
Di luar hujan,cuaca dingin.Penghuni rumah memilih untuk menarik selimut kembali.Begitu juga dengan Elang,dia masih setia dengan bantal dan selimutnya.
"Daddy bangun,sudah siang" kata Rere sambil mengguncang tubuh Elang.
"Sebentar lagi Mom" kata Elang tanpa membuka matanya lalu kembali memeluk bantal gulingnya.
"Sudah siang Daddy...Twins bangunkan Daddy" perintah Rere pada Kiandra dan Winara yang tadi ikut dengannya ke kamar.
Rere menaikkan Kiandra dan Winara ke atas kasur,mereka berdua langsung mengganggu Elang.
"Da...ddy" kata Kiandra sambil menjewer telinga Elang.
Elang tetap tidak bergeming,dia pura-pura tidur.
Winara menarik rambut Elang.
"Awh sayang sakit,iya Daddy bangun" kata Elang sambil merintih kesakitan.
Hahaha
Kiandra dan Winara pun senang bukan main saat melihat Elang kesakitan dan bangun dari tidurnya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan Revan masuk ke dalam kamar.Kebetulan hari ini hari libur jadi Revan tidak sekolah.
"A...bang" kata Kiandra saat melihat Revan masuk.
"Jangan turun nanti jatuh" kata Elang yang langsung menangkap Kiandra yang hendak turun dari kasur.
Elang menurunkan Kiandra dan Winara dari kasurnya dan membiarkan mereka bermain di lantai.Revan mengajak kedua adik kembarnya bermain.
"Rianti belum melahirkan ya Dad?" tanya Rere sambil merapikan tempat tidur.
"Kayaknya belum deh Mom,soalnya Haris belum ada kasih kabar.Lagian baru beberapa bulan usia kandungannya,empat atau lima bulan gitu kalo gak salah" jawab Elang.
"Iya juga ya,jaraknya dengan Rima juga lumayan jauh" kata Rere.
Elang merebahkan tubuhnya di kasur yang ada di lantai sambil mengamati ketiga anaknya.
"Daddy mau sarapan di kamar atau di luar?" tanya Rere.
"Disini saja Mom, boleh?" elang balik bertanya.
"Boleh,tunggu sebentar ya Mommy ambilkan" jawab Rere.
"Mom Revan mau susu" kata Revan.
"Iya sayang,tunggu sebentar ya" kata Rere.
Rere keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju ruang makan.
"Diah,Romlah mana?" tanya Rere pada Diah yang sedang membersihkan dapur.
"Kayaknya di belakang Non lagi nyetrika baju anak-anak" jawab Diah.
Rere membuat dua botol susu untuk Kiandra dan Winara dan satu gelas susu untuk Revan,Rere juga tidak lupa mengambil makanan untuk Elang lalu membawanya ke kamar.
"Ini sarapannya Dad" kata Rere sambil menyodorkan makanan pada Elang.
"Terima kasih Mommy" ucap Elang.
"Ini susu punya Revan" kata Rere.
Revan mengambil susu itu dan langsung meminumnya lalu meletakkan kembali gelasnya di nampan.
"Terima kasih Mom" ucap Revan sambil mencium pipi Rere.
"Sama-sama sayang" kata Rere.
Kiandra dan Winara berbaring di kasur sambil meminum susu dari botolnya masing-masing tidak lama susunya habis dan mereka pun tertidur.
***
Haris membantu Rianti memasak untuk makan siang,Haris dan Rianti memasak makanannya sendiri.Asistent yang ada di rumahnya hanya bertugas membersihkan rumah,cuci baju dan setrika baju saja,setelah pekerjaan selesai boleh pulang.
"Hari ini di tunda cek kandungannya" kata Haris sambil mengaduk sop di atas kompor.
"Hujan Mas,Pasti jalanan licin.Besok saja lah ya,lagian inikan hari minggu dan Rianti juga udah ngantuk banget" kata Rianti.
__ADS_1
"Ya sudah kalo begitu,sehabis makan,shalat trus tidur ya" kata Haris.
Rianti mengangguk.
"Mas gak ke toko?" tanya Rianti.
"Karyawan sudah cukup banyak di toko,mereka tidak kewalahan lagi melayani pelanggan.Jadi Mas bisa santai" jawab Haris.
Edo mematikan api kompor lalu memindahkan sup buatannya ke mangkuk.
"Udah mateng nih semuanya,mandi dulu baru makan ya" kata Haris.
"Enggak ah,dingin" tolak Rianti.
"Ya sudah makanlah dulu baru kita shalat" kata Haris.
Haris dan Rianti duduk di ruang makan,tiba-tiba ada yang memencet bel di rumah Haris.
"Hujan-hujan begini siapa yang datang?" tanya Haris.
"Rianti juga gak tau Mas,kita lihat saja yuk" kata Rianti sambil mengulurkan tangannya pada Haris.
Haris menyambut uluran tangan Rianti lalu mereka berdua berjalan menuju pintu sambil bergandengan tangan.
Ceklek
Haris membuka pintu dan seorang wanita langsung masuk dan memeluk Haris.
"Apa-apaan nih datang-datang main peluk aja" kata Haris sambil meronta berusaha melepaskan pelukan wanita itu.
"Haris maafkan aku...Aku ngaku salah.Haris aku mohon kembalilah padaku" kata Wanita itu sambil menangis.
Hahaha...
Haris tertawa keras.
"Kembali padamu,untuk apa? mengulang luka lama" kata Haris.
"Haris dia menghianatiku,dengan santainya dia membawa selingkuhannya datang ke rumahku...hiks..." kata wanita yang ternyata mantan Haris dulu.
"Apa peduliku dengan karmamu.Jalani saja dengan ikhlas,anggap itu sebagai balasan karena dulu kamu telah meninggalkanku tanpa ada rasa iba sedikit pun" kata Haris.
Rianti pergi ke lantai dua dan berdiri disana walaupun hatinya sakit melihat perdebatan suami dan mantannya itu tapi dia tetap berdiri disana.
Brugh...
Gina bersimpuh di kaki Haris sambil menangis.
"Aku mohon maafkan aku Haris,aku berjanji padamu aku tidak akan mengulanginya lagi.Aku janji" ucap Gina.
"Telan janjimu itu,aku tidak membutuhkannya.Aku sudah menikah Gina, jadi tolong pergilah sebelum aku bertindak kasar padamu" usir Haris.
"Kamu milikku Haris tetap milikku.Aku akan tetap merebutmu dari siapapun itu" kata Gina sambil berteriak.
"Dasar perempuan gila,pergi kataku" bentak Haris.
"Kamu mengusirku Haris,hah....kamu mengusirku?" tanya Gina.
"Aku bahkan bisa melakukan yang lebih dari ini,pergilah dan tolong jangan ganggu keluargaku" pinta Haris.
"Aku tidak akan pergi,aku akan tetap disini.Haris jadikan aku istri keduamu,aku rela Haris" Gina memohon.
Emosi Haris sudah di ubun-ubun.
Haris menyeret Gina keluar dari rumahnya.
"Jangan pernah kau injakkan kakimu di rumah ini lagi,kalo kamu tetap nekat aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkanmu" ancam Haris lalu mendorong tubuh Gina hingga jatuh.
"Haris" ucap Gina lirih lalu bangkit.
"Aku akan menghancurkan pernikahanmu Haris,ingat itu" teriak Gina.
Haris tidak peduli,dia menutup pintu rumahnya dengan sangat kencang.
Haris mendongakkan kepalanya dan tidak melihat Rianti disana.Haris berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Ceklek
Haris membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.Haris mengedarkan pandangannya tapi tetap tidak melihat Rianti.Haris melihat pintu balkon yang terbuka,Haris langsung ke balkon dan ternyata Rianti ada di sana.
__ADS_1
"Sayang...ternyata kamu disini" kata Haris langsung duduk di samping Rianti.
Rianti tidak bergeming,tatapannya kosong ke depan.
Haris turun dari kursi lalu berjongkok di depan istrinya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rianti.
"Maafkan Mas sayang,Mas tidak tau kalo dia akan datang" kata Haris.
"Darimana dia bisa tau rumah ini Mas kalo tidak ada yang memberitahunya" kata Rianti.
"Mas juga tidak tau sayang,mungkin dia mengirimkan mata-mata untuk mengikutiku" kata Haris.
"Seorang Haris bisa tidak tahu kalo diikuti oleh mata-mata,sungguh mustahil" kata Rianti sambil tersenyum sinis lalu bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar.
"Mas benar-benar tidak tahu sayang" kata Haris sambil mengikuti Rianti.
Rianti menghentikan langkahnya lalu berbicara tanpa menoleh sedikitpun.
"Terserah apa katamu Mas"
Rianti masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu,setelah selesai dia keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke arah lemari dan mengambil baju gantinya.Setelah selesai berpakaian Rianti pun langsung duduk di kursi yang ada di meja rias.
"Awas kau Gina,kau sudah menggali kuburanmu sendiri" gumam Haris sambil mengepalkan tangannya.
Rianti merias wajahnya dengan make up tipis,sesuatu yang jarang dia lakukan.
"Mau kemana sayang?" tanya Haris.
"Mau keluar sebentar" jawab Rianti.
"Aku temani ya" kata Haris.
Rianti menoleh ke arah Haris lalu menggeleng.
"Tidak perlu Mas,aku pergi di antar supir saja.Lagipula aku hanya pergi ke mini market depan" kata Rianti.
"Kamu mau ke rumah Elang dan mengadukan semua ini padanya?" tebak Haris.
Dia takut Rianti akan melakukan hal yang sama dengan Sari waktu itu.
"Aku bukan anak kecil yang dengan mudah mengumbarkan masalah rumah tanggaku pada orang lain Mas.Aku hanya mau membeli susu hamil saja" kata Rianti lalu mencium tangan Haris.
"Rianti pergi dulu ya Mas.Cuma SEBENTAR" kata Rianti menekankan kata-katanya.
Haris mengikuti Rianti sampai ke depan rumah,hujan sudah mulai reda.
"Mas antar ya sayang"kata Haris.
"Mas belum shalat dzuhur,shalat dulu sana Rianti tunggu disini" kata Rianti sambil tersenyum.
Haris mengecup kening Rianti lalu pergi ke kamarnya,setelah Haris sudah masuk kamar diam-diam Rianti memanggil supir sekaligus satpam di rumahnya.
"Pak tolong antar ke rumah sakit" kata Rianti.
Supir itu mengangguk lalu membukakan pintu mobil untuk Rianti kemudian merekapun pergi ke rumah sakit.
Haris sudah selesai shalat lalu dia pun keluar dari kamarnya dan langsung menuju teras untuk menemui istrinya.
"Loh mana Rianti atau dia sudah pergi?" gumam Haris.
Haris berjalan ke gerbang rumahnya dan bertanya pada satpam yang satunya lagi.
"Kamu lihat istri saya?" tanya Haris pada satpam itu.
"Tadi sih Nona meminta Susilo untuk mengantarkannya ke rumah sakit Tuan" jawab satpam itu.
"Ke rumah sakit? untuk apa?" tanya Haris.
"Saya kurang tau Tuan,tapi yang saya lihat Nona wajahnya pucat dan seperti sedang menahan sakit" jawab Satpam itu.
"Pantas saja dia tadi bersolek ternyata untuk menutupi wajahnya yang pucat.Kenapa aku begitu bodoh sampai-sampai tidak menyadari itu" gumam Haris.
Haris berlari masuk ke dalam rumahnya lalu mengambil kunci mobil,setelah itu dia menyusul Rianti ke rumah sakit.
"Kandungannya baru masuk lima bulan,sakit kenapa? gak mungkinkan mau melahirkan" gumam Haris sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.
❤❤❤
Mohon maaf jika saya belum bisa up banyak-banyak ya,karena lagi fokus ke anak sekolah yang belajar secara online.Saya harus membagi waktu juga pikiran untuk dua dunia😁
__ADS_1
Dunia khayalan dan dunia nyata🤭
salam sayang untuk kalian semua🥰🥰🥰🥰🥰