
David membuka matanya saat mendengar suara orang sedang muntah,David turun dari kasur dan langsung menuju kamar mandi.
"Sayang kamu muntah lagi?" Tanya David sambil memijit pundak Sari.
"Perutku kembung,mungkin aku masuk angin" jawab Sari.
Sari mencuci wajahnya lalu mengeringkannya dengan handuk.David membopong tubuh Sari dan membawanya ke kasur.
"Tidurlah,hari masih malam" kata David.
Jam masih menunjukkan pukul dua dini hari.
"Tapi aku lapar,isi perutku keluar semua" kata Sari.
"Ya sudah,ayo turun.Aku temani kamu makan" kata David.
"Aku gak kuat lagi berjalan Mas" kata Sari.
"Aku gendong ya atau aku ambilkan makanan untukmu dan membawanya kemari?" tanya David.
"Gendong saja" jawab Sari manja.
David tersenyum lalu menggendong tubuh Sari dan membawanya ke ruang makan.
"Mau makan apa?" tanya David.
"Telor ceplok aja" jawab Sari.
David pergi ke dapur lalu mulai memasak telor ceplok permintaan istrinya,setelah matang David membawa telor dan nasi ke ruang makan.
"Lah dia malah tidur" gumam David.
David meletakkan makanan di meja lalu membangunkan Sari.
"Sayang bangun,ini telornya udah mateng.Makan dulu yuk baru tidur lagi" kata David.
Sari mengangkat kepalanya,lalu melihat makanan yang ada di depannya.Sari menuangkan kecap ke nasi dan telurnya,lalu dia menyantap makanannya dengan lahap.
"Pelan-pelan sayang,tidak akan ada yang merebutnya darimu" David mengingatkan.
"Iya Mas" hanya itu yang keluar dari mulut Sari.
Dalam waktu singkat Sari sudah menghabiskan makanannya.
"Ada lagi yang kamu butuhkan sayang?" tanya David dengan lembut.
"Aku butuh obatku" jawab Sari.
"Obat?" tanya David.
"Obat apa sayang? emang kamu sakit apa sampai punya stok obat?" tanya David lagi.
"Sepertinya asam lambungku naik karena kemarin siang aku makan-makanan yang pedas" jawab Sari.
"Dimana obatmu,biar aku ambilkan?" tanya David lagi,ada sedikit kecewa di wajahnya tapi semua itu dia sembunyikan di balik senyumnya.
"Aku bisa ambil sendiri" kata Sari sambil berjalan sempoyongan menuju ke kamarnya.Sari bisa membaca kekecewaan di wajah David.
David hendak membopong tubuh Sari tapi Sari menepisnya.
"Aku bisa berjalan sendiri Mas" kata Sari,suaranya bergetar karena dia menahan tangisnya.
Sari terus berjalan walau kepalanya terasa pusing,sesekali Sari mengerjapkan mata yang pandangannya mulai buram karena airmata yang mulai menggenang.Saat berada di atas tangga Sari menoleh ke arah David yang masih berdiri di tempatnya.
"Maafkan aku Mas sudah membuatmu kecewa" ucap Sari lirih lalu melanjutkan kembali langkahnya.Sesampainya di kamar Sari mencuci mukanya dan menggosok gigi,setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan David sudah duduk di tepi kasur.Sari naik ke kasurnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
"Sayang"
"Tidurlah Mas,kamu pasti ngantuk dan lelah" kata Sari memotong perkataan David.
"Maaf" ucap David lirih tapi masih bisa di dengar oleh Sari.
Sari hanya terdiam,airmatanya mengalir dari sudut matanya yang terpejam.SAKIT...itu yang Sari rasakan saat melihat kekecewaan di wajah David.
"Aku gak boleh cengeng,disini aku yang salah.Kenapa aku dulu menerima ajakan Mas David untuk menikah.Wajar kalo Mas David kecewa,mungkin dia iri melihat ketiga temannya yang sudah mempunyai anak" Sari bermonolog di dalam hati.
__ADS_1
Pagi harinya,
David merentangkan kedua tangannya lalu menoleh ke samping,Sari sudah tidak ada di tempatnya.David turun dari kasurnya lalu keluar dari kamar.
"Sayang...kamu dimana?" kata David sambil menuruni tangga.
Sepi...
Tidak ada jawaban,tidak ada tanda-tanda ada Sari di rumah itu.
Brakk!!!
Ada yang mendobrak pintu rumah David.
"Elang...Edo....Ada apa? kenapa kalian mendobrak pintu rumahku?" tanya David bingung.
"Dari awal kamu sudah tau kalo Sari itu mandul dan kamu berjanji tidak mempermasalahkan soal ini.Tapi apa hanya karena asam lambungnya naik kamu menunjukkan wajah kecewamu padanya.Lelaki macam apa kamu" kata Elang sambil menahan amarahnya.
"Apa maksudnya ini,Aku tidak mengerti maksudmu Lang?" tanya David dengan wajah bodohnya.
"Apa kamu tidak tau atau pura-pura tidak tahu?" tanya Edo sambil tersenyum sinis.
"Aku pikir kamu tulus mencintai Sari,aku sudah bersalah pada Sari karena mengizinkamu menikah dengannya" kata Elang.
"Kalian ini kenapa,aku benar-benar tidak mengerti?" kata David yang memang belum tau apa maksud dari perkataan kedua sahabatnya itu.
"Sari datang ke rumahku saat subuh tadi,kebetulan kami belum tidur.Sari menceritakan semua pada aku,Edo juga Haris kalo malam tadi kamu terlihat kecewa saat mendengar Sari bilang asam lambungnya naik.Bukan hanya malam tadi tapi Sari sering melihat kekecewaan di wajahmu.Itu membuatnya stres dan menjadi pemicu asam lambungnya naik.Seharusnya kamu membawanya ke rumah sakit bukan menambah beban pikirannya" Elang mulai tersulut emosi.
"Tapi aku tidak bermaksud membuatnya stres Lang,aku tidak pernah menuntutnya agar cepat hamil.Aku tidak pernah sedikitpun menyinggung soal kehamilan,malah sebaliknya dia yang selalu mengungkit kemandulannya padaku.Bukan aku yang membebani Sari Lang,tapi pimikirannya yang telah membebani dirinya sendiri" tutur David
Bugh!!!
Edo meninju wajah David,dia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
Darah segar mengalir dari sudut bibir David.
"Aku sama sekali sekali tidak pernah berniat menyakitinya Lang,aku tidak pernah sedikitpun mempermasalahkan kemandulannya Do" teriak David yang mulai meneteskan air matanya,David bersimpuh di lantai.
"Aku mencintainya Lang tak peduli dia mandul atau tidak,aku mencintainya dengan tulus.Aku mencintainya" ucap David lirih sambil tertunduk.
David mendongakkan kepalanta lalu berdiri.
"Lang dimana Sari?" tanya David.
Elang menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya.
"Dia pergi saat kami semua sedang shalat subuh,aku kira dia sudah pulang karena aku menyuruhnya pulang tadi" jawab Elang.
"Tapi dia tidak ada di rumah Lang" kata David.
"Sepintar apapun seorang kalo sudah berurusan dengan cinta pasti akan mendadak jadi bodoh" celetuk Edo.
Elang dan Edo melanjutkan langkahnya lalu masuk ke dalam mobil,setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah David.
David berlari menuju ruang kerjanya lalu menyalakan laptopnya.Dia mengetikkan sesuatu di laptopnya untuk melacak keberadaan mobil yang di bawa oleh Sari.
"Dia sedang berbelanja ternyata" gumam David saat melihat sinyal mobil yang di bawa Sari berada di sebuah mini market yang tidak jauh dari rumahnya.
David terus menatap layar laptopnya,dia tidak mau kehilangan jejak.Setelah melihat sinyal di mobilnya mendekati rumahnya dia langsung mematikan laptopnya dan berlari keluar untuk menyambut Sari.
"Sayang kamu darimana saja,aku mencemaskanmu?" kata David.
"Kenapa dengan bibirmu Mas?" Sari tidak menjawab pertanyaan David,dia malah balik bertanya.
"Ah bukan apa-apa,hanya ada sedikit masalah tadi" jawab David.
"Siang nanti aku mau pulang ke kampungku Mas" kata Sari sambil berjalan menuju dapur.
"Aku akan mengantarmu" kata David sambil mengikuti Sari.
"Aku bisa pulang sendiri Mas lagian kampungku tidak terlalu jauh dari sini" kata Sari.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri sayang" kata David.
Sari menatap tajam wajah David,lalu dengan tegas dia berbicara"Aku ingin sendiri Mas,tolong hargai itu" kata Sari.
__ADS_1
Sari mengeluarkan barang-barang yang tadi di belinya.Sari meletakkan separuh barang belanjaannya ke kulkas dan sebagian lagi dia olah untuk makan hari ini.
"Apa aku sudah tidak berarti lagi bagimu?" tanya David lirih.
Sari diam saja tidak menjawab pertanyaan suaminya,Dia terus melanjutkan pekerjaannya.
"Sayang"
Tok
Sari memotong ikan dengan sangat kuat sehingga terdengar bunyi yang sangat keras.
Huft
David menghela nafasnya lalu pergi ke kamarnya.David mandi lalu memakai pakaiannya,setelah rapi dia keluar dari kamar dan kembali menemui Sari.
"Jika kamu memang ingin sendiri,tetaplah disini.Biar aku saja yang pergi" kata David.
Cup
David mencium kepala Sari dari belakang lalu pergi meninggalkan Sari sendiri di dapur.David masuk ke mobilnya lalu pergi dari rumahnya,setelah dia berjarak sekitar seratus meter dari rumahnya David menghentikan mobilnya lalu mematikan mesin mobil.David duduk bersandar di mobil lalu memejamkan matanya.
"Seburuk itukah aku,aku sudah menyakiti hati istriku sendiri" gumam David.
David mengeluarkan ponselnya lalu mengecek cctv rumahnya yang terhubung ke ponselnya.David melihat Sari sedang memasak sambil mencuci peralatan yang kotor.Sari terlihat sangat tenang seperti tidak ada beban di hatinya.Sari memasukkan masakan yang tadi di masaknya di mangkuk lalu menghidangkannya di meja makan.setelah itu Sari berjalan menuju kamarnya dan masuk ke kamar mandi.Tidak lama Sari keluar lagi dari kamar mandi dan berjalan keluar kamar,Sari menuju taman di depan rumah dan mulai menyiram tanaman yang ada di situ.
Hiks....
David mulai menangis lalu mematikan ponselnya.
"Apa aku harus berpisah dengannya...?"
"Tidak...aku tidak akan berpisah walaupun Sari yang memintanya sekalipun.Dia istriku,dia hidupku" ucap David.
David menghidupkan mesin mobilnya lalu berbalik arah dan kembali pulang ke rumahnya.Sesampainya di rumah David langsung turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Sari.
Grep...
David memeluk tubuh Sari dari belakang lalu dia menangis.
"Maafkan aku sayang,maafkan pria bodoh ini yang sudah menyakiti hatimu,maafkan aku..." ucap David.
Sari menghentikan kegiatannya lalu mematikan kran air.Sari berjalan menuju kursi yang ada di teras dan duduk disana.David berjongkok di depan Sari dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Sudahlah Mas,aku sudah memaafkanmu.Lagipula disini aku yang salah,bukan kamu" kata Sari.
"Tidak ada yang salah darimu sayang,akulah yang salah.Aku terlalu egois,maafkan aku" ucap David.
"Aku tadi sudah masak Mas,makanlah.Jangan sampai kamu sakit" kata Sari.
"Makan berdua ya?" pinta David.
"Aku sudah makan Mas,Mas saja makan sendiri" jawab Sari.
"Jangan membohongiku,aku tau kamu belum makan" kata David sambil menggendong tubuh Sari ala bridal style lalu membawanya ke ruang makan dan mendudukkan tubuh Sari di kursi.
"Kamu masak asam pedas sayang?" tanya David saat melihat makanan kesukaannya terhidang di atas meja.
"Karena aku tahu kamu pasti akan pulang" jawab Sari.
David memeluk Sari lalu mencium puncak kepala istrinya itu.
"Terima kasih sayang" ucap David.
"Ayo makan aku sudah lapar" kata Sari.
David duduk di kursinya lalu Sari mengambilkan makanan untuk suaminya.
"Kalo melihatmu jutek begini aku jadi ingat waktu kamu masih bekerja di rumah Elang dulu.Kamu selalu sewot dan bicara judes kepadaku" tutur David sambil mengunyah makanannya.
"Emang aku dulu begitu Mas?" tanya Sari disela-sela makannya.
"Iya sayang" jawab David.
"Itu hanya perasaan Mas saja" kata Sari.
__ADS_1
David tersenyum saat melihat Sari sudah bersikap seperti biasa,David menyantap makanan yang ada di piringnya sampai habis.Setelah Sari menghabiskan makanannya,David membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya,itu sudah biasa dia lakukan jadi Sari diam saja.Setelah selesai dengan urusan di dapur David menggendong Sari dan membawanya ke kamar.