Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
XP 8


__ADS_3

Rere mengaduk tehnya tanpa berniat meminumnya,Elang memperhatikan Rere sambil tersenyum.Mereja berdua tau jika makanan dan minuman.Rere sudah di campur racun.


"Hei kamu,kemari" panggil Elang.


Pelayan dengan wajah manisnya mendekati Elang"Ada apa Tuan?" tanya Pelayan itu sambil tersenyum ceria.


"Siapa yang bertugas membuat sarapan pagi ini?" tanya Elang.


"Saya Tuan" jawab Pelayan itu.


Elang tersenyum lalu mengambil makanan milik Rere lalu memberikannya pada pelayan itu" MAKAN" perintah Elang dengan nada tegas.


Wajah pelayan itu jadi pucat"Tap,tapi ini milik Nyonya Tuan" kata pelayan itu.


Elang beranjak dari kursinya dan menatap pelayan itu dengan tajam"Kamu makan ini atau aku bunuh kedua orang tuamu.Dasar manusia gak tau diri" caci Elang.


Pelayan itu semakin ketakutan"Maksud Tuan apa? salah saya apa?" tanya pelayan itu,keringat dingin mengucur.


"Kamu kenal siapa aku bukan,siapa pun yang berani bermain-main denganku akan menerima hukuman.Apalagi kalo orang itu berani mengusik istriku" tutur Elang sambil mengeraskan rahangnya.


Kepala pelayan yang baru selesai mengerjakan tugasnya datang ke ruang makan dengan tergopoh-gopoh" Ada apa ini Tuan,apa dia membuat kesalahan?" tanya kepala pelayan pada Elang.


"Dia menaruh racun pada makanan milik istriku" jawab Elang tanpa berpaling sedikit pun dari wajah pelayan yang tadi.


"Tidak Tuan,saya tidak menaruh racun dimakanan Nyonya,Nyonya telah memfitnah saya" sanggah pelayan itu.


Mata Elang merah menahan amarahnya.


PLAK!!!


Elang menampar pelayan itu" Kalo memang makanan ini tidak ada racunnya,kamu makan sekarang" perintah Elang.


Rere bangkit dari duduknya"Kalo kamu tidak mau makan,seenggaknya kamu minum teh ini" kata Rere lalu melipat kedua tangannya di dada.


Pelayan itu menatap Rere dengan penuh kebencian,entah apa yang membuatnya begitu membenci Rere.


Rere menyeringai" kenapa menatapku seperti itu,lain kali kalo mau membuat masalah lihat dulu siapa lawanmu" ujar Rere sambil berlalu dengan santainya.


Tapi pelayan itu dengan beraninya menarik tangan Rere.


"Jangan sombong,wanita kota sepertimu hanya wanita lemah yang hanya berlindung pada kekuasaan suamimu saja" kata pelayan itu.


Rere tersenyum smirk mendengar perkataan pelayan itu.


"Apa kamu pikir Elang akan membelamu setelah dia melihatmu memperlakukanku dengan tidak sopan?"tanya Rere dengan tenang.


Kepala pelayan hendak mencegah bawahannya tapi Elang mencegahnya.


Pelayan itu tertawa" tentu saja Tuan Elang akan membelaku,karena dia mencintaiku dan apa kamu tahu Nyonya Rere yang terhormat kami pernah menghabiskan waktu bersama tapi kamu mengacaukannya saat kamu melahirkan dan dia terpaksa harus pulang" tutur pelayan itu.


Degh


Jantung Rere berdesir tapi tetap mencoba bersikap tenang.


"Kalo begitu buktikan kalo kamu memang layak menjadi pendamping Elang" ucap Rere sambil mengeratkan giginya.


"Mommy apa-apaan ini" protes Elang.


"Siapa yang menang nanti dia yang berhak berada di samping Elang" sambung Rere lagi.


Emosinya sudah sampai ke ubun-ubun karena mendengar penuturan pelayan tadi,bukan tanpa alasan kenapa Rere begitu.Rere sangat mengingat saat-saat dia akan melahirkan kembar dulu,dua hari sebelumnya dia tidak bisa menghubungi Elang karena ponselnya mati.

__ADS_1


"Tidak Mom,Daddy gak mau" kata Elang.


"Kenapa Dad,apa karena Daddy tau kemampuannya melebihi kemampuanku.Bukankah dengan begini kalian bisa dengan mudah hidup bersama" ujar Rere.


Elang terhenyak mendengar perkataan Rere" Demi ketiga anak kita aku bersumpah,aku tidak pernah mencintai dia.Aku hanya mencintaimu dan semya yang dikatakannya itu tidak benar" ucap Elang membela diri.


Rere menatap pelayan yang dari tadi tidak berhenti tersenyum sinis"Tunggu aku di halaman belakang" kata Rere yang langsung berlari masuk ke kamarnya.


Bruk!!


Rere menutup pintu lalu menguncinya.Rere mengambil sesuatu di dalam tasnya lalu menyelipkannya di pinggang.


"Kalo dia hebat dalam memainkan belati,aku juga bisa memainkan pistol dan shurikenku" kata Rere sambil menyeringai.


Elang dari tadi menggedor pintu tapi Rere tidak menghiraukannya.


Rere sudah tau informasi tentang pelayan itu dari Rima.Rima pernah bertemu dengan pelayan itu waktu Rima dan Edo ikut Elang ke kota ini dalam perjalanan bisnis.


Seringan daun yang di tiup angin,Rere melayang turun dari kamarnya yang ada di lantai dua menuju halaman belakang.


"Nyonya saya mohon jangan" kepala pelayan bersimpuh di hadapan Rere.


Elang masih sibuk menggedor pintu kamar,dia tidak tau kalo Rere sudah bertarung dengan pelayan itu.


Untung Rere pernah belajar beberapa jurus setiap dia berkunjung ke rumah Bundanya,jadi dengan mudah Rere bisa mengalahkan pelayan itu.Shuriken Rere tepat mengenai leher pelayan itu,sedangkan Rere hanya luka ringan akibat goresan dari belati milik pelayan.


Rere melompat bak monyet kembali masuk ke dalam kamarnya,lalu dengan santainya dia membuka pintu.


"Mommy mau tidur,kenapa Daddy berisik" kata Rere dengan tatapan tajam.


"Tidur? ini masih pagi Mom" kata Elang.


Supir pribadi Elang menghampiri kedua majikannya.


"Bawa pelayan itu ke rumah sakit,jika terlambat dia tidak akan tertolong" perintah Rere.


"Tapi rumah sakit cukup jauh dari sini Nyonya" ujar Supir itu.


Elang memandang Rere dan supir itu bergantian dengan wajah bingung.


"Kalo begitu maaf Lang,nyawa pelayan yang menemani hari-harimu dulu tidak tertolong" ucap Rere lalu masuk ke dalam kamar.


Elang berlari ke bawah lalu menuju ke halaman belakang dan melihat pelayan itu sudah kejang dan mengeluarkan banyak busa dari mulutnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Elang pada kepala pelayan.


"Dia memakan makanan milik Nyonya" jawab kepala pelayan itu.


"Dia pantas mendapatkanya" ucap Elang lalu menyuruh anak buahnya yang ada di situ untuk mengurus pelayan itu.


Rere menyeret kopernya menuruni tangga.


"Mau kemana,bukankah liburan kita masih ada beberapa hari lagi" kata Elang.


"Ini bukan tempat liburan yang ku mau Lang,pantas saja kamu kekeh mengajakku kemari ternyata kamu merindukannya.Dan pantas saja dia begitu percaya diri bahwa kamu akan membelanya,ternyata kalian ada main di belakangku" tutur Rere.


"Pak tolong antar saya ke Bandara" pinta Rere pada supir.


Supir mengangguk lalu membuka pintu untuk Rere.


"Aku menunggumu di rumah Lang" ucap Rere sebelum supir mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Rere menatap foto di tangannya,foto Elang dan pelayan itu sedang tidur di kasur tanpa busana.


"Itu hanya jebakan Nyonya" ujar supir.


"Apa tujuannya dia menjebak Elang Pak?" tanya Rere.


"Agar Elang tidak bisa menguasai dunia bisnis di daerah sini" jawab Supir itu.


"Lalu bagaimana dengan kejadian tadi?" tanya Rere yang mulai mengkhawatirkan Elang.


"Nyonya tenang saja,saya punya video rekaman saat dia mencampur makanan milik Nyonya dengan racun" jawab supir itu.


Rere menghela nafasnya.


Emosi dan rasa cemburunya hampir saja menghancurkan reputasi suaminya.


Sesampainya di Bandara Rere langsung turun dan memesan tiket,bukan untuk kembali ke kotanya tapi pergi menemui Bundanya yang sedang ada di luar negri.


Pesawat Rere sudah lepas landas,Rere duduk di kursi penumpang dengan santai.Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya Rere sudah sampai ke tempat Bundanya.


"Racun apa yang kamu oleskan nak?" tanya Bunda dengan cemas.


"Tenang Bunda racun itu tidak akan membuatnya mati,Rere sudah memberi penawar pada supir Elang dan Racun yang Rere oleskan dalam dosis rendah dan tidak berbahaya" jawab Rere santai.


"Apa benar Elang selingkuh dengan pelayan itu Re?" tanya Bunda.


"Kalo kata pak supir sih tidak Bun,itu hanya taktik licik dari saingan bisnis Elang" jawab Rere.


"Rere hanya terbakar cemburu saat pelayan itu mengatakan bahwa mereka pernah bersama,di tambah lagi Rere menemukan foto Elang dan dia sedang tidur bersama tanpa sehelai benang pun" sambung Rere.


"Itulah resiko menjadi istri seorang Elang Re,untung kamu tangguh coba kalo kamu lemah pasti kalian sudah hancur" kata Bunda.


"Untung Rima sudah mengatakan tentang pelayan itu sebelumnya,kalo tidak mungkin Rere tidak punya persiapan sama sekali" tutur Rere sambil bersandar di kursi.


"Telpon suamimu dan katakan padanya kalo kamu ada di sini.Jangan membuatnya khawatir" kata Bunda lalu pergi ke dapur.


Rere mengangguk lalu menghubungi Elang.


"Sayang,apa kamu sudah sampai ke rumah?" tanya Elang dari seberang telpon.


"Iya aku udah di rumah,DI RUMAH BUNDA"jawab Rere menekankan kata-katanya.


"Syukurlah,Mommy membuat Daddy takut.Daddy akan ke sana tapi setelah Daddy bertemu anak-anak" kata Elang yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah orang tuanya.


Setelah Rere pergi tadi Elang pun langsung menyusulnya,Elang mengira Rere kembali ke kotanya.


"Daddy sudah pulang?" tanya Rere.


"Hemmm...untuk apa Daddy berlama-lama di sana kalo tidak ada Mommy" jawab Elang.


"Maafkan Mommy Dad,Mommy cemburu mendengar perkataan pelayan itu" kata Rere jujur.


"Daddy tau kalo Mommy cemburu dan sangat mencintai Daddy.I love you Mommy" ucap Elang.


"Mommy tunggu Daddy di sini" kata Rere lalu memutuskan panggilannya.


Rere beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju dapur,dia baru sadar kalo sejak pagi dia belum makan apa-apa sama sekali.Bunda menghidangkan makanan untuk Rere dan Rere langsung menyantapnya dengan lahap.


💞💞💞


Untuk malam ini segini dulu ya,othor masih belum sepenuhnya pulih.

__ADS_1


Semoga teman-teman tidak bosan dengan alur ceritanya.


Terima kasih....🤗🤗🤗


__ADS_2