Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 155


__ADS_3

Haris dan Rianti sedang berada di rumah sakit.Mulai dari semalam Rianti merasakan perutnya mules dan pinggangnya sakit.


"Semakin bertambah sakit?" tanya Haris.


Rianti mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.


Haris mengusap perut Rianti berharap agar rasa sakitnya sedikit berkurang.Rianti menarik nafasnya dari hidung lalu mengeluarkannya dari mulut.


"Mau minum?" tanya Haris.


Rianti menggeleng.


Haris memeluk tubuh Rianti lalu mencium kening istrinya itu.Tangannya tidak berhenti mengusap perut Rianti.


"Makin sering sakitnya Mas" rintih Rianti.


"Apa kita mengajukan permintaan untuk operasi saja?" tanya Haris,dia tidak tega melihat Rianti merintih kesakitan.


"Aku pasti bisa Mas,aku pasti kuat" jawab Rianti.


"Mas percaya wanita Mas pasti kuat" kata Haris sambil tersenyum.


Hari sudah mulai siang,Dokter masuk ke dalam ruangan untuk kembali memeriksa Rianti.


"Kenapa belum lahir juga Dok?" tanya Haris penuh dengan kekhawatiran.


"Itu wajar Pak,apalagi ini anak pertama.Perbanyak berdoa,sebentar lagi juga lahir" jawab Dokter sambil tersenyum.


Dokter menyuruh perawat menyiapkan alat-alat yang di butuhkan.Beberapa perawat mulai masuk dan menyiapkan apa yang di minta Dokter.


"Pak Haris mau tetap disini menemani istrinya atau menunggu di luar?" tanya Dokter.


"Saya disini saja Dok menemani istri saya" jawab Haris.


Rianti terus merintih kesakitan.Air ketubannya sudah pecah,keringat mengucur deras membasahi tubuhnya.Dengan telaten dan lembut Haris mengelap keringat Rianti memakai tisu yang di berikan perawat padanya.


Oek...oek...


Tangisan bayi pecah memenuhi seluruh ruangan.


Hiks...


Haris menangis Haru saat menyaksikan secara langsung perjuangan istrinya melahirkan.


Perawat membersihkan tubuh bayi mungil yang baru saja lahir itu.Setelah selesai dibersihkan Perawat menyerahkan bayi laki-laki itu kepada Haris.Dengan deraian airmata bahagia dan tangan yang gemetar Haris menggendong putra pertamanya.Dengan suara yang merdu Haris mengadzani anaknya.


"Selamat datang Putra Ayah" ucap Haris.


Tubuh Rianti sudah selesai dibersihkan,beberapa perawat membawa Rianti menuju ruang perawatan,Haris mengikutinya dari belakang sambil menggendong bayinya.Sesampainya di ruang perawatan Haris menyerahkan bayinya pada Rianti.


"Anak yang tampan Yah,siapa namanya?" tanya Rianti pada Haris.


"Sakha" jawab Haris singkat sambil mengusap kepala anaknya dengan lembut.


"Nama yang bagus,apa artinya?" tanya Rianti lagi.


"Kemurahan hati" jawab Haris.


"Mas kenapa Rianti lihat dari tadi jadi banyak diam dan sedikit bicara,apa Mas tidak bahagia?" tanya Rianti sambil mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya Mas pengen teriak sambil lompat-lompat,tapi takut dikira gila oleh orang-orang yang ada di rumah sakit ini" jawab Haris.


"Sakha haus ya,mau mimik?" tanya Rianti yang melihat anaknya membuka mulut.


Rianti memberi Sakha ASI pertamanya dan benar saja ternyata dia haus,Sakha menyedot ASInya dengan lahap.


"Anak pintar" puji Haris sambil mencium kepala Sakha.


"Kang Rian sudah Mas kasih tau,kalo Rianti sudah melahirkan?" tanya Rianti.


"Tadi pagi Mas sudah menelponnya dan Kang Rian bilang siang baru akan datang ke sini" jawab Haris.


Ceklek


Pintu terbuka dan...


"Surprise" seru Rere,Rima,Sari dan Mama secara bersamaan.


"Selamat ya Haris dan Rianti" ucap Rere.


"Terima kasih" kata Rianti.


"Ini yang datang,wadon semua mana para Bapaknya?" tanya Haris.


"Lagi keruangan Papa sebentar,nanti juga kesini" jawab Rima.


"Tinggal Sari nih yang belum launching" kata Mama.


"Kayak perusahaan aja launching prodak baru" celetuk Sari.


Hahaha...


Semua yang ada di situ tertawa.


Oek...oek...

__ADS_1


Sakha tiba-tiba menangis karena terkejut.


"Uluh sayang...cup...cup...cup.Jangan nangis dong.Sini sama Oma yang paling kece seantero jagad" kata Oma sambil menggendong Sakha


Sakha pun terdian dalam gendongan Mama,tubuhnya hanya menggeliat saja.


"Tu anak kecil aja setuju kalo Mama kece seantero jagad" kata Mama.


"Iya Mama" kata Rere,Rima dan Sari bersamaan.


Ceklek


Pintu terbuka.


Para bapak-bapak masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa ni ribut-ribut,ganggu bayi yang mau tidur aja" kata Papa.


"Gak ada apa-apa kok Pa" jawab Mama.


"Selamat ya Haris,semoga putramu menjadi anak yang soleh" kata Papa sambil bersalaman dengan Haris.


"Terima kasih Pa" jawab Haris.


"Oya Mama sampe lupa,siapa namanya?" tanya Mama.


"Sakha" jawab Haris dan Rianti bersamaan.


"Bagus...nama yang bagus" kata Mama.


"Mom udah siang lo,kita harus jemput Abang" kata Elang pada Rere.


"Sebentar lagi,Mommy masih gemes sama Sakha" kata Rere.


"Mau punya bayi lagi?" tanya Elang sambil menghampiri Rere.


"Gas keun mumpung musim hujan" seru Edo.


"Asiiaaappp" kata Elang.


"Asal siap aja,gak mikir tu tiga anak di rumah masih kecil" gerutu Rere.


"kan ada Babysitter yang jagain sayang" kata Elang.


"Tapi yang paling afdol itu kalo orang tuanya yang mengasuh menjaga dan mendidik anaknya" balas Rere.


"Tu Rere aja tau Lang,kamu taunya cuma bikin anak aja" Papa menimpali.


"Ayo Mom,nanti Revan menunggu" ajak Elang.


"Iya Re,makasih ya" ucap Rianti.


Rere dan Elang pun keluar dari ruangan itu dan langsung menuju parkiran.Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Elang mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di gerbang sekolah.


"Tumben Revan gak nungguin kita di pos satpam" kata Rere.


"Coba kita tanya sama satpamnya,mungkin saja memang Revan belum keluar" kata Elang.


Elang dan Rere turun dari mobilnya lalu bertanya pada satpam penjaga sekolah.


"Apa anak-anak belum waktunya pulang Pak?" tanya Elang pada satpam.


"Sudah Tuan,tapi sepertinya Revan belum keluar karena dari tadi saya belum melihat Revan" jawab Dokter.


"Terima kasih" ucap Elang dan Rere.


Tidak lama kemudian Revan keluar dari gedung sekolah sambil tersenyum riang.


"Mommy...Daddy" sapa Revan.


Revan melihat kearah mobil.


"Adik kembar gak ikut?" tanya Revan.


"Adik kembar lagi bobok jadi gak Mommy ajak" jawab Rere.


"Ya...padahal Revan mau kenalin Adik kembar ke teman Revan" kata Revan lesu.


"Teman? Revan sudah punya teman baru?" tanya Elang sambil menggandeng tangan Revan menuju mobil.


"Iya Daddy,namanya Thomas anak baru pindah dari luar kota" jawab Revan.


"Besok saja Revan kenalkan Adik kembar pada Thomas ya" kata Rere.


Revan mengangguk.


Elang mengemudikan mobilnya dengan perlahan.


Revan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Mommy ini untuk Adik kembar" kata Revan sambil memberikan bungkusan pada Rere.


"Tapi adik kembar belum bisa makan ini sayang" kata Rere saat melihat ke dalam bungkusan yang berisi getuk dan kerupuk pedas di tangannya.


"Kalo gitu kita saja yang makan,tapi jangan sampai adik kembar tau.Nanti mereka sedih karena mereka tidak bisa makan apa yang Revan belikan" kata Revan.

__ADS_1


"Revan beli dimana makanan itu?" tanya Elang.


"Nenek yang jualan di depan sekolah Revan,dia sering duduk di pos satpam" jawab Revan.


"Kenapa Revan membelinya,bukankah Revan tidak suka makan pedas?" tanya Elang lagi.


"Revan hanya kasihan pada nenek itu Daddy,tubuhnya kurus dan usianya juga sudah tua.Barang dagangannya banyak tapi belum ada yang terjual sedikitpun" jawab Revan.


"Trus kenapa Revan cuma beli sedikit?" tanya Rere.


"Revan tadi gak bawa uang Mom,uang Revan hanya ada sepuluh ribu di dalam tas" jawab Revan.


Rere manggut-manggut mendengar jawaban Revan.


Elang menghentikan mobilnya di persimpangan jalan,karena lampu berwarna merah.


"Mom itu Nenek yang jual keripiknya" kata Revan sambil menunjuk ke luar jendela.


Elang dan Rere menoleh ke arah yang di tunjuk Revan.Seorang nenek tua dengan pakaian lusuh membawa dua bungkusan plastik besar di tangannya.Dia berjalan terbungkuk sambil menjajakan barang dagangannya.


"Daddy apa Revan boleh minta uang?" tanya Revan.


Belum sempat Elang menjawab lampu sudah berwarna hijau,Elang melajukan mobilnya lalu menghentikannya tidak jauh dari tempat Si Nenek berjualan.


"Ayo turun" Elang mengajak Revan untuk turun.


Elang dan Revan menghampiri Nenek penjual keripik pedas.


"Nek keripiknya masih ada?" tanya Revan.


"Eh Revan,kok belum pulang nak" kata Nenek yang sudah mengenal Revan.


"Baru di jemput sama Ayah nek" jawab Revan.


Elang mengerutkan keningnya saat Revan menyebutnya ayah.


"Revan pulang jalan kaki?" tanya Nenek lagi.


"Iya Nek" jawab Revan berbohong.


"Revan mau beli berapa,apa yang tadi sudah habis...uhuk...uhuk?" tanya nenek sambil terbatuk.


"Ada sisa berapa Nek kerupuknya?" tanya Elang.


"Masih banyak nak" jawab Nenek lalu memandang wajah Elang.


"Ini Ayahnya Revan ya,wah tampan dan gagah.Ada ya tukang becak gagah dan tampan begini.Pantas saja Revan juga tampan" tutur Nenek itu.


Elang menoleh ke arah Revan,Revan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Saya borong semua boleh Nek?" tanya Elang.


"Benarkah nak,apa kamu punya uang?" tanya Nenek dengan wajah sumringah.


"Cukup kalo hanya sekedar bayar kerupuk nenek" jawab Elang.


Nenek menghitung keripik yang ada di dalam plastik.


"Semuanya seratus tujuh puluh ribu nak" kata Nenek.


Elang mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikannya pada Nenek.


"Ini dua ratus ribu nek untuk bayar kerupuknya,sisanya ambil saja untuk nenek dan ini dari Revan untuk nenek,tolong di ambil ya" kata Elang sambil mengepalkan uang yang di gulungnya ke tangan nenek.


"Banyak sekali nak,terima kasih" ucap Nenek.


Elang dan Revan membawa keripik pedas yang tadi di belinya lalu masuk ke mobil,Rere memperhatikan nenek itu dari kaca spionnya.


"Tunggu" cegah Rere saat Elang hendak mengemudikan mobilnya.


"Ada apa sayang?" tanya Elang.


Rere tidak menjawab pertanyaan Elang,dia malah turun dari mobilnya.Dan...


Bugh


Tubuh seseorang terjengkang karena tendangan dari Rere.


Elang keluar dari mobilnya dan menghampiri Rere yang secara membabi buta menghajar dua preman di depannya.Karena merasa kalah akhirnya kedua preman itupun lari kocar-kacir.


"Siapa mereka sayang?" tanya Elang.


"Preman yang merampas uang dari tangan nenek" jawab Rere sambil memungut uang yang berserakan.


"Ini uangnya Nek,lain kali hati-hati" kata Rere sambil menyerahkan uang pada Nenek itu.


"Terima kasih nak..." ucap Nenek pada Rere.


Nenek meneliti tubuh Rere dari atas sampai bawah.


"Apa ada yang terluka nak?" tanya Nenek.


"Tidak ada Nek,ya sudah saya pergi dulu ya Nek" pamit Rere lalu melangkah menuju mobilnya.


Setelah Rere masuk Elang pun langsung mengemudikan mobilnya.Elang sedikit terkejut karena baru kali ini Elang melihat Rere bertarung dan menggunakan keahlian beladirinya secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2