ke kamar yang di tunjuk oleh David dan langsung mandi,setelah selesai mandi dan berpakaian Rendi langsung tidur di kasur yang ada di kamar itu.


David masuk ke ruang kerjanya untuk mengerjakan perintah Elang tadi,dia tidak akan bisa tidur jika pekerjaannya belum selesai.Setelah dia berhasil melacak nomor ponsel yang di berikan Elang tadi David langsung mengirimkan alamat itu pada Elang,baru kemudian dia pergi ke kamarnya dan langsung tidur.

__ADS_1


__ADS_2