Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 137


__ADS_3

Pukul delapan waktu setempat,pesawat mendarat dengan sempurna.David dan Sari turun dari pesawat,Sari merentangkan keduanya sambil menengadah.


"Selamat datang kembali ke tanah air" seru Sari.


"Baru beberapa bulan meninggalkan tanah air kayak udah dua puluh tahun aja sayang" kata David.


"Hehe....Lebay dikit kan boleh sayang" kata Sari.


David menggenggam tangan Sari keluar dari bandara.David hendak memanggil taksi tapi di urungkannya karena ada suara yang memanggil nama istrinya.


"Sari" seru Pak Harun sambil berjalan menghampiri David dan Sari.


"Loh Pak Harun kok ada di sini?" tanya Sari.


"Pak Harun di tugaskan sama Elang untuk menjemput kalian.Dia minta maaf karena tidak bisa menjemput kalian,belakangan ini dia sibuk" tutur Pak Harun.


"Aku mengerti Pak Harun,terima kasih sudah mau menjemput kami" ucap David.


"Pak Harun cuma sendiri?" tanya Sari saat mereka sudah berada di mobil.


"Iya Sari,Rere tidak bisa ikut karena sibuk mendaftarkan Revan sekolah" jawab Pak Harun yang mulai mengemudikan mobilnya.


"Loh kok lewat sini Pak,ini bukan jalan menuju apartemen David" kata David.


Pak Harun hanya tersenyum mendengar perkataan David.


Tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang luas.Antara rumah yang satu dengan yang lain jaraknya lumayan jauh.Rumah yang cocok untuk pasangan yang baru menikah.


"Rumah siapa ini Pak Harun?" tanya David.


Pak Harun turun dari mobilnya tanpa menjawab pertanyaan David,Pak Harun berjalan menuju pintu rumah itu diikuti oleh David dan Sari dari belakang.


Rumah terlihat sepi,yang terdengar hanya kicauan burung dan hembusan angin yang menerpa dedaunan.Udaranya sangat sejuk,jauh dari polusi udara.


Ceklek


Harun membuka pintu dan...


"Surprise"


Elang,Rere,Edo,Rima,Haris,Rianti,Umi dan Abi ada di dalam rumah itu menyambut kedatangan David dan Sari.


"Selamat datang kembali Bro" ucap Elang sambil memeluk sahabatnya itu.


"Kata Pak Harun kamu sibuk dan tidak bisa menjemputku Lang" kata David.


"Aku memang sibuk...Sibuk menyiapkan kejutan untukmu" kata Elang.


"Selamat datang Boy,selamat datang di rumah" kata Edo.


"Terima kasih semuanya...terima kasih sudah repot-repot menyambut kami" ucap David sambil merangkul Sari.


"Sari sini" kata Rere.


"Ada apa Re?" tanya Sari.


"Ikut aku yok" ajak Rere.


Sari mengikuti langkah Rere menuju salah satu kamar yang ada di rumah itu.


Rima,Rianti dan Umi mengikuti Rere dan Sari dari belakang.


Ceklek


Rere membuka pintu kamar lalu menyuruh Sari untuk masuk.Sari masuk ke dalam kamar itu lalu menutup mulutnya pakai kedua telapak tangannya.


"Revan,Kiandra,Winara" ucap Sari lalu menghampiri ketiga anak yang pernah di asuhnya dulu.


Sari memeluk tubuh Revan sambil menangis bahagia.


"Selamat datang onty" ucap Revan sambil memberikan sekuntum bunga pada Sari.


"Terima kasih sayang" ucap Sari lalu mencium pipi Revan.


Revan mengelap pipi yang tadi di cium Sari.


"Kok di lap sayang?" tanya Sari bingung.


"Revan sudah besar onty,kalo mau cium lebih baik onty cium adik kembar saja" jawab Revan.


"Uh...makin gemes deh onty sama kamu" kata Sari sambil mencubit pipi Revan.


Sari mendekati Winara yang sibuk dengan bonekanya dan Kiandra yang sibuk dengan cemilannya.Sari membawa Winara dan Kiandra ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Onty kangen sama kalian" ucap Sari,wajahnya terlihat sedih.


Rere dan Rima menghampiri Sari lalu memeluknya dari belakang.


"Aku bahagia sekali hari ini,terima kasih" ucap Sari.


"Kami semua juga bahagia,akhirnya kamu kembali lagi kesini dan kita bisa kumpul lagi seperti dulu" kata Rere.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu.


Umi membuka pintu lalu melihat siapa yang datang.


"Nak Elang,ada apa?" tanya Umi.


"Mau ajak Rere pulang Umi,sudah siang dan Elang harus survei lapangan hari ini" jawab Elang.


"O ya sudah,masuklah" kata Umi.


Elang masuk ke dalam kamar.


"Sayang pulang yuk,udah siang.Aku harus pergi bekerja nih" kata Elang.


"Pulang? Emangnya ini bukan rumah kalian?" tanya Sari.


"Ini rumahmu dan Hasan sayang,Elang yang membelinya untuk kalian" kata Umi.


"Tuan" kata Sari.


"Panggil namaku saja Sari,sekarang aku bukan lagi majikanmu" kata Elang.


"Aku panggil Abang saja boleh?" tanya Sari.


"Boleh,kemarilah aku sekarang abangmu dan kamu adalah adikku" kata Elang sambil merentangkan kedua tangannya.


Sari menoleh kearah Rere dan Rere menganggukkan kepalanya.Sari berjalan mendekati Elang lalu menghambur ke dalam pelukan Elang.


"Jangan pernah bersedih lagi,jangan pikirkan hal yang tidak penting,fokus saja pada tugasmu sebagai seorang istri dan layani suamimu dengan baik" nasihat Elang pada Sari.


"Rumah ini hadiah pernikahan dari Abang untuk kamu dan David" kata Elang lagi.


"Terima kasih Bang" ucap Sari.


Rere menghampiri Elang dan Sari.


"Jangan terlalu banyak pikiran,santai saja.Semua akan indah pada akhirnya nanti" kata Rere sambil menggenggam tangan Sari.


"Terima kasih Re" ucap Sari lalu memeluk Rere.


"Istirahatlah,kamu pasti lelah nak.Kami pamit pulang dulu ya" kata Umi lalu mencium kening Sari.


"Iya Umi,terima kasih" kata Sari.


Rima,Rianti dan Umi bergantian memeluk Sari.Mereka membisikkan kata penyemangat untuk Sari,setelah itu mereka pun keluar dari kamar itu.


"Kalian semua beneran mau langsung pulang nih?" tanya David.


"Iya Vid,kami harus survei lapangan hari ini dan Haris juga harus membuka tokonya" tutur Elang.


"Baiklah kalo begitu,terima kasih" ucap David.


"Terima kasih Lang untuk semua yang telah kamu berikan padaku" ucap David.


"Kita adalah saudara David,ingat itu" kata Elang.


Semua yang ada di situ bersalaman pada David dan Sari setelah itu mereka menuju ke mobilnya masing-masing lalu pergi meninggalkan rumah David.


"Semua sudah pulang ke rumah masing-masing,rumah ini jadi sepi" gumam Sari.


"Kita istirahat yuk,tubuhku lelah sekali" kata David.


Sari dan David masuk ke dalam rumahnya,tidak sengaja David menoleh ke meja yang ada di ruang tamu.


"Sayang ini milik siapa?" tanya David pada Sari.


Sari melihat ke kotak yang sedang David pegang.


"Sepertinya mainan milik Revan,simpan saja nanti kita kembalikkan saat berkunjung ke rumah mereka" kata Sari.


David membolak balik kotak berukuran sedang di tangannya.


"Untuk David dan Sari" kata David sambil membawa tulisan yang ada di bawah kotak.

__ADS_1


"Ini untuk kita sayang" kata David.


"Coba buka dan kita lihat isinya" kata Sari.


David membuka kotak tersebut dan melihat isi di dalamnya.Terdapat satu buku dan sebuah kunci mobil.David mengambil selembar kertas yang ada di kotak itu lalu membacanya.


📨


"Teruntuk saudara kami,David.Hanya ini yang bisa kami berikan sebagai hadiah untukmu dan juga istrimu.Semoga bermanfaat....


saudaramu,



Edo dan Haris"


Begitulah kira-kira isi surat yang ada di dalam kotak itu.


"Alhamdulillah" ucap David sambil melipat kertas yang tadi di bacanya.


"Dari siapa sayang?" tanya Sari.


"Dari Edo dan Haris" jawab David.


"Mereka orang-orang yang baik,aku bersyukur bisa mengenal mereka" kata Sari.


"Ayo kita ke kamar yang sudah dipilihkan Rere untuk kita" ajak David.


David menggandeng tangan Sari menuju kamarnya yang ada di lantai dua.


Ceklek


David membuka pintu kamar lalu mengajak Sari masuk.


"Wow indah sekali kamarnya,siapa yang menghiasnya" kata Sari saat melihat kamarnya bertaburan bunga mawar.


"Itu kado dari siapa lagi di atas kasur?" tanya David.


"Aku juga tidak tau sayang,kita buka saja yuk" kata Sari.


Sari membuka kotak pertama karena di kotak itu bertuliskan untuk dirinya.


"Alat shalat" kata Sari.


"Dari siapa?" tanya David.


Sari mengambil kertas yang ada di dalam kotak lalu membacanya.


"Dari Umi" jawab Sari setelah mengetahui siapa yang memberinya kado.


"Yang ini pasti dari Abi" kata David.


"Kok kamu yakin begitu sayang?" tanya Sari.


"Tu lihat tulisan di kotaknya,cuma ada tulisan yang di khususkan untukku" jawab David.


David membuka kado itu dan melihat isi dalamnya.


"Sama seperti yang Umi berikan padamu" tutur David.


"Itu tandanya Umi dan Abi sayang pada kita" kata Sari.


"Nah tu satu lagi dari siapa?" tanya David.


Sari membuka kotak kado yang terakhir lalu melihat isi di dalamnya.


"Gila siapa yang menaruh ini di dalam kotak" kata Sari saat melihat isi dalam kotak itu adalah beberapa helai lingerie yang sangat seksi.


"Mereka tau apa yang ku mau" ucap David sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Dasar mesum" kata Sari sambil melempar lingerie itu pada David.


Hahaha


David tertawa melihat tingkah istrinya.


David merebahkan tubuhnya di kasur yang bertaburan kelopak bunga Mawar.


"Sini sayang" kata David sambil menepuk lengannya.


Sari mendekati David lalu merebahkan tubuhnya di samping David dengan posisi kepala di lengan David.David memiringkan tubuhnya lalu memeluk tubuh Sari.


Cup

__ADS_1


David mencium puncak rambut Sari kemudian memejamkan matanya.Sari membalas pelukan David dan diapun mulai tertidur.


__ADS_2