
Elang merebahkan tubuhnya di kasur,Rere sedang berkutat dengan krim malamnya di meja rias.
"Mom" Elang memanggil Rere.
"Emmm" kata Rere.
"Apa Daddy harus turun tangan untuk urusan Wildan dan Arumi?" tanya Elang.
Rere menghampiri Elang lalu naik ke atas kasur.
"Sepertinya gak perlu deh,biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" jawab Rere.
"Aku kasihan pada Arumi dan aku juga tidak habis pikir kenapa Wildan setega itu pada Arumi.Kalo hanya karena dia menginginkan Andre dia tidak perlu menikahi Arumi kan" tutur Elang.
"Kita tidak tau apa maksud Wildan menikahi Arumi,kita lihat saja ke depannya nanti seperti apa.Kalo nanti Wildan terlalu melampaui batasannya baru kita tegur dia,bukan dengan menyalahkannya tapi dengan menasihatinya" kata Rere.
"Oh...bijaknya istriku ini siapa sih suaminya?"tanya Elang sambil mencubit kedua pipi Rere.
"Yeee...dimana-mana juga yang di tanya siapa orang tuanya bukan siapa suaminya" protes Rere.
"Mom...terbang yuk" kata Elang,tangannya sudah mulai nakal.
"Pakai helikopter?" tanya Rere.
"Pakai rayuan dan gombalan" jawab Elang.
"Ah selalu saja begitu" kata Rere.
Elang tersenyum saja lalu mengecup kening Rere.
"Sudah malam,tidurlah" kata Elang.
Rere merapatkan tubuhnya ke tubuh Elang dan Elang memeluk tubuh Rere lalu mereka pun tidur dengan nyenyak.
Malam berganti pagi.
Rere sedang memakaikan dasi Elang.
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan pintu.
"Mommy" teriak Revan dari luar kamar.
"Masuklah Bang" kata Rere.
Ceklek
Revan masuk ke dalam kamar dan dia sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
"Abang udah rapi aja" kata Rere.
"Nunggu Mommy lama,jadi Abang minta tolong Mbak Romlah aja" kata Revan.
"Adik kembar mana?" tanya Elang.
"Masih di kamarnya,baru selesai mandi" jawab Revan.
Elang,Rere dan Revan pun keluar dari kamar,mereka langsung menuju ruang makan untuk sarapan.
"Mbak Diah,bekal Revan sudah siap belum?" tanya Rere.
Rere dan Elang memanggil Mbak pada setiap pelayan di rumahnya agar Revan,Kiandra dan Winara juga ikut memanggil mbak pada pelayan di rumah itu.
"Sarapan apa kita pagi ini?" tanya Elang pada Diah.
"Bubur kacang hijau Tuan" jawab Diah.
"Wan" kata Kiandra yang baru datang ke ruang makan.
Elang menatap kearah Diah,Diah hanya nyengir saja.
"Kiandra mau bubur?" tanya Elang.
Kiandra mengangguk.
"Bul...di (Bubur Daddy)" kata Winara.
Romlah mendudukan Winara dan kiandra di kursinya,lalu setelah itu dia menyuapi kedua anak kembar itu bubur.
"Nanti Daddy pulang telat ya Mom,banyak pekerjaan di kantor dan Daddy juga harus menyurvei beberapa tempat" tutur Elang di sela-sela sarapannya.
__ADS_1
"Iya Daddy" jawab Rere.
"Abang berangkat bareng Daddy ya" kata Elang setelah dia selesai sarapan.
"Iya Daddy" jawab Revan.
Diah memasukkan bekal Revan ke dalam tas,lalu Revan mencium punggung tangan Rere setelah itu Revan mencium pipi kedua adik kembarnya.
"Abang pergi sekolah dulu ya,daaa..." kata Revan sambil melambaikan tangannya pada kedua adiknya.
"Bang...Bang..."Winara memberontak hendak turun dari kursinya.
"Abang mau pergi ke sekolah,Winara di rumah aja sama Mommy ya" kata Rere.
Huaaa...
Winara menangis sambil terus berusaha untuk turun.
Rere menggendong Winara lalu membawanya ke depan.
"Kenapa Winara Mom?" tanya Elang.
"Mau ikut Abang" jawab Rere.
Rere menurunkan Winara dari gendongannya dan Winara pun langsung berlari dan berusaha untuk naik ke mobil yang pintunya masih terbuka dan Revan sudah duduk di dalamnya.
Hahaha
Revan tertawa melihat tingkah lucu adik perempuannya.
"Ayo ikut,kasihan Winara" ajak Elang.
"Mbak Romlah bawa Kiandra kemari" teriak Rere.
Elang mengangkat tubuh Winara lalu mendudukkannya di samping Revan,kemudian Elang juga mendudukan Kiandra di samping Winara.Kedua anak kembar itu duduk rapi sambil meluruskan kakinya ke depan.Rere naik ke mobil lalu duduk di samping Kiandra.Setelah itu barulah Pak Harun mengemudikan mobilnya.
"Sekalian anterin Daddy ke kantor ya" kata Elang pada Kiandra dan Winara.
Kedua anak itu mengangguk.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di sekolah Revan.
"Bang" kata Kiandra sambil mengulurkan tangannya.
Revan turun dari mobil lalu melambaikan tangannya baru setelah itu dia masuk ke dalam sekolah.
Pak Harun mengemudikan mobilnya menuju kantor Elang dan tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai.
Elang turun dari mobil lalu menggendong Winara dan Rere menggendong Kiandra.
Semua mata karyawan tertuju pada keluarga harmonis yang sedang lewat di hadapannya.
"Pengen punya anak kembar juga" kata salah satu karyawan.
"Iya,pasti seru" kata yang lainnya.
Elang membawa Rere dan kedua anak kembarnya ke dalam ruangannya.
"Main di kamar saja Mom" kata Elang.
Rere mengangguk lalu membawa kedua anaknya masuk ke dalam kamar.
Kamar yang ada di ruangan Elang sudah berubah jadi seperti arena bermain.Elang sengaja merubah kamar itu agar anak-anaknya betah saat mereka ikut ke kantor.
Ceklek
Elang membuka pintu kamar lalu menyembulkan kepalanya.
"Mom Daddy ada meeting diluar dan sekalian mau jemput Abang.Mommy mau makan apa biar Daddy pesan di kantin" kata Elang.
"Apa aja Daddy dan yang terpenting mereka berdua bisa makan" kata Rere.
"Mbak Romlah sebentar lagi datang mengantar susu dan pakaian si kembar" kata Elang.
Rere mengangguk.
"Daddy pergi dulu ya" kata Elang lalu menutup kembali pintu kamar itu.
Elang keluar dari kantornya lalu menuju ke mobil.
"Pak Harun antar saya ke tempat meeting,setelah itu tolong jemput Revan dan bawa kemari" kata Elang.
__ADS_1
"Baik Tuan" kata Pak Harun.
Pak Harun mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah restoran yang akan menjadi tempat meeting Elang dan rekan bisnisnya.Edo sudah menunggu disana.
Setelah Elang turun Pak Harun pun langsung meluncur menuju sekolah Revan.Sesampainya di sekolah ternyata Revan sudah menunggunya di pos satpam bersama Andre.
"Andre belum di jemput?" tanya Pak Harun.
"Belum Pak" jawab Andre.
"Pak Harun kita temenin Andre dulu ya sampai Kakeknya datang" pinta Revan.
Pak Harun menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian datang sebuah mobil mewah berhenti di dekat mereka,lalu seorang wanita paruh baya turun dari mobil itu dan menghampiri Andre.
"Nyonya Jonathan" sapa Pak Harun.
"Harun,sedang apa di sini?" tanya Mamanya Wildan yang ternyata mengenal Harun.Tentu saja dia kenal karena Harun adalah pegawainya Elang.
"Sedang menjemput anaknya Tuan Elang" jawab Harun.
"Anaknya Silvi?" tanya Mamanya Wildan lagi.
"Iya Nyonya...Maaf Nyonya saya harus segera pergi.Permisi" pamit Pak Harun sopan.
Pak Harun dan Revan pun langsung pergi dari sana.
"Mommy sama adik kembar gak ikut jemput Revan Pak Harun?" tanya Revan.
"Mommy sama adik kembar ada di kantor Daddy,Pak Harun tadi abis nganterin Daddy meeting dan langsung jemput Revan ke sekolah" Pak Harun menjelaskan.
Pak Harun memarkirkan mobilnya di parkiran kantor lalu setelah itu mengajak Revan ke ruangan Elang.
"Mommy" kata Revan saat masuk ke ruang kerja Elang.
"Sssttt...Mommy lagi shalat dan adik kembar lagi tidur" kata Romlah yang sedang makan di ruang kerja Elang.
"Enak tuh Mbak,bagi dong" kata Revan lalu duduk di samping Romlah.
"Ganti baju dulu baru makan ya" kata Romlah.
Revan mengangguk.
Romlah mengambil baju ganti milik Revan yang tadi di bawanya,setelah itu memakaikannya pada Revan.Baru setelah itu mereka makan satu piring berdua,mereka makan nasi padang siang ini.Setelah selesai makan Revan mencuci tangan dan mukanya setelah itu dia masuk ke kamar.
"Mom Abang ngantuk" kata Revan sambil merebahkan tubuhnya di kasur yang berbeda dengan adik kembarnya.
"Ya sudah Abang bobok sini sama Mommy,Mommy juga udah ngantuk" kata Rere.
Revan merebahkan tubuhnya di samping Rere kemudian dia pun tertidur.
Romlah masuk ke kamar itu lalu rebahan di samping Revan.
"Mumpung kembar dan Revan tidur,kita juga harus tidur Romlah" kata Rere dengan suara yang pelan.
Romlah menganggukkan kepalanya lalu mengambil posisi enak untuk tidur.Romlah tidur sambil memeluk boneka panda kesayangannya yang memang di sediakan oleh Elang di kamar itu.Rere pun sudah tertidur sambil memeluk bantal guling.
Ceklek
Elang membuka pintu lalu melihat ke dalam kamar.
"Busyet...bisa gitu ya tidur dengan posisi masing-masing.Yang satu menghadap ke timur,satu ke barat,satu menghadap ke utara.Itu lagi dua bocah cilik bisa tidur sambil sujud begitu" gumam Elang.
"Daddy jangan berisik,Mommy masih ngantuk" kata Rere.
"Maaf...Daddy kan cuma ngecek doang" kata Elang yang langsung berbaring di samping Rere.
Rere membuka matanya lalu tersenyum pada Elang.
"Udah selesai meetingnya?" tanya Rere.
"Udah dari tadi Mom,coba lihat jam tu udah jam berapa?" tanya Elang.
Rere melihat jam yang ada di dinding kamar itu.
"Itu jam waras Dad?" tanya Rere saat melihat jam dan jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Waraslah,emang ada jam yang gila?" Elang balik bertanya.
Rere tidak menjawab pertanyaan dari Elang,Rere masuk ke kamar mandi untuk berwudhu lalu setelah itu dia shalat ashar.Elang sudah keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Romlah dan Revan sudah bangun begitu juga dengan Kiandra dan Winara.Romlah langsung memandikan ketiga anak itu dan Rere yang bertugas memakaikan pakaiannya.Setelah selesai mereka pun keluar dari kamar itu dan langsung mengajak Elang untuk pulang ke rumah.