Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 133


__ADS_3

Haris baru saja datang ke rumahnya,tubuhnya terasa sangat lelah sekali setelah seharian bekerja di tokonya,hari ini barang masuk cukup banyak dan toko pun cukup ramai pengunjung sehingga dia harus ikut turun tangan.Haris duduk di sofa sambil melepas sepatunya lalu duduk bersandar di sofa.


"Kamu sudah pulang Mas?" tanya Rianti sambil berjalan menghampiri Haris.


"Iya sayang,baru saja datang.Bagaimana hari ini apa masih terasa mual dan sering muntah?" tanya Haris.


"Seperti biasa Mas tapi tidak terlalu sering seperti kemarin,hari ini sudah mulai berkurang muntahnya" jawab Rianti lalu duduk di samping Haris.


Haris turun dari sofa dan menjongkokkan tubuhnya di depan Rianti.


"Maafkan Ayah ya nak,hari ini harus pergi bekerja.Kata Bunda hari ini kamu nakal ya,bikin Bunda muntah terus" oceh Haris lalu mencium perut Rianti.


"Aku buatkan teh ya Mas" kata Rianti.


"Tidak usah sayang,aku sudah minum kopi tadi di toko" jawab Haris.


"Maaf ya Mas aku merepotkanmu,aku tidak bisa melayanimu dengan baik" Rianti merasa bersalah.


"Sstttt...Kamu bicara apa sih sayang,kamu sama sekali gak bikin Mas repot kok.Harusnya Mas yang minta maaf sama kamu sayang,Mas gak bisa nemenin kamu di rumah.Seharusnya Mas ada di samping kamu saat-saat seperti ini" tutur Haris.


"Mas kalo aku sudah sehat dan gak muntah-muntah lagi,aku boleh ikut ke toko gak?" tanya Rianti.


"Tentu saja boleh sayang,toko itu sekarang milikmu juga" jawab Haris.


"Ya sudah Mas sekarang mandi ya,aku siapkan makan malam untuk Mas" kata Rianti.


"Baiklah sayang,kalo begitu Mas ke kamar dulu ya,badan Mas juga udah lengket banget nih.Mas mandi dulu ya" kata Haris.


Cup


Haris mencium kening Rianti lalu berjalan menuju kamarnya.


Rianti pergi ke dapur lalu menyiapkan makan malam untuk Haris,Rianti membawa makanan dan menghidangkannya di meja makan.Setelah selesai menghidangkan makanan untuk suaminya Rianti kembali ke ruang tamu.


"Sayang aku disini" kata Rianti saat melihat Haris berjalan ke arah ruang makan.


"Ayo kita makan" ajak Haris sambil berjalan menghampiri Rianti.


"Kamu saja yang makan Mas" kata Rianti.


Haris duduk di samping Rianti.


"Malam ini kamu mau makan apa hemmm.Apa mau makan bakso lagi seperti kemarin?" tanya Haris.


Rianti menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Jadi yayangnya Mas Haris mau makan apa malam ini?" tanya Haris sambil menyelipkan rambut Rianti ke belakang telinga.


"Aku pengen makan mie aceh yang ada di dekat rumah lama" jawab Rianti sambil menelan ludahnya.


"Mas yang beli kesana atau kamu mau ikut pergi juga?" tanya Haris.


"Mas pergi sendiri ya,Rianti tunggu di rumah aja" jawab Rianti.


"Oke sayang,apa ada yang lain lagi yang kamu inginkan?" tanya Haris.


"Bakso cuangki yang mangkal di depan tukang mie aceh,boleh gak?" tanya Rianti.


"Tentu saja boleh sayang,aku pergi dulu ya" pamit Haris.

__ADS_1


"Hemmm...." Rianti mendehem sambil mengangguk.


"Hati-hati sayang" pesan Rianti.


Semenjak menikah Haris pindah ke rumah baru hadiah pernikahannya dari Papa Danu.Selain rumahnya lebih besar rumah yang baru lebih dekat ke toko milik Haris.


Haris masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Walau tubuhnya terasa sangat lelah Haris tetap pergi untuk membeli keinginan istrinya,karena hanya makanan yang di mintanya yang bisa masuk ke perut Rianti dan dia tidak muntah.


***


Malam ini rumah Elang sangat ramai kerena Papa dan Mama datang berkunjung.Papa dan Elang sedang mengobrol di ruang kerja,sedangkan Rere,Mama,anak-anak dan para pelayan sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Lang bagaimana keadaan kantor...aman?" tanya Papa.


"Aman Pa,Papa tenang saja" jawab Elang.


"Papa bangga padamu Lang,semenjak menikah dengan Rere Papa lihat hidupmu makin tertata.Kamu lebih sering berada di rumah dan berkumpul dengan keluargamu.Tidak seperti dulu,kamu lebih sering tidur di kantor dan jarang pulang" tutur Papa.


"Rere yang banyak membawa perubahan padaku Pa,dia tidak seperti wanita lain.Walau dia tau aku kaya dan bergelimang harta dia tidak sombong dan tetap hidup sederhana.Aku bersyukur bisa memilikinya" kata Elang.


"Lang tidak semua perempuan itu gila harta dan suka berfoya-foya,Kamu harus tau itu" kata Papa.


Elang mangut-manggut saja.


Huaaaa...


Tiba-tiba terdengar suara tangisan yang sangat kencang di sertai gelak tawa.


"Siapa yang menangis sekencang itu Lang?" tanya Papa.


"Itu suara Winara Pa" jawab Elang sambil melangkah keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan menuju ruang keluarga,Papa mengikuti Elang dari belakang.


Semua yang sedang tertawa pun terdiam saat mendengar suara Elang.


"Anak nangis bukan di bujuk supaya diam malah di ketawain.Orang tua gak ada akhlaknya emang kalian semua" celoteh Papa.


"Winara menangis karena mainannya di rebut Kiandra Pa,trus Kiandra membuang mainan Winara dan mainan Winara masuk ke dalam piring makanan Revan" tutur Mama.


"Kecil-kecil udah belajar jail kamu ya sayang" ucap Elang lalu berbaring di lantai tepat samping Kiandra.


"Anak Daddy mulai nakal ya" kata Elang.


Kiandra merangkak menaiki tubuh Elang lalu duduk di perut Elang.


"Goyang terus di perut Daddy Kiandra,biar langsing tu perut Daddymu" celoteh Mama.


"Emang perut Elang buncit ya Ma?" tanya Elang.


"Enggak sayang Mama cuma bercanda kok,kamu masih tetap seperti yang dulu kok masih seksi" kata Rere sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Elang.


"Ah kamu memang yang terbaik sayang" puji Elang sambil mengangkat ibu jarinya.


Winara sudah berhenti menangis dan kembali bermain.Revan meletakkan piringnya di atas meja lalu berjalan menghampiri Rere.


"Mommy bobok yok,Revan sudah ngantuk" kata Revan sambil bergelayut manja di tangan Rere.


"Revan gak ikut ke rumah Oma sama Opa aja?" tanya Mama.


Revan menggelengkan kepalanya sambil menguap.

__ADS_1


"Di rumah Oma banyak es krim lho" rayu Mama.


"Di kulkas Revan juga banyak" jawab Revan gak mau kalah.


"Ma...Pa...Rere antar Revan tidur dulu ya,kasian dia udah ngantuk nih" kata Rere.


"Iya sayang,sebentar lagi kami juga mau pulang" kata Mama.


"Loh Mama sama Papa tidak menginap disini saja?" tanya Elang.


"Maunya sih nginep Lang,tapi besok pagi Papa sama Mama mau pergi ke rumah adikmu dan kami sama sekali belum berkemas" jawab Papa.


"Kok Papa gak bilang dari jauh-jauh hari kalo mau pergi ke rumah Cindra?" tanya Elang.


"Papa juga baru tadi sore kepikiran mau ke rumah Cindra.Sudah lama kami tidak kesana Lang,kasihan adikmu kalo kami tidak berkunjung kesana.Nanti Papa di bilang pilih kasih lagi" tutur Papa.


"Papa benar,Elang juga sudah lama tidak ketemu Cindra.Tapi Elang belum bisa kesana karena Kiandra dan Winara masih kecil Pa.Sampaikan salam dan permohonan maafku pada Cindra ya Pa" kata Elang.


"Nanti akan Papa sampaikan" jawab Papa.


"Romlah bawa Kiandra sama Queen ke kamar,sepertinya mereka sudah mengantuk" perintah Mama.


"Baik Nyonya" jawab Romlah.


Romlah,Diah dan Nia pun membawa Baby twins ke kamarnya.Setelah itu Diah dan Nia kembali lagi ke ruang keluarga untuk mengemasi mainan Revan dan Baby twins yang berserakan.


"Besok saja kalian bereskan mainannya,sekarang pergilah istirahat ke kamar kalian.Hari sudah malam" kata Elang.


"Baik Tuan" kata Diah dan Nia bersamaan lalu pergi dari sana.


"Bagaimana kabar Silvi Lang,apa kamu pernah mengunjunginya?" tanya Papa.


"Elang dan Rere pernah mengunjunginya Pa,tapi dia malah bertingkah kurang ajar pada Rere sejak saat itu Elang malas pergi kesana" jawab Elang.


"Anak itu tidak ada kapoknya,tau begitu aku meminta pengadilan untuk menjatuhkan hukuman mati saja untuknya" kata Mama.


"jangan begitu Ma,kita harus memikirkan Revan.Bagaimanapun Silvi adalah ibu kandung Revan" kata Papa.


"Apa Papa tidak takut saat Silvi bebas nanti dia datang kemari dan bikin ulah lagi?" tanya Mama.


"Apa yang harus di takutkan?" Papa balik bertanya.


"Bisa saja dia membangun kekuatan di dalam penjara kemudian menyerang kita" jawab Mama.


"Apa Mama ragu dengan kekuatan kita,lagipula Silvi itu di penjara dua puluh tahun Ma,bukan sebentar.Saat dia keluar dia sudah nenek-nenek dan Revan juga sudah besar.Revan pasti bisa memilih siapa yang menyayanginya dan siapa yang selalu ada di dekatnya" tutur Papa.


"Betul juga kata Papa,dua puluh tahun lagi belum tentu kita masih hidup" kata Mama.


"Ayo kita pulang,lihat tuh Elang udah cemberut aja" seloroh Papa.


"Halah lagaknya cemberut,dasar Bayi Kolot" celetuk Mama.


"Kok bayi kolot sih Ma,apa maksudnya?" tanya Elang sambil mengerutkan keningnya.


"Udah tua,udah bisa berjalan dan berlari tapi masih aja merangkak kalo di atas kasur.Apa namanya kalo bukan Bayi Kolot" Papa menimpali.


"Alah Papa sama Elang sama saja,udah tua tapi masih serakah.Contohnya Elang tuh udah tua gak mau ngalah sama anak,anaknya di kasih susu dalam botol la dia yang udah tua masih minum ASI" celoteh Mama sambil berjalan keluar.


Elang dan Papa saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak bersama.Papa kemudian berlari untuk mengejar Mama yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.Lalu mereka pun pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2