
Wildan sedang menikmati waktu santainya di rumah berdua bersama Arumi,istri yang sangat di cintainya.Arumi duduk di lantai bersandar di dinding dan Wildan berbaring di lantai yang beralaskan karpet tebal dan kepalanya berada di pangkuan Arumi.
Sambil menonton tivi mereka juga ngobrol merencanakan masa depan anak-anaknya esok hari.
"Wili udah dong aku geli" kata Arumi sambil berusaha menyingkirkan kepala Wildan dari pengkuannya.
Sedari tadi Wildan sibuk menciumi perut Arumi.
"Tapi aku suka Bu" kata Wildan tanpa menghentikan aksinya.
"Wili ayolah,aku geli nih.Udah dong" pinta Arumi.
"Kira-kira besok anak kedua kita laki-laki atau perempuan?" tanya Wildan sambil mendongakkan kepalanya melihat ke wajah Arumi.
"Laki-laki atau perempuan bukankah sama saja" jawab Arumi.
"Aku sudah tidak sabar menunggunya keluar" kata Wildan.
Arumi tersenyum,dia sangat bahagia sekali.Di kehamilannya yang kedua dia mendapat perhatian sepenuhnya dari Wildan dan Andre juga sekarang sangat bahagia tinggal bersama orang tua Wildan.Mereka sangat menyayangi dan memanjakan Andre.
"Wil besok ke rumah Mama yuk,aku kangen sama Andre" kata Arumi.
"Besok pagi aku ada meeting di hotel dan siangnya aku ada pertemuan dengan Elang cs mau bahas soal bisnis" tutur Wildan.
"Semenjak tinggal sama Nenek dan Kakeknya,Andre melupakan aku" keluh Arumi.
"Itu tandanya Nenek dan Kakeknya sangat menyayangi Andre begitu pun sebaliknya.Sudahlah Andre sudah besar dia sudah bisa memilih dimana dan sama siapa dia harus tinggal" kata Wildan.
"Sudah lama aku tidak memeluknya saat tidur" kata Arumi.
"Kan ada Ayahnya yang bisa kamu peluk dan kamu cium"goda Wildan.
"Bisa aja kamu ya Wil" kata Arumi sambil mencubit kedua pipi Wildan.
"Sudah larut malam,tidak baik ibu hamil begadang.Ayo tidur" ajak Wildan.
Arumi mengangguk.
Wildan mengambil remot lalu mematikan tivi setelah itu dia menggendong Arumi ala brydal style menuju kamarnya.Sesampainya di kamar Wildan merebahkan tubuh Arumi di kasur setelah itu dia pun berbaring di samping Arumi.Lalu mereka berdua pun tidur dengan nyenyak.
***
Di tempat lain,
Papa Danu sedang menikmati kopinya,Papa duduk santai di teras rumahnya.Tidak lama Mama datang dan duduk di samping Papa.
"Papa lagi mikirin apa sih,ngelamun gitu?" tanya Mama.
"Bukan melamun Ma,tapi Papa sedang mikir malam ini kenapa kopinya beda dari malam-malam biasanya.Mana mengganti resepnya ya atau merubah takarannya" kata Papa.
"Seperti biasa kok Pa gak Mama rubah sedikit pun" sanggah Mama.
"Minggu besok Papa di undang oleh teman bisnis Papa,dia akan melaksanakan acara pernikahan anaknya" tutur Papa.
"Siapa Pa?" tanya Mama.
"Itu lho Ma Pa Guntur anaknya yang duda anak dua mau menikah,katanya sih calon istrinya orang sekitar kita sini tapi Papa belum tau siapa.Anak-anak kita semua juga di undang"jawab Papa.
Saat mereka sedang ngobrol mobil Elang masuk ke halaman rumah,setelah memarkirkan mobilnya Elang pun turun dari mobilnya.
"Tumben malam-malam ke sini Lang?" tanya Mama.
"Sekalian lewat jadi Elang mampir Ma" jawab Elang.
"Oya Pa apa Papa di undang oleh Pak Guntur ke acara pernikahan anaknya?" tanya Elang pada Papa.
"Iya Lang,baru tadi pagi Pak Guntur telpon Papa" jawab Papa.
"Papa tau gak calon menantunya siapa?" tanya Elang.
"Pak Guntur gak bilang calon menantunya siapa tapi yang Papa dengar katanya calon menantunya berasal dari kota ini" jawab Papa.
"Gina,calon menantu Pak Guntur adalah Gina" kata Elang lalu duduk di kursi.
"Gina siapa Lang,kamu kenal?" tanya Mama.
"Gina mantan Haris Ma.Elang gak kenal tapi pernah ketemu di bandara waktu Gina hendak pergi keluar kota dan kabur dari Papanya" jawab Elang.
"Kenapa harus kabur Lang?" tanya Papa.
"Papanya memaksa Gina untuk kembali mendekati Haris Pa,kalo Gina tetap disini dia takut kalo kehadirannya akan merusak rumah tangga Haris akibat ulah Papanya" jawab Elang.
"Gadis yang baik,semoga kebahagiaan selalu bersamanya" ucap Papa.
Mama masuk ke dalam rumah karena sudah tidak tahan menahan kantuknya,sedangkan Elang dan Papa masih mengobrol di teras.
Entah apa yang di bicarakan oleh mereka berdua,kadang wajah mereka terlihat sangat serius kadang juga mereka tertawa.
Malam terus berlalu dan Elang pun pamit untuk pulang.
Elang masuk ke mobilnya dan langsung mengemudikkannya.Elang mengemudikan mobilnya dengan santai.Tidak lama kemudian dia pun sudah sampai di rumahnya.Elang memarkirkan mobilnya begitu saja di depan rumah.
Rumah sudah sepi,karena semua sudah terlelap.Elang masuk ke kamarnya dan langsung naik ke kasurnya kemudian dia pun tertidur.
__ADS_1
Keesokan harinya...
Romlah sedang membangunkan Revan,tapi Revan tidak juga mau membuka matanya.
"Abang ayo bangun,emang Abang gak sekolah" kata Romlah sambil mengguncangkan tubuh Revan.
"Ini hari minggu Mbak Romlah,sekolah tutup" jawab Revan dengan malas.
"Oh benarkah,kenapa Mvak bisa lupa ya" kata Romlah.
"Itu karena Mbak sudah tua" kata Revan yang kembali tertidur sambil memeluk bantal gulingnya.
"Eh sembarangan bilang Mbak Romlah udah tua,ayo bangun walaupun libur Revan harus tetap bangun" kata Romlah.
Revan bangun lalu duduk di kasurnya,setelah itu dia turun dari kasur dan melangkah keluar dari kamarnya sambil menggeret bantal gulingnya.
"Revan mau kemana?" tanya Romlah.
"Mau ngungsi ke kamar Daddy,disini berisik" jawab Revan.
Ups...Romlah menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Tok tok tok
"Mommy" teriak Revan.
Ceklek
Rere membuka pintu lalu menyuruh Revan masuk.
Revan naik ke atas kasur lalu tidur di samping Elang.
"Kenapa pindah?" tanya Rere sambil mengerutkan keningnya.
"Mbak Romlah berisik" jawab Revan.
"Berisik kenapa?" tanya Rere lagi.
"Sama kayak Mommy ngoceh melulu" jawab Revan.
Elang tersenyum mendengar jawaban Revan.
"Ya sudah sini tidur lagi sama Daddy" kata Elang lalu memeluk anak tertuanya itu.
__ADS_1
Elang kembali tertidur sambil memeluk Revan.Rere hanya mampu menggelengkan kepalanya saja.
Rere keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dapur.
"Mbak Diah kemana Nia?" tanya Rere.
"Ke pasar sama Pak Eko" jawab Nia.
"Pak Harun belum datang?" tanya Rere.
"Inikan hari munggu Non,biasanya kalo datang pun pasti siang" jawab Nia.
"Oh iya ya aku lupa" ucap Rere.
Rere dan Nia melanjutkan membuat sarapan.
Mereka hanya membuat roti bakar saja karena stok makanan sedang habis.Setelah roti bakar selesai di buat,Rere kembali masuk ke kamarnya untuk mandi.
\*\*\*
David membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling kamarnya,Sari dan Abian tidak ada.David turun dari kasurnya lalu keluar dari kamar untuk mencari istri dan anaknya.
"Bunda..." kata David memanggil Sari.
Tapi tidak ada jawaban dari Sari.
David berjalan ke ruang keluarga dan melihat Sari tertidur di sana bersama Abian.
"Astaga kenapa kalian tidur di sini,apa yang terjadi?" tanya David.
Sari membuka matanya secara perlahan saat mendengar suara David.Sari tersenyum kemudian kembali tertidur.
"Pasti kamu lelah kan Bun dan malam tadi Abian pasti rewel" gumam David sambil membelai rambut Sari.
"Abian gak rewel Ayah,dia cuma begadang saja dan sibuk mengoceh.Jadi Bunda bawa Abian kemari agar ocehannya tidak mengganggu Ayah tidur" kata Sari dengan suara seraknya,matanya masih terpejam.
"Kenapa gak bangunkan Ayah saja Bun,kan Ayah bisa temani Abian begadang" kata David.
"Ayah capek seharian kerja,masa harus ikut mengurus Abian juga" kata Sari,kali ini dia membuka matanya.
David berbaring di samping Sari.
Cup
David mencium kening Sari.
"Jika seorang istri bisa bekerja untuk membantu keuangan keluarga,maka seorang suami juga harus bisa membantu istri mengurus anak dan rumah.Di dalam rumah tangga itu harus saling membantu,bukan saling berbagi tugas" tutur David.
__ADS_1
Sari terdiam,tidak tahu harus ngomong apa.Karena masih mengantuk Sari memilih kembali tidur sambil memeluk tubuh suaminya dan David pun membalas pelukan Sari.