Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Eps 119


__ADS_3

Edo dan Rima sudah sampai kerumahnya,Edo memutuskan pulang karena Rima juga sudah mulai mendingan.


"Sayang minum dulu vitaminnya dan setelah itu langsung tidur,oke" kata Edo sambil memberikan vitamin pada Rima.


"Hemmm...Apa ini akan lama?" tanya Rima.


"Aku kurang tau sayang,tapi waktu Rere hamil Si kembar dia malah sehat-sehat aja,gak muntah juga nafsu makannya meningkat.Besok kita ke dokter spesialis kandungan dan kita tanyakan langsung pada Dokter ya" tutur Edo.


"Iya..." kata Rima.


Cup


Edo mengecup kening Rima.


"Terima kasih sayang" ucap Edo.


"Bersyukurlah pada Allah yang sudah mempercayai kita" kata Rima.


"Itu pasti sayang,aku sangat bersyukur dan bahagia sekali" kata Edo.


Edo menarik selimut Rima dan menutupi tubuh Rima sampai sebatas dada.Edo naik kekasurnya lalu berbaring di samping Rima.


Edo memeluk tubuh Rima lalu mulai memejamkan matanya,tapi baru saja hendak terpejam Rima membangunkannya.


"Sayang kayaknya makan mpek-mpek enak deh" kata Rima.


Edo mengangkat kepalanya dan memandang wajah Rima.


"Kamu mau makan mpek-mpek?" tanya Edo.


Rima mengangguk sambil menelan ludahnya.


"Aku akan membelinya" kata Edo.


Edo turun dari kasurnya lalu hendak keluar dari kamar.


"Aku ikut" pinta Rima.


Edo menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Rima.


"Tapi ini sudah malam sayang" kata Edo.


"Pokoknya aku ikut" Rima kekeh.


Matanya mulai berkaca-kaca.


"Ya sudah,ayo" kata Edo.


Rima turun dari kasurnya lalu menghampiri Edo,mereka berdua langsung keluar dari kamar dan menuju ke garasi melalui pintu samping.


"Besok aku akan mencari orang untuk menemanimu di rumah.Aku gak mungkin meninggalkanmu sendirian di rumah" kata Edo.


"Iya suamiku sayang" kata Rima.


Edo membukakan pintu mobil untuk Rima,setelah Rima masuk Edo menutupnya kembali.Setelah itu Edo masuk dan duduk di bangku supir,Edo mengemudikan mobilnya dengan perlahan.


Edo dan Rima sudah berkeliling kesana kemari tapi mereka belum mendapatkan mpek-mpek yang mereka cari.


"Sayang itu"kata Rima sambil menunjuk warung kecil.


Edo menepikan mobilnya lalu turun dan dia mendatangi warung itu.


"Permisi Bu,apa mpek-mpeknya masih ada?" tanya Edo.


"Maaf nak,sudah habis" jawab pemilik warung.


"Satu saja Bu,istri saya lagi hamil dan dia sangan ingin makan mpek-mpek.Tolong lah Bu" kata Edo memelas.


"Sebenarnya ada tapi didalam kulkas dan masih mentah Nak belum di goreng" tutur Ibu itu.


"Gak apa-apa Bu,Saya tunggu Ibu sampai siap menggoreng" kata Edo.


Pemilik warung pergi ke dapur lalu menggorengkan mpek-mpek untuk Edo.Setelah menunggu lama akhirnya mpek-mpek yang diminta oleh Edo pun matang.


"Ini nak mpek-mpeknya" kata Pemilik warung sambil menyerahkan bungkusan pada Edo.


Edo menerima bungkusan itu lalu memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada pemilik warung.


"Tidak perlu membayar Nak,itu gratis" kata Pemilik warung.


"Baiklah Bu terima kasih kalo begitu saya terima mpek-mpeknya.Tapi tolong ibu juga jangan menolak pemberian dari saya" pinta Edo.


"Terima kasih Nak,semoga Istri dan anak yang ada di dalam perutnya selalu sehat dan dilancarkan proses persalinannya nanti" ucap pemilik warung.


"Terima kasih Bu,saya permisi dulu" kata Edo.


Edo kembali kedalam mobil,lalu menyerahkan bungkusan pada Rima yang dengan setia menunggu mpek-mpeknya.


"Hmmm harumnya,pasti enak"kata Rima.


"Terima kasih sayang" kata Rima lagi.


"Makanlah atau mau aku suapi?" tanya Edo.

__ADS_1


"Aku makan ini di rumah saja,kalo makan disini nanti kuahnya tumpah" jawab Rima.


"Kalo tumpah aku akan membersihkannya" kata Edo.


Edo mulai mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.Setelah mobil berhenti sempurna Rima langsung keluar dari mobil tanpa menunggu Edo membukakan pintu untuknya.Rima mengambil piring di dapur lalu di duduk di lantainya.


"Sayang kenapa duduk di lantai?" tanya Edo.


"Aku mau makan disini" jawab Rima sambil membuka bungkusan dan menuangkan isinya kedalam piring.


Edo duduk di samping Rima dan memperhatikan istrinya yang sedang makan.


"Aaa..."Rima menyuruh Edo membuka mulutnya.


"Habiskan saja sayang kamu baru makan sedikit,aku sudah kenyang" kata Edo.


"Tapi aku mau kamu yang makan ini" kata Rima dengan wajah sedihnya.


"Ya sudah kalo gitu,sini aku makan" kata Edo dengan lembut


"Benarkah kamu mau?" tanya Rima dengan wajah sumringah.


Edo menganggukkan kepalanya.Rima langsung menyuapkan mpek-mpek kedalam mulut Edo dan itu Rima lakukan sampai mpek-mpeknya habis.


"Habis sayang dan aku yang paling banyak makan" kata Edo.


"Gak apa-apa sayang,aku sudah kenyang" kata Rima sambil mengelus perutnya.


"Kita tidur yok lihat tu udah setengah dua belas" kata Edo sambil menunjuk jam yang ada di dapur.


"Gendong ya" pinta Rima.


"Dengan senang hati Tuan putri" kata Edo sambil mencolek hidung Rima.


Rima mengemasi piring bekas dia makan lalu mencucinya,Edo membuang plastik pembungkus mpek-mpek tadi ke tong sampah.


"Ayo gendong aku" kata Rima.


Edo tersenyum dan langsung menggendong Rima ala bridal style.


"Kamu ringan sekali sayang" kata Edo sambil berjalan menuju kamar.


"Itu karena berat badanku turun sayang" jawab Rima.


"Kalo begitu mulai besok kamu harus banyak makan biar kamu sehat dan gemuk kembali dan anak yang ada dalam perutmu pun sehat" tutur Edo.


Edo merebahkan tubuh Rima di kasur setelah itu Edo naik ke kasurnya dan berbaring di samping Rima.


"Aku hanya bisa makan apa yang aku inginkan,kalo tidak aku akan muntah karena merasa mual" tutur Rima lesu.


"Hemmm" jawab Rima.


Rima mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk,setelah Rima tidur Edo turun dari kasurnya lalu menuju ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka.Setelah itu dia kembali ke kasurnya.


"Bisa-bisanya dia tidur nyenyak tanpa gosok gigi dan cuci muka" gumam Edo sambil membelai rambut Rima.


Edo memeluk tubuh Rima yang semakin kurus,semenjak dokter menyatakan Rima hamil Rima selalu muntah-muntah dan tidak nafsu makan.Edo mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk.


***


Rere membuka matanya saat ada tangan kecil yang menyentuhnya.Rere menoleh kepemilik tangan ternyata Kiandra dan Queenara sudah berada di kasurnya.


"Hai anak Mommy,selamat pagi" ucap Rere.


"Selamat pagi juga Mommy" kata Elang yang menirukan gaya anak kecil bicara.


"Mereka rewel malam tadi ya?" tanya Rere.


"Iya tapi gak lama kok,mungkin mereka kangen tidur bareng Daddynya" jawab Elang.


"Aku yang hamil,aku yang melahirkan tapi kenapa mereka lebih patuh padamu dan kalo mereka rewel mereka langsung diam saat mendengar suaramu" tutur Rere.


"Itu karena mereka tau sayang kalo dia berasal dari curahan cintaku" jawab Elang absurd.


"Kamu tidak ke kantor sayang,ini udah siang kok belum bersiap?" tanya Rere.


"Hari ini kita akan pergi ke dokter sayang" jawab Elang.


"Kamu sakit?" tanya Rere.


"Bukan aku tapi kamu" jawab Elang.


"Aku gak sakit,kenapa harus ke dokter?" tanya Rere.


"Beberapa hari yang lalu kamu mengeluh sakit pinggang dan aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu.Sebelum semuanya terlambat kita harus mengeceknya dari sekarang" tutur Rere.


"Kan aku sudah bilang sakit pinggang yang aku rasakan kemarin itu karena aku mau datang bulan sayang.Nyatanya setelah aku datang bulan sakit pinggangku hilang.Lagipula sakit menjelang datang bulan itu wajar sayang,aku mah mendingan cuma sakit pinggang diluar sana banyak yang lebih parah dariku" tutur Rere.


"Aku gak mau tau tentang sakitnya orang lain,yang penting bagi aku itu kesehatan kamu sayang.Gak usah banyak cerita cepat mandi sana dan sebentar lagi kita berangkat" kata Elang.


Rere sudah tidak bisa berkata-kata lagi,dia turun dari kasurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.Setelah selesai mandi Rere langsung berpakaian dan memoles make up ke wajahnya.


"Ayo jalan,aku sudah siap" kata Rere.

__ADS_1


"Nah kalo nurut gitu kan makin cantik" goda Elang.


"Halah gombal" kata Rere.


Hahaha...


Elang tertawa mendengar perkataan Rere.


Rere mendorong kereta dorong milik Baby twins dan mengantarkan Baby twins pada Sari.


"Loh kok di bawa ke kamarnya sayang?" tanya Elang.


"Kita mau ke rumah sakit sayang bukan mau ke mall atau ke pantai jadi Baby twins gak perlu ikut" tutur Rere.


"Dari rumah sakit kitakan bisa pergi ke mall" Elang kekeh.


"Jadi pergi atau tidak ni,kalo gak jadi aku mau tidur lagi ni" kata Rere.


"Baiklah ayo kita pergi" akhirnya Elang mengalah.


Rere dan Elang berjalan menuju mobil dan langsung masuk kedalam mobil. Elang langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Rima dan Edo belum pulang juga sayang?" tanya Rere.


"Aku tidak tau sayang,Aku belum mendapat kabar dari Edo" jawab Elang.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit.Elang memarkirkan mobilnya di parkiran khusus.


"Itu bukannya mobil milik Edo ya?" tanya Rere sambil menunjuk mobil yang terparkir tepat di sebelah mobilnya.


"Iya sayang,kenapa mobil ini ada disini.Atau Edo dan Rima sudah kembali?" kata Elang.


Elang dan Rere turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah sakit.Elang langsung membawa Rere menuju ruang Dokter,Elang sudah buat janji sebelumnya.


"Selamat pagi Tuan Elang dan Nona Rere,silahkan duduk" kata Dokter yang berada di ruangan itu.


Elang dan Rere duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter.


"Ada keluhan apa?" tanya Dokter.


"Istri saya Dok beberapa hari yang lalu mengeluh sakit pinggang,katanya sih karena dia mau datang bulan.Apa itu wajar dan tidak berbahaya?" tutur Elang.


Dokter tersenyum mendengar penuturan dari Elang.


"Sakit pinggang menjadi salah satu pertanda mau datang bulan,itu terjadi karena perubahan hormon tubuh selama siklus menstruasi. Nyeri pinggang biasanya mulai dapat dirasakan dalam 1-2 hari sebelum menstruasi dan itu normal Tuan" jawab Dokter.


"Apa saat menstruasi Nona masih merasakan sakit?" tanya Dokter.


"Sudah tidak Dok" jawab Rere.


"Jadi itu tidak berbahaya Dok dan istri saya tidak sakit parah kan?" tanya Elang.


"Istri anda sehat Tuan" jawab Dokter.


Setelah puas mendengar penjelasan dari Dokter Elang dan Rere pun keluar dari ruangan itu.


"Sebelum pulang cari makan dulu ya,aku laper nih.Gara-gara kamu aku jadi tidak sarapan tadi" oceh Rere.


"Iya sayang,aku minta maaf" ucap Elang.


Saat mereka hendak keluar dari rumah sakit,sekilas Elang seperti melihat Edo sedang berada di apotik rumah sakit.Elang menarik tangan Rere lalu mendekati Edo.


"Edo" panggil Elang.


"Eh Lang,Rere kalian ngapain disini?" tanya Edo.


"Kamu yang lagi ngpain disini dan Rima mana?" Rere balik bertanya.


"Aku sedang menebus obat milik Rima dan Rima sudah berada di mobil" jawab Edo.


"Sebenarnya Rima sakit apa Do,apa sakitnya parah.Karena setahu aku Rima itu jarang banget sakit dan dia paling tidak suka minum obat.Dia lebih memilih di suntik atau kita hajar habis-habisan daripada minum obat" tutur Rere.


Edo tersenyum mendengar penuturan Rere.


Rere dan Elang saling pandang,bingung melihat sikap Edo.


"Istri sakit malah senyum-senyum" oceh Elang.


"Rima tidak sakit Lang" kata Edo.


"Tapi kenapa kemaren kamu bilang dia sakit?" tanya Elang.


"Itu karena dia sedang hamil" jawab Edo.


"Rima hamil?" kata Elang dan Rere bersamaan.


"Iya,tapi kehamilan Rima berbeda dengan Rere saat hamil Si Kembar dulu.Kalo Rere saat hamil sangat rakus semua dimakan sedangkan Rima jangankan makan mencium aroma makanan saja sudah mual dan muntah" tutur Edo sedih.


"Kamu gak boleh sedih Do,kamu harus kuat.Itu sudah biasa terjadi pada ibu hamil" tutur Elang sambil menepuk bahu temannya itu.


Elang,Edo dan Rere berjalan menuju parkiran,saat Rere hendak mengetuk kaca mobil dia melihat Rima sedang tidur.


"Nanti saja kami ke rumahmu Do,Rima tidur aku tidak tega membangunkannya" kata Rere.

__ADS_1


Elang dan Rere masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi dari sana.Begitu juga dengan Edo setelah dia masuk ke mobilnya dia langsung mengemudikan mobilnya dan langsung menuju kearah rumahnya.


__ADS_2