Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Yuna sudah ditentukan,tinggal menunggu detik-detiknya saja.


"Kenapa Satria dan Yura tidak mau pernikahan mereka digabung dengan Yuna dan Kenzi?"tanya Elang pada Edo.


Mereka berdua sedang duduk di cafe,sedang menunggu kedatangan Revan dan juga Satria.


"Maaf Om harus menunggu lama" ujar Satria.


"Gak masalah,kami juga baru selesai meeting" balas Edo.


Revan yang baru saja datang duduk di samping Elang,sedangkan Satria duduk di samping Edo.


"Abang bawa semua berkasnya?" tanya Elang pada Revan.


"Hanya sebagian Dad" jawab Revan.


Elang menghela nafasnya lalu memandang Satria.


"Kapan rencananya kalian akan menikah?" tanya Elang pada Satria.


Satria menoleh pada Edo,Edo hanya menyunggingkan senyumnya saja.


"Satria dan Yura belum membahas masalah ini lebih lanjut Om,tapi kemungkinan dalam waktu dekat" jawab Satria.


"Kemarin Om menemui Papa kamu,dan Om juga sudah membicarakan pada papamu tentang hal yang akan kita bicarakan hari ini.Papa kamu setuju dengan rencana Om,tapi semua keputusan ada ditangan kamu sendiri Satria" tutur Elang.


"Soal apa Om?" tanya Satria.


"Usia kamu berapa saat ini?" tanya Elang.


"Dua puluh enam tahun Om" jawab Satria.


"Dua tahun lebih tua dari Revan" kata Elang.


"Begini Satria,Revan punya satu perusahaan peninggalan orang tuanya.Tapi,Revan belum bisa mengelolanya sendiri.Lebih tepatnya Revan tidak berniat mengelola perusahaan peninggalan orang tuanya itu.Om dan calon mertua kamu menunjuk kamu sebagai orang yang tepat untuk mengelolanya,itu pun kalau kamu bersedia" tutur Elang.


"Kenapa harus Satria Om,masih banyak orang yang lebih jago dari Satria" ujar Satria.


"Revan akan pergi melanjutkan kuliahnya di Amerika,dia akan berangkat kesana bersama Andre setelah kalian menikah.Kami percaya sama kamu karena kami sudah tau kemampuan kamu" tutur Edo.

__ADS_1


Satria memandang Revan dan Revan pun mengangguk sembari tersenyum.


"Baiklah Om,Satria setuju" ucap Satria.


Revan menyerahkan berkas-berkas yang tadi dibawanya pada Satria.Satria membaca tiap baris kata yang tertulis disana.Setelah paham dan mengerti Satria pun membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.


"Kenapa Daddy bilang sama Satria kalo Revan pergi kuliah?" tanya Revan saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Apa Daddy harus bilang pada semua orang kalo kamu pergi kesana untuk mendalami ilmu itu?" Elang balik bertanya.


"Lagipula tujuan utama kamu bukanlah Amerika melainkan tempat Ontymu" sambung Elang.


"Iya sih,Revan rindu Onty" ujar Revan.


Mereka sudah sampai di rumah,Elang turun dari mobil.


"Cepatlah temukan Restumu itu agar kamu juga bisa menikah seperti kedua adik sepupumu" seru Elang sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


Revan menghela nafasnya lalu turun dari mobil.


...----------------...


"Dek biar gak berulang kali kita pesta,kita gabung saja ya pernikahan adek sama kakak.Lagipula kasihan bang Revan kalo harus menunda lagi dan lagi keberangkatannya" bujuk Edo pada Yura.


"Jadi adek mau konsep yang bagaimana,ini pesta pernikahan lo dek bukan ulang tahun yang bisa memakai konsep Rambo ataupun Cat Women" kata Rima.


Yura terdiam sejenak," Jangan pink juga kali Bun,biru kek atau apa gitu" kata Yura.


"Lagi pula Yura gak suka pesta,melelahkan" tambah Yura.


Edo menghela nafasnya,sedikit sulit menuruti kemauan Yura yang sifatnya lebih kekanak-kanakkan di banding dengan Yuna yang sudah bisa berpikir secara dewasa.


"Ya sudah,adek menikah di hari yang sama dengan kakak dan adek tidak perlu pesta.Terserah adek selesai ijab mau kemana" akhirnya Edo menyerah.


"Nah kalo itu adek setuju" ujar Yura.


"Tapi bagaimana dengan Satria dan pihak keluarganya dek,kamu harus pikirkan itu" kata Rima.


"Satria urusan Yura" ujar Yura lalu pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Edo dan Rima pun menghela nafasnya mendengar keputusan Yura.


"Waktu kita tinggal besok,kita harus cepat membicarakan ini dengan Satria dan keluarganya" kata Edo.


Ting Tong


Bel rumah berbunyi,Edo dan Rima berjalan ke arah pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


"Tuan Pramuja,mari silahkan masuk" kata Edo.


Tuan Pramuja adalah papa dari Satria.


"Ada hal penting apa,sehingga malam-malam Tuan datang kemari?" tanya Edo.


"Pertama-tama niat saya datang kemari ingin bersilahturahmi dan yang kedua saya mau membahas soal hubungan kedua anak kita Tuan Edo.Maaf kalo mungkin kedatangan saya yang mendadak dan keinginan saya yang sedikit mendesak.Minggu depan saya beserta mamanya Satria harus bertolak ke Singapura,ada sedikit masalah pekerjaan disana.Kalo bisa dan kalo Tuan Edo tidak keberatan saya ingin mereka menikah sebelum saya berangkat.Saya tidak tau akan berapa lama nanti disana" tutur Papa Satria.


"Kebetulan sekali kalo begitu,rencananya besok saya berniat menemui anda untuk membahas soal ini.Begini,lusa kembaran Yura akan mengadakan pesta pernikahan,saya berencana menggabungkan acara ini.Tapi Yura menolak dengan alasan tidak suka pesta,dia minta ijab kabul saja dan itu yang membuat saya merasa tidak enak hati pada keluarga Tuan" ujar Edo.


"Kenapa keinginan anak kita sama,Satria juga tidak menginginkan pesta.Atau jangan-jangan mereka sudah mengatur semua dan bekerja sama" tutur Papa Satria.


Ha...ha...ha...mereka pun tertawa.


Setelah melalui pembicaraan yang panjang,akhirnya mereka sepakat menikahkan Yura dan Satria sehari setelah pernikahan Yuna dan Kenzi.Mereka hanya akan mengadakan pengajian dan acara syukuran kecil-kecilan saja.


"Apa keluarga Praditya tidak ada yang datang?" tanya Papa Satria.


"Besok mereka baru akan sampai di sini" jawab Edo.


Karena segala urusan sudah selesai Satria dan papanya pun pamit undur diri.


"Papa senang kita bisa menjadi bagian dari keluar Praditya,mereka tidak pernah membeda-bedakan si kaya dan si miskin.Jangan pernah kamu kecewakan Yura dan juga keluarganya" kata Papa Satria saat dalam perjalanan pulang.


"Satria juga tidak menyangka jika akhirnya Satria akan menikahi Yura yang dulunya adalah sahabat Raisa" ujar Satria sambil tersenyum.


"Untung kamu menyebut nama Raisa,kalau tidak Papa bisa lupa untuk memberi tahunya kalau kamu akan menikah" tutur Papa Satria.


"Menantu kesayangan di keluarga Betrand itu besok akan datang.Satria sudah menghubunginya tadi pagi" kata Satria.


"Papa pikir dulu Betrand hanya mempermainkan Raisa,siapa yang sangka jika ternyata Betrand sangat mencintai Raisa dan kini anak manja itu sudah menjadi Ratu di keluarga itu.Keluarga Betrand pun sangat menyayangi Raisa" tutur Papa Satria.

__ADS_1


"Kita tidak tau jalan kehidupan orang kedepannya seperti apa.Satria juga dulu sempat berpikir Betrand itu brengsek dan Satria juga pernah melarang Raisa agar menjauhi Betrand.Siapa yang tau malah mereka berjodoh dan menikah walau dengan cara yang salah.Satria sudah gagal menjaganya" ucap Satria.


"Kegagalan adalah kunci menuju sukses,seandainya waktu itu mereka tidak bersama Papa rasa Raisa tidak akan hidup bahagia sekarang.Bukan hanya bergelimang harta tapi dia juga dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintainya" tutur Papa Satria.


__ADS_2