Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Keseruan Yuna


__ADS_3

Yuna sudah selesai bersih-bersih,Kenzi dan yang lainnya sudah menunggunya untuk makan malam.Mereka duduk beralaskan tikar yang lebar.Seperti biasa,setiap habis panen Abah mengajak seluruh pekerjanya untuk makan bersama.


" Yuna gendutan deh kayaknya,lihat tu baju Yuna semuanya sempit" tutur Yuna.


Kenzi tersenyum melihat istrinya yang sedari siang mempermasalahkan kegendutannya.


" Bukan Yuna yang gendut,bajunya aja yang mengkerut" goda Abah.


" Emang bisa baju mengkerut?" tanya Yuna.


Ha...ha...ha...Semua yang ada di ruangan itu pun tertawa melihat ekspresi Yuna.


" Si Abah ih,suka deh godain Yuna" tegur Ambu.


" Sini Yuna deket Ambu aja duduknya" ujar Ambu.


Abah memimpin doa,setelah selesai berdoa Abah pun mengajak semuanya untuk makan.


" Kenapa Neng,kok gak makan?" tanya Ambu.


Bukannya menjawab pertanyaan Ambu,Yuna malah menunjuk kearah ayam yang sedang dimakan oleh Mang Kosim,salah satu orang yang bekerja pada Abah.


" Itu ayam yang mati tertimpa Yuna tadi ya Mang?" seloroh Yuna sambil menahan tawa.


" Ini Abah sama menantu sama aja,suka godain orang.Atu gak mungkin Neng,ini mah ayam yang potong juga Mamang,ayam yang mati tadi mah udah mamang buang" tutur Mang Kosim.


" Kirain itu ayam yang tadi Yuna timpa" ujar Yuna.


Yuna mulai menyantap hidangan di piringnya," Ambu ini namanya apa?" tanya Yuna.


" Namanya kemangi" jawab Ambu.


" Enak" kata Yuna.


Yuna kembali melanjutkan makannya,setelah selesai Yuna membantu Ambu membereskan ruang tengah bekas mereka makan.


" Nginep gak Neng?" tanya Ambu pada Yuna yang sedang cuci piring.


" Gak tau Ambu,nanti Yuna tanya Kak Kenzi dulu ya" jawab Yuna.


" Kalo adek mau nginep disini,ya nginep aja.Gak usah tanya kakak" Kenzi menimpali dari arah pintu tengah.


Yuna menoleh ke arah Kenzi," Tapi,besok Yuna gak ikut Kakak ke kantor ya" ujar Yuna.


Kenzi menghampiri Yuna lalu membantu Yuna menyusun piring yang sudah bersih.


" Emang besok adek mau kemana?" tanya Kenzi.

__ADS_1


Yuna melirik ke arah Ambu,tapi Ambu pura-pura gak melihat lirikan Yuna.Kenzi menoleh ke arah Ambu yang sedang sibuk sendiri,gak tau lagi ngapain.


" Emang besok mau kemana Ambu?" tanya Kenzi.


" A..eh...Ambu juga gak tau,tanya aja sama Yuna" jawab Ambu gagap lalu pergi meninggalkan Yuna dan Kenzi di dapur.


Kenzi menatap Yuna dengan tajam," Mau kemana?" tanya Kenzi.


" Mau ikut Ambu ke sawah cari tutut( siput sawah)" jawab Yuna lirih lalu menunduk.


" Emang bisa?" tanya Kenzi.


Yuna mengangkat kepalanya," Gak tau,Yuna kan belum pernah coba" jawab Yuna.


Kenzi mengajak Yuna masuk ke kamarnya,lalu duduk di tepi kasur.


" Emang siapa yang ngajak cari tutut?" tanya Kenzi.


" Tetangga sekitar sini,katanya seru.Makanya Yuna pengen ikut" jawab Yuna.


" Cari tutut itu enggak gampang,apalagi adek belum pernah sama sekali.Adek nanti turun ke sawah yang lumpurnya dalam,trus adek korek-korek tu lumpur untuk dapetin tutut.Iya kalo dapet,kalo gak dapet gimana.Capek sayang" tutur Kenzi.


" Tapi,Yuna pengen ikut.Kata Bu Hindun seru kalo rame-rame,ditambah lagi semua pada bawa bekal makanan masing-masing.Yuna pengen makan di sawah" bujuk Yuna sambil merengek.


Kenzi meneteskan air matanya,entah bahagia atau pun sedih dia sendiri tidak tahu.


Yuna mengangguk lalu memeluk erat tubuh Kenzi," Terima kasih Kak" ucap Yuna.


Keesokan harinya,Yuna dan Ambu sudah bersiap-siap pergi ke sawah.Yuna tidak lupa membawa tas yang terbuat dari karung bekas,tas itu berisi bekal dan air minum.


" Ingat pesan kakak,jangan ikutan nyemplung" ujar Kenzi.


" Oke bos" kata Yuna dengan wajah berbinar.


" Ayo Neng,nanti keburu siang" teriak Ambu dari belakang rumahnya.


" Daaa kakak...Yuna pergi dulu" pamit Yuna lalu mencium punggung tangan Kenzi.


Abah yang melihat tingkah menantunya hanya bisa geleng-geleng kepala.


" Abah bangga sama Yuna,padahal dia jarang datang ke sini tapi dia cepat akrab dengan orang-orang kampung sini.Dia gak sombong,gak angkuh" tutur Abah.


" Emang siapa sih yang ajak Yuna ke sawah Bah?" Tanya Kenzi.


" Teh Ikoh" jawab Abah.


Kenzi terus menatap Yuna yang sudah berjalan cukup jauh bersama ibu-ibu warga kampung tempat Abah dan Ambu tinggal.

__ADS_1


" Neng Yuna belum hamil ya?" tanya Bu Hindun.


" Gak tau Bu,Yuna belum pernah periksa" jawab Yuna.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit,mereka pun sampai di sawah.Mereka meletakkan bekal masing-masing di tempat yang teduh,kebetulan di dekat sawah ada pohon mangga yang cukup rindang.


" Tunggu di atas aja,jangan turun.Nanti Ambu dimarahin Kenzi kalo Yuna ikut turun" ujar Ambu dan Yuna pun mengangguk.


Ibu-ibu yang lain mulai turun ke sawah dan membungkukan tubuhnya sambil mengorek lumpur.


" Yun...sini" panggil Teh Ikoh.


Yuna melihat Ambu yang sedang serius,perlahan Yuna pun mendekat ke arah Teh Ikoh,dan blung...


" Teteh,tolongin Yuna" pinta Yuna dengan suara pelan,takut Ambu tahu kalo dia ikutan nyemplung ke sawah.


Yuna menyambut uluran tangan Teh Ikoh dan mencoba berjalan di dalam lumpur.Yuna mengikuti cara ibu-ibu mencari tutut.


" Huaaaa...Yuna dapet tututnya" teriak Yuna.


" Ups..." Yuna langsung membekap mulutnya saat menyadari perbuatannya.


Ambu menoleh kearah Yuna,tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


Matahari mulai terik menyengat,para ibu-ibu memutuskan untuk istirahat sambil menyantap bekal masing-masing.


" Hebat Neng Yuna,dapet banyak" seru Bu Hindun.


Ambu dan yang lainnya melihat ke wadah milik Yuna dan benar saja,diantara ibu-ibu yang lain Yuna lah yang paling banyak mendapatkan tutut.Selesai makan dan berkemas mereka pun memutuskan untuk pulang,karena hari sudah mulai siang.


" Ambu,Yuna mandi dulu ya.Badan Yuna gatel-gatel" kata Yuna setelah sampai di rumahnya dan Ambu pun mengangguk.


Selesai mandi,Yuna membantu memasak tutut hasil mereka tadi.


" Ehemmm..." Kenzi mendehem sambil bersandar di pintu dengan kedua tangan yang terlipat di dada.


Yuna menoleh ke arah Kenzi,lalu mendekati Kenzi dan memeluknya," Terima kasih Kak" ucap Yuna.


Kenzi mengerutkan keningnya," Terima kasih untuk apa,untuk rencana kakak yang mau marahin Adek?" tanya Kenzi.


" Kenapa kakak marah sama Yuna?" Yuna malah balik bertanya.


" Sudah dibilang jangan ikutan nyemplung,eee...malah nyemplung.Tu liat muka sama tangan merah semua" kata Kenzi.


" Gak apa-apa merah,yang penting hari ini Yuna senang,dapat pengalaman baru.Lain kali Yuna mau ikut cari tutut lagi" tutur Yuna sambil kembali ke meja kompor.


Yuna sedang memasak tutut yang diperolehnya tadi.Yuna menggulai pedas tutut itu,Ambu yang mengajarinya cara memasak tutut supaya hasilnya enak.Setelah gulai tutut dan lauk lainnya matang,mereka pun langsung makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2