
Haris turun dari mobilnya dan bertanya pada resepsionis ke poli mana istrinya pergi,setelah mengetahui itu Haris pun langsung pergi mencari Rianti.
"Untuk apa Rianti ke UGD,apa ada masalah dengan kandungannya" gumam Haris.
Haris sudah berada di depan ruangan yang tadi di tunjukkan oleh resepsionis,lalu Haris mengetuk pintunya.
Tok tok tok
Ceklek
Tidak lama kemudian pintu terbuka dan seorang perawat keluar dari ruangan itu.
"Maaf Tuan,ada perlu apa?" tanya perawat itu.
"Apa istri saya ada di dalam?" tanya Haris.
Perawat itu mengkerutkan keningnya.
"Oh maksud saya istri saya yang bernama Rianti,apa dia ada di dalam?" tanya Haris lagi.
"Anda suami Nona Rianti,silahkan masuk Tuan.Dokter masih melakukan pemeriksaan terhadap istri anda" kata Perawat itu.
Haris masuk ke dalam ruangan itu tapi Rianti tidak ada disana,Haris duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.
"Mohon menunggu Tuan,sebentar lagi juga akan selesai" kata Perawat itu.
Benar saja tidak lama kemudian perawat keluar sambil mendorong kursi roda Rianti.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Haris.
"Silahkan duduk Tuan,Dokter akan menjelaskan" kata Perawat.
Haris duduk dan Dokter pun mulai menjelaskan.
"Kandungan istri anda sangat lemah Tuan jadi tolong di jaga dari segi apapun,lahir ataupun bathin.Jangan biarkan istri anda kelelahan apalagi stres.Untung pendarahannya tidak berpengaruh pada janin,jadi kami tidak harus melakukan kuret.Tapi kalo dalam waktu tiga hari kedepan pendarahan tetap berlanjut kami akan melakukan perawatan secara intensif" tutur Dokter.
Haris menoleh kearah Rianti yang duduk di kursi roda sambil tertunduk,kemudian kembali berbicara dengan Dokter.
"Apa hari ini istri saya akan di rawat Dokter?" tanya Haris.
"Untuk saat ini tidak perlu Tuan,saya akan beri beberapa macam obat dan tolong obat itu diminum sampai habis dan tiga hari lagi tolong datang kemari untuk melihat perkembangannya.Tapi jika belum sampai tiga hari istri anda tetap mengeluarkan darah dan semakin banyak anda harus cepat membawanya kemari" tutur Dokter.
Setelah mendapatkan obat dan urusannya dengan Dokter selesai Haris pun membawa Rianti pulang.
"Kenapa gak ngomong sayang kalo kamu pendarahan" kata Haris.
"Tadi sewaktu aku mandi cuma ngeflek aja Mas dan aku juga gak mau bikin Mas khawatir,makanya aku ngajak Susilo saja" tutur Rianti.
"Lain kali kalo ada apa-apa ngomong ya,jangan bikin Mas khawatir" kata Haris.
"Iya Mas" ucap Rianti.
"Mampir di toko itu sebentar ya Mas" pinta Rianti sambil menunjuk toko yang ada di depan.
Haris menepikan mobilnya di depan toko yang di maksud Rianti.
__ADS_1
"Mau beli apa,biar Mas yang turun dan membelinya" kata Haris.
"Susu" jawab Rianti singkat.
"Jadi membeli susu bukan cuma alasanmu saja?" tanya Haris.
"Stok susu di rumah habis Mas" jawab Rianti.
"Maaf Mas lupa membawanya dari toko,tunggu sebentar ya" kata Haris lalu turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam toko.
"Siapa orang itu,mengapa seperti sedang menatap kemari" gumam Rianti saat melihat orang yang berdiri di seberang jalan.
Tidak lama Haris keluar dari toko lalu masuk ke mobil.
"Mas coba lihat deh ke seberang jalan,sepertinya orang itu melihat ke arah kita deh" kata Rianti sambil menunjuk arah orang yang di maksud.
Haris menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Rianti,lalu Haris mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.Setelah itu Haris mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
"Sayang kamu tidak marah dengan kejadian tadi?" tanya Haris sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rendah,sambil sesekali melihat ke arah belakang melalui kaca spionnya.
"Rianti percaya sama Mas,Mas gak mungkin menghianati pernikahan kita" jawab Rianti.
"Terima kasih sayang,Mas berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjagamu dan menjadi suami dan ayah yang baik" kata Haris.
Rianti tersenyum sambil mengangguk,Rianti mengambil tangan Haris lalu menciumnya.
"Rianti percaya Mas pasti bisa" kata Rianti.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumahnya.Rianti dan Haris turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke rumahnya.Tapi belum sempat menutup pintu ada dua mobil yang memasuki area rumahnya.
"Mobilnya Elang" kata Rianti.
Elang dan Papa Danu keluar dari mobilnya dan David keluar dari mobil satunya lagi.Mereka bertiga menghampiri Haris dan Rianti.
"Papa ikut?" tanya Haris.
"Anak kurang ajar,bukannya di suruh masuk malah di tanya.Emang gak boleh Papa datang?" tanya Papa Danu.
"Bukannya gitu Pa,setau Haris Papa belum pulang" jawab Haris.
"Kalian duduklah dulu,aku mau mengantar Rianti ke kamar" kata Haris.
Haris membawa Rianti ke kamarnya setelah itu dia kembali lagi ke ruang tamu untuk menemui Papa Danu,Elang dan David.
"Edo gak bisa ikut,babynya rewel" kata David.
Haris mengangguk lalu duduk di sofa.
"Ada apa Haris?" tanya Elang.
"Tadi Gina datang dan mengancam akan menghancurkan keluargaku dan saat aku pulang bersama Rianti dari rumah sakit tadi Rianti melihat orang yang mengikuti kami,aku takut orang itu suruhan Gina" jawab Haris.
"Gina siapa?" tanya Papa.
"Mantan kekasih Haris" jawab Elang.
__ADS_1
"Lah tadi ke rumah sakit ngapain,ini kan hari minggu?" tanya David.
"Mungkin Rianti Syok melihat aku dan Gina bertengkar sehingga dia mengalami pendarahan,di tambah lagi kandungannya yang lemah" jawab Haris.
"Ini tidak bisa di biarkan,kita harus gerak cepat" kata Papa.
David dan Elang manggut-manggut.
"Kamu tenang saja,aku akan menyuruh beberapa orang untuk berjaga di tempat ini" kata Elang.
"Aku akan melacak keberadaan perempuan itu,jadi kita bisa tau dia dimana dan rencana apa yang sedang di rencanakannya" kata David.
"Pergilah ke kamarmu Haris,Rianti membutuhkanmu.Kami akan pulang setelah anak buah Elang yang akan berjaga di sini datang dan jangan lupa sampaikan pada Rianti tentang orang yang berjaga di rumah ini,nanti dia kaget saat melihat banyak orang dan takutnya dia makin syok" kata Papa.
"Baiklah Pa,terima kasih untuk kalian semua.Aku menemui Rianti dulu" kata Haris lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.
"Sudah berapa lama Haris bekerja padamu Lang?" tanya Papa.
"Sudah lama Pa,sebenarnya Haris dulu satu sekolah dengan Elang tapi kami beda jurusan.Aku juga baru tau kalo Haris bekerja padaku saat Rianti bermasalah dengan mantan kekasihnya dan Haris juga lebih sering bersama dengan David jadi kami jarang bertemu" tutur Elang.
"Haris dan David dulu satu jurusan Pa,makanya sekarang kami bekerja sama karena keahlian kami sama" kata David menambahkan.
Papa manggut-manggut mendengar penuturan Elang dan David.
Tidak lama kemudian anak buah Elang pun datang ke rumah Haris dan Elang langsung mengatur posisi mereka.Setelah selesai Elang,Papa dan David pun langsung pulang.
"Pa kita mampir sebentar ya ke kantor,ada berkas yang harus Elang ambil" kata Elang.
"Iya Lang,sekalian Papa juga ingin melihat-lihat kantor.Sudah lama Papa tidak ke sana" kata Papa.
"Apa yang mau Papa lihat,kantor sepi karena gak ada karyawan yang kerja.Yang ada cuma beberapa satpam yang berjaga saja" kata Elang.
"Ya lihat-lihat ruangannya aja gak masalah" kata Papa.
Elang memarkirkan mobilnya di parkiran khusus,lalu Elang mengajak Papa turun dan masuk ke dalam lift yang ada di parkiran itu.
"Kapan kamu bikin lift disini?" tanya Papa.
"Waktu Rere hamil Pa,biar dia gak capek berjalan" jawab Elang.
"Kamu berubah jauh setelah menikah dengan Rere,Papa suka itu.Perubahan ke arah yang lebih baik.Bisnis berkembang semakin pesat,keluarga kecilmu juga Papa perhatikan sangat bahagia.Tidak seperti dulu saat kamu masih bersama Silvi,kamu tidak punya waktu untuk keluarga,yang ada hanya kerja dan kerja saja" oceh Papa.
"Kerja siang malam tapi hampir bangkrut ya Pa...Hahaha" sahut Elang sambil tertawa.
Elang membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilahkan Papa untuk masuk.
"Semua sudah berlalu dan sekarang kita jalani saja apa yang sudah Tuhan berikan untuk kita.Tapi walaupun kamu sudah sukses dan bergelimang harta,kamu jangan sampai takabur dan jangan lupa bersyukur.Kamu harus tetap rendah hati dan jangan sombong" nasihat Papa.
"Iya Pa,Elang akan selalu ingat pesan Papa" kata Elang.
Papa duduk di sofa sambil menunggu Elang yang sedang mencari berkas-berkas yang di butuhkannya.
"Kamu masih sering kasih santunan ke panti asuhan yang ada di dekat rumah lamamu Lang?" tanya Papa.
"Masih Pa,setiap bulan Elang menyuruh Rita dan Jono yang mengantarkannya kesana" jawab Elang.
__ADS_1
"Jangan lupakan mereka Lang,mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita" kata Papa lagi.
Elang mengangguk,setelah menemukan berkas yang dia butuhkan Elang pun mengajak Papa untuk berkeliling di kantornya.Setelah Papa puas berkeliling dan melihat-lihat keadaan kantor Elang dan Papa pun langsung pulang karrna hari pun sudah mulai petang menjelang malam.