
Rere berbaring di kasurnya,matanya sangat mengantuk.Perlahan Rere mulai memejamkan matanya.
Ceklek
Elang membuka pintu kamar lalu masuk ke dalamnya.
"Bidadariku tidur dengan sangat nyenyak,sampai-sampai dia tidak sadar aku masuk" gumam Elang.
Elang menuju lemarinya lalu mengambil handuk kemudian Elang masuk ke kamar mandi.
"Sudah jam dua siang ternyata" gumam Elang sambil cepat-cepat memakai pakaiannya.
Setelah selesai berpakaian rapi Elang mencium kening Rere lalu melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Mau kemana?" tanya Rere dengan suara serak khas bangun tidur.
"Apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Elang sambil kembali menghampiri Rere.
"Kamu selalu mengganggu pikiranku sayang" jawab Rere sambil tersenyum.
"Aku ada meeting dadakan dan harus segera pergi ke kantor,kembalilah lagi tidur" kata Elang.
"Pulang jam berapa nanti?" tanya Rere.
"Tumben nanya jam berapa aku pulang,ada apa nih.Kamu mau mengajakku jalan-jalan?" tanya Elang.
"Tidak,aku cuma mau minta tolong belikan aku rujak yang biasa mangkal di depan kantormu" jawab Rere sambil kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
"Rujak? Kamu hamil lagi sayang?" tanya Elang dengan raut bahagia.
"Jangan ngawur ah,aku hanya lagi pengen saja.Emangnya harus hamil dulu baru boleh makan rujak" oceh Rere.
"Kan gak ada salahnya sayang,aku malah senang kalo kamu hamil lagi" kata Elang.
"Jangan dulu sayang,anak-anak masih kecil.Kasihan mereka kalo aku hamil lagi" kata Rere.
"Ya sudah kalo begitu,nanti aku belikan.Aku pergi dulu ya" pamit Elang lalu mengecup kening Rere.
Elang keluar dari kamarnya lalu mengajak Harun untuk pergi ke kantor.
Rere hendak turun dari kasurnya tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing.
"Awh kenapa tiba-tiba kepalaku pusing ya,atau jangan-jangan Elang benar kalo aku hamil lagi.Ah tidak-tidak aku gak boleh hamil dulu,ketiga anakku masih kecil-kecil,aku gak mau mereka kekurangan kasih sayang dariku" Rere bermonolog.
Rere duduk bersandar di kasurnya sambil memejamkan matanya.
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk dari luar.
"Siapa?" teriak Rere.
"Romlah sama anak-anak" jawab Romlah dari luar.
"Masuklah" perintah Rere.
Ceklek
Pintu terbuka,Revan langsung berlari dan naik ke kasur.
"Nona kenapa pucat sekali,Nona sakit?" tanya Romlah sambil meletakkan Kiandra dan Queenara ke tempat khusus yang di buat Elang.
"Gak tau Romlah,tiba-tiba kepalaku pusing" jawab Rere.
"Perlu saya panggilkan Dokter Irfan Nona?" kata Romlah.
"Boleh juga,soalnya stok obat di rumah ini habis" jawab Rere.
Romlah melakukan panggilan menggunakan telpon yang ada di kamar Rere,Romlah menelpon Dokter Irfan dan memintanya agar segera datang kerumah Elang.
"Tunggu sebentar ya Non,Dokter Irfan masih dalam perjalanan" kata Romlah.
Rere mengangguk pelan.
"Mommy sakit apa?" tanya Revan.
"Mommy tidak sakit sayang,Mommy hanya sedikit pusing" jawab Rere.
"Revan pijitin ya" kata Revan lalu berdiri dan mulai memijat kepala Rere.
"Enak sekali pijitan Revan,terima kasih sayang" ucap Rere.
"Apa tidak sebaiknya Nona telpon Tuan Elang?" kata Romlah.
"Tidak perlu,Elang baru saja pergi ke kantornya.Dia ada meeting hari ini" kata Rere.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu.
"Mungkin itu Dokter Irfan,saya buka pintu dulu ya Non" kara Romlah lalu melangkah ke arah pintu dan langsung membukanya.
__ADS_1
"Silahkan masuk Dokter" kata Romlah.
"Terima kasih" ucap Dokter Irfan lalu berjalan menghampiri Rere.
"Kamu kenapa hemmm?" tanya Dokter Irfan.
"Gak tau Om,tiba-tiba kepala Rere pusing" jawab Rere.
"Om periksa dulu ya" kata Dokter Irfan.
Rere mengangguk.
Dokter Irfan langsung mengeluarjan alatnya dan mulai memeriksa Rere.
"Apa seharian ini kamu belum makan?" tanya Dokter Irfan setelah selesai memeriksa Rere.
"Iya Om,Rere lagi gak selera makan.Tadi Rere cuma makan roti saja" jawab Rere.
"Lain kali makan nasi ya,maagmu kambuh nih" tutur Dokter Irfan.
"Rere gak hamilkan Om?" tanya Rere.
Dokter Irfan mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan Rere.
"Siapa yang bilang kamu hamil Re?" tanya Dokter Irfan.
"Gak ada yang bilang sih Om,cuma Rere takut aja kalo tiba-tiba hamil" jawab Rere.
"Kenapa harus takut,terima saja dengan senang hati" ucap Dokter Irfan.
"Ini obatmu,minum sebelum makan ya dan yang ini di minum sesudah makan" kata Dokter Irfan sambil memberi beberapa macam obat pada Rere.
"Terima kasih Om" ucap Rere.
"Om pulang dulu ya,kalo belum baikan juga setelah minum obat itu kamu telpon Om lagi ya" pesan Dokter Irfan.
"Baik Om" jawab Rere.
Romlah membukakan pintu untuk Dokter Irfan,setelah Dokter Irfan keluar Romlah menutup pintunya kembali.
"Saya ambilkan makan ya Non,habis makan dan minum obat sebaiknya Non istirahat saja" kata Romlah.
"Terima kasih ya Romlah" ucap Rere.
Romlah keluar dari kamar Rere dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman untuk Rere.
"Untuk siapa tu makanan" tanya Diah yang baru datang ke dapur.
"Jangan kasih makan yang begituan,itu gak baik untuk yang lagi sakit terutama sakit maag" kata Diah saat melihat isi piring yang berisi nasi,gulai nangka dan sambal hijau jengkol.
"Jadi Bu Bos makan apa dong?" tanya Romlah.
"Tunggu sebentar aku bikinin bubur,kamu balik ke kamar aja lagi takutnya nanti Kiandra sama Winara nangis.Nanti kalo buburnya sudah matang aku yang akan mengantarnya ke kamar" kata Diah.
"Okelah kalo begitu,trus ini makanan untuk siapa donk?" tanya Romlah.
"Untuk Pak Eko saja,kebetulan Pak Eko laper nih" tiba-tiba Pak Eko nongol.
"Ya sudah,nih" kata Romlah sambil menyerahkan nampan berisi makanan.
Romlah kembali lagi ke kamar Rere dan hanya membawa air untuk minum obat saja.
"Maaf Non buburnya belum matang,jadi sambil menunggu buburnya matang Non minum dulu obat yang harus di minum sebelum makan" tutur Romlah.
"Hemmm..." Rere mengangguk.
Romlah membuka obat yang harus di minum Rere lalu memberikannya pada Rere dan Rere pun langsung meminumnya.
"Saya permisi dulu ya Non,sudah waktunya anak-anak mandi" kata Romlah.
"Ayo Revan kita mandi dulu setelah mandi baru kesini lagi" ajak Romlah.
"Oke..Daa Mommy" kata Revan sambil mencium pipi Rere.
Revan turun dari kasur lalu mengikuti Romlah dan Baby twins keluar dari kamar.
Diah menaruh bubur di mangkuk lalu membawanya ke kamar Rere.
"Bubur? Untuk siapa itu?" tanya Elang.
"Eh Tuan sudah pulang...Ini bubur untuk Nona Tuan" jawab Diah.
"Tumben dia mau makan bubur sore-sore begini?" kata Elang.
"Ini bukan permintaan Nona Tuan,ini hanya inisiatif saya saja.Setahu saya bubur sangat bagus untuk orang yang sedang sakit" tutur Diah.
"Siapa yang sakit?" tanya Elang bingung.
"Loh Tuan belum tahu kalo Nona sakit?" tanya Diah.
Elang tidak menjawab pertanyaan Diah,dia langsung berlari menaiki tangga dan langsung menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Ceklek
Elang membuka pintu kamar dan langsung masuk ke dalamnya.Elang melihat Rere sedang tertidur dan di atas meja sudah ada beberapa macam obat.
"Sayang" ucap Elang lembut.
Emmm.....
Perlahan Rere membuka matanya dan tersenyum melihat Elang.
"Kamu sudah pulang sayang?" tanya Rere sambil mendudukkan tubuhnya.
"Kenapa kamu tidak menelponku kalo kamu sakit sayang?" tanya Elang.
"Aku tidak apa-apa sayang,lagipula tadi Om Irfan sudah datang kemari dan memberiku obat" jawab Rere.
Tidak lama Diah pun masuk ke dalam kamar sambil membawa mangkuk berisi bubur untuk Rere.
"Bawa sini buburnya,biar aku yang suapi Rere makan dan ini kamu bawa ke belakang dan makanlah bersama Nia dan Romlah" kata Elang sambil menyerahkan rujak yang tadi di belinya.
"Itu rujak pesananku kan?" tanya Rere.
"Iya,kamu gak boleh makan.Itu pedas dan masam" jawab Elang.
Rere mendengus kesal.
"Ayo makan,besok kalo sudah sembuh akan aku belikan yang banyak" kata Elang.
"Janji ya" pinta Rere.
"Iya aku janji" jawab Elang.
Elang dengan penuh kasih sayang menyuapi Rere makan.
"Sudah,aku sudah kenyang" kata Rere.
"Baru makan sedikit udah kenyang" kata Elang.
"Perutku sudah kenyang sayang,kalo dipaksa makan nanti aku muntah" kata Rere.
"Ya sudah kalo gitu tapi habis ini obatnya di minum ya" kata Elang.
Rere mengangguk.
Elang meletakkan mangkuk diatas meja lalu mengambil obat yang harus diminum Rere.
"Yang ini ya obat yang harus diminum?" tanya Elang.
"Iya,yang lainnya sudah aku minum tadi" jawab Rere.
Elang membuka obat itu lalu menyerahkan pada Rere.
"Istirahatlah,aku keluar sebentar.Ada yang harus aku ambil" kata Elang.
Hemmm...Rere mendehem saja.
Elang mengambil mangkuk bubur lalu membawanya keluar.Elang menuruni tangga dan menaruh mangkuk itu di dapur.Setelah itu barulah Elang pergi ke ruang keluarga untuk mengambil tas kerjanya dan mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya kemudian dia kembali lagi ke kamar.
"Loh katanya mau ambil sesuatu" kata Rere.
"Aku sudah mengambilnya" kata Elang lalu duduk di samping Rere.
"Mana kamu gak bawa apa-apa?" tanya Rere.
Elang merogoh saku celananya lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna ungu.
"Ini untukmu sayang,bukalah" kata Elang.
Rere membuka kotak kecil itu lalu terkejut melihat isinya,gelang berwarna perak dengan hiasan mutiara berwarna ungu.Terlihat sangat manis.
"Aku tadi meeting di sebuah mall dan saat hendak pulang aku melewati toko perhiasan dan melihat gelang ini.Aku langsung membelinya untukmu" tutur Elang.
"Terima kasih sayang"Ucap Rere.
Elang mengambil gelang dari kotaknya lalu hendak memakaikan gelang itu ke tangan Rere.
"Tunggu dulu,gelang ini gak kamu pasangin penyadapkan?" tanya Rere.
"David sudah tidak ada disini dan Haris juga jauh,aku tidak ahli dalam urusan pasang memasang penyadap.Kamu tenang saja,gelang ini aman" tutur Elang.
Rere menghembuskan nafas lega.
"Cantik" gumam Elang setelah selesai memasang gelang ke tangan Rere.
"Dari dulu aku memang sudah cantik" kata Rere dengan pede.
"Maksud aku gelangnya yang cantik" Elang menggoda Rere.
"Berarti aku gak cantik dong" kata Rere sambil cemberut.
"Kamu tidak cuma cantik,tapi kamu istimewa" puji Elang.
__ADS_1
Rere tersanjung mendengar pujian dari Elang.Dalam hatinya Rere tidak berhenti bersyukur karena Tuhan sudah memberinya seorang suami yang begitu mencintainya.