Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Tulang Rusuk


__ADS_3

Berada di sebuah toko pakaian anak-anak,membuat Raisa kalap.Bukannya membantu Yura memilih baju untuk calon bayinya,malah sibuk membeli baju untuk anaknya.


Selesai berbelanja,warga kampung tengah pun demo minta diisi asupan makanan.Mama mengajak Yura dan Raisa makan terlebih dulu sebelum pulang.


" Yur,itu bukannya kak Satria ya?" tanya Raisa sambil menunjuk kearah dalam kafe.


Mama dan Yura serentak menoleh kearah yang ditunjuk oleh Raisa.


" Aduh gimana nih,hapus dulu deh tu make upnya sayang" kata Mama pada Yura.


" Gak usah khawatir Ma,kak Satria gak bakalan marah kok" kata Yura sambil tersenyum.


Mama,Yura dan Raisa masuk ke kafe yang sama dengan Satria,lalu mereka duduk di salah satu meja yang masih kosong,Yura sengaja duduk membelakangi Satria agar wajahnya tidak terlihat oleh Satria.


" Pssttt...Yura,Kak Satria melihat kearah sini tuh" kata Yura dengan suara yang sangat pelan.


Mama pura-pura tidak melihat Satria,begitu juga dengan Raisa,dia berpura-pura sibuk memainkan ponselnya.


Drtt...Ponsel Yura bergetar,satu pesan singkat masuk ke ponselnya.Yura membuka kunci di layar ponselnya lalu membaca pesan yang masuk.


📩Suami tercinta


" Gak boleh loh istri cuekin suami,apalagi pura-pura gak kenal gitu.Nanti bisa kualat lo"


Mau gak mau Yura menoleh ke belakang,dimana Satria dan teman-temannya sedang duduk.Yura pun menarik sudut bibirnya,memberikan senyum termanisnya pada Satria.Satria melakukan ciuman jarak jauh dan Yura menangkapnya lalu menempelkannya ke dada.


" Ya ampun,ternyata kakak gue segitu bucinnya" ujar Raisa sambil menangkup kedua pipinya.


" Laki gue tu" sahut Yura sombong.


" Anak Mama" Mama menimpali.


📩Suami tercinta


" Sini dong Yang,kakak kenalin ama temen-temen kakak" pinta Satria melalui pesan singkat yang dikirim ke ponsel Yura.


" Ma,kak Satria minta Yura kesana" kata Yura.


" Ya udah,datengin sana" kata Mama.


Yura beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah meja Satria.


" Hai gaaeesss...kenalin nih,tulang rusuk gue" kata Satria pada teman-temannya.


Salah satu teman Satria mengulurkan tangan pada Yura untuk berkenalan,tapi Satria menepisnya.


" Gak ada salam-salaman"

__ADS_1


" Yaelah segitunya lu Sat" oceh teman Satria.


" Kak,Yura balik ke meja Yura ya" izin Yura.


" Iya sayang"


Yura kembali ke mejanya,kebetulan makanan yang mereka pesan sudah datang.Mama,Yura dan Raisa langsung menyantap hidangan yang terlihat sangat menggoda dan menggiurkan.Selesai makan mereka langsung pulang.


Sesampainya di rumah,Yura langsung masuk ke kamarnya,barang belanjaannya dua tinggal begitu saja di mobil.


Yura merebahkan tubuhnya di kasurnya,tubuhnya terasa sangat lelah sekali.Kakinya pegal dan terasa ngilu.Tanpa mencuci muka dan berganti pakaian,Yura langsung tertidur.


Ceklek


Satria membuka pintu kamarnya dan senyumnya pun mengembang saat melihat istri yang sangat di cintainya sedang tertidur dengan nyenyak di kasurnya.


" Bisa-bisanya dia mengerjaiku" gumam Satria sambil mengingat kejadian tadi.Kejadian saat dia menghapus riasan di wajah Yura dan ternyata ketika bertemu di kafe Yura sudah merias wajahnya kembali.


Cup


Satria mengecup kening Yura sambil mengusap kepala istrinya itu dengan lembut.


" Sehat selalu kesayangan" ucapnya.


...****************...


" Tapi,bagaimana dengan rumah kita yang disana kak?" tanya Yuna.


" Ambu sudah suruh orang untuk menempati rumah itu" jawab Kenzi.


" Kasian Bunda sama Ayah kalo kita tinggal di sana,untuk sampai ke sana butuh waktu dan tenaga sayang" tambahnya.


Yuna pun menyetujui Kenzi untuk kembali tinggal di rumah ini,lagipula jika mereka tinggal di rumah yang ada di kampung Kenzi,Yura kasihan pada Kenzi.Dia harus bolak balik rumah dan kantor dengan jarak tempuh yang sangat jauh.


" Baiklah kalau begitu,Yuna nurut aja" kata Yuna.


Yuna dan Kenzi sedang menata barang-barang di kamar calon kedua bayinya.Banyak barang yang datang ke rumah itu,ada yang dikirim oleh Rere,Mamanya Satria,Bunda Sintya dan juga dari Om dan Tante-tantenya.


" Mereka semua sangat baik,anak kita belum juga lahir,tapi mereka sudah mengirim kado untuk kita" ujar Kenzi.


" Keluarga besar yang berada di bawah naungan Alberto memang begitu,mereka selalu bersatu dan saling membantu.Cinta kasih keluarga besar Alberto tidak perlu diragukan lagi" sahut Yuna.


Setelah selesai menata barang-barang dan juga pakaian calon bayinya,Yuna dan Kenzi keluar dari kamar itu.


" Mau Yuna bikinin teh gak kak" tawar Yuna.


" Gak usah deh" tolak Kenzi.

__ADS_1


Yuna dan Kenzi duduk di ruang tengah,Kenzi mengambil remot lalu menyalakan TV.Yuna bersandar di bahu Kenzi.


" Kak" panggilnya.


Kenzi menoleh lalu mengecup puncak kepala Yuna,"Ada apa sayang?" tanya Kenzi.


" Kalo sehabis melahirkan nanti,badan Yuna tetep gendut seperti sekarang,gimana?" Yuna balik bertanya.


" Ya gak gimana-gimana" jawab Kenzi.


Yuna cemberut," kok gitu sih jawabnya" kata Yuna.


" Ya emangnya kenapa kalo Yuna gendut,kan gak ada masalah.Kakak gak peduli Yuna kurus atau gendut,cinta kakak ke Yuna gak akan pernah berubah" tutur Kenzi.


" Benarkah?" tanya Yuna untuk memastikan.


Kenzi merubah posisi duduknya menghadap ke Yuna.


" Yuna adalah satu untuk selamanya bagi kakak.Tidak ada yang lain dan sedikit pun tidak ada niat di hati untuk mengkhianati sucinya cinta kita.Apalagi sebentar lagi akan hadir dua jagoan kecil kita,kakak tidak mau jadi contoh yang buruk untuk mereka" ungkap Kenzi.


" Uhhh...so sweet" kata Yuna.


" Apaan sih so sweet so weet,mentel" kata Kenzi sambil mencubit hidung Yuna.


" Aku mencintaimu kak" ucap Yuna.


" Aku juga mencintaimu sayangku,tulang rusukku,bahkan besarnya cintaku padamu melebihi besarnya cintamu padaku" balas Kenzi.


Yuna langsung menghambur ke dalam pelukan Kenzi,Kenzi pun membalas pelukan Yuna.Mereka berpelukan sangat erat dan cukup lama,hingga dentangan jam menyadarkan mereka jika hari telah larut malam.


" Ayo kita tidur,hari sudah malam" ajak Kenzi.


Yuna mematikan TVnya menggunakan remot,lalu dia dan Kenzi berjalan menuju ke kamarnya.


" Jangan pernah berpikir yang macam-macam,fokus saja pada kehamilanmu.Kakak tidak akan mendua ataupun mengkhianati pernikahan kita" ujar Kenzi.


" Iya kak" sahut Yuna.


" Maaf ya Kak kalo Yuna sempat berfikir yang tidak-tidak,Yuna hanya takut kakak akan meninggalkan Yuna" sambungnya.


" Kakak mana berani melakukan itu,bisa mati kakak di dor Ayah dan Daddy" seloroh Kenzi.


" Oh...jadi karena takut sama Ayah dan Daddy,bukan karena cinta?" tanya Yuna.


" Tentu saja karena cinta" jawab Kenzi.


Yuna pun tersenyum," Aku tau" kata Yuna.

__ADS_1


Yuna menjadikan lengan Kenzi sebagai bantalan kepalanya,terasa nyaman jika tidur berada dalam dekapan Kenzi dan Kenzi tidak pernah keberatan akan hal itu.


__ADS_2