Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 131


__ADS_3

Elang sedang duduk santai di ruang keluarga sambil mengawasi Kiandra dan Queen yang merangkak kesana kemari.Semenjak Edo sudah kembali ke kantor Elang lebih sering di rumah,dia akan ke kantor kalo ada hal penting saja.


"Sayang aku pergi ya?" kata Rere sambil menghampiri Elang.


"Hati-hati di jalan ya.Sampaikan salamku pada Rima" kata Elang.


Rere mencium punggung tangan Elang setelah itu menghampiri kedua anaknya yang sudah mulai aktif.


"Mommy tinggal dulu ya sayang,baik-baik di rumah" kata Rere sambil mencium pipi kedua anaknya.


"Kamu sudah pamit sama Revan?" tanya Elang.


"Sudah sayang" jawab Rere sambil tersenyum.


Rere berjalan menuju depan rumah,Pak Harun sudah menyiapkan mobil di depan.Rere masuk ke mobil dan Harun mulai mengemudikannya.


"Kita ke rumah Rima dulu baru kemudian kita ke rumah sakit ya Pak" pinta Rere.


"Iya Re.Emang Rima sakit apa Re?" tanya Pak Harun.


"Bukan sakit Pak tapi mau cek kehamilan" jawab Rere.


"Kok gak pergi sama Edo?" tanya Pak Harun lagi.


"Rima maunya pergi sama Rere Pak,Edo udah menawarkan diri tapi Rimanya gak mau" jawab Rere.


Harun membelokkan mobilnya kerumah Edo.Edo dan Rima sudah menunggu di teras rumah.


"Sudah siap Rima?" tanya Rere.


"Sudah dari tadi" jawab Rima.


"Aku pergi dulu ya sayang" pamit Rima.


"Hati-hati ya,apapun hasilnya kamu harus mengatakannya padaku.Aku gak mau kamu merahasiakannya" kata Edo.


"Iya sayang" kata Rima.


Cup


Edo mengecup kening Rima setelah itu Rima masuk ke dalam mobil,Edo melambaikan tangannya saat Mobil mulai bergerak meninggalkan rumahnya.


"Edo gak ke kantor?" tanya Rere pada Rima.


"Nanti siang katanya baru ke kantor,pagi jadwalnya kosong" jawab Rima.


"Kenapa gak pergi dengan Edo ke rumah sakit?" tanya Pak Harun.


"Kasian Edo Pak Harun,nanti dia kecapekan kalo harus nganter Rima ke rumah sakit" jawab Rima.


Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di rumah sakit.Rima dan Rere turun dari mobil lalu melangkah masuk ke rumah sakit dan langsung menuju poli khusus kandungan.


"Permisi...Saya Rima tadi sudah buat janji sama Dokternya" kata Rima pada Asisten Dokter.


"Oh Nona Rima Praditya ya,mari Nona silahkan masuk" kata Asisten Dokter itu.


Rima dan Rere masuk ke dalam ruang Dokter lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Dokternya.


"Nona Rima silahkan berbaring,biar kita lihat Si Baby lagi apa di dalam" kata Dokter sambil tersenyum.


Rima berbaring di kasur khusus pasien,Dokter pun langsung memeriksanya.


"Perkembangan bayinya cukup bagus,mau lihat kelaminnya gak?" tanya dokter.


"Emang sudah bisa Dok?" tanya Rere.


"Kehamilannya udah masuk usia lima bulan,udah bisa kok" jawab Dokter.


"Tidak usah Dok,biar jadi kejutan saja" kata Rima.


"Tapi aku penasaran" kata Rere


Dokter tersenyum mendengar perdebatan dua orang di depannya.


"Jenis kelaminnya perempuan semua" kata Dokter.


"Perempuan semua,apa maksud dari kata semua Dok?" tanya Rima.


"Bayi anda kembar Nona,lihatlah ini" kata Dokter sambil menunjuk ke arah layar.


Rima meneteskan airmata bahagianya begitu juga Rere.


"Alhamdulillah" ucap Rima dan Rere bersamaan.


Rima turun dari kasur lalu duduk di kursi.


"Bayi anda semua sehat,jaga pola makan dan istirahat yang cukup dan jangan bekerja terlalu lelah" tutur Dokter.


"Terima kasih Dokter" kata Rima.


Rere dan Rima pun keluar dari ruang Dokter dan langsung menuju parkiran.Rere dan Rima langsung masuk ke dalam mobil.


"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Harun.


"Langsung pulang saja Pak" jawab Rima.


Pak Harun mengemudikan mobilnya untuk mengantar Rima pulang.


"Pak bisa lebih cepet gak,Rima udah gak sabar nih" kata Rima.


"Sabar Rima,nanti juga nyampe ke rumah" kata Rere.


"Aku udah gak sabar lihat reaksi Kak Edo Re" kata Rima.


Rere mengerti apa yang di rasakan Rima.


"Ngebut Pak" perintah Rere pada Pak Harun.


Pak Harun menambah kecepatan mobilnya dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke rumah Rima.

__ADS_1


"Rima aku langsung pulang ya" kata Rere.


"Iya Re,terima kasih ya udah mau nganterin aku" ucap Rima.


"Sama-sama" jawab Rere.


Pak Harun mengemudikan mobilnya menuju ke rumah majikannya.


Setelah mobil Rere sudah tidak terlihat Rima langsung masuk ke rumahnya.


"Kak...Kak Edo..." teriak Rima memanggil suaminya.


Edo yang sedang berada di ruang kerja pun langsung keluar saat mendengar teriakan Istrinya.


"Ada apa sayang,kenapa berteriak?" tanya Edo.


Rima berjalan menghampiri Edo lalu memeluk suaminya sambil nangis sesenggukkan.


"Hai kenapa menangis,apa kandunganmu bermasalah?" tanya Edo mulai khawatir.


Rima melepaskan pelukannya lalu menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu menangis,apa Rere yang membuatmu menangis?" tanya Edo lagi.


Rima kembali menggeleng.


"Kalo kandunganmu tidak bermasalah dan Rere juga tidak bertingkah lalu apa yang membuatmu menangis histeris begini?" tanya Edo.


"Aku menangis bahagia sayang" jawab Rima.


"Bahagia kok nangis" kata Edo.


"Bahagia kenapa hemmm,apa saat di periksa Dokter tadi kamu melihat anakku sedang bermain jungkir balik di dalam perutmu?" tanya Edo sambil membelai rambut Rima.


"Mereka sedang bermain boneka bukan sedang jungkir balik" jawab Rima.


Edo mengkerutkan keningnya mencoba mencerna perkataan istrinya.


"Mereka? Main boneka?" tanya Edo untuk memastikan pendengarannya.


"Ya mereka,dua anak perempuan dalam perutku" jawab Rima.


Grep


Edo langsung memeluk tubuh Rima lalu diapun mulai meneteskan air matanya.


"Terima kasih Ya Allah,terima kasih" ucap Edo.


Edo melepaskan pelukannya lalu mengecup kening Rima.


"Terima kasih sayang" ucap Edo.


Rima mengangguk sambil tersenyum.


Edo menjongkokkan tubuhnya lalu mengecup perut Rima yang mulai membesar.


"Hallo sayang,ini Papa.Kalian baik-baik dalam perut Mama ya,jangan nakal" kata Edo.


Edo berdiri lalu kembali memeluk Rima dengan Erat.


"Sayang lepasin,aku gak bisa bernafas" pinta Rima.


"Maaf sayang,aku terlalu bahagia" kata Edo.


Edo menggendong tubuh Rima menuju kamarnya,lalu merebahkan tubuh Rima di kasur.


"Kamu tidak boleh capek lagi,aku akan menambah pelayan di rumah ini agar tidak ada alasan lagi untuk kamu melakukan pekerjaan" kata Edo.


"Terserah kamu saja Kak,asal kau senang Bos" kata Rima.


"Oh ayolah,jangan panggil aku kakak lagi,sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah sayang lagipula aku bukan kakakmu" protes Edo.


"Baiklah Sayang,kalo begitu aku akan memanggilmu Om" seloroh Rima.


"Setua itukah aku" kata Edo memasang wajah cemberutnya.


Hahaha


"Gak pantes cemberut gitu ih,jelek.Amit-amit?" kata Rima sambil mengelus perutnya.


"Besok saat lahir kalian jangan mirip Papa ya nak" kata Rima.


"Mereka akan mirip denganku sayang,karena aku penanam saham tunggal di perutmu jadi secara tidak langsung seluruh keuntungan jadi milikku" tutur Edo.


"Aku akan mencuri keuntungan itu darimu" kata Rima.


"Aku tidak mengizinkannya...Coba kamu lihat Kiandra sama Winara wajahnya seratus persen mirip Elang" kata Edo.


"Haisss...memang tidak adil" desah Rima.


Hahaha...


"Kamu tunggu disini ya,aku mau menelpon Papa dan Mama.Mereka juga harus tau kabar gembira ini" kata Edo.


"Hemmm..."Rima mendehem sambil menganggukkan kepalanya.


Edo turun dari kasur lalu melangkah keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya untuk mengambil ponselnya.


"Lihatlah nak,betapa bahagianya Papa kalian saat mendengar kalian berdua berada di perut Mama.Sehat selalu ya nak,jangan nakal" kata Rima sambil mengusap-usap perutnya.


Perut Rima pun bergerak seolah dua anak di dalam perutnya menanggapi perkataan Rima.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan Edo pun masuk ke dalam kamar.


"Mereka sangat berbahagia saat mendengar kalo kamu hamil anak kembar,mereka semua akan datang kemari besok" tutur Edo.


"Mereka semua?" tanya Rima.

__ADS_1


"Iya,mereka semua.Papa,Mama,Nenek,Kakek,Buyut,Ante Lusi sama Om Arjuna" jawab Edo.


"Bianca gak kesini?" tanya Rima.


"Bianca tadi yang paling heboh dan katanya sore ini dia mau langsung kemari" jawab Edo.


"Oya aku lupa,Aku belum memberi tahu Papa Irfan" kata Rima sambil menepuk keningnya.


Rima memungut tas yang dia jatuhkan di lantai lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas,setelah itu dia menelpon Papa Irfan dan memberi tahu Papa Irfan tentang kehamilannya,Rima juga bilang sama Papa Irfan kalo besok keluarga besar Edo akan datang ke rumahnya.


***


Rere baru saja sampai di rumahnya,dia tadi mampir dulu ke super market untuk membeli kebutuhannya juga kebutuhan ketiga anaknya.


"Mommy" kata Revan sambil berlari menyambut Rere.


"Hai sayang,sudah selesai belajarnya?" tanya Rere.


"Sudah donk,Revankan anak pintar" jawab Revan.


"Mommy bawa apa?" tanya Revan.


"Bawa apa ya...Coba tebak" kata Rere sambil mendekatkan bungkusan yang di tentengnya kehidung Revan.


"Cake coklat" jawab Revan dengan senang.


"Ada apa ini,kok Daddy gak di kasih tau sih" kata Elang yang baru saja datang.


"Mommy bawa cake kesukaan Revan" jawab Revan.


"Mau dong" kata Elang.


Rere menggandeng tangan Revan menuju ruang makan dan Elang mengikutinya.


"Bagaimana hasilnya,apa semua baik-baik saja?" tanya Elang sambil duduk di kursi.


"Alhamdulillah semuanya bagus dan anak-anak Rima juga sehat" jawab Rere.


"Anak-anak?" tanya Elang sambil mengkerutkan keningnya.


"Iya sayang,Rima hamil anak kembar sama sepertiku" jawab Rere sambil menyodorkan piring yang berisi cake.


"Kembar sepasang juga?" tanya Elang.


"Perempuan semua" jawab Rere.


"Syukurlah,akhirnya mereka nanti tidak kesepian lagi" kata Elang.


"Kiandra sama Winara mana?" tanya Rere.


"Tidur di kamarnya" jawab Elang.


Semenjak Revan sering protes akhirnya sekarang semua memanggil Queenara dengan panggilan Winara.


"Semenjak menikah Haris sama Rianti belum pernah berkunjung kemari" kata Rere.


"Haris masih sibuk,lagipula aku dengar kabar kalo Rianti mulai oleng" jawab Elang.


"Oleng kenapa?" tanya Rere.


"Hamil sayang,kehamilan Rianti sama dengan Rima dia muntah terus" jawab Elang.


"Wah cepet juga ya,berarti sama seperti aku dulu ya dua bulan menikah langsung dung" kata Rere.


"Kami memang terbaik" ucap Elang bangga.


"Bagaimana dengan David,apa sudah memberi kabar baik?" tanya Rere.


"David sedang menikmati hidupnya berdua dengan Sari,dia tidak memusingkan soal anak.Biarlah Tuhan yang memberi keajaiban pada mereka berdua" tutur Elang.


"Semoga saja Sari tidak beneran mandul" ucap Rere.


"Aamiin" ucap Elang.


"Kembar udah mulai bisa berdiri berarti udah bisa dong ya kita liburan?" kata Elang.


"Sayang umur kembar baru juga mau delapan bulan,gak ah.Kalo mereka udah agak besar baru kita pergi" sahut Rere.


"Lagi pula Hawai itu jauh sayang" sambung Rere lagi.


"Daddy liburan terus,Revan kapan sekolahnya?" protes Revan.


"Tu dengerin anakmu protes" kata Rere.


"Revan tahun ini udah mau enam tahun ya,udah boleh sekolah Mom?" tanya Elang.


"Sudah sayang,usianya sudah cukup untuk Revan masuk sekolah" jawab Rere.


"Atur saja lah,aku ke ruang kerja dulu ya Ada yang harus aku kerjakan" kata Elang.


"Nggak makan siang sekalian,udah waktunya lo" ucap Rere.


Elang menengok jam yang ada di dinding,jam menunjukkan pukul dua belas siang lebih sepuluh menit.


"Aku masih kenyang,aku makan cake cukup banyak tadi" kata Elang.


"Ya sudah kalo gitu,shalat dulu baru kerja" kata Rere.


Elang mengangguk lalu meninggalkan Rere dan Revan di ruang makan.


Rere dan Revan melanjutkan makan cakenya,setelah kenyang Revan izin masuk ke kamarnya sedangkan Rere mengemasi bekas cake yang berserakan.Setelah itu baru dia pergi ke kamarnya untuk shalat dzuhur.


❤❤❤


Selamat membaca...


Maaf ya othor lompat-lompat nulisnya,kalo othor bikin sesuai urutan bisa gak tamat-tamat nanti ni novel😁


Maaf ya,kalo bab kemaren dan hari ini kurang greget.

__ADS_1


Salam sayang othor untuk kalian semua🥰🥰🥰🥰


__ADS_2