
Rere berdiri di depan pintu rumahnya dengan wajah cemas,dia berusaha menghubungi Elang tapi Elang tidak mengangkat ponselnya.
"Romlah apa kita bawa Revan langsung ke rumah saja,kalo nunggu Elang takutnya demam Revan semakin parah" kata Rere.
"Saya akan meminta Pak Eko untuk mengantar kita Nona,soalnya Pak Harun tadi pergi setelah Tuan menelponnya" kata Romlah.
Rere mengangguk dan tidak lama Pak Eko pun datang.
"Tolong bawa Revan ke mobil Pak Eko,Rere gak kuat gendong Revan" pinta Rere.
Pak Eko masuk ke kamar Revan lalu menggendong tubuh Revan dan membawanya ke mobil.
"Romlah tolong jaga Adik kembar" kata Rere lalu masuk ke mobil.
Pak Eko langsung melesat menuju rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit Pak Eko dan Rere membawa Revan ke UGD rumah sakit.Saat hendak masuk ke ruang UGD Rere dan Pak Eko melewati rombongan Elang yang sedang menunggu Arumi yang sedang di periksa Dokter.
"Revan kenapa Mom?" tanya Elang sambil memegang tangan Rere.
"Urus saja urusanmu Lang,tidak usah pedulikan kami lagi" ucap Rere dengan tatapan penuh rasa kecewa.
Rere hendak masuk ke ruang tempat Dokter yang memeriksa Revan dan Elang berniat mengikutinya tapi Rere mencegahnya.
"Berhenti di tempatmu Lang,atau malam ini hari terakhir kita bersama" ucap Rere tanpa menoleh.
Rere tadi sempat menelpon Pak Harun untuk menanyakan keberadaan Elang dan Pak Harun bilang kalo Elang sedang membawa teman sekolahnya dulu ke rumah sakit,awalnya Rere memaklumi itu tapi setelah tau kalo teman Elang seorang perempuan Rere pun jadi berpikiran negatif dan timbul rasa cemburu dan sakit di hatinya.
"Anak saya sakit apa Dok?" tanya Rere.
"Anak Ibu sering telat makan dan itu berakibat buruk pada lambungnya Buk,untuk sementara kita harus merawat anak Ibu di rumah sakit ini sampai anak Ibu benar-benar pulih" tutur Dokter.
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya Dokter" pinta Rere.
"Ibu mau ambil kamar rawat apa Bu,biar kami persiapkan?" tanya Dokter.
Rere memandang wajah Dokter itu," Kamar khusus keluarga Alberto" jawab Rere.
Dokter itu terkejut lalu melihat tanda pengenal Rere dan Revan.
"Maaf Nona,saya tidak mengenal anda.Saya sungguh minta maaf Nona" ucap Dokter sambil membungkukkan tubuhnya.
"Tidak masalah Dokter,wajar kalo anda tidak mengenal saya" kata Rere.
Dokter menyuruh beberapa perawat untuk membawa Revan ke ruang perawatan khusus keluarga Alberto.Rere dan Pak Eko mengikutinya dari belakang.
Elang bersama rombongannya yang menunggu di depan ruangan Revan pun menyingkir saat Perawat mendorong kursi roda Revan.
"Revan kenapa Mom?" tanya Elang.
Rere menghentikan langkahnya,lalu melihat ke arah perempuan yang sedang duduk di kursi roda tepat berada di samping Elang.Rere mengalihkan pandangannya ke arah Elang.
"Demi perempuan ini kamu mengabaikan telponku Lang,demi membantu orang lain kamu mengabaikan anakmu sendiri.Oh atau mungkin dia bukan orang lain bagimu Lang?" tanya Rere.
"Pak Harun bisa ikut Rere?" tanya Rere pada Pak Harun.
"Iya Re" jawab Pak Harun langsung mengikuti Rere menuju ruang inap Revan.
"Lang dia siapa?" tanya Arumi dan Rere masih bisa mendengar itu.
"Dia istriku Arumi,Wanita pembawa kebahagiaan dalam hidupku" jawab Elang.
"Kejar dia Lang,jelaskan padanya kalo aku bukan siapa-siapa.Maaf Lang aku sudah membuat kalian dalam masalah" ucap Arumi.
__ADS_1
"Rere pasti mengerti itu Arumi,dia hanya sedang panik saja" kata Elang.
Rere dan Pak Harun sudah sampai di ruang rawat Revan.Perawat sedang memasang jarum infus di tangan Revan.
"Sakit Bang?" tanya Rere.
"Abang laki-laki Mom,Abang harus kuat.Kalo Abang lemah siapa nanti yang akan menjaga adik kembar" jawab Revan sambil tersenyum.
"Revan sangat menyayangi adik kembar ya?" tanya tanya Pak Harun.
"Tentu saja Revan sayang,mereka kan adik-adik Revan Pak Harun" jawab Revan.
Perawat sudah selesai memasang infus di tangan Revan setelah itu perawat pun keluar.Tinggalah Rere,Revan dan Pak Harun di ruangan itu.Pak Eko sudah pulang karena harus melanjutkan tugasnya.
"Re Pak Harun mau bicara,boleh?" tanya Pak Harun lembut.
"Bicaralah Pak Harun" jawab Rere.
"Apa marahmu pada Elang tidak berlebihan Re,Elang dan Arumi hanya sekedar teman dan tidak lebih.Ponsel Elang mati karena batreinya habis.Re jangan rusak keharmonisan keluarga kalian dengan kesalahpahaman yang kamu belum tau kebenarannya" kata Pak Harun.
"Rere gak marah sama Elang Pak Harun dan Rere sudah tau siapa perempuan itu" kata Rere.
"Lalu yang tadi apa?" tanya Pak Harun.
Rere berbisik pada Pak Harun dan Pak Harun pun kemudian tersenyum.
"Apa tidak berlebihan Re?" tanya Pak Harun.
"Cuma malam ini aja Pak Harun,dan itu tidak lama tinggal tunggu beberapa jam lagi" kata Rere.
"Terserah kamu saja Re" kata Pak Harun.
Elang hanya melihat anak dan istrinya dari luar ruangan,dia ingin masuk tapi takut kalo Rere benar-benar membuktikan ucapannya,bisa gawat kalo itu benar terjadi.
"Uhuk...uhuk..."tiba-tiba Rere batuk sambil terbungkuk memegangi perutnya.
Bruk!!!
Tubuh Rere ambruk dan jatuh ke lantai.
Elang yang melihat itupun jadi panik dan langsung berlari masuk ke ruangan itu lalu menghampiri Rere.
"Sayang kamu kenapa,sayang bangun" kata Elang sambil menepuk pipi Rere.
Tapi Rere tidak kunjung bangun.Pak Harun yang sudah kembali ke rumah sakit pun hanya melihat kejadian itu dari luar jendela.Dia datang bersama beberapa orang temannya.
"Sayang ayo bangun,Rere" seru Elang.
Rere membuka matanya lalu mengedipkannya,Pak Harun yang melihat itu langsung mengajak teman-temannya masuk ke ruang rawat Revan.
"Kejutan"
Pak Harun,David,Edo,Haris,Rendi,Papa,Mama dan yang lainnya ada di sana.Diah membawa nampan yang berisi nasi tumpeng sedangkan Romlah dan Nia menggendong Kiandra dan Winara.
"Selamat ulang tahun Daddy" ucap Revan lirih.
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Rere yang masih berada di dalam dekapan Elang.
"Kamu....Ah sayang" Elang tidak sanggup lagi berkata-kata,dia langsung memeluk tubuh mungil Rere dengan erat.Elang menciumi wajah Rere secara bertubi-tubi,Rere tertawa karena merasa geli.
"Rasakan hukumanmu sayang karena sudah berani mengerjaiku" kata Elang.
__ADS_1
"Revan,apa dia masuk dalam prankmu juga?" tanya Elang.
"Revan terkena maag,kata Dokter dia sering telat makan dan harus di rawat sampai dia benar-benar pulih" jawab Rere.
"Nona menyiapkan ini sudah dari tadi siang,rencananya mau bikin kejutan di rumah saat Tuan pulang tapi saat kami selesai shalat isya tiba-tiba Revan muntah-muntah dan badannya panas,akhirnya kejutannya di rumah sakit" tutur Diah.
"Kalian berhasil membuatku terkejut dan jantungku pun hampir copot" kata Elang.
Semua duduk di lantai dan Diah meletakkan nasi tumpeng di hadapan Elang.
Elang berdiri lalu menghapiri kasur Revan.
"Maafkan Daddy nak" ucap Elang.
"Revan tidak apa-apa Daddy,besok juga sembuh.Revankan anak yang kuat" kata Revan.
"Daddy sayang Revan" kata Elang lalu memeluk tubuh Revan.
"Lama banget dramanya,aku sudah lapar" celetuk Nia.
Semua menoleh ke arah Nia.
"Apa ada yang salah,aku memang benar-benar lapar.Aku rasa Nona,Diah dan Romlah juga lapar soalnya Nona tadi melarang kami untuk makan" tutur Nia.
"Jangankan kamu Nia,aku juga sudah lapar" kata David dengan wajah memelas sambil mengusap perutnya.
Semua pun tertawa mendengar David dan Nia yang mengeluh kelaparan.
Papa memimpin doa lalu setelah itu barulah mereka makan nasi tumpeng bersama-sama.Suasana malam yang awalnya tegang jadi menghangat dan penuh dengan kebahagiaan.
"Tunggu hukumanmu di rumah" bisik Elang di telinga Rere.
"Gak semudah itu Tuan Muda" kata Rere membalas bisikkan Elang.
"Kenapa gak bisa?" tanya Elang.
"Pabrik kecap sedang mengeluarkan prodaknya" jawab Rere.
"Libur panjang deh" kata Elang sambil menepuk keningnya
"Kalian kenapa bicara sambil bisik-bisik?" tanya Mama.
"Nasi tumpengnya enak Ma" jawab Elang asal.
"Tapi Mama dengar Rere tadi bilang kecap" kata Mama.
"Sambel keringnya kurang kecap kata Rere Ma" kata Elang.
"Iya benar,kalo kecapnya agak banyak sambel keringnya terasa lebih enak" kata Mama.
Mereka makan nasi tumpeng dengan lahap.Rere menyuapi Revan makan nasi tumpeng.Setelah nasinya habis Revan pun langsung tidur.
"Mama pulang ya,Kiandra sama Winara biar ikut Mama sampai Revan sembuh" kata Mama.
"Iya Ma,maaf ya Ma kami merepotkan" ucap Rere.
"Mama dan Papa tidak merasa di repotkan kok Re, ya sudah kami pulang dulu ya" kata Mama.
Romlah ikut Baby kembar pulang ke rumah Mama.Pak Harun pulang bersama Diah dan Nia,David dan yang lainnya pulang ke rumah masing-masing.Tinggalah Elang dan Rere yang menunggu Revan di ruangan itu.
"Tidur yuk,aku ngantuk" kata Rere.
__ADS_1
Elang mengangguk lalu menggendong tubuh Rere dan merebahkannya di kasur yang ada di ruangan itu,kasur yang di khususkan untuk penjaga pasien.Rere dan Elang pun tertidur di kasurnya dengan nyenyak.