
"Revan hanya ingin nama lain Mom,nama Revan mengingatkan Revan pada Restu"
Itu jawaban Revan sepuluh tahun yang lalu,saat Rere bertanya kenapa Revan ingin mengganti nama panggilannya.
"Apa Revan jadi pergi Mom?" tanya Elang membuyarkan lamunan Rere.
"Mommy sangat berat untuk melepaskannya Dad,apa tidak bisa anak buah Daddy saja yang mencari Restu" kata Rere.
"Keinginan anak itu sangat kuat,Daddy tidak bisa mencegahnya.Biarkan dia pergi dan mencari sendiri" tutur Elang.
"Tapi Dad,usianya baru delapan belas tahun dan dia tidak pernah sekali pun pergi sendiri.Apalagi pergi keluar kota" kata Rere.
"Mom,Revan anak laki-laki.Dia pasti bisa melindungi dirinya sendiri di luaran sana.Beri dia ruang dan jangan mengekangnya" kata Elang sambil memegang bahu istrinya.
"Baiklah Mommy akan mengizinkan Revan pergi,tapi harus ada yang mengawalnya dan tidak ada bantahan" kata Rere tegas.
"Baiklah bidadariku,kalo sudah begini aku bisa apa" kata Elang.
"Temui Revan,berikan semangat untuknya" kata Elang lagi.
Rere menghela nafasnya lalu melangkah keluar dari kamarnya.
"Bang,boleh Mommy masuk?" tanya Rere sambil mengetuk pintu kamar Revan.
"Masuk saja Mom,gak Abang kunci kok" teriak Revan dari dalam kamarnya.
"Sudah selesai berkemas Bang?" tanya Rere saat melihat koper milik Revan di atas kasurnya.
Rere duduk di tepi kasur lalu mengusap rambut anak tertuanya itu.
"Mommy jangan khawatir Abang pergi bersama Andre dan Thomas" ucap Revan yang mengerti kegundahan hati Mommynya.
"Apa kamu sudah tahu alamat rumah Restu?" tanya Rere.
"Belum sih Mom,tapi Abang akan datang ke sekolah tempat ibunya mengajar" jawab Revan.
"Hubungi Mommy setelah kamu sampai di sana ya" pinta Rere.
"Oke Mommyku sayang" ucap Revan.
"Mommy mau istirahat dulu ya,jangan lupa sebelum pergi temui kedua adikmu" perintah Rere.
"Siap Mommy Bidadari" ucap Revan.
"Dasar nakal" ucap Rere sambil mencubit pipi Revan.
Rere keluar dari kamar Revan lalu kembali ke kamarnya,Elang sedang fokus menatap layar laptop yang ada di pangkuannya.
"Sudah ketemu Revan Mom?" tanya Elang.
"Sudah,dia akan pergi bersama Andre dan Thomas" jawab Rere.
"Apa Mommy masih mengkhawatirkannya,bahkan sebelum Daddy mengutus pengawal untuknya dia sudah membawa pengawal duluan" tutur Elang.
"Mommy ngantuk,Mommy mau tidur" Rere mengalihkan pembicaraan.
"Mom ayolah jangan tidur dulu,temani Daddy sebentar" pinta Elang.
"Tapi Mommy sudah ngantuk berat Daddy" kata Rere.
"Sebentar saja" kata Elang lalu menarik Rere ke pangkuannya.
Elang membiarkan Rere memeluknya sedangkan Elang tetap fokus mengerjakan tugasnya.
"Sudah selesai,Daddy gak bohongkan ini beneran cuma sebentar lo gak sampai lima belas menit" Elang mengoceh sendiri sedangkan Rere sudah tertidur di pangkuannya.
"Oh Astaga kenapa dia semakin menggemaskan.Kalo tidak kasihan sudah aku makan tubuh mungil ini" gumam Elang.
Elang memindahkan tubuh Rere ke kasur lalu menyelimutinya,setelah itu Elang masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.Selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi,Elang pun menyusul Rere yang sudah masuk ke alam mimpi terlebih dahulu.
"Abang jangan pergi ya,nanti siapa yang bantu Winara kerjain tugas sekolah" rengek Winara saat sedang berada di ruang makan.
"Kan ada Bang Kiandra sayang" kata Revan.
"Gak mau,Bang Andra galak.Suka bikin Winara nangis" ujar Winara.
__ADS_1
"Itu karena kamunya aja yang cengeng" Kiandra menimpali.
"Sudah sudah,Winara lanjutkan sarapanmu.Lagipula Abang gak lama kok di sana,paling cuma beberapa hari saja" tutur Daddy.
Winara mengerucutkan bibirnya.
"Jangan lama-lama Bang,bukankah beberapa hari lagi Abang sudah masuk kuliah" kata Rere.
"Iya Mom,cuma beberapa hari saja kok" kata Revan.
Selesai sarapan,Pak Harun mengantar Winara dan Kiandra ke sekolah sedangkan Ayah Thomas mengantar Revan dan Thomas ke bandara.Andre sudah menunggu di sana.
"Sepi Mom,apa kita perlu tambah momongan lagi" goda Elang.
"Astaga,sudah tua Daddy inget umur" kata Rere.
"Apa yang salah Mom,usia Daddy belum lima puluh tahun dan Daddy juga masih kuat untuk mencetak gol.Mommy jangan ragukan itu" ucap Elang bangga.
"Iya iya Mommy percaya,awas aja kalo encoknya kumat" ejek Rere sambil berjalan ke taman belakang.
"Sejak kapan Daddy punya penyakit encok Mom?" tanya Elang sambil berjalan di belakang istrinya itu.
"Mana mungkin bisa encok Mom,Daddykan rajin olah raga" kata Elang.
Rere tidak mempedulikan Elang yang terus mengoceh,Rere menarik selang lalu membuka kran air dan mulai menyiram bunga di taman.
"Ternyata kalian di sini" tiba-tiba Edo muncul menghampiri mereka.
"Eh Do,ada apa? Tumben pagi-pagi kemari?" tanya Elang lalu mengajak Edo duduk.
"Aku dengar Revan pergi mencari Restu,apa itu benar?" tanya Edo.
"Aku tidak bisa mencegahnya Do" jawab Elang.
"Tapi dari info yang aku dapat Restu sudah tidak lagi tinggal disana.Dia sudah pindah,aku baru dapat infonya tadi malam" tutur Edo.
"Biarkan saja dia membuktikan sendiri Do,kami sudah menasehatinya tapi dia tetap kekeh untuk pergi" Rere menimpali.
"Ya sudahlah kalo begitu" kata Edo.
"Cintanya begitu besar pada Restu,sehingga sekuat apapun kita mencegahnya dia tetap akan menentang" kata Elang.
__ADS_1
"Gak sadar diri,bukankah kamu dulu juga seperti itu.Berulang kali aku memberi tahumu kalo Silvy selingkuh tapi kamu tidak percaya" tutur Edo.
"Benarkah begitu Do?" tanya Rere.
"Apaan sih Mom,enggaklah" sanggah Elang.
"Udah ngaku aja gak usah ngelak,Daddy lupa ada dua anak lagi yang meniru sifatmu.Keras kepala" ujar Rere.
"Bagian jelek-jelek aja Daddy yang kena,bagian bagusnya aja Mommy yang punya" kata Elang.
Edo memilih pergi menghindari tanda-tanda akan adanya perang antar dua kubu.Cari selamat,gumamnya.
"Loh Edo mana?" tanya Elang saat sadar Edo sudah tidak ada lagi di sampingnya.
"Sudah kabur,takut kena semprot dia" jawab Rere.
"Mom jalan-jalan yuk" ajak Elang.
"Mau sogok Mommy nih ceritanya,biar ntar bagian bagusnya jadi milik Daddy.Ogah" kata Rere sambil masuk ke dalam rumah.
"Ke pantai" kata Elang.
Rere menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya" anak-anak bagaimana?" tanya Rere.
"Kan ada Mbak Romlah" jawab Elang.
"Mommy gak mau ke pantai" ucap Rere.
"Trus maunya kemana?" tanya Elang.
"Ke hatimu" goda Rere.
"Awas kamu ya,berani menggodaku" gumam Elang dengan pandangan nakal.
Secepat kilat Rere melarikan diri dari Elang tapi tetap saja Elang dapat menangkapnya.
"Daddy turunin" pinta Rere saat Elang menggendongnya dan membawanya ke kamar.
"Gak mau,ini hukuman karena sudah berani menggoda Daddy" kata Elang.
Rere akhirnya pasrah.
Dan Elang benar-benar membawa Rere ke hatinya.
__ADS_1