Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 59


__ADS_3

elang dan harun sampai rumah tepat pukul sembilan malam.rere yang mendengar suara mobil masuk ke pekarangan merekapun langsung berlari ke pintu depan.


"assalamualaikum bidadari surganya elang...kamu belum tidur sayang?"tanya elang.


elang bahagia melihat rere menyambutnya,dia mencium kening rere dengan lembut.


"waalaikum salam imamku...aku menunggumu sayang"jawab rere sambil bergelayut manja dilengan elang.mereka berjalan menuju kamar mereka.setelah sampai kamar rere mengambilkan handuk milik elang.


"benarkah,oh bahagianya.capek sehabis kerjapun jadi hilang melihat senyum manis bidadariku" kata elang sambil mengambil handuk dari tangan rere.


"uh lebaynya,oya apa itu yang kamu bawa sayang?" tanya rere saat melihat kantung plastik di tangan elang.


"oh ini mangga muda sayang,aku yang memetiknya sendiri untukmu"elang menyerahkan mangga muda yang dibawanya.


"makasih sayang,kebetulan aku lagi pengen makan mangga muda.tadi aku mencarinya di pasar tapi tidak mendapatkannya" tutur rere.


"kamu sudah makan malam sayang?" tanya elang.


rere menggelengkan kepalanya,


"aku mandi dulu,setelah itu kita makan bersama ya"


elang masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.dia mandi dengan sangat cepat.dia takut rere kelaparan karena harus menunggu dirinya.


elang keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"ini bajumu sayang" kata rere sambil menyerahkan baju elang.


elang langsung memakai bajunya,setelah itu dia berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan perut rere.


"hallo junior,daddy sudah pulang.maaf ya daddy telat pulangnya,sampai-sampai mommy mu tidak memberimu makan" elang menyapa baby yang ada di perut rere.


kemudian elang berdiri dan menggandeng tangan rere keluar kamar.


"ayo makan,aku tadi beli bermacam-macam lauk"tutur elang.


elang membuka bungkusan lauk yang di belinya dari warung makan tadi.rere duduk di kursinya menunggu elang menyiapkan makan untuk rere.


elang menyuapi rere makan dan rere menerima suapan dari elang.


"kamu tidak makan sayang?" tanya rere sambil mengunyah makanannya.


"aku sudah makan langsung di tempatnya tadi,apakah rasanya enak?" tanya elang sambil kembali menyendokkan makanan kedalam mulut rere.


"hemmm..."rere hanya mendehem.


tidak lama makanan rere pun sudah habis,elang pergi ke dapur untuk menaruh piring kotor,kemudian mencucinya.setelah itu kembali lagi ke tempat rere.


"ayo tidur,hari sudah larut" ajak elang.


"tidak baik ibu hamil tidur hingga larut malam" kata elang lagi.


"tapi aku belum ngantuk,sayang.lagipula aku baru selesai makan.kalo langsung tidur bisa-bisa asam lambungku naik"tutur rere.


"kalo begitu temani aku menyelesaikan pekerjaanku,bagaimana? tanya elang.


"oke bos" rere mengangkat ibu jarinya.

__ADS_1


elang menggendong rere ala bridal style menuju ruang kerjanya.kemudian mendudukan rere di sofa.


"kamu duduk di sini ya,aku tidak akan lama"


elang duduk di kursinya lalu membuka laptopnya dan mulai bekerja.rere merasa jenuh menunggu elang,kemudian dia bangkit dari sofa dan mendekati elang.lalu duduk dipangkuan elang.


"kamu sudah ngantuk sayang?" tanya elang.


"tidak,aku hanya ingin melihat pekerjaan apa yang sedang kamu kerjakan" jawab rere.


elang kembali fokus ke layar laptopnya sambil mengetik sesuatu.beberapa waktu kemudian dia sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"hemmm...dia sudah tertidur" elang membelai rambut rere yang tertidur di dadanya.lalu mengangkat tubuh mungil itu menuju kamarnya.


elang merebahkan tubuh rere di kasur dan menyelimutinya.elang membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendeknya saja.kemudian tidur di samping rere,sambil memeluk tubuh istrinya.


*


waktu bergulir dengan cepat,usia kandungan rere sudah memasuki bulan kelima.perutnya sudah mulai kelihatan membesar.


hari ini elang libur bekerja,dia memilih menemani istrinya di rumah.mbok surti sudah tidak bekerja di rumah mereka lagi,karena harus ikut anaknya di kota lain.sedangkan rima sudah tinggal dengan om irfan.


"sayang,kapan revan kembali ke rumah ini.aku merindukannya" kata rere .


"maaf sayang,aku tidak bisa membawamu menemui revan.dokter melarangmu bepergian jauh,apalagi harus naik pesawat" tutur elang.


"tapi jika aku sudah melahirkan nanti,bolehkah aku pergi?" tanya rere.


"aku takut revan melupakanku"kata rere sedih.


"revan tidak mungkin melupakanmu sayang,hanya kamu satu-satunya mommy yang ada dihatinya" elang menghibur rere.


"bicaralah,aku akan mendengarnya" kata rere.


elang menceritakan masalah perusahannya yang berhubungan dengan silvy beberapa bulan yang lalu.tapi karena waktu itu silvy sedang berada di luar negri,elang tidak bisa menjalankan rencananya.dan sekarang silvy sudah kembali,cepat atau lambat pasti silvy akan menemui elang.


"aku percaya padamu sayang,selama dia tidak menggodamu di depan mataku,aku tidak masalah.tapi jika aku melihatnya lihat saja apa yang bisa aku lakukan padanya"


elang bergidik mendengar perkataan rere.dia pernah mendengar cerita dari rima,kalo rere pernah mematahkan tangan orang hanya karena orang itu mengejeknya.


"sayang,bagaimana kalo kita jalan-jalan hari ini" kata elang.


"ide yang bagus,tapi kita mau pergi kemana?" tanya rere.


"aku tidak tau tempat rekreasi di kota ini" tambah rere.


"aku akan membawamu kesuatu tempat,ayo kita bersiap" ajak elang.


rere dan elang bersiap-siap,setelah selesai mereka langsung pergi.harun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.tidak lama mereka sudah sampai di pelabuhan.elang mengajak rere turun dari mobilnya dan langsung menaiki salah satu kapal yang ada disitu.


"sayang,kita mau kemana?" tanya rere.


"ikut saja,aku akan mengajakmu kesuatu tempat" jawab elang.


rere masih diam di tempatnya,dia takut jika tiba-tiba tsunami datang.


"sayang aku takut.bagaimana kalo tiba-tiba ada ombak besar atau tsunami" kata rere.

__ADS_1


"sayang percayalah tidak akan terjadi apa-apa,ayo"


elang menggenggam tangan rere dan masuk ke dalam kapal.rere mengeratkan genggaman tanganya,keringat mulai mengucur di seluruh tubuhnya.


"sayang,apa kamu baik-baik saja"elang cemas melihat rere yang ketakutan.


"kalo begitu kita ke tempat lain saja" ajak elang sambil turun lagi dari kapal.


dia tidak mau mengambil resiko,mungkin rere trauma dengan laut atau gelombang,pikir elang.


"maaf" kata rere setelah mereka berada di dalam mobil.


"aku yang harusnya minta maaf,karena aku sudah membawamu kemari"


"kalo boleh tau,apa yang membuatmu takut sayang? bukankah waktu itu kamu tidak masalah bermain ombak di pantai saat kita pergi ke rumah bunda?" tanya elang.


rere menggelengkan kepalanya,dia tidak mau bercerita apa yang membuatnya takut.


elang memeluk istrinya sambil membelai rambut rere.


"harun kita keperkebunan saja" ajak elang.


"baik tuan" harun mengemudikan mobilnya ke tempat yang di perintahkan tuannya.


setelah menempuh perjalan cukup jauh,merekapun sampai.penjaga kebun menyambut kedatangan elang dan rere.


"selamat datang tuan"


"hemm..." elang mendehem.


elang mengajak rere berkeliling kebun miliknya.kebun yang luas di penuhi tanaman berbagai macam buah-buahan.kebetulan saat mereka datang,di kebun itu sedang panen buah rambutan.


"sayang,kita bawa rambutan ini dan duduk disana"tunjuk elang pada sungai yang ada di belakang kebun.


"harun,bawa peralatan mancingku ke tepi sungai.aku akan mengajak rere memancing.dan ajak juga yang lainnya"pinta elang.


elang dan rere berjalan ke tepi sungai.para pekerja kebun membentangkan tikar untuk majikannya duduk.


salah satu dari mereka menumpukkan kayu bakar lalu menyalakan api.


"udaranya sejuk,aku tidak tau kalo kamu punya perkebunan ini" kata rere sambil menghirup udara segar.


"kamu menyukainya sayang,kalo kamu mau kita bisa menginap disini" kata elang.


"aku mau"jawab rere cepat.


tidak lama umpan elang di sambar ikan,elang menarik pancing kedarat.ikan dengan ukuran cukup besar berhasil dia dapatkan.


"waw...besar sekali ikannya" seru rere.


"sayang,di sungai ini ada ikan apa saja?" tanya rere.


"banyak sayang,sebenarnya ini sungai buatan.aku sengaja membuatnya dan memasukkan banyak bibit ikan agar bisa di panen oleh pekerja di sini ketika ikannya sudah besar" jawab elang.


elang menyiangi ikan hasil pancingannya lalu melumuri dengan bumbu yang sudah di sediakan pekerja kebun,kemudian elang membakarnya.


pekerja kebun yang ada di kebun itu ikut mancing bersama elang dan rere.setelah dapat ikan mereka melakukan hal yang sama dengan elang.

__ADS_1


beberapa menit kemudian ikan bakar mereka pun sudah matang.para istri pegawai kebun membentangkan daun pisang lalu menyajikan nasi,sambal dan berbagai lalapan yang mereka petik dari kebun.


merekapun makan bersama dengan lahap sambil bercanda,sesekali mereka tertawa.rere bersyukur kepada Tuhan telah memberinya seorang suami yang baik dan tidak sombong,seperti yang di bicarakan orang-orang.


__ADS_2