Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Kelahiran Baby Kembar


__ADS_3

Pagi harinya semua sudah berkumpul di rumah sakit.Mereka semua hadir untuk memberi dukungan pada Yuna.


" Yuna harus kuat,Yuna harus bisa.Abang sudah menepati janji Abang,Abang akan ada saat Yuna melahirkan" Revan memberikan dukungan kepada Yuna.Kebetulan dia belum kembali lagi ke AS.


" Berdoa,jangan banyak fikiran.Nanti ketika kamu bangun,ada dua bayi yang menyambutmu" kata Rere.


Satu persatu memberikan semangat dan dukungan untuk Yuna,sampai akhirnya Yuna dibawa masuk ke ruang operasi.Semua menunggu di depan ruang operasi dengan harapan semoga operasi berjalan lancar dan Yuna juga bayinya sehat selamat.


" Maaf,Papa telat" Papa Danu membuyarkan kekhusyukan doa anak dan cucunya.


" Apa sudah dimulai operasinya?" tanya Papa Danu.


" Udah Pa,baru saja di mulai" jawab Elang.


Papa Danu mendekati Kenzi,lalu menepuk bahu cucu menantunya itu,"Jangan khawatir,Yuna wanita yang kuat."


" Iya Opa,terima kasih" ucap Kenzi.


" Oma gak ikut,Opa?" tanya Satria.


" Oma sama Mbak Romlah nanti akan menyusul,mereka masih menyiapkan makanan untuk kita yang berada di sini" jawab Papa Danu.


" Kenapa harus repot-repot masak sih Pa,kan kita bisa beli" kata Elang.


" Tau nih Papa,bikin repot Mama aja" Edo menimpali.


" Udah,kalian diam saja.Serahkan ini pada ahlinya" ujar Papa Danu.


...****************...


Yuna sudah dipindahkan ke ruang perawatan,dua bayi mungilnya juga ada di sampingnya.Karena kondisi bayi yang sehat,jadi tidak perlu masuk ke inkubator.


Kenzi menatap wajah Yuna yang masih belum sadar dari tidurnya,sudah hampir dua jam berlalu tapi Yuna masih betah memejamkan kedua matanya.Atas usulan dari dokter,mereka semua secara bergantian membangunkan Yuna.


" Sayang bangun yuk,kamu udah lama lo tidurnya" kata Kenzi.


" Timang-timang Ayah,buah hati intan payung,bangun yuk.Kasian tuh putra dan putri kecilmu pengen kamu gendong" Edo juga turut membangunkan Yuna.


Elang menepuk bahu Edo dan dengan dagunya dia menyuruh Edo menyingkir.Elang yang sedang menggendong salah satu anak Yuna pun mendekati Yuna.


" Begini cara bangunkan orang yang terlalu jauh berada di bawah alam sadarnya" kata Elang dengan sombong.


" Kak,kalo kakak gak bangun juga.Kedua anak kakak mau Daddy bawa ke AS,besok Abang yang akan membawa mereka ke sana" kata Elang dan tanpa sepengetahuan yang lain,Elang mencubit pelan bayi yang sedang digendongnya.Bayi itu pun langsung menangis dan suaranya memenuhi seluruh ruangan.


" Hei kampret,lu apain cucu gue?" tanya Edo


" Cuma gue cubit doang sedikit" jawab Elang santai.


Usaha Elang berhasil,Yuna mulai merespon saat mendengar suara tangisan bayinya.Perlahan jari jemarinya bergerak,tapi tidak satu pun dari mereka yang melihatnya.


" Coba saja Daddy bawa anakku pergi,sampai ke lubang semut pun aku akan mencari Daddy" ujar Yuna lirih.

__ADS_1


Semua mendekati brankar Yuna," Kamu sudah sadar?" tanya mereka semua secara bersamaan.


" Belum" jawab Yuna sambil tersenyum.


Semua menghembuskan nafas lega setelah melihat senyum Yuna.


" Assalamualaikum" Mama Sofia masuk seraya mengucapkan salam.


" Waalaikum salam" jawab semua yang ada di ruangan itu.


Mama Sofia,Ambu dan Mbak Romlah masuk sambil membawa dua buah tumpeng.


" Untuk apa itu Ma?" tanya Edo.


" Untuk menyambut kedatangan cicit Mama dong,gak mungkinkan tumpeng masakan Mama yang enak ini untuk kamu mandi" jawab Mama Sofia.


" Iya Edo juga tau,tapi kenapa di rumah sakit,kenapa gak di rumah aja?" tanya Edo.


" Udah,kamu diem aja.Gak usah ngomel kayak tukang kredit nagih hutang" omel Mama.


" Emang ada ya tukang kredit nagih hutang?" tanya Edo.


" Ada" jawab semua yang ada di ruangan secara bersamaan.


Yuna merasa bahagia di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya.Kenzi yang melihat Yuna meneteskan air matanya pun merangkul pundak istrinya itu.


" Aku bahagia banget kak" ucap Yuna.


" Oma suapin ya" tawar Mama Sofia sambil membawa piring berisi nasi tumpeng.


" Terima kasih Oma" ucap Yuna dan Kenzi bersamaan.


" Sama-sama" balas Mama Sofia.


Semua menyantap nasi tumpeng yang dibawa oleh Mama Sofia dan Ambu.


" Abah kemana, Ambu?" Kok gak ikut" tanya Elang.


" Abah sama Ayah Thomas bersihkan rumah Yuna,biar nanti pas cucu-cucu kita pulang rumah udah bersih" jawab Ambu.


" Kok kita bisa gak kepikiran sampe sana ya" celetuk Edo.


" Kayak punya pikiran aja" gumam Papa Danu.


" Tadi Abah mau ikut kemari tapi Mama cegah,karena di sini udah rame kayak pasar malem.Mama suruh aja Abah sama Ayah Thomas bersihkan rumah Yuna" tutur Mama Sofia.


" Dek,kalo udah selesai makannya adek pulang ya.Adek harus istirahat" kata Rima.


" Iya Bunda" kata Yura.


Mama Sofia mendekati Yura,lalu mengusap punggungnya."Bukan maksud Bunda untuk mengusir Yura,tapi Bunda ada benarnya.Yura harus banyak istirahat,Yura harus mengumpulkan banyak tenaga untuk mempersiapkan persalinan yang tidak lama lagi" tuturnya.

__ADS_1


" Iya Oma,Yura ngerti kok" kata Yura sambil tersenyum.


" Satria,bawa Yura pulang" titah Papa Danu.


" Baik Opa"


Satria dan Yura pun berpamitan.


" Anak Kak Yuna comel-comel" ujar Yura.


" Emangnya anak kucing,comel" kata Satria sambil mengemudikan mobilnya.


" Maksud Yura,anak kak Yuna lucu-lucu kak"


" Anak kita juga besok lucu seperti mereka" kata Satria.


Satria memarkirkan mobilnya di depan rumah,lalu setelah itu dia membukakan pintu mobil Yura dan membantu Yura untuk turun.


" Terima kasih" ucap Yura.


Satria menggandeng tangan Yura sampai ke ruang tengah.


" Kalo mau tidur di kamar dek,jangan disini" kata Satria.


Yura yang sudah terlanjur rebahan di lantai pun hanya menggeleng."Yura gak kuat lagi jalan ampe kamar,Yura tidur disini aja" kata Yura yang mulai memejamkan matanya.


Satria menghampiri Yura lalu mengangkat tubuh Yura," Gak usah ngeyel,nanti masuk angin" oceh Satria.


Yura mengalungkan kedua tangannya di leher Satria," Emang gak berat ya?" tanya Yura.


" Baru lima puluh kilo,sama beratnya sama sekarung beras.Enteng" jawab Satria sambil menggosokkan hidungnya ke hidung Yura.


" Kalo setelah melahirkan nanti badan Yura tambah melar gimana?" tanya Yura.


Satria merebahkan tubuh Yura di kasur," Kakak iket pake tali rapia trus kakak glundungin dari tanjakan" seloroh Satria.


" Udah kayak bola aja" kata Yura.


Satria merebahkan tubuhnya di samping Yura."Kalo adek gendut setelah melahirkan,kakak makin enak.Gak perlu beli kasur lagi,kan adek udah empuk-empuk nyoi" kata Satria.


Hahaha...Bukannya marah atau ngambek,Yura malah tersenyum.


" Berarti kita bisa irit dong ya?" tanya Yura.


" Iya" jawab Satria.


Satria melingkarkan tangannya di atas perut Yura," Karena kakak Yura hamil,jika nanti Yura gendut itu semua karena kakak juga.Kakak gak peduli Yura gendut atau kurus,yang penting Yura sehat.Lagian kalo Yura gendut,gak kakak kasih makan seminggu orang gak bakalan tau" tutur Satria lalu tertawa.


" Astaga,kata-kata pembukaannya menerbangkanku hingga langit ke tujuh,tapi kata-kata terakhirmu Bang Sat menjatuhkanku ke dasar jurang yang paling dalam" oceh Yura.


Satria mengecup kening Yura lalu mengajak istri tercintanya itu untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2