Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Main Cantik


__ADS_3

Satria menunggu Yura di parkiran sekolah,Satria mau minta maaf atas kejadian tadi malam.


"Kakak nunggu Yura ya?" tanya Yuna.


"Emm...iya" jawab Satria.


"Hari ini Yura gak datang ke sekolah Kak.Emang Yura gak cerita sama Kakak?" tanya Yuna.


"Enggak.Emangnya hari ini Yura kemana?" tanya Satria.


"Hari ini Yura ikut Ayah ke rumah Nenek yang di Bandung" jawab Yuna.


"Kok Yuna gak ikut?" tanya Satria.


"Yuna banyak kegiatan Kak,apalagi menjelang perpisahan kakak kelas" jawab Yuna.


"Trus sekarang Yuna pulang sekolah sama siapa?" tanya Satria lagi.


"Di jemput Bang Revan.Tu dia" jawab Menunjuk ke arah mobil Revan.


"Ya udah ya kak,Yuna pulang dulu" pamit Yuna dan di balas anggukan kepala oleh Satria.


"Satria?" tanya Revan pada Yuna..


"Iya"jawab Yuna.


"Abang Yuna laper,traktir makan ya" pinta Yuna dengan manja.


"Baiklah,Abang akan traktir Yuna sepuasnya" kata Revan sambil mengacak rambut Yuna.


"Yuna" panggil Kenzi dari kejauhan.


Yuna pun menoleh"Ada apa?" tanya Yuna.


Revan merangkul pundak Yuna,dia ingin menguji Kenzi.Tapi nampaknya Kenzi biasa saja.


"Bang" sapa Kenzi sambil membungkuk.


"Buku Adek ketinggalan" kata Kenzi sambil menyerahkan buku milik Yuna.


"Terima kasih Kak" ucap Yuna.


"Kenzi gak sekalian pulang bareng?" tanya Revan.


"Maaf Bang, masih ada yang harus Kenzi selesaikan" tolak Kenzi halus.


" Ya sudah kalau gitu Abang dan Yuna pergi dulu ya" pamit Revan dan dibalas anggukan oleh Kenzi.


Revan dan Yuna pun masuk ke dalam mobilnya, setelah itu Revan langsung mengemudikan mobilnya menuju ke restoran. Sesampainya di restoran Revan mengajak Yuna untuk turun.

__ADS_1


Revan dan Yuna memilih duduk di pojok ruangan, agar lebih bebas mengobrol. Revan memanggil pelayan restoran lalu memesan makanan yang diinginkannya. Tidak lama kemudian makanan yang dipesannya pun datang, Revan dan Yuna pun langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di hadapannya dengan lahap. Selesai makan Revan dan Yuna pun langsung pulang ke rumahnya.


" Loh adik kok sudah ada di rumah emang adek nggak jadi ikut ayah ke rumah nenek?" tanya Yuna saat melihat Yura sedang duduk di teras.


" Nggak jadi ayah ada kerjaan mendadak" jawab Yura.


Yuna duduk di kursi lain yang ada di teras itu," Tadi Kak Satria datang ke sekolah untuk mencari adik" tutur Yuna.


Yura menoleh ke kanan dan ke kiri lalu menoleh ke arah dalam rumahnya kemudian dia menatap wajah kakaknya dengan intens.


" Ada apa dek?" tanya Yuna yang bingung melihat tingkah adiknya.


Yura menarik tangan kakaknya lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar tidurnya. Sesampainya dikamar Yura menyuruh kakaknya untuk duduk.


" Ada apa sih Dek?" tanya Yuna penasaran.


Yura berlari ke pintu lalu menguncinya kemudian kembali duduk disamping Yuna.


" Yura Boleh tanya sesuatu nggak sama kakak?" tanya Yura.


Yuna mengerutkan keningnya,belum tahu kemana arah pembicaraan adiknya," Tanya apa sih Dek Dari tadi buat kakak bingung aja" Celoteh Yuna.


Yura kembali memandang wajah kakaknya itu," Kakak udah pernah belum berciuman sama Kak Kenzi?" tanya Yura.


" Emang harus banget ya Kakak jawab pertanyaan ini?" Yuna malah balik bertanya.


Yura mengerucutkan bibirnya" Harus dong Kak makanya Yura nanya" jawab Yura.


" Serius Kakak sudah pernah berciuman dengan Kak Kenzi?" seru Yura dengan heboh.


"Sssttt...." Yuna menempelkan jari telunjuknya di depan mulut.


" Jangan berisik nanti Bunda dengar" tegur Yuna.


Yura menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.


" Emangnya kenapa sih Dek?kok tiba-tiba nanya begitu?" tanya Yuna.


" Hubungan Yura sama Kak Satria sedang tidak baik kak,karena kemarin Yura menolak untuk dicium oleh Kak Satria" jawab Yura dengan lirik.


Yuna menatap adiknya dengan Iba, lalu dia membelai rambut adiknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Kalau hanya sekedar mencium saja tidak apa-apa Dek asal jangan lebih dari itu" tutur Yuna.


"Tapi kalau ayah dan bunda tahu nanti Bagaimana bisa mati kita digantungnya di Tiang Bendera" oceh Yura.


" ya main cantik dong Dek jangan sampai ayah dan bunda tahu" kata Yuna.


Yura merebahkan tubuhnya di kasur lalu menerawang menatap langit-langit kamarnya, Yura memiringkan kepalanya menoleh ke arah kakaknya.

__ADS_1


" Apa aku dan Kak Satria harus baikan?" tanya Yura pada Yuna.


Tok tok tok...


Suara ketukan di pintu kamar Yura.


" Masuk" teriak Yura sambil berjalan ke arah pintu lalu membuka kunci pintunya.


Ceklek


Pintu terbuka lalu Rima masuk ke dalam kamar Yura.


" Dek ada Kak Satria tuh di depan katanya mau ngajak jalan" tutur Rima.


" Kak Satria tahu kalau Yura ada di rumah?" tanya Yura.


" Iya,Ayah yang memberitahunya kalau kalian tidak jadi pergi ke rumah nenek" jawab Rima.


Rima mengajak Yuna keluar dari kamar Yura. Setelah kepergian Bunda dan kakaknya Yura pun bersiap-siap dan mengganti pakaiannya.Dia memoleskan make up tipis ke wajahnya setelah selesai Yura pun keluar dari kamarnya lalu menemui Satria yang sedang menunggunya di teras rumah.


" Emangnya kita mau ke mana Kak?" tanya Yura.


" Ke suatu tempat" jawab Satria sambil tersenyum.


setelah berpamitan kepada Rima, Satria pun membawa Yura ke suatu tempat dengan mobilnya.Butuh dua jam perjalanan untuk sampai ke tempat tujuannya.


" Ayo turun kita sudah sampai" ajak Satria.


Yura mengedarkan pandangannya ke sekeliling, pohon-pohon tinggi dan rindang berjejeran di sekitar mereka," Kita di Villa?" tanya Yura dan dijawab anggukan kepala oleh Satria.


" Mau ngapain Kita ke Villa ini Kak,hanya berdua lagi?" tanya Yura.


"Siapa yang bilang kita hanya berdua, ada Raisa dan teman-temannya di dalam villa. kamu jangan takut" tutur Satria.


Satria menggenggam tangan Yura lalu mengajaknya masuk ke dalam villa, benar saja di sana sudah ada Raisa bersama beberapa temannya yang lain. Satria membawa Yura ke belakang Villa, lalu duduk di ayunan sambil melihat pemandangan indah di depan mereka.


" Dek Maafkan sikap kakak malam tadi, kakak terbawa suasana" ucap Satria.


Yura memberanikan diri bersandar di bahu Satria, lalu tangannya pun menggenggam tangan Satria.


" tidak apa-apa, Yura ngerti kok"kata Yura.


Cup


Satria mencium Puncak kepala Yura," Terima kasih, sayang" ucap Satria dengan lembut.


Satria dan Yura menikmati pemandangan sore yang indah di Villa tersebut.Hingga Satria tidak menyadari bahwa Raisa sedang memadu kasih bersama kekasihnya di dalam kamar.


Di dalam kamar Raisa dan kekasihnya sedang bergelut merengkuh kenikmatan, bulir-bulir keringat membasahi tubuh kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu. sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.

__ADS_1


"Terus sayang,aku sudah tidak tahan" racau Raisa.


Kekasih Raisa yang juga teman kerja Satria itu pun terus berpacu,semakin lama semakin cepat hingga akhirnya mereka berdua sampai di puncaknya.Karena lelah setelah berjam-jam bertempur akhirnya mereka berdua pun tertidur.


__ADS_2