Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 136


__ADS_3

David dan Sari sudah rapi,hari ini mereka akan pulang ke negara asalnya.


"Sudah siap?" tanya David.


"Sudah sayang" jawab Sari.


"Ingat pesanku,jangan pernah bersedih masalah anak lagi" David mengingatkan.


"Iya aku janji" kata Sari sambil berjalan keluar dari rumahnya.


"Kita nikmati saja hidup ini,ini hidup kita.Jangan dengar omongan orang yang hanya akan menyakiti hatimu" kata David.


Taksi sudah menunggu di depan rumah,setelah memasukkan koper ke bagasi Sari dan David pun masuk ke dalam taksi.


"Kita mau kemana Tuan?" tanya supir taksi.


"Ke Bandara Pak" jawab David.


Supir taksi langsung mengemudikan mobilnya menuju bandara.Setelah sampai Bandara David mengajak Sari turun dan supir taksi mengeluarkan koper milik David dan Sari.


"Aku sudah tidak sabar ingin cepat sampai" kata Sari sambil berjalan masuk ke dalam Bandara dan tangannya menggandeng tangan David.


"Untuk sementara kita tinggal di apartemen dulu ya sayang?" kata David.


"Dimana pun itu asalkan bersamamu aku mau" jawab Sari.


David dan Sari masuk ke dalam pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas.Sari duduk di kursinya lalu bersandar di bahu David.


"Tidurlah,perjalanan kita cukup jauh dan butuh waktu yang lama" kata David pada Sari.


"Hmmm" Sari mendehem saja.


Pesawat mulai lepas landas,David melihat ke arah Sari yang sedang menghitung jarinya.


"Apa yang sedang kamu hitung sayang?" tanya David.


"Tidak ada,aku hanya sedang menghitung kapan kita sampai ke rumah" jawab Sari.


"Sabar,nanti juga kita akan sampai" ucap David lalu mencium puncak kepala Sari.


Sari membetulkan posisi duduknya lalu tangannya melingkar di pinggang David dan Saripun mulai memejamkan matanya.


"Tuhan angkatlah semua beban yang ada di hati Sari istriku,gantilah rasa khawatirnya dengan kebahagiaan" Doa David dalam hati sambil membelai rambut Sari.


***


Elang sedang duduk di ruang kerja yang ada di kantornya bersama Edo.


"Kapan David akan kembali?" tanya Edo.


"Aku dengar hari ini David dan Sari terbang,aku menawarkan diri untuk menjemput mereka tapi David menolaknya" jawab Elang.


"Berarti lusa mereka baru sampai" kata Edo.


"Iya" jawab Elang.


"Bagaimana keadaan Rima,apa masih muntah-muntah juga?" tanya Edo.


"Udah enggak lang,kan sebentar lagi mau lahiran.Masa muntah melulu" jawab Edo.


"Lahiran pala lu,baru juga berapa bulan" celetuk Elang.


"Lah dulu Rere waktu hamil Si Kembar cuma tujuh bulan,berarti Rima juga sebentar lagi melahirkan dong" kata Edo gak mau kalah.


"Dulu karena Rere masih kecil dan Si kembar berat badannya di atas normal makanya Rere melakukan Sesar saat kehamilannya baru tujuh bulan" tutur Elang.


"Oh gitu ya,kirain sama aja" kata Edo manggut-manggut.


"Udah sore nih,ayo pulang" ajak Elang.


"Aku ke ruanganku dulu" kata Edo lalu keluar dari ruang kerja Elang.


Elang mengemasi barang-barangnya lalu memasukkan ke dalam tas kerjanya setelah itu dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.


"Kita langsung pulang Tuan?" tanya Harun saat Elang sudah masuk ke dalam mobil.


"Iya" jawab Elang singkat.


Harun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.Elang keluar dari mobilnya,suasana rumah sangat sepi.


"Assalamualaikum"


Elang membuka pintu sambil mengucapkan salam dengan pelan.


Tidak ada yang menjawab salam dari Elang karena penghuni rumah sedang berada di dalam kamar masing-masing.


Ceklek


Elang membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamar.


"Pantas saja dia tidak menyambutku,ternyata dia sedang shalat" gumam Elang.


Elang duduk di sofa lalu melepas sepatu dan jasnya setelah itu dia berjalan menuju kamar mandi.


Byur...


Elang menyiram tubuhnya dengan air.


"Segarnya" gumam Elang yang sedang mandi.


Selesai mandi Elang keluar dari kamar mandi dan menuju lemarinya.


"Ini bajumu sayang" kata Rere.

__ADS_1


"Sudah selesai shalatnya?" tanya Elang.


Rere mengangguk.


"Aku shalat dulu ya" kata Elang setelah selesai pakai baju.


Rere kembali menganggukkan kepalanya.


Tok tok tok


"Mommy" teriak Revan dari luar.


"Masuk sayang" kata Rere.


Ceklek


Revan membuka pintu lalu masuk ke kamar.


"Mommy gak shalat?" tanya Revan.


"Sudah selesai sayang" jawab Rere.


"Makan yuk Revan sudah laper nih" kata Revan sambil mengusap perutnya.


"Tunggu Daddy sebentar ya sayang"kata Rere dengan lembut.


"Iya Mom" kata Revan.


"Mommy Kemaren waktu Revan ikut Daddy mancing Revan ketemu cewek cantik,dia punya lesung pipi" kata Revan.


"Benarkah,trus Revan kenalan nggak?" tanya Rere.


"Namanya Restu" jawab Elang yang baru selesai shalat.


"Anak siapa?" tanya Rere.


"Aku juga tidak tahu,dia ikut ayah dan ibunya mancing di tempat yang sama dengan kami.Kebetulan mereka duduk di samping kami" tutur Elang.


"Masih kecil belum sekolah udah tau cewek cantik" kata Rere.


"Daddy ayo makan Revan sudah lapar nih,lihat ni perut Revan kempes" tutur Revan sambil memperlihatkan perutnya.


"Duh kasihannya anak Daddy,udah laper banget ya?" tanya Elang.


"Iya,karena Revan tadi siang gak makan" jawab Elang.


"Galau kali mikirin si Restu" timpal Rere sambil tersenyum.


Elang menggendong tubuh Revan menuju ruang makan,Diah dan Nia sedang menghidangkan makanan di meja.


"Romlah belum turun?" tanya Elang.


"Belum Tuan" jawab Diah.


"Baik Tuan" kata Nia.


Nia langsung melaksanakan perintah Tuannya.Tidak lama Nia dan Romlah pun datang.


"Mbak Romlah lama banget sih,Revan sudah laper nih" protes Revan.


"Maaf ya Mbak Romlah tadi bikinin susu dulu untuk Kiandra dan Winara" jawab Romlah.


"Sudah ayo cepet makan,jangan ngoceh terus" kata Rere sambil menaruh nasi dan lauk di piring Revan.


Setelah semua sudah mengambil makanan masing-masing Rere meminta Revan untuk memimpin doa,selesai berdoa baru mereka semua makan.


"Minggu besok sepertinya kita tidak bisa jalan-jalan" kata Elang di sela-sela makannya.


"Emangnya kenapa sayang,kamu sibuk?" tanya Rere.


"Iya sayang dan pekerjaanku tidak bisa aku tinggalkan" jawab Elang.


"Lalu bagaimana dengan Diah,Nia dan Romlah?" tanya Rere.


"Kami tidak masalah Nona,liburan bisa lain waktu" jawab Diah mewakili teman-temannya.


"Atau begini saja,kalian pergi ke tempat yang kalian inginkan trus nanti Pak Harun yang akan mengantarkan kalian,bagaimana?" tanya Elang.


" Baiklah Tuan nanti akan kami pikirkan kemana kami akan berlibur"jawab Romlah.


"Tapi kalian tidak bisa menginap" kata Elang.


Romlah,Diah dan Nia mengangguk bersamaan.


Setelah selesai makan Elang langsung beranjak dari duduknya lalu pergi dari ruang makan.


"Rencananya kalian mau kemana?" tanya Rere.


"Belum tau nih,enaknya kemana ya?" Nia balik bertanya.


"Mancing aja" celetuk Revan.


"Itu sih maunya kamu sayang" kata Rere.


"Hehehe.."Revan nyengir saja.


"Nonton aja gimana?" Diah.


"Jangan nonton dong,aku kan gak punya pacar" jawab Romlah.


"Kasian amat nasib jomblo" kata Nia.


Hahaha

__ADS_1


Mereka semua tertawa mendengar perkataan Nia,kecuali Romlah dia mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Nia.


Rere dan Revan beranjak dari kursinya lalu berjalan menuju ruang keluarga,Elang sedang duduk di sofa sambil menonton tivi.


"Daddy pinjam ponselnya boleh?" tanya Revan.


"Untuk apa sayang?" tanya Rere.


"Pasti mau lihat foto Revan sama Restu kan?" tebak Elang.


"Iya...hehehe" jawab Revan sambil nyengir.


Elang mengambil ponselnya di meja lalu membuka kata sandi di ponselnya lalu memberikan ponselnya pada Revan.


"Mommy lihat deh,cantikkan?" kata Revan sambil menunjukkan foto Revan bersama Restu.


"Iya cantik sayang,Revan menyukainya?" tanya Rere.


"Hemmm..."Revan mengangguk.


"Kenapa Revan bisa suka sama Restu?" tanya Elang.


"Karena Restu baik Daddy,dia kasih Revan permen" jawab Revan.


"Hanya karena itu?" tanya Elang lagi.


"Hemmm..." Revan mendehem sambil mengangguk.


"Anak jaman sekarang masih kecil udah mulai suka sama lawan jenis" kata Rere.


"Kamu juga masih kecil udah suka aja sama aku sayang" goda Elang.


"Aku mah beda sayang" kata Rere.


"Apanya yang beda?" tanya Elang.


"Beda...embe sama kuda" jawab Rere asal.


"Embe sama kuda" gumam Elang sambil mengkerutkan keningnya.


"Maksudnya apaan sih?" tanya Elang.


"Masa gak tau sih kalo embe sama kuda itu beda?" Rere balik bertanya.


"Apa hubungannya dengan apa yang sedang kita bahas?" tanya Elang.


"Gak ada" jawab Rere sambil berjalan meninggalkan Elang.


"Sayang mau kemana?" tanya Elang.


"Main kuda" jawab Rere lalu masuk ke kamarnya.


"Mommy main kuda sama siapa Daddy?" tanya Revan bingung.


"Main kuda di ponselnya" jawab Elang sekenanya.


"Revan bobok ya,udah malem nih" kata Elang.


"Tapi Revan belum ngantuk Daddy" kata Revan.


Huft


Elang menghela nafasnya.


Revan menonton kartun yang ada di ponsel Elang.Sesekali dia tertawa saat melihat ada hal yang lucu.


"Daddy ke kamar dulu ya,Daddy mau shalat isya" kata Elang.


"Revan ikut,Revan juga mau shalat" kata Revan.


Revan mengembalikan ponsel milik Elang yang tadi di pinjamnya lalu mengikuti Elang yang berjalan menuju kamarnya.


"Mommy kok sudah bobok,emang Mommy sudah shalat?" tanya Revan saat melihat Rere sudah berbaring di atas kasur.


"Mommy sudah shalat sayang" kata Rere.


"Ayo sini Revan,kita berwudhu dulu" ajak Elang.


Revan masuk ke dalam kamar mandi lalu berwudhu bersama Elang.Setelah selesai berwudhu Elang dan Revan langsung melaksanakan shalat isya berjamaah.Setelah selesai shalat Revan naik ke kasur lalu berbaring di samping Rere.


"Mommy Revan bobok sini ya?" kata Revan.


"Iya sayang" jawab Rere.


"Gak bisa gitu dong" protes Elang.


"Kenapa gak bisa?" tanya Revan.


"Emmm...gak apa-apa,ya sudah Revan bobok ya Daddy keluar sebentar" kata Elang.


"Mau kemana sayang?" tanya Rere.


"Ke kamar kembar sayang,mau lihat mereka udah tidur atau belum" jawab Elang.


"Daddy tunggu,Revan ikut" kata Revan lalu turun dari kasur.


"Mommy Revan gak jadi bobok sini,Revan mau bobok sama adik kembar aja" kata Revan sambil berlari menyusul Elang.


Elang masuk ke kamar anaknya dan Baby twins sudah tertidur dengan nyenyak.Revan naik ke kasur lalu mulai memejamkan matanya.Elang kembali ke kamarnya,saat masuk ke kamar ternyata Rere sudah tertidur.


"Huh...gagal maning son main kudanya" gumam Elang.


Elang merebahkan tubuhnya di kasur lalu tidur sambil memeluk tubuh Rere.

__ADS_1


__ADS_2