Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 122


__ADS_3

Perlahan Rere membuka matanya saat dia mendengar suara gelak tawa.Rere melepas pelukannya pada Revan dan melihat ke box Baby twins,kosong.Rere menoleh ke lantai,Elang sedang duduk bermain bersama Kiandra dan Queenara.


"Mereka gak tidur sayang?" tanya Rere sambil turun dari kasur lalu ikut duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal.


"Mereka baru aja bangun" jawab Elang.


Queen merangkak mendatangi Rere,Rere menyambutnya.


"Anak Mommy sudah turun panasnya,udah sembuh ya" kata Rere.


"Rianti kapan kembali sayang?" tanya Rere pada Elang.


"Seperti rencana awal sayang,biarkan dia disana dulu" jawab Elang.


"Gak diapa-apain kan sama Haris?" tanya Rere lagi.


"Kamu tenang saja Haris bukan tipe cowok yang kurang ajar,aku yakin dia tidak akan melebihi batasannya" tutur Elang.


"Syukur deh kalo gitu" ucap Rere.


"udah mainnya ya nak,kita bobok lagi yok" kata Rere pada Queen.


"Gak lama lagi aku yakin dia akan tertidur,soalnya aku baru saja meminumkan obat,kamu shalat subuh dulu sana nanti keburu habis waktu subuhnya" kata Elang.


Rere menoleh kearah jam yang ada di dinding,sudah pukul lima lewat hampir setengah enam.Rere bangkit dari duduknya lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu,setelah berwudhu Rere langsung shalat.


"Astaga Queen,udah ngantuk banget ya sayang sampe asal tidur begitu" seru Elang saat melihat Queen tidur sambil tengkurap di bawah sofa.


"Kiandra di sini dulu ya,Daddy pindahin Queen ke box dulu" kata Elang.


Elang memindahkan Queen ke dalam box,lalu mengajak kiandra duduk di balkon.


"Sayang aku mau ke dapur,kamu butuh sesuatu?" tanya Rere.


"Tolong bikinin kopi ya,mataku ngantuk banget nih dan pagi ini rencananya aku mau ketemu rekan kerja" tutur Elang.


"Oke sayang" ucap Rere.


Rere melangkahkan kakinya menuju dapur,di dapur sudah ada Nia dan Diah.


"Sarapan apa kita hari ini?" tanya Rere.


"Bahan di kulkas sudah habis dan kami belum sempat belanja,jadi kami hanya beli roti dari pedagang yang lewat tadi" tutur Diah.


"Oh ya udah gak apa-apa,tolong taruh di piring ya,Elang mau sarapan di kamar" kata Rere.


Diah mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang di perintahkan Rere sedangkan Rere langsung membuat kopi untuk Elang.


"Re Rianti kok gak ada ya,apa dia kabur?" tanya Sari yang baru datang ke dapur.


"Rianti tidak kabur dia menginap di tempat lain dan tolong kalian jangan bilang sama dia kalo kita sudah pulang ya" pinta Rere.


"Kenapa begitu?" tanya Sari,Diah dan Nia secara bersamaan.


"Aku juga kurang tau,Elang yang bilang begitu" jawab Rere.


Rere kembali ke kamar sambil membawa segelas kopi dan sepiring roti.


"Sayang pagi ini sarapan roti ya,Diah belum sempat pergi belanja" tutur Rere.


"Iya sayang,bilang sama Diah uang belanja sudah ku transfer ya.Minta Ujang untuk mengantar dia belanja" kata Elang.


"Nanti aku sampaikan,sarapanlah Kiandra biar ku gendong" kata Rere lalu mengambil kiandra dari dekapan Elang.


"Emmm...enak rotinya,beli dimana?" tanya Elang saat makan roti.


"Kata Diah sih dia beli sama pedagang keliling" jawab Rere.


Elang manggut-manggut sambil memakan rotinya.


"Rotinya enak ditambah kopi yang nikmat,hmmmm...rezeki di pagi hari.Terima kasih kopinya sayang" ucap Elang.


"Sama-sama" balas Rere.


"Aku mau memandikan Kiandra dulu ya sebelum Queen dan Revan bangun" kata Rere.


"Iya sayang" jawab Elang.


Rere membawa Kiandra masuk ke dalam kamar lalu membuka pakaian Kiandra dan Rere mulai memandikannya.


"Kiandra lagi mandi ya,Revan mau mandi juga" tiba-tiba Revan sudah berada di dekat Rere.


"Hai Kak Revan sudah bangun ya,mau Mommy mandiin juga?" tanya Rere.


"Revan mandi sendiri aja Mom" jawab Revan sambil membuka pakaiannya.


"Mommy duluan ya sayang,Kiandra sudah selesai nih mandinya" kata Rere.


"Iya Mommy" jawab Revan sambil main air di dalam bathub.


"Cepetan mandinya,nanti masuk angin lho" kata Rere.


"Oke Mommy yang cantik" kata Revan sambil mengangkat ibu jarinya.


Rere membawa Kiandra keluar dari kamar mandi.


"Revan sudah bangun?" tanya Elang.

__ADS_1


"Sudah,tu dia lagi main air di kamar mandi" jawab Rere sambil memakaikan pakaian Kiandra.


Elang mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi.Tidak lama setelah Elang ke kamar mandi Revan pun keluar.


"Mommy baju Revan mana?" tanya Revan.


"Ini sayang,mau Mommy pakaikan?" tanya Rere.


"Revan bisa sendiri" jawab Revan.


Revan mengelapi tubuhnya menggunakan handuk,setelah itu dia mengoleskan minyak telon ke perut dan dadanya baru kemudian dia memakai bajunya.


"Sayang tadi Haris telpon katanya keluarga Rianti menerima lamarannya dan dua minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan" tutur Elang saat baru keluar dari kamar mandi.


"Dengan begitu berarti Rianti sudah tidak bekerja di sini lagi dong?" kata Rere.


"Iya,Haris tadi juga sudah mengatakan padaku.Mungkin besok atau lusa Rianti pulang ke kampungnya" jawab Elang.


Elang memakai pakaiannya lalu mendekati Queenara dan menyentuh kening anaknya.


"Sudah normal suhu tubuhnya,nanti jangan lupa obatnya diminumkan lagi ya sayang,aku mungkin sore baru bisa pulang" kata Elang.


"Iya sayang" jawab Rere.


"Tidak usah mengantarku,kamu disini saja menjaga anak-anak" kata Elang.


Rere mengangguk.


Elang mencium kening Rere kemudian mencium Revan.


"Daddy titip adik kembar ya,tolong di jaga baik-baik" pesan Elang pada Revan.


"Oke Daddy" jawab Revan.


Elang pergi keluar kamar dan langsung menuju mobilnya.


"Ujang kamu tolong antar Diah dan yang lainnya belanja ya" perintah Elang.


"Baik Tuan" jawab Ujang.


Elang masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas menuju kantornya.Semenjak Rima hamil Edo meminta cuti pada Elang sampai keadaan Rima sudah pulih dan tidak muntah-muntah lagi.Edo hanya datang sesekali jika dia benar-benar di butuhkan di kantor.


***


Rianti dan Haris sedang sarapan,hari ini Rianti masak nasi uduk.Haris yang meminta Rianti untuk memasak nasi uduk.


"Kamu di rumah sendiri gak apa-apakan? Aku ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan" kata Haris.


"Iya Mas,aku gak apa-apa kok" jawab Rianti.


"Aku akan pulang sebelum sore,setelah itu nanti kita akan membeli oleh-oleh untuk di bawa ke kampung" tutur Haris.


Rianti mengangguk.


Haris masuk ke dalam mobilnya kemudian mulai mengemudikannya.Rianti masuk ke dalam rumah saat mobil Haris sudah tidak terlihat lagi.


"Apa yang harus aku kerjakan,bersihkan rumah udah,kerjaan yang lain juga udah beres" gumam Rianti.


Rianti duduk di sofa yang ada di ruang keluarga,dia memilih untuk menonton tivi saja.


Tiit...


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berheti di depan rumah Haris.


Rianti berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang dan dia terkejut saat melihat sudah ada dua orang polisi di depan rumah Haris.


"Permisi Nona,apa betul ini rumah Tuan Haris?" tanya salah satu polisi itu pada Rianti.


"Iya betul"jawab Rianti.


"Apa anda yang bernama Nona Rianti?" tanya polisi itu lagi.


"iya saya Rianti,ada apa Ya Pak?" tanya Rianti.


"Maaf Nona kami dari pihak kepolisian dan akan menyampaikan pada anda bahwa sekarang Tuan Haris berada di rumah sakit,tadi dia kecelakaan" tutur Polisi itu.


"Apa Haris kecelakaan?" seru Rianti.


Rianti menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya lalu menggelengkan kepalanya,airmatanya mulai menetes membasahi pipinya.


"Gak mungkin...gak mungkin Haris kecelakaan.Bapak pasti bohongkan?" kata Rianti.


"Nona bisa ikut kami ke rumah sakit sekarang" kata Polisi itu.


Rianti bergegas mengunci pintu rumahnya lalu masuk ke dalam mobil milik polisi itu.


Polisi itu langsung menancap gasnya menuju rumah sakit.Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit.Polisi mengajak Rianti turun dari mobil dan menuntunnya menuju ruangan tempat Haris di rawat.


"Ini kamarnya Nona,silahkan masuk" kata polisi mempersilahkan Rianti masuk ke dalam ruangan.


Dengan langkah gemetar Rianti masuk ke dalam kamar itu,di kasur khusus pasien sudah ada Haris yang terbaring.Kepala dan kakinya di balut oleh perban.Rianti mendekati Haris lalu duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Haris.


"Mas" panggil Rianti lirih.


Ceklek


Pintu terbuka

__ADS_1


Seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan.


"Dok bagaimana keadaan Haris?" tanya Rianti.


"Luka di kepalanya tidak parah,hanya lecet di beberapa bagian" jawab Dokter.


"Kakinya?" tanya Rianti lagi.


"Kaki bagian kanannya retak,tapi anda tidak perlu khawatir.Kakinya akan sembuh jika Tuan mengikuti saran kami" jawab Dokter.


"Trus kenapa dia belum sadar juga Dok?" kata Rianti.


"Dia masih dalam pengaruh bius Nona" jawab Dokter.


Rianti memandangi Haris yang sedang tertidur di kasurnya,setelah selesai memeriksa Haris Dokter dan Perawat itupun keluar.


Rianti menghidupkan ponselnya lalu menelpon Kang Rian.


πŸ“ž"Halo Neng,ada apa? Apa besok jadi pulang?" tanya Kang Rian dari sebrang telpon.


πŸ“ž"Haris kecelakaan Kang,Rianti gak mungkin ninggalin Haris sendiri" jawab Rianti.


πŸ“ž"Kecelakaan? Kapan Neng.Kalo gitu kamu jangan pulang kamu tunggu Haris sampai sembuh.Haris sudah jadi calon suami kamu Rianti,kamu tidak boleh meninggalkannya dalam keadaan apapun,hanya kamu yang dia miliki sekarang" tutur Kang Rian.


πŸ“ž"Iya Kang,Rianti ngerti" kata Rianti.


Rianti memutuskan panggilan di ponselnya.


"Kamu menelpon siapa?" tanya Haris lirih.


"Mas kamu sudah sadar,mana yang sakit?" tanya Rianti.


Haris tersenyum melihat Rianti.


"Mas gak apa-apa kok sayang,jangan khawatir" jawab Haris.


"Gak khawatir bagaimana lihat kepala sama kaki Mas di bungkus begitu,udah kayak lepet aja di bungkus" oceh Rianti.


"Ini gak seberapa sayang,Mas pernah mengalami yang lebih parah dari ini" tutur Haris.


"Tetap saja aku khawatir.Oya bagaimana Mas bisa kecelakaan?" tanya Rianti.


"Tadi Mas gak fokus nyetir karena lagi terima telpon dari seseorang.Tiba-tiba ada pedagang asongan nyebrang dan Mas pun kaget lalu banting setir dan akhirnya Mas nabrak pembatas jalan" tutur Haris.


"Ya sudah sekarang Mas istirahat,biar cepat pulih" kata Rianti.


"Kaki Mas patah,kalo setelah ini Mas jadi cacat bagaimana,apa kamu tidak malu punya suami yang cacat?" tanya Haris.


"Mas ngomong apa sih,cacat atau gak Rianti tetap akan menikah sama Mas Haris.Untuk apa malu kitakan tidak menyusahkan mereka" jawab Rianti.


"Sudah jangan banyak ngoceh,Mas istirahat saja biar cepat pulih.Jangan memikirkan yang tidak-tidak" kata Rianti lagi.


"Terima kasih sayang" ucap Haris.


"Hmmm..."Rianti mendehem saja lalu membetulkan selimut Haris.


Haris memejamkan matanya yang masih terasa berat,mungkin pengaruh dari obat bius yang tadi di suntikkan oleh dokter.Tidak lama kemudian Haris pun tertidur.


Rianti pindah ke sofa lalu merebahkan tubuhnya di sana,tidak lama Rianti pun ikut tertidur.


Kriing


Ponsel Rianti berdering.


Rianti membuka matanya lalu melihat ke layar ponselnya,satu panggilan tak terjawab.Rianti melihat jam di ponselnya sudah jam dua siang.


Drtt


Ponsel Rianti bergetar,satu pesan masuk.Rianti langsung membaca pesan itu.


πŸ“₯Kang Rian


"Neng,Akang sama Teteh ada di rumah sakit nih.Kamar Haris dimana?"


πŸ“€Rianti


"Vip"


Rianti membalas pesan secara singkat,karena sejujurnya dia juga kurang tahu diruangan apa sekarang dia berada,yang dia baca tadi hanya tulisan vip saja.


Ceklek


Pintu terbuka,Kang Rian dan Teh Ira masuk keruangan itu.


"Huh kamu mah Neng kasih infonya gak jelas,untung Akang pinter trus nanya keperawat yang lewat" oceh Kang Rian.


"Ini makanan untuk kamu sama Haris,pasti kamu belum makan" kata Teh Ira.


"Teteh tau aja kalo Rianti belum makan" kata Rianti sambil mengambil rantang dari tangan Teh Ira.


Rianti membuka rantang dan langsung memakan isinya.


"Haris belum siuman juga Neng?" tanya Teh Ira.


"Tadi udah Teh trus tidur lagi,mungkin biusnya masih berpengaruh" tutur Rianti.


Kang Rian dan Teh Ira duduk di sofa sambil melihat kearah Haris yang sedang tertidur.Sedangkan Rianti masih sibuk menyantap makanannya dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2