Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps.50


__ADS_3

sinta terkejut melihat orang yang ada di hadapannya.perlahan dia mundur untuk menghindari orang itu.


"kenapa sinta,kamu kelihatannya takut melihatku.apa aku terlihat seperti hantu yang menyeramkan?" kata orang itu.


"sin...sintya,bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya sinta.


ternyata sintya yang tadi menghalangi sinta untuk keluar dari ruangan itu.


"kenapa kamu bertanya,bukankah kehadiranku kamu yang menginginkannya,hemmm?"


"bukan begitu maksudku sintya"jawab sinta gemeteran.


"sudah kuperingatkan dari dulu,jangan pernah ganggu aku dan anakku.aku sudah menyerahkan apa yang kau mau.tapi sepertinya itu kurang untukmu",kata sintya sambil mencengkram leher sinta.


uhuk..uhuk..


sinta terbatuk.sintya melonggarkan cengkramannya.


"cukup sintya...aku janji tidak akan mengganggu anakmu juga dirimu",kata sinta terbata.


"aku kenal betul siapa dirimu sinta,aku tidak bodoh" bentak sintya.


sintya menoleh ke arah papa danu,elang,edo dan rima.


"kalian urus wanita ini,jangan biarkan dia lolos.kalau dia lolos masalah akan terus muncul",kata sintya dengan posisi membelakangi sinta.


kesempatan itu di gunakan sinta untuk mengeluarkan pisau dari tasnya lalu dia menusukkan pisau itu ke arah punggung kanan sintya.tapi sintya lebih cepat,dia menggeser tubuhnya ke arah kiri.lalu dia memutar dan tangannya menangkap tangan sinta yang memegang pisau.


"ternyata kamu mencari mati sinta",ucap sintya sambil menghunuskan pisau ke arah dada.


"cukup tante,rima mohon.maafkan mama sinta.bagaimanapun mama sinta sudah membesarkan rima",cegah rima.


sintya menoleh ke arah rima yang bajunya sudah sobek di bagian bahunya.sintya melihat tanda hitam di bahu rima.


"tanda itu",gumam sintya.


"danu suruh orangmu mengurus wanita ular ini,aku tidak mau mengotori tanganku",kata sintya sambil beranjak lalu mendekati rima.


sintya memegang tanda hitam di bahu rima.lalu dia meneteskan airmatanya.sementara itu anak buah elang mengurus sinta dan bondan lalu menyerahkan pada polisi yang sudah datang ke tempat itu.


"kenapa tante menangis?",tanya rima.

__ADS_1


belum sempat sintya menjawab lertanyaan rima,elang datang mendekati mereka.


"ayo kita pulang,rere pasti sudah menunggu kita",ajak elang.


akhirnya mereka pulang kembali ke kota.elang,sintya dan rima menggunakan helikopter agar cepat sampai.karena hari sudah malam,elang meminta sintya dan rima tidur di rumah barunya.


beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah elang.


elang menunjukkan kamar untuk tante sintya dan rima.setelah itu dia pergi kekamarnya untuk membersihkan diri.setelah selesai bersiap elang pun hendak kembali ke rumah sakit.


"lang,kamu mau ke rumah sakit sekarang?" tanya tante sintya.


"iya tante,elang takut rere menunggu"jawab elang.


"baiklah nak,hati-hati di jalan" kata sintya.


elang keluar dari rumahnya lalu menuju garasi untuk mengambil mobilnya.perlahan mobil mulai keluar dari halaman rumah elang.elang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.karena hari sudah jam tiga pagi,jalananpun sudah sepi.


beberapa menit kemudian elang sudah sampai di rumah sakit.dia memarkirkan mobilnya di parkiran khusus keluarga alberto.setelah mobil terparkir sempurna elang keluar dari mobilnya dan langsung berjalan ke kamar inap rere.


"ternyata bidadari ku sudah tidur nyenyak" kata elang.


**


rere merasakan berat di bagian perutnya.perlahan dia membuka mata dan melihat ada tangan kekar sedang memeluknya.


diapun tersenyum sambil mengelus wajah laki-laki yang sudah jadi suaminya itu.


"apa wajahku sangat tampan sayang"kata elang sambil membuka matanya.dia tersenyum memandang wajah rere.


"kenapa pagi-pagi sudah narsis sih,tingkat pedemu ketinggian sayang",kata rere.


elang tersenyum mendengar perkataan istrinya.lalu dia mengecup bibir istrinya.


"sayang ini rumah sakit,bagaimana kalo ada orang yang melihatnya"kata rere


"biarkan saja mereka lihat,aku mencium istriku sendiri.apa ada yang salah?"


"terserah kamu saja sayang",ucap rere malas.


rere beranjak dari tidurnya,dia hendak ke kamar mandi.

__ADS_1


"mau kemana?"tanya elang.


"ke kamar mandi"jawab rere.


elang turun dari kasurnya dan langsung menggendong rere.


"sayang keluarlah,aku malu",kata rere setelah sampai di kamar mandi.


"malu kenapa,aku sudah melihat semuanya.bahkan aku juga sudah merasakannya sayang",jawab elang santai.


akhirnya rere menurut saja,dia sudah tidak tahan lagi menahan pipisnya.setelah selesai rere mencuci muka dan menggosok gigi.


"mandi sekalian sayang,biar aku yang mandikan ya"elang menawarkan bantuan.


"enggak ah,airnya dingin"


entah mengapa semenjak hamil rere jadi malas mandi.


elang menggendong rere kembali ke kasurnya.lalu dia mencium perut rere.


"anak daddy mau makan apa pagi ini?" tanya elang.


"aku mau makan bubur kacang ijo campur pisang daddy",kata rere menirukan suara anak kecil.


"makanan apa itu sayang,emang ada bubur kacang ijo campur pisang.kalo pisang bukan bubur tapi kolak namanya",kata elang.


"aku gak mau tau,pokoknya harus ada",jawab rere sambil cemberut.


"baiklah sayang,aku akan membelinya"


elang hendak keluar dari ruangan itu,tapi dokter masuk.sehingga elang pun menunda kepergiaannya.


"selamat pagi tuan,selamat pagi nona.sepertinya nona sudah ceria hari ini dan tidak muntah-muntah lagi",kata dokter itu.


"iya dok,tapi yang saya heran muntah-muntah saya hilang tapi nafsu makan saya meningkat",kata rere.


"tidak apa-apa nona,itu bagus.tapi jangan terlalu berlebihan dan kurangi makan yang pedas-pedas"jelas dokter itu.


"apa hari ini sudah boleh pulang dok?"tanya elang.


"melihat kondisi dari nona rere,hari ini sudah boleh pulang.tetap di jaga pola makan,istirahat yang cukup dan jangan lupa minum vitamin.ini resepnya",kata dokter.lalu dokter melepas jarum infus dari tangan rere.setelah selesai dia pun langsung keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2