
Sehabis sarapan Elang,Rere dan ketiga anaknya bermain di dalam kamar.Di luar sedang hujan deras,mereka terpaksa mengurungkan niatnya untuk jalan-jalan.
"Sayang emang beneran ya David di khianati kekasihnya?" tanya Rere.
"Ya begitu lah sayang" jawab Elang.
"Dia memintaku untuk mencarikannya seorang istri.Aku harus cari dimana,pagi siang sore malam aku hanya di rumah saja dan di sini aku juga tidak punya teman ataupun kenalan" tutur Rere.
"Biarkan saja dia,nanti juga dia menemukan jodohnya" kata Elang.
"Eh...tapi aku lihat-lihat sepertinya dia mulai tertarik pada Sari deh.Coba kamu perhatikan" kata Elang lagi.
"Hahaha...Aku yang menyuruhnya mendekati Sari,tapi secara gak langsung sih nyuruhnya" kata Rere.
"Tapi apa Sari mau,David berbeda keyakinan dengan kita" kata Elang.
"Lagi pula Sari juga tidak terlalu peduli pada David,dia terkesan cuek dan ketus" tutur Rere.
"Lama-lama bisa habis pelayan di rumah ini,atau kita buka biro jodoh aja gimana" seloroh Elang.
"Kamu sayang ada-ada aja ah.Tapi bener juga sih ya Rianti udah sama Haris,masa iya sekarang David ama Sari" kata Rere.
"Mom tolong dong" tiba-tiba Revan bersuara.
Rere mendekati Revan yang sedang sibuk mewarnai buku gambarnya.
"Apa yang bisa Mommy bantu sayang?" tanya Rere.
"Ini di beri warna apa?" tanya Revan sambil menunjuk sebuah pohon.
"Hijau" jawab Rere.
"Sayang aku mau menemui David di bawah ya,Baby twins di boxnya sudah tertidur" tutur Elang.
"Iya sayang" jawab Rere.
Rere dan Revan melanjutkan lagi mewarnai gambarnya.
Elang berjalan menuruni tangga lalu menuju ruang keluarga,tapi di situ tidak ada David.Elang pergi ke dapur ada Romlah dan Diah yang sedang memasak untuk makan siang.
"Apa kalian berdua melihat David?" tanya Elang.
Diah dan Romlah saling pandang lalu mengangguk.
"Dimana dia?" tanya Elang lagi.
"Sudah pergi dari tadi Tuan" jawab Romlah sambil menunduk.
"Ada apa ini,kenapa tiba-tiba dia pergi?" Elang terus melontarkan pertanyaan.
"Saya kurang tau pasti Tuan.Tadi sehabis sarapan Tuan David mengajak Sari bicara di taman belakang,tapi tidak lama kemudian Tuan David masuk kembali ke dalam rumah dan langsung pergi dengan wajah murung" tutur Diah.
"Sekarang Sari ada dimana?" tanya Elang.
"Lagi mencuci baju di belakang Tuan" jawab Diah dan Romlah bersamaan.
Elang keluar dari dapur dan menuju ke belakang untuk mencari Sari.
"Sari,ikut saya sebentar" perintah Elang ketika sampai di tempat khusus mencuci pakaian.
Sari menoleh lalu mengangguk.Sari meninggalkan pekerjaannya lalu mengikuti Elang.Elang berjalan masuk ke dalam rumah.
"Diah tolong panggil Istri saya dan suruh dia menemui saya di ruang kerja" kata Elang.
Elang melanjutkan lagi langkahnya menuju ruang kerja yang di ikuti Sari dari belakang.
"Duduklah Sari" kata Elang.
Elang duduk di kursinya dan Sari duduk di sofa.
Sari menundukkan kepalanya karena Elang menatapnya dengan tajam.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka dan Rere masuk ke dalam ruang kerja Elang.Rere duduk di sofa yang ada di depan Sari.
"Ada apa sayang?" tanya Rere.
"Tidak ada apa-apa sayang cuma mau ngajak Sari ngobrol aja.Kalo cuma kami berdua kan gak enak,makanya aku suruh Diah memanggilmu" tutur Elang.
"Tapi tatapan matamu tajam seolah hendak menerkam orang saja" kata Rere.
"Namanya juga mata Elang sayang pasti tajamlah kalo gak tajam namanya mata perkutut" kata Elang sambil tersenyum.
"Sari sudah berapa lama kamu bekerja bersamaku?" tanya Elang pada Sari.
"Hampir satu tahun Tuan" jawab Sari.
"Sudah lama juga ya..." gumam Elang.
"Selama itu kamu bekerja padaku tapi aku tidak tahu asal-usulmu" tutur Elang.
"Siapa yang merekomendasikanmu kerja disini?" tanya Elang lagi.
"Bunda Sintya Tuan" jawab Sari.
Elang manggut-manggut.
"Berapa usiamu?" tanya Elang lagi.
Rere bingung melihat Elang dan Sari,dia memilih diam saja.
"Dua puluh lima tahun Tuan" jawab Sari.
"Sudah berkeluarga?" Elang terus bertanya seperti seorang wartawan saja.
Sari menoleh ke arah Elang lalu ke arah Rere.
"Sudah Tuan" jawab Sari.
"Serius?" tanya Rere yang terkejut mendengar jawaban dari Sari.
"Serius Re,Mbak sudah menikah lima tahun yang lalu.Mbak menikah dengan seorang laki-laki anggota ninja bertopeng yang di pimpin Bunda Sintya.Tapi pernikahan Mbak gak di restui orang tua Mbak dan juga Bundamu" jawab Sari.
"Apa alasannya mereka tidak merestuimu?" tanya Elang.
"Awalnya Orang tuaku dan Bunda tidak memberi tahuku apa alasannya,karena aku cinta aku tetap menikah dengan laki-laki itu.Dua tahun berlalu setelah hari pernikahan aku baru tau kalo lelaki yang kunikahi sebenarnya sudah punya istri,tapi kemudian dia menceraikanku karena aku di vonis mandul oleh dokter" tutur Sari.
"Lalu kenapa tadi David pergi setelah berbicara denganmu?" tanya Elang penasaran.
"David mengajak saya untuk menikah Tuan,tapi saya menolaknya" jawab Sari.
"Kenapa?" tanya Rere.
"Apa karena keyakinan yang kalian anut berbeda?" tanya Rere lagi.
"Kalo soal itu bisa kita bicarakan baik-baik Re,masalahnya aku seorang janda Re sedangkan David masih lajang.Dan alasan David mengajakku menikah karena dia menaruh hati padaku,aku bisa menerima itu tapi kemudian David bilang dia ingin menua bersamaku dan hidup bahagia bersama anak-anak kami nantinya.Sedangkan aku mandul Re bagaimana aku bisa memberikan dia anak dan bagaimana aku bisa membahagiakan dia Re.Lebih baik aku membuatnya kecewa sekarang daripada nanti setelah kami menikah.Asal kamu tahu Re perpisahan itu rasanya sangat menyakitkan" jawab Sari panjang lebar.
"Apa kamu sudah menjelaskan pada David kalo kamu mandul?" selidik Elang.
"Tidak Tuan,saya tidak menjelaskan apa-apa padanya" jawab Sari.
Elang menoleh ke arah Rere lalu menganggukkan kepalanya.
"Sari misalnya ni ya kalo David mau menerima kamu apa adanya,trus dia juga mau terima kamu yang katamu mandul itu,apa kamu mau menerima lamarannya dan menikah dengannya?" tanya Rere.
Sari menatap Rere lalu melihat ke arah Elang.
"Kalo dia sanggup memenuhi persyaratan dariku,aku menerimanya" jawab Sari.
"Apa syaratnya?" tanya Rere dan Elang bersamaan.
"Dia harus satu keyakinan denganku dan dia juga harus khitan" jawab Sari tegas.
"David sudah khitan sewaktu kami SMA dulu" jawab Elang santai.
"Segede itu baru sunat?" tanya Rere sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Pasti otaknya ngeres nih" kata Elang sambil menunjuk ke arah Rere.
"Bukan gitu sayang,lucu aja dengernya udah SMA baru sunat" kata Rere.
"Kami dulu membentuk satu geng yang sampe sekarang masih ada" kata-kata Elang terputus karena Rere memotongnya.
"Elang Api" kata Rere.
"Dulu namanya bukan Elang api sayang,tapi Family kocak,karena anggotanya orang stres semua"kata Elang sambil tersenyum.
"Lulus SMA kami semua berpencar meneruskan pendidikan masing-masing dan hanya aku yang masih meneruskan geng itu.Beberapa tahun kemudian anggota geng semakin bertambah dan semakin banyak.Akhirnya semua sepakat mengganti nama geng menjadi Elang Api karena kami sudah bukan orang yang kocak lagi,kami dulu sering berkelahi antar geng dan selalu menang.Sampe sekarang nama Elang api masih terkenal,tapi banyak yang tidak tau siapa pemimpinnya.Yang mereka tau Elang api pimpinan Papa Danu" tutur Elang.
"Lalu dimana letak hubungan famili kocak,Elang api sama David sunat?" tanya Sari.
"Oh iya kenapa aku jadi ngelantur ya.Dalam anggota geng hampir semua laki-laki,yang perempuan cuma Neti dan Cindra adikku.Kami mengejek David dan akhirnya David meminta Papa dan Om Irfan mengantarnya pergi sunat ke dokter khusus"Jawab Elang.
"Berarti dia gak perlu sunat lagi dong dan Sari juga tidak punya alasan untuk menolak David" kata Rere.
"Tergantung Sari sekarang,kita tidak bisa memaksakan kehendak.Apalagi ini menyangkut masa depan Sari nantinya" kata Elang.
"Gimana Sari?" tanya Rere.
"Akan aku pikirkan nanti Re...Aku permisi dulu ya sudah waktunya Baby twins dan Revan makan siang" kata Sari.
Elang dan Rere mengangguk.
Setelah Sari keluar Elang mengambil ponselnya yang tersembunyi dan ternyata selama mereka ngobrol ponsel Elang terhubung dengan David.
📞"Bagaimana?" tanya Elang pada David.
📞"Apapun syaratnya akan aku penuhi,soal mandul itu urusan belakang.Selagi kita mau berusaha dan berdoa pasti suatu saat Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa kita" jawab David dari sebrang telpon.
📞"Jadi kapan kau akan meresmikan hubungan kalian?" tanya Elang.
📞"Sabar Bro,kita tunggu Haris menikahi Rianti dulu dan aku pun masih mencari kakak kandung Sari" tutur David.
📞"Kenapa harus mencari kakak kandung Sari kan orang tua Sari masih ada?" kata Rere menimpali.
📞"Sari yatim piatu Re orang tuanya meninggal beberapa tahun yang lalu,aku sudah mencari tau pada Bunda.Sari hanya hidup berdua dengan kakaknya dan tempat tinggalnya masih dirahasiakan Bunda.Itu tantangan dari Bunda,aku harus bisa menemukan kakak kandung Sari baru setelah itu aku boleh menikahinya" tutur David.
📞"Selamat berjuang kawan" kata Elang lalu mematikan ponselnya.
"Kakak kandung Sari?" gumam Rere.
"Apa kamu mengenalnya?" tanya Elang.
"Dia ada di rumah ini,itupun kalo aku tidak salah menebak" jawab Rere.
"Siapa?" tanya Elang.
Rere berbisik di telinga Elang,lalu tersenyum.
"Kamu serius?" tanya Elang lagi.
"Aku pernah melihat mereka berdua ngobrol sangat dekat dan seperti sudah saling kenal lama" jawab Rere.
"Aku akan cari tau nanti" kata Elang.
"Tapi rahasiakan ini dari David,biarkan dia berjuang dan membuktikan keseriusan cintanya" kata Rere.
"Istri pintar...Aku jadi semakin cinta saja" kata Elang sambil mencolek hidung Rere.
"Aku sudah lapar,makan yok" kata Rere.
"Ayo" kata Elang.
Elang dan Rere keluar dari ruang kerja lalu berjalan menuju ruang makan,mereka duduk di kursinya dan langsung mengambil makanan yang sudah terhidang dan mulai dingin.Kemudian Elang dan Rere menyantap makan siangnya dengan lahap.
"Selesai makan kita ke halaman belakang ya,udah lama kita gak lihat anggrek-anggrek kita" ajak Elang.
"Boleh,mumpung cuaca juga gak terlalu panas dan untung saja hujannya sudah berhenti.Tapi sebelumnya kita shalat dzuhur dulu ya" kata Rere.
"Hemmm..."Elang mendehem saja.
__ADS_1
Rere menghabiskan makanannya begitu juga dengan Elang.Selesai makan Elang beranjak dari duduknya dan langsung menuju ke kamarnya,sedangkan Rere membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya.Setelah itu Rere menyusul Elang ke kamar untuk melaksanakan shalat dzuhur.Setelah shalat dzuhur Elang dan Rere menuju halaman belakang untuk melihat tanaman anggreknya yang dulu mereka dapat dari rumah Bunda.