Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 154


__ADS_3

Elang berdiri di balkon,kedua tangannya memegang pagar balkon.Matanya memandang lurus ke depan,sesekali dia menarik nafasnya lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Daddy lagi mikirin apa?" tanya Rere sambil menepuk bahu Elang dari belakang.


"Eh sayang,sini" kata Elang sambil menarik tubuh Rere lalu membiarkan Rere berdiri di depannya dan Elang pun memeluknya dari belakang.


"Revan sudah pergi sekolah?" tanya Elang.


"Sudah sayang" jawab Rere.


"Aku harus bagaimana?" tanya Elang.


Rere memutar tubuhnya lalu menghadap Elang.


"Apanya yang harus bagaimana?" Rere balik bertanya.


"Tentang Ayahnya Revan,sejak kejadian penyerangan tempo hari aku sudah tidak tau lagi keberadaannya" jawab Elang.


"Apa David atau anak buahmu tidak bisa lagi di andalkan?" tanya Rere.


"Ayah Revan bukan berasal dari negara ini,walaupun dulu dia sempat punya perusahaan di sini.Aku sudah meminta David untuk melacaknya tapi hasilnya nihil" jawab Elang.


"Kalau begitu biarlah waktu yang akan menjawabnya,semoga saja suatu hari nanti Revan bisa bertemu dengan ayahnya" kata Rere.


"Ya semoga saja" kata Elang.


Elang memandang wajah Rere dengan tajam,seperti sebilah pisau yang hendak menusuk targetnya.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Rere.


"Kamu semakin hari semakin cantik saja" goda Elang sambil menyeringai.


"Jangan menyeringai begitu,aku takut" kata Rere.


"Takut kenapa?" tanya Elang sambil memegang tangan Rere erat.


"Jangan di pegang dong tangannya,gimana aku mau kabur" kata Rere sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hahaha...aku tahu kamu mau kabur makanya aku pegangin ni tangan" kata Elang sambil tertawa.


"Habis dah ini mah" gumam Rere lirih.


Elang menyeringai saja mendengar gumaman Rere.Elang mengangkat tubuh Rere dan membawanya masuk ke dalam kamar.Elang merebahkan tubuh Rere di kasur.


"Apa kita sudah bisa memberi adik untuk Kiandra dan Winara?" tanya Elang.


"Sayang mereka masih kecil,jangan dulu dong.Belum lagi Revan yang masih butuh kasih sayang kita" jawab Rere.


"Ya sudah kalo gitu siang ini aku tanam saham aja dulu,hasilnya akan aku ambil beberapa tahun lagi ya" kata Elang yang langsung melancarkan jurus pamungkasnya.


Rere hanya pasrah saja menerima perlakuan Elang.


Keringat mengucur deras,nafas saling memburu.Yang terdengar hanya ******* dan rintihan kenikmatan dari dua insan yang sedang memadu kasih.Tubuh polos bukan pemandangan yang asing lagi,tiada batasan antara keduanya.Tubuh polos berselimutkan angin saling membalas ciuman dan kecupan.


"Sayang aku sudah gak tahan" kata Rere,nafasnya memburu.


Elang pun langsung melakukan inti kegiatannya,cukup lama dia melakukannya sampai tubuhnya menegang.


"Uh..." kata Elang yang langsung ambruk di atas tubuh Rere.


"Bisa jadi peyek aku kalo kayak gini" kata Rere dari bawah Elang.


"Enak tuh,mau dong" kata Elang sambil menaik turunkan alisnya.


"Udah ah,kayak lagi makan di warung nasi padang aja tambok ciek" gerutu Rere.


"Hahaha...ada-ada aja kamu sayang" kata Elang.


Cup


Elang mencium kening Rere.


"Apa kamu masih minum pil penunda kehamilan sayang?" tanya Elang sambil turun dari kasurnya.


"Masih sayang,aku masih rutin meminumnya" jawab Rere.


"Tapi kenapa tubuhmu gak gendut-gendut?" tanya Elang.


"Emang harus gendut ya?" tanya Rere.


"Ya gak harus sih,cuma yang sering aku dengar kalo seorang wanita meminum pil penunda kehamilan badannya bisa melar" tutur Elang.


"Aku kan beda sayang" kata Rere.


Rere turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi,Elang mengikutinya.

__ADS_1


"Mau ngapain?" tanya Rere penuh curiga.


"Mau mandi,sebentar lagi dzuhur dan aku mau shalat habis itu mau jemput Revan" jawab Elang.


"Oh...kirain mau ngapain" kata Rere.


"Apa kamu berharap ada ronde kedua sayang?" tanya Elang.


Tangannya sudah berkeliaran kesana kemari.


"Udah dong,nanti kita terlambat jemput Revan" kata Rere.


"Hanya sebentar sayang,tidak akan lama" kata Elang.


Rere memundurkan langkahnya untuk menjauh dari Elang,tapi langkahnya terhenti saat dia menabrak dinding di belakangnya.Elang menyeringai lalu mengungkung tubuh Rere sehingga Rere tidak bisa berkutik.Dan akhirnya ronde kedua pun berlangsung dengan seru.Setelah selesai mereka pun langsung mandi dan setelah mandi mereka berwudhu karena sudah waktunya shalat dzuhur.


"Lihat tu udah jam berapa" gerutu Rere.


"Revan pasti mengerti,lagi pula sekolahnya kan tidak jauh dari sini" kata Elang.


Rere mengemasi peralatan sholatnya lalu meletakkan alat shalat kembali ke tempatnya.


"Kita bawa Kiandra sama Winara Ya?" kata Elang.


"Iya" jawab Rere singkat.


Tubuhnya sangat lelah dan matanya pun sudah mengantuk.


Elang dan Rere keluar dari kamarnya lalu menuju kamar anaknya.Elang menggendong Kiandra dan Rere menggendong Winara,kemudian mereka menuju mobilnya.


"Kiandra dan Winara duduk manis ya,kita jemput Abang di sekolah ya" kata Elang.


Kedua anak kembar itu pun mengangguk lalu duduk di bangkunya dengan anteng.


Elang mengemudikan mobilnya menuju sekolah Revan,tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai di depan sekolah Revan.


"Abang" kata Rere saat melihat Revan duduk di pos satpam yang ada di sekolah Revan.


Kiandra dan Winara pun berebut ingin melihat Revan.


"Adik kembar ikut jemput Abang" kata Revan sambil tersenyum.


Elang membukakan pintu untuk Revan dan setelah Revan masuk Elang menutupnya kembali.


"Kita mau kemana nih,mumpung Daddy gak kerja?" tanya Elang sambil kembali mengemudikan mobilnya.


"Abang lagi cari apa sih?" tanya Rere lembut.


"Tadi Abang beli mainan untuk adik kembar tapi sepertinya tertinggal di kelas deh" jawab Revan.


"Emang Abang beliin adik kembar mainan apa?" tanya Elang.


"Bebek yang biasa di bawa mandi tu lo Daddy,jadi saat Kiandra dan Winara mandi bisa sambil main" jawab Revan.


"Besok saja ambilnya ya,sekarang kita mau kemana nih?" tanya Elang.


"Ke rumah Yuna sama Yura aja yuk" jawab Revan.


"Boleh...ayo kita kemon" kata Elang.


Revan mengajak Kiandra dan Winara bernyanyi sambil bertepuk tangan.Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Edo.


"Ayo turun" ajak Elang.


Semua turun dari mobil.


Elang menggandeng Kiandra dan Winara masuk ke rumah Edo.


"Haii...kok gak ngomong sih mau datang" kata Rima yang sedang duduk santai di ruang tamu.


"Edo pergi ke kantor?" tanya Elang.


"Edo lagi di ruang kerjanya Mas,hari ini dia gak ke kantor" jawab Rima.


Elang membawa Kiandra dan Winara ke ruang kerja Edo,bisa bahaya kalo Kiandra dan Winara bergabung di ruang tamu.Bisa habis di hajarnya Launa dan Laura.


"Abang Revan sini...lihat ni adik kembarnya Tante" kata Rima.


Revan menghampiri Launa dan Laura yang sedang berbaring di kasur tipis.


"Udah bisa lari seperti Kiandra sama Winara belum Tante?" tanya Revan sambil mencolek kedua bayi mungil di depannya.


"Belum dong sayang kan Launa sama Laura masih kecil" jawab Rima.


"Mau minum apa Re?" tanya Rima.

__ADS_1


"Dah gak usah repot-repot,kami cuma sebentar kok" jawab Rere.


"Abang tadi belajar apa di sekolah?" tanya Rima.


"Tentang anggota keluarga" jawab Revan.


"Oya Mom Revan ada tugas dari Ibu Guru dan harus dikumpulkan besok" kata Revan pada Rere.


"Tugasnya nanti kita kerjakan di rumah ya" kata Rere.


Revan kembali mengajak Launa dan Laura main.


"Rianti belum melahirkan Re?" tanya Rima.


"Kayaknya belum deh" jawan Rere.


"Harusnya udah lo Re,kan jaraknya gak terlalu jauh sama Launa dan Laura" kata Rima.


"Tante,Yuna nangis" kata Revan.


Rima dan Rere menoleh ke arah Revan secara bersamaan.


"Kok bisa Revan hafal yang mana Launa yang mana Laura.Aku aja sampe sekarang belum bisa bedain yang mana Launa dan mana Laura" kata Rere.


"Tapi bener lo Re,itu yang lagi merengek si Launa" kata Rima lalu mengangkat tubuh Launa dan memberinya ASI.


"Enak ya bisa kasih ASI ke mereka.ASI ku tiba-tiba berhenti saat bekas jahitanku berdarah dulu" kata Rere.


"Ini juga aku kasih susu botol Re,kalo full ASI mereka gak kenyang.Masih sering merengek" kata Rima.


"Sudah selesai gosipnya" tiba-tiba Elang dan Edo sudah berada di belakang mereka.


Elang menggendong Kiandra dan Edo menggendong Winara.


"Apa kedua anakmu sudah selesai menghancurkan ruang kerja Edo?" Rere balik bertanya.


"Ruang kerjaku sudah seperti kapal pecah terkena badai" jawab Edo.


"Ayo kita pulang,Revan ada tugas sekolah yang harus di selesaikan" ajak Rere.


Elang mengangguk.


Edo mengantar Winara sampai masuk ke mobilnya.


"Terima kasih atas kunjungannya" kata Edo sambil melambaikan tangannya.


Elang mengemudikan mobilnya secara perlahan keluar dari area rumah Edo.


"Revan sudah makan siang belum?" tanya Elang.


"Tadi sudah makan bekal waktu di sekolah,tapi sekarang sudah lapar lagi" jawab Revan.


"Mommy juga lapar,Mommy sama sekali belum makan siang" sindir Rere.


Elang hanya tersenyum mendengar sindiran dari Rere.


"Mau makan apa?" tanya Elang.


"Bakso" jawab Rere dan Revan bersamaan.


"Wih hebat euy...bisa kompak gitu emak sama anak" kata Elang.


"Harus dong,soalnya minggu depan di sekolah ada acara yang mengharuskan Mommy datang ke sekolah" kata Revan.


"Acara apa?" tanya Rere.


"Acara makan-makan saja,agar saling mengenal antara orang tua siswa dan guru di sekolah" jawab Revan.


"Berarti harus bawa makanan dong ya?" tanya Rere.


"Gak perlu Mom,makanan sudah disediakan oleh sekolah" jawab Revan.


Elang menepikan mobilnya di depan warung bakso.


"Dibungkus aja ya Dad baksonya,adik kembar bobok" kata Revan.


Elang menoleh ke bangku belakang dan benar saja Kiandra dan Winara sudah tertidur dengan gaya tidurnya masing-masing.Elang turun dari mobilnya lalu masuk ke warung bakso,tidak lama kemudian Elang keluar lagi sambil menenteng dua bungkusan di tangan kanan dan kirinya.


"Kita langsung pulang?" tanya Elang pada Revan.


Revan menganggukkan kepalanya.


Elang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,Revan dan Rere sudah tertidur di bangku belakang.Bangku yang sudah diubah menjadi seperti tempat tidur oleh Elang.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumahnya.


"Harun,bagikan ini pada yang lain" kata Elang sambil memberikan bakso pada Harun.

__ADS_1


Setelah itu Elang membangunkan Rere dan Revan.Revan turun dari mobil sambil membawa tas sekolahnya dan Rere masuk ke rumah sambil menggendong Kiandra,Elang menggendong Winara.Setelah meletakkan Baby twins di kamarnya Elang,Rere,Revan dan yang lainnya makan Bakso bersama di ruang makan.


__ADS_2