
ceklek
pintu ruang inap rere terbuka dan wanita bercadar masuk kedalam.
"bunda",kata rere
"bagaimana keadaan kamu sayang,apa sudah baikan?"tanya marlina yang baru masuk keruangan itu.
"lumayan bunda,mualnya sudah berkurang",jawab rere.
"oya bunda hampir lupa,ini bunda bawakan rujak dan bunda sendiri yang membuatnya"
kata bunda marlina.
rere menerima rujak itu lalu memakannya dengan lahap.
"bagaimana re,enak rujaknya?"tanya bunda marlina.
"iya bunda,enak.makasih bunda?" jawab rere.
"sama-sama sayang,bunda pergi dulu ya.ada yang harus bunda kerjakan"
bunda marlina alias sintya keluar dari ruangan rere.sampai di luar ruangan diapun menangis,dadanya terasa sesak.
"maafkan bunda nak,maaf...hiks..."
"jangan di tahan,menangislah"
tiba-tiba ada tangan yang memberinya tissu.bunda marlina menoleh kearah suara yang menegurnya.
"mas irfan,sampai kapan mas.dulu aku bisa melihatnya tapi dari kejauhan.sekarang aku bisa berada di dekatnya dan memeluknya tapi dia menganggapku orang lain.sesak dadaku mas,sesak..."
ucap sintya sambil menangis.
"jika kamu mau,kamu bisa menjelaskannya sekarang.danu sudah mengizinkanmu untuk menjelaskannya",kata dokter irfan.
"nggak mas,aku tidak mau membahayakan kandungan rere.dokter tadi mengatakan kalo kandungan rere sangat lemah mas.aku tidak mau ambil resiko.biarlah dia menganggapku orang lain untuk saat ini,selagi aku bisa di sisinya dan bisa selalu memeluknya aku bahagia"tutur sintya sambil mengusap air matanya.
irfan memeluk adik sepupunya itu.dia bisa merasakan bagaimana sakitnya hati sintya.
"oya mas,apa mas sudah mendapatkan informasi tentang irma?"tanya sintya.
"belum sintya,mas tidak mau berharap banyak.biarlah waktu yang mempertemukan kami"jawab irfan sambil duduk di kursi yang ada di luar kamar inap rere.
"semoga irma cepat mas temukan"
"yah semoga saja,secepatnya Tuhan mempertemukan kami"jawab dokter irfan pasrah.
ceklek pintu kamar terbuka,elang keluar dari sana.
__ADS_1
"ah untung tante masih ada di sini" kata elang.
"ada apa lang,sepertinya ada hal penting.kamu kelihatan cemas seperti itu"tanya sintya.
"bondan dan anak buahnya menyerang rumah lamaku dan membawa rima kabur",jawab elang.
"rima,siapa itu?" tanya sintya lagi.
"nanti elang jelaskan tante, sekarang elang minta tolong tante jaga rere.elang mau menyelamatkan rima"
elang langsung pergi dari sana,dia menghubungi edo.
"do,siapkan anak buah kita sekarang.bondan membawa rima kabur"kata elang sambil masuk ke dalam mobilnya.
dia melaju dengan kecepatan penuh menuju ke rumah barunya.sesampai di rumah, elang langsung berlari ke halaman belakang.tiga helikopter sudah menunggu disana.mbok surti membawakan baju anti peluru untuk elang dan memakaikannya.
"hati-hati nak,doaku menyertaimu"
elang langsung naik ke salah satu helikopter yang ada disana,mereka lepas landas menuju lokasi tempat rima di sekap.mereka bisa mengetahui posisi rima dari sinyal pelacak yang di pasang edo.
"dimana yang lain?"tanya elang.
"sebagian sudah di posisi,tinggal tunggu perintah saja tuan,sebagian menyebar di sekitar hutan untuk memastikan tidak ada satupun dari mereka yang bisa lolos"jelas anak buah elang yang ikut bersama elang.
"apa kamu sudah telpon papa?"tanya elang.
"tuan danu sedang dalam perjalanan bersama raihan dan anak buahnya"
"iya tuan,dan sebagian anggota dragon ikut juga"
"bagus kalau begitu"
tidak lama kemudian mereka sampai di hutan tempat rima di sekap.helikopter mendarat cukup jauh dari tempat penyekapan.agar bondan dan anak buahnya tidak menyadari kehadiran mereka.
krikkk...
"bang...monitor bang.elang satu sudah di posisi..ganti.
"ketua masuk...bagaimana kondisi disana,ganti...
"kondisi aman bang,jumlah mereka sekitar lima puluh orang,sinta ada di dalam bersama bondan dan juga juragan eman,ganti...
"tunggu perintah dari ketua,sebentar lagi kami merapat...
elang dan anak buahnya sudah berkumpul dan mengepung tempat penyekapan.beberapa anak buah bondan terlihat berjaga di pintu masuk.elang melihat ada orang yang berpakaian berbeda dengan anak buah bondan dan elang mengenalinya.
"bukankah mereka dari kelompok mawar putih,rupanya bondan meminta bantuan mawar putih",seringai elang.
"mawar putih pimpinan nyonya sofia,tuan?" tanya anak buah elang.
__ADS_1
"iya,hahaha...bunuh diri mereka"
drtt
📨edo
"kami siap!"
📨papa danu
"cepat lang,tanganku sudah gatal ingin bermain-main dengan mereka"
📨raihan
"bang cepetan,kalo kelamaan keburu cindra melahirkan"
raihan adalah suami dari cindra,adiknya elang.
elang mengangkat bendera yang ada di tangannya.anak buahnya pun keluar dari persembunyiannya dan langsung menyerbu tempat itu.dalam sekejap anak buah bondan sudah terkapar.
anggota mawar putih tersenyum melihat perkelahian di depannya.penjaga depan sudah ambruk semua.papa danu,elang,raihan,edo dan wakil mawar putih masuk ke dalam kamar tempat rima di sekap.
**
"rima sayang,sebentar lagi kamu akan pergi untuk selamanya dari dunia ini.bukankah sudah kukatakan sebelumnya,jangan mencoba melawanku"ucap sinta sambil menyeringai.
hahaha.....rima tertawa keras.
"kita lihat saja nanti sinta,aku atau kalian yang akan mati"seringai rima.
semenjak rima tinggal di rumah elang,edo mengajari rima untuk jadi wanita tangguh dan tidak lemah.edo tidak perlu susah-susah mengajarkan rima bela diri.karena rima ternyata jago dalam hal itu.
"siapa yang akan menolongmu,hemmm.keluarga alberto tidak akan mau menolong gadis miskin sepertimu.apalagi kamu bukan siapa-siapa mereka"kata sinta.
"aku yang akan menolongnya"
edo dan anak buahnya masuk terlebih dulu ke ruangan itu.
"jangan ikut campur urusanku anak muda.rima anakku dan kamu tidak berhak mencampuri urusanku",kata sinta.
"cih..anak dari mana.aku tau rima bukan anakmu.dasar wanita ular" kata edo sambil memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang.
perkelahian tidak dapat di elakan.edo membuka ikatan rima.bondan sudah mulai kewalahan dan juragan eman melarikan diri dari situ.melihat anak buahnya sudah tak berdaya,sinta berniat pergi dari ruangan itu.
tapi baru saja hendak pergi ada suara yang menyapanya.
"hallo nona manis,mau kemana hemmm? urusan kita belum selesai",kata orang itu.
"kau" sinta membulatkan matanya.
__ADS_1
orang yang berada di depan sinta menyeringai.