Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 75


__ADS_3

Hujan sudah reda walaupun langit masih terlihat mendung.Elang dan Rere hendak pergi ke tempat liburan selanjutnya,sedangkan Rima dan Edo tetap tinggal.


Rere masuk ke kamar Rima untuk berpamitan.


"Aku pamit dulu ya Rima,nikmatilah masa liburanmu sekaligus bulan madu" goda Rere.


"Kamu ya Re ada-ada aja ih" ucap Rima tersipu malu.


"Harus kamu tau Rima bertempur dengan cara yang lembut itu sangat nikmat,cobalah" bisik Rere di telinga Rima,Kemudian Rere keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sudah menunggu di mobil.


"Buruan sayang nanti keburu malam,udah jam tiga nih" kata Elang dari dalam mobil.


"Iya sayang ini juga udah cepet kok" kata Rere sambil masuk ke dalam mobil.Elang langsung melajukan mobilnya secara perlahan keluar dari area rumah Edo.


"Tanah ini milik keluarga Alberto" Rere membaca tulisan pada papan yang terpasang di sisi jalan.


"Pantesan aja dia bilang mau ngusir penduduk kalo berani grebek,ternyata ini kawasan beruang kutub" gumam Rere lirih.


"Kamu pengen liburan ke kutub sayang,gak boleh kamu lagi hamil" cegah Elang.


"Tunggu lahiran dulu baru setelah itu ke kutub" jawab Rere sekenanya.


Setelah beberapa menit menempuh jalanan yang terjal dan berliku akhirnya mereka mulai memasuki kota.Elang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Loh sayang ini kan jalan menuju kantormu" ucap Rere.


"Iya sayang,kamu benar.Ternyata ingatanmu cukup bagus" kata Elang.


"Kita gak jadi liburan lagi" kata Rere sambil mengerucutkan bibirnya.


Elang tidak menghiraukan perkataan Rere,dia tetap melajukan mobilnya.Tidak lama mereka sudah sampai di kantor Elang.


"Ayo turun" ajak Elang.


Rere menuruti perkataan suaminya dengan wajah muram,Elang tersenyum melihat istrinya yang cemberut.Elang membawa Rere ke atap gedung, disana sudah ada helikopter beserta pilotnya.


"Selamat sore Tuan,selamat sore Nona" sapa pilot itu.


"Kita pergi sekarang,sebelum malam" perintah Elang.


"Baik tuan"


Helikopter yang mereka naiki sudah lepas landas dan meninggalkan gedung kantor Elang.Rere masih memasang wajah cemberutnya.Helikopter berada di atas laut menuju ke sebuah pulau.


"Sayang kita mau ke pulau itu?" tanya Rere dengan wajah berbinar.


"Iya sayang,sebenarnya jalan menuju pulau itu berada tidak jauh rumah Edo tadi.Tapi karena kamu trauma naik kapal laut jadi aku membawamu naik helikopter ini" tutur Elang.


Rere bahagia mendengar jawaban Elang,dia langsung memeluk tubuh suaminya itu.


"Terima kasih sayang"ucap Rere.


"Ucapkan terima kasihnya nanti saja kalo sudah sampai di villa dan lihat siapa yang akan menyambutmu di sana" kata Elang.


"Emang disana ada siapa sayang?" tanya Rere penasaran.


"Kamu lihat saja nanti" jawab Elang.


Tidak butuh waktu lama akhirnya helikopter mendarat di landasan yang ada di situ.Elang mengajak Rere untuk turun dan memasuki area villa yang cukup besar.Banyak para pelayan yang sedang sibuk bekerja.


"Tidak ada yang menyambutku kecuali pemandangan yang indah dan para pelayan yang sedang sibuk bekerja" Rere mengeluh.


"Lihat saja,sebentar lagi dia pasti akan berlari menyambutmu dan memelukmu" ucap Elang.


"Siapa dia,laki-laki atau perempuan?" tanya Rere.


"Laki-laki" jawab Elang sambil berbisik di telinga Rere.


Rere menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Elang.


"Kamu mau menjualku pada laki-laki hidung belang pemilik villa ini sayang?" tanya Rere.


Belum sempat Elang menjawab pertanyaan Rere tiba-tiba ada suara yang memanggil Rere.

__ADS_1


"Mommy" teriak Revan sambil berlari menghampiri Rere.


Rere terkejut melihat Revan ada disana.Air matanya berlinang membasahi pipinya.Rere menjongkokkan tubuhnya dan Revan pun memeluknya.


"Revan disini sayang,ah...mommy rindu sekali" kata Rere sambil memeluk anak sambungnya itu.


"Ini ada dedek bayinya ya mommy?" tanya Revan sambil memegang perut Rere.


"Iya sayang didalam sini ada adiknya Revan" jawab Rere.


"Rere...Elang kalian sudah sampai" Mama Sofia menghampiri mereka.


"Mama,kapan sampai? Kok gak kasih kabar ke Rere" tanya Rere.


"Mama sudah dua hari disini sayang,tapi Elang melarang mama mengabarimu.Katanya biar jadi kejutan" jawab Mama Sofia.


Rere menatap Elang dengan tatapan tajam.


"hemmm...bisa gawat ini,harus cepetan kabur nih sebelum singa mengamuk" gumam Elang dalam hati.


"Revan ikut Daddy yuk" ajak Elang yang langsung menggendong tubuh Revan.


"Revan mau sama mommy daddy,turunin" teriak Revan.


Elang tetap berjalan meninggalkan Rere dan Mamanya.


"Kenapa Elang Re kok langsung kabur aja?" tanya Mama Sofia bingung.


"Gak tau tu Ma,mungkin dia rindu sama Revan dan ingin bermain bersama" jawab Rere.


"Ayo masuk Re,udah mau maghrib nih" Mama mengajak Rere masuk ke dalam villa.


"Papa mana Ma? kok dari tadi Rere gak lihat Papa ya"tanya Rere.


"Papa pergi menemui orang tua Edo,kan sebentar lagi Edo dan Rima akan menggelar acara resepsi pernikahan" jawab Mama.


Rere terdiam mendengar jawaban Mama Sofia,lalu dia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Kamu kenapa diam Re,apa kamu ingin menggelar resepsi juga?" tanya Mama merasa bersalah.


"Kamu bisa menggelar resepsi setelah kamu melahirkan nanti Re" Mama masih merasa bersalah.


"Resepsi apa Ma?" tanya Elang yang sudah memakai baju koko dan sarung.


"Resepsi Edo dan Rima...kamu sudah rapi sayang,antar aku ke kamar aku juga mau mandi dan shalat" kata Rere.


"Rere ke kamar dulu ya Ma"


"Iya sayang" kata Mama Sofia.


Elang membawa Rere ke kamarnya,kamar Elang terletak di bagian belakang,karena dari kamarnya dia bisa langsung melihat keindahan pantai.


"Cepetan mandi air hangatnya sudah aku siapkan,aku mau melihat Revan dulu sudah siap atau belum.Aku akan mengajaknya shalat bersama kita" tutur Elang.


Rere masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lama kemudian dia sudah menyelesaikan mandinya.Setelah keluar dari kamar mandi Rere kebingungan mencari kopernya.


"Dimana kopernya,apa Elang lupa menurunkan dari mobil waktu di kantornya tadi?" gumam Rere.


Ceklek...Elang membuka pintu dan masuk ke dalam kamar bersama Revan.


"Aaaaaaa" Rere berteriak dan langsung masuk lagi ke dalam kamar mandi.


"Mommy kenapa Dad?" tanya Revan bingung.


"Daddy juga gak tau" jawab Elang santai.


Rere membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya.


"Sayang koperku dimana,aku tidak menemukannya?" tanya Rere.


"Bajumu ada di dalam lemari,aku sudah menyiapkannya" jawab Elang.


"Tolong ambilkan,aku gak mungkin keluar hanya memakai handuk ini saja" ucap Rere.

__ADS_1


Elang menuju lemari dan mengambilkan baju ganti untuk Rere.Revan masih memasang wajah bingungnya.Setelah memakai baju Rere keluar dari kamar mandi dan mereka pun langsung melaksanakan shalat maghrib.


***


Edo dan Rima sedang menyantap makan malamnya,kali ini Rima yang masak.Bi Romlah tidak datang karena alasan sakit.Setelah makan Rima membereskan bekas makannya dan membawanya ke dapur.


"Biar aku saja yang mencuci piring kotornya" pinta Edo.


"Rima saja kak,ini cuma sedikit kok" kata Rima lalu mencuci piring bekas mereka makan.


Edo memberanikan diri memeluk tubuh Rima dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Rima.


"Apa kita besok akan punya anak juga seperti Elang dan Rere?" tanya Edo sambil memainkan jarinya di perut Rima.


"Kak udah dong Rima geli nih,nanti piringnya jatuh dan pecah lho" kata Rima.


"Biar saja pecah,aku bisa membeli yang baru bahkan jika kamu mau aku bisa beli pabriknya sekalian" jawab Edo kali ini dia mulai mencium tengkuk Rima.


Tubuh Rima menegang menerima perlakuan Edo,tapi Edi tidak menghentikan aksinya.Selain gairahnya sudah menggelora diapun ingin mencoba menghapus trauma Rima secara perlahan.


"Kak" Kata Rima sambil menahan Tangan Edo yang masih berada di perutnya.


Edo tidak menjawab Rima,dia tetap menciumi tengkuk Rima.


"Jangan takut sayang,aku akan melakukannya dengan lembut" bisik Edo.


Bulu kuduk Rima meremang merasakan hembusan nafas Edo yang menyentuh telingganya.


Edo membalikkan tubuh Rima yang masih menegang dan menyandarkannya di dinding dapur,Edo belum berani membawanya ke kamar.


Rima meremas bajunya,keringat mulai mengucur membasahi tubuhnya tapi Edo tidak peduli.Dia memberanikan diri mencium bibir Rima dan ********** dengan lembut.


"kak...ah" desah Rima,tubuhnya sudah tidak setegang tadi.


Edo melepas ciumannya.


"Nikmati saja sayang,jangan takut" kata Edo.


Edo menggendong tubuh Rima dan membawanya masuk ke dalam kamar,lalu merebahkannya di atas kasur.


Rima menatap wajah Edo yang berada di atasnya.


"Lakukanlah Kak,kamu berhak mendapatkan hakmu atas diriku" kata Rima.


"Aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap" ucap Edo.


Rima memberanikan diri melepas kancing kemeja Edo,sebagai sinyal kalau dia sudah siap,Edo menahan tangan Rima.


"Jangan melakukan sesuatu dalam keadaan terpaksa,kamu akan menyesal nanti.Istirahatlah,hari sudah malam" ucap Edo sambil turun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Apa karena bekas orang lain sehingga kakak jijik pada tubuhku?" tanya Rima.


Edo menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya.Rima sudah dalam posisi duduk sambil bersandar di sandaran tempat tidur.Edo berjalan menghampiri Rima sambil membuka bajunya.


"Kalau aku jijik aku tidak akan menerima tawaran papamu untuk menikahimu,kalau aku jijik padamu aku tidak akan pernah mencintaimu.Banyak gadis di luar sana yang mungkin masih suci tapi hatiku memilihmu.Jangan pernah katakan kata-kata itu lagi,hatiku sakit mendengarnya" tutur Edo.


Rima menoleh ke arah Edo yang berdiri di pinggir tempat tidur.Edo menarik tubuh Rima ke dalam pelukannya,tangannya mulai beraksi lagi.


"Aku milikmu kak" bisik Rima di telinga Edo.


Edo membuka pakaian yang melekat di tubuh Rima,sejenak dia memandang tubuh polos yang indah di hadapannya.Kemudian dia mendekatkan wajahnya dan ******* bibir yang sudah menjadi candu baginya.


Rima membalas ciuman Edo,dia membuka mulutnya.Edo tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,tangannya mulai bermain ditubuh Rima.


"Ah...kak...


"Mendesahlah sayang,aku menyukainya" ucap Edo lalu menciumi leher Rima dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana.


"E...do...sa...yang..aaahhh"


Edo terus melancarkan aksinya,tidak lama mereka melakukan penyatuan.Cukup lama Edo melakukannya sampai akhirnya tubuh mereka menegang meraih kenikmatan.Edo menyemburkan cairan benih miliknya di dalam rahim Rima


"Semoga dia segera hadir disini" ucap Edo lalu ambruk di atas tubuh Rima.

__ADS_1


Rima menyunggingkan senyumnya.


"Benar kata Rere,tidak semua laki-laki seperti Juragan Eman" gumam Rima lalu dia memejamkan matanya.


__ADS_2