Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 121


__ADS_3

Cuaca siang ini mendung,Elang sedang duduk di teras bersama Baby Queen,sedangkan Rere dan Revan ikut penjaga villa berkeliling melihat-lihat sekitar villa.


Kriing...


Ponsel Elang berdering.


Elang mengambil ponselnya yang berada di atas meja lalu menjawab panggilan di ponselnya.


📞"Hallo,ada apa?" tanya Elang.


📞"Apa yang harus aku siapkan jika aku melamar Rianti nanti?" tanya Haris.


📞"Kamu mau melamarnya?" tanya Elang.


📞"Iya" jawab Haris.


📞"Langsung menikah saja,lamar Rianti pada keluarganya melalui telpon.Katakan kita akan datang dan langsung akan mengadakan pesta besar-besaran" tutur Elang.


📞"Sekarang belum boleh pesta Lang,jadi acara akad saja dulu" kata Haris.


📞"Siapa yang berani melarangku mengadakan pesta? Siapkan saja dirimu,Aku yang menanggung semua biaya pestanya" kata Elang yang langsung mematikan ponselnya.


"Siapa yang mau pesta sayang?" tanya Rere yang baru saja datang.


"Haris dan Rianti,mereka akan menikah" jawab Elang.


"Benarkah? Akhirnya mereka menikah juga" kata Rere.


"Semoga saja mereka berbahagia" ucap Elang.


"Kapan rencananya mereka akan menikah?" tanya Rere.


"Setelah mendapat persetujuan dari keluarga Rianti" jawab Elang.


"Oya Revan mana,kok gak sama kamu sayang?" tanya Elang saat menyadari Revan tidak bersama Rere.


"Aku minta Romlah untuk memandikannya,tadi dia terpeleset dan jatuh ke dalam lumpur" jawab Rere.


"Apa dia menangis?" tanya Elang lagi.


"Dia anak laki-laki sayang dan anakku mau yang laki-laki ataupun perempuan semuanya tidak boleh cengeng" jawab Rere lalu masuk kedalam villa.


Elang mengikuti Rere masuk ke dalam villa,lalu menyerahkan Baby twins pada Sari.Kemudian Elang masuk ke kamarnya.


"Mau ngapain?" tanya Rere saat melihat Elang mengikutinya sambil senyum-senyum.


"Biasa" jawab Elang sambil menaik turunkan alisnya.


"Biasa apaan,sana ih aku mau tidur" kata Rere.


"Nah pas banget nih timenya cuaca dingin,udara sejuk,pemandangannya juga indah.PAS!!!" tutur Elang.


"Apa bedanya cuaca dingin sama udara sejuk" oceh Rere sambil merebahkan tubuhnya.


"Sama-sama butuh kehangatan sayang" kata Elang.


"Oh Tuhan gimana aku bisa gemuk kalo di hajar tiap waktu"celoteh Rere.


"Emang ngaruh ya sayang?" tanya Elang dengan wajah polos.


"Ya ngaruh lah sayang,masa enggak" jawab Rere asal.


"Kalo gitu mulai sekarang aku akan jarang melakukannya" kata Elang.


"Harus" balas Rere.


"Tapi aku gak bisa sayang,kamu selalu menggodaku sayang" kata Elang dengan nada manja.


"Kamu harus coba sayang,kamu pasti bisa.Emang kamu mau digosipin sama orang-orang kalo istrinya Elang pengusaha kaya banyak duitnya tapi kurus,nanti orang kira kita gak bahagia trus orang juga akan mengira kalo kamu itu pelit dan gak kasih aku makan" tutur Rere.


"Siapa yang berani bicara seperti itu,coba kalo berani sini datang kehadapanku" tantang Elang.


Huft


Rere menghela nafasnya dan langsung terdiam.


"Payah kalo ngomong sama orang oon" gumam Rere.


"Nah itu kamu tau kalo sekarang aku lagi on sayang" kata Elang.


"Hadeuh..." kata Rere sambil menepuk keningnya.


"Kenapa,kok malah nepuk kening sih?" tanya Elang.


"Aku capek Elang sayang,mataku ngantuk.Coba kamu lihat keluar,hujan rintik-rintik airnya bergelombang pas banget untuk tidur" oceh Rere.


"Bukan untuk tidur sayang tapi waktu yang pas untuk kita terbang melayang" kata Elang.


"Kan tadi pagi udah sayang,kamu gak kasian lihat aku makin kurus" kata Rere sambil cemberut.


"Ini sebenernya apa sih mau bercinta aja ribet" kata Elang.


"Bukan ribet sayang tapi kamu tu yang gak tau waktu.Pagi siang sore malam minta jatah terus" kata Rere.


"Hehehe...habisnya kamu menggodaku terus sayang" kata Elang.


"Kurus gini menggoda gimana kalo bahenol,montok,semok pasti kamu buat aku gak keluar kamar dan kamu pun gak pergi kerja" kata Rere.


"Begitulah kira-kira" kata Elang yang langsung mengungkung tubuh Rere.


Rere membulatkan matanya dan ketika hendak bicara Elang langsung ******* bibir Rere.Elang baru melepaskan lumatannya saat melihat Rere terengah-engah karena kehabisan nafas.


"Ternyata cara ini cukup ampuh untuk membungkam mulut cerewetmu itu sayang" kata Elang.


"Kamu licik ah,gak pake kode langsung main nyosor aja" kata Rere.

__ADS_1


Elang tersenyum lalu melanjutkan lagi kegiatannya.Setelah bergulat sekitar satu jam akhirnya mereka mengakhiri pertarungan di siang menjelang sore itu.


"Kamu tidurlah,aku mau mandi dan melihat anak-anak" kata Elang.


"Gimana mau tidur sebentar lagi masuk waktu shalat ashar" kata Rere.


"Ya sudah kalo gitu,ayo mandi berdua" ajak Elang.


"Nggak mau ah" tolak Rere.


"Aku gak akan macam-macam" ucap Elang dengan nada serius.


Rere turun dari kasurnya lalu masuk dalam kamar mandi.Elang menghidupkan kran untuk mengisi air ke bak mandi dan setelah airnya penuh diapun mulai mandi begitu juga Rere,dia juga langsung mandi.Setelah selesai mandi mereka keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil pakaian masing-masing.


"Sudah masuk waktu shalat ashar,kita shalat dulu ya" kata Elang.


"Iya sayang" jawab Rere.


Elang dan Rere berwudhu lalu setelah itu mereka shalat berjamaah.Selesai shalat Elang dan Rere duduk-duduk di sofa.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar.


"Siapa?" teriak Elang.


"Daddy Winara nangis" kata Revan dari luar kamar.


Elang dan Rere cepat-cepat membuka pintu.


"Kenapa Winara?" tanya Elang.


"Gak tau,kata Mbak Sari Revan suruh panggil Daddy sama Mommy" tutur Revan.


Elang menggendong Revan menuju kamar Baby twins,Rere mengikutinya.


"Kenapa dia menangis?" tanya Elang dan Rere bersamaan.


"Sepertinya Queen demam Tuan" jawab Sari.


"Winara Mbak Sari bukan Win" protes Revan.


"Tadi dia sehat-sehat saja,Coba bawa sini" pinta Elang.


Sari menyerahkan Baby Queenara pada Elang.


"Kenapa sayang,baru beberapa hari kita di sini kamu sudah demam saja" kata Elang.


"Bereskan semua barang,kita pulang sekarang.Beritahu yang lainnya" perintah Elang.


"Baik Tuan" jawab Sari.


"Sayang suruh Romlah atau Nia membereskan barang-barang milik kita,kita harus cepat membawa Queen ke dokter"tutur Elang.


Elang membawa Queen dan Revan ke mobil sedangkan Rere dan yang lainnya mengemasi barang-barang bawaan mereka.Setelah selesai mereka langsung ke mobil.


"Sudah siap semua?"tanya Elang.


"Sudah Tuan" jawab Sari,Nia,Diah dan Romlah bersamaan.


"Kita belum pamit pada penjaga villa ini sayang" kata Rere.


"Nanti saja melalui telpon yang penting sekarang kita harus cepat ke rumah sakit" kata Elang.


"Iya,tapi kamu juga harus tetap hati-hati jalanan sangat licin di tambah lagi sekarang sedang hujan"tutur Rere.


Elang mengangguk lalu menyerahkan Queenara pada Rere,setelah itu dia mulai mengemudikan mobilnya secara perlahan.Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam akhirnya mereka sudah sampai rumah sakit,Elang dan Rere langsung turun dari mobil.


"Apa jam segini dokter masih ada?" tanya Rere sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


"Ada sayang di UGD" jawab Elang.


"Elang ada apa malam-malam berada disini? Siapa yang sakit?" tanya Om Irfan.


"Queen Om,tiba-tiba badannya panas" jawab Elang.


"Cepat bawa ke dokter spesialis anak,kebetulan dia belum pulang dan masih berada di ruangannya" kata Om Irfan.


Elang mengangguk lalu berjalan menuju ruang dokter yang di maksud Om Irfan.


Tok tok tok


Rere mengetuk pintu.


Ceklek


Tidak lama pintu pun terbuka,seorang perawat menyapa Rere dan Elang.


"Selamat malam,ada yang bisa di bantu?" tanya perawat itu.


"Anak saya tiba-tiba panas" jawab Elang.


"Mari masuk" kata perawat itu.


Elang dan Rere membawa Queen masuk ke dalam.Dokter langsung memeriksanya.


"Sakit apa anak saya Dokter?" tanya Rere.


"Dia baik-baik saja,berapa usianya?" tanya Dokter.


"Lima bulan" jawab Elang.


"Udah mulai merangkak ya" kata Dokter.


"Iya Dok" jawab Rere dan Elang bersamaan

__ADS_1


"Dia hanya kelelahan saja,saya kasih resep obat penurun panas dan juga vitamin ya" kata Dokter.


Elang dan Rere keluar dari ruangan itu setelah selesai memeriksakan Queen,mereka langsung menuju apotik yang berada di rumah sakit untuk menebus obat Queen setelah itu mereka kembali ke mobil.


"Kita langsung pulang ya" kata Elang.


"Iya sayang,tapi sebelum itu kita cari makan dulu kasihan mereka pasti sudah lapar" kata Rere.


Elang mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit.


"Dian sama Nia nanti kalian turun untuk membeli makanan ya" kata Elang.


"Baik Tuan" kata Diah dan Nia bersamaan.


Elang membelokkan mobilnya ke sebuah Rumah makan.Elang memberi beberapa lembar uang pada Diah setelah menerima uang itu Diah dan Nia langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah makan.Diah langsung memesan beberapa bungkus makanan.


"Kita beli nasi pake lauk apa?" tanya Nia pada Diah.


"Kamu gak lihat di depan tulisannya warung ikan bakar,berarti lauknya ikan bakar" jawab Diah.


"Hehehe...Aku tidak membacanya"kata Nia sambil cengengesan.


"Kamu sih ingat bebeb terus jadi lupa segalanya" kata Diah.


"Itu karena aku mencintainya Diah" tutur Nia.


"Boleh mencinta tapi jangan sampai cinta membutakan hati dan membuatmu bodoh" kata Diah lagi.


Makanan yang mereka pesan sudah siap,setelah membayar Diah dan Nia kembali ke mobil.


Setelah Nia dan Diah masuk,Elang langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.Tidak lama kemudian mereka telah sampai di rumah.


"Sari bawa Kiandra ke kamarku,malam ini biar mereka tidur bersamaku agar kamu bisa beristirahat" tutur Elang.


"Baik Tuan" jawab Sari.


Revan sudah tertidur,Romlah menggendong tubuh Revan menuju kamarnya,Diah dan Nia menyiapkan makan untuk Elang dan Rere.


"Kita belum shalat maghrib sayang dan sekarang sudah waktunya shalat isya,kita shalat secara bergantian ya.Aku shalat terlebih dahulu baru setelah itu kamu yang shalat" kata Rere.


"Hemmm..."Elang mendehem sambil meletakkan Queen di tempat tidurnya.


Rere masuk ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu dia langsung shalat.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu.


"Masuk" perintah Elang.


Ceklek


Pintu terbuka,Diah dan Nia masuk ke dalam sambil membawa nampan.


"Makan malam Anda Tuan" kata Diah.


"Letakkan di atas meja.Kalian makanlah setelah itu istirahat" kata Elang.


"Baik Tuan" kata Diah dan Nia bersamaan.


Diah dan Nia keluar dari kamar Elang.


Rere baru selesai shalat,dia mengemasi alat shalatnya kemudian menghampiri Elang.


"Shalatlah,setelah itu kita makan malam bersama" kata Rere.


Elang turun dari kasurnya lalu ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu dia langsung melaksanakan shalat maghrib sekaligus shalat isya.Selesai shalat Elang duduk di sofa lalu mengajak Rere makan.


"Ayo sini kita makan dulu,setelah itu kita tidur mumpung Kiandra dan Queenara juga tidur" kata Elang.


Rere menuju sofa dan duduk di samping Elang.


"Apakah dulu waktu bayi Revan juga pernah sakit?" tanya Rere di sela-sela makannya.


"Pernah,tapi Mika yang mengurusnya" jawab Elang.


Rere tidak berani bertanya lagi,dia meneruskan makannya sampai makanan di piringnya habis.


"Kamu tidur saja,piring kotornya biar aku yang bawa ke dapur"kata Elang.


"Baiklah" ucap Rere.


Elang keluar dari kamar sambil membawa piring kotor sedangkan Rere langsung naik ke kasurnya lalu merebahkan tubuhnya di samping Queen.


"Cepat sembuh ya sayang,biar bisa merangkak lagi dan mengejar Bang Kiandra" ucap Rere sambil membelai rambut Queen.


Tidak lama kemudian Elang kembali lagi ke kamar sambil menggendong Revan.


"Mommy apa Winara sudah sembuh?" tanya Revan.


"Belum sayang,badannya masih panas" jawab Rere.


"Pindahkan Queenara ke boxnya sayang biar Revan bisa tidur di sini juga" kata Elang.


"Winara Daddy" kata Revan.


"Iya sayang,Winara" kata Elang.


Rere memindahkan Queen ke dalam boxnya lalu Revan tidur di kasur yang tepat berada di samping box Baby twins.Elang menaruh box berdampingan dengan kasurnya jadi tidak perlu takut kalo Revan akan jatuh.


"Revan bobok ya,lihat tu adik kembarnya juga udah bobok" kata Rere.


"Iya Mommy" jawab Revan.


Revan komat-kamit membaca doa baru setelah itu dia memejamkan matanya,Rere tidur di tengah-tengah antara Elang dan Revan.Elang pun mulai memejamkan matanya yang mulai mengantuk,lalu dia tidur sambil memeluk Rere.

__ADS_1


__ADS_2