
Setelah puas berbulan madu,kini waktunya kembali ke rumah,kembali beraktifitas.
Yura berjalan sambil melompat-lompat saat masuk ke dalam rumahnya,Satria hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu.Yura langsung berlari masuk ke dalam kamarnya,lalu merebahkan diri di kasur.
" Seneng banget ya dek,udah sampe rumah" ujar Satria sambil meletakkan kopernya di samping lemari.
" Iya dong Kak,seneng banget.Apalagi nanti Yura mau ketemu Ayah sama Bunda" tutur Yura.
" Kenzi sama Yuna udah sampe belum ya?" tanya Satria sambil melepas bajunya.
" Sampe kemana kak?" Yura balik bertanya.
" Ke rumah Ayah.Kakak denger hari ini mereka juga pulang" jawab Satria.
Yura mengerutkan keningnya," Bukannya mereka mau menetap disana ya?" tanya Yura.
Satria duduk di samping Yura" Mereka kesana cuma mau berbulan madu saja,bukan untuk menetap disana" jawab Satria.
Yura meletakkan kepalanya di pangkuan Satria," Kak,bagaimana kalo nanti Yura hamil?" Raisa bilang kalo sudah berhubungan badan pasti hamil" tanya Yura.
" Kalo Adek hamil,berarti sebentar lagi kita akan punya anak.Adek jadi Bundanya dan Kakak jadi Ayahnya" jawab Satria.
Yura melingkarkan tangannya memeluk pinggang Satria,Satria membelai rambut Yura sambil bercerita.
" Dulu,sewaktu pertama kali Kakak ikut papa ke kantor Ayah,Kakak melihat Adek masih sangat kecil.Masih sekolah dasar kalo tidak salah,waktu itu Kakak baru lulus sekolah menengah atas.Kakak suka lihat Adek yang manja sama Ayah,merengek sama ayah.Ayah pernah bilang sama Papa kalo saja Ayah punya anak gadis seumuran dengan kakak maka ayah akan menjodohkan anak gadisnya itu.Siapa yang tau jika akhirnya sekarang kita benar-benar bersama.Hidup berdua dalam satu ikatan yang bernama pernikahan" tutur Satria.
" Emang sebelumnya kita sudah pernah bertemu ya?" tanya Yura.
" Sering sayang,Adek aja yang gak menyadarinya" jawab Satria.
Yura memainkan tangannya di dada Satria," Pantesan saat Ayah tau Yura pacaran sama Kakak,Ayah langsung setuju" ujar Yura.
Satria menundukkan kepalanya lalu mencium bibir Yura sekilas.
" Karena Ayah tau,Kakak orang baik" kata Satria dengan pedenya.
...----------------...
__ADS_1
Yuna dan Kenzi tidak jadi terbang hari ini,cuaca ekstrim membuat semua penerbangan di batalkan.Yuna dan Kenzi memilih berdiam diri di kamar mereka,bepergian pun tidak mungkin.Di luar hujan sangat deras disertai angin kencang dan juga petir yang saling bersahutan seolah sedang berlomba menunjukkan suara paling terdahsyat.
" Kita tidak bisa menghubungi Ayah dan Bunda,semua jaringan telepon mati" ujar Yuna.
" Kita tunggu saja sampai hujan benar-benar reda,baru kita hubungi Ayah" kata Kenzi.
Kenzi memeluk Yuna dari belakang,Yuna sedang berdiri di dekat jendela sambil melihat kearah luar.Banyak pohon tumbang dan angin begitu sangat kencang.
" Shhh..." desah Yuna saat Kenzi menghisap lehernya,membuat tanda merah di tengkuk Yuna.
Kenzi memutar tubuh Yuna dan langsung menyesap bibir istrinya itu.Yuna mengimbangi permainan Kenzi dengan lihai.Yuna mengalungkan satu tangannya di leher Kenzi,sedangkan satu tangan yang lain berkeliaran meraba,meremas milik Kenzi.
" Mphhh...." Kenzi merasakan nikmat di inti tubuhnya.Yuna cukup mahir memainkan miliknya.
Kenzi pun tidak mau kalah,dia meremas benda kenyal milik Yuna dengan lembut.Kenzi menyandarkan tubuh Yuna ke dinding,Kenzi menggerakkan kakinya,menggeser kaki Yuna hingga terbuka lebar.Kenzi melepaskan sesapannya lalu turun ke bawah,Kenzi bersembunyi dibalik gaun Yuna lalu bermain di bibir bawah milik Yuna.
" Kenzi...ahh..." Yuna meracau,lidah Kenzi memainkan miliknya dengan sangat lembut.
" Panggil namaku sayang" kata Kenzi.
Kenzi memainkan lidahnya,memberi rasa geli dan nikmat.Menjilat,menelusupkan serta menyedot milik Yuna.
" Keluarkan saja sayang" kata Kenzi.
Yuna menekan kepala Kenzi supaya memperdalam aksinya,tidak lama kemudian tubuhnya pun bergetar hebat lalu terkulai lemas.Kenzi memindahkan tubuh Yuna ke atas kasur.Kenzi membuka semua yang melekat di tubuh mereka berdua.Kini giliran Yuna yang memainkan milik Kenzi.Yuna mengulum benda milik Kenzi seperti sedang menikmati sebuah lolipop.
" Nghhhh" Kenzi merem melek merasakan permainan Yuna.
Kenzi sudah tidak tahan,rasanya sudah mau meledak di bawah sana.Kenzi mengambil alih permainan dan kini Yuna berada dibawah kungkungannya.Perlahan Kenzi memasukkan miliknya ke liang kenikmatan milik Yuna.
" Ahh...." keduanya mencapai puncak secara bersamaan,setelah permainan usai mereka pun tertidur.Cuaca di luar belum bersahabat,hujan lebat disertai badai dan juga petir masih belum reda.
...----------------...
Edo berjalan mondar-mandir di depan TV,berita menyiarkan cuaca ekstrim yang sedang terjadi di tempat Yuna dan Kenzi berada sekarang.Berulang kali Edo mencoba menghubungi nomor ponsel anak dan menantunya,tapi semua tidak aktif.
" Belum bisa dihubungi juga Yah?" tanya Satria yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
" Eh...kalian sudah pulang?" Edo balik bertanya.
" Sudah,kami mendarat sore tadi" jawab Satria.
" Jaringan telpon dan listrik disana mati,karena itulah kita tidak bisa menghubungi Yuna dan Kenzi" ungkap Satria sambil menunjukkan sebuah artikel yang dibacanya di internet.
Huft...
Edo menghela nafasnya lalu duduk di sofa,matanya terus menatap layar televisi di hadapannya.
" Oya,kamu datang sendiri kesini? Yura gak ikut?" tanya Edo.
" Yura kecapekan Yah,dia masih tidur waktu Satria kesini" jawab Satria.
" Pasti dia mengajakmu berkeliling sampai lupa waktu kan" tebak Edo.
" Ha...ha...ha...Ayah benar.Bila perlu setiap penjuru kota Medan dia datangi" ujar Satria.
" Ayah harap kamu bisa sabar dalam menghadapi sifat manjanya,dia tidak seperti Yuna yang sudah bisa berpikir secara dewasa.Kadang Ayah suka bingung,mereka terlahir kembar tapi sifat mereka bisa jauh berbeda" tutur Edo.
" Ayah tenang saja,aku suka yang polos-polos dan manja.Dengan begitu Satria bisa mudah mengelabuinya" ujar Satria sambil berjalan menuju pintu keluar.
" Hei...jangan coba-coba bermain-main dengan anak Ayah" teriak Edo.
Satria mengangkat tangannya ke udara dan mengeluarkan ibu jarinya.
" Aku yakin Satria laki-laki yang tepat untuk Yura" gumam Edo.
Edo menoleh ke arah luar lalu menggerutu," Menantu sialan,apa sepulang dari bulan madu dia tidak ingat untuk membawakan mertua tampan ini oleh-oleh" ujarnya.
" Ayah jangan khawatir,Satria membawakan kita bika ambon" kata Rima lalu duduk sambil menaruh piring yang berisi Bika ambon,bolu meranti dan pancake durian.Oleh-oleh khas medan.
" Bika ambon?" mereka dari Medan kenapa oleh-olehnya Bika ambon?" tanya Edo sambil mengerutkan keningnya.
" Dulu kita bulan madu ke Papua,oleh-olehnya apa.Yuna dan Yura kan" kata Rima.
" Apa mereka juga membawa oleh-oleh cucu untuk kita?" tanya Edo.
__ADS_1
" Kalo Yuna mungkin iya,kalo Yura...Bunda gak yakin" jawab Rima.
" Ayah jadi penasaran,mereka sudah belah duren belum ya" ujar Edo sambil senyum-senyum.