
Seminggu telah berlalu,hari ini di kediaman Papa Danu sangat ramai.Para pelayan sangat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk acara nanti malam.Begitu juga dengan keluarga Alberto yang lain,mereka sudah datang kerumah itu.
"Siska apa kamu lihat Elang?" tanya Mama pada Kepala pelayan di rumah itu.
"Tadi pergi bersama Nona Silvy Nyonya" jawab Siska.
"Oh ya sudah kalo begitu,kamu lanjutkan pekerjaanmu lagi" kata Mama.
Mama berkeliling rumah untuk melihat para pekerja yang sedang sibuk.Mama melihat David berada di atas tangga dan sedang memasang sesuatu di sudut ruangan.
"Apa yang sedang kamu lakukan David?" tanya Mama.
"Oh ini Tante lagi pasang kamera" jawab David.
"Kenapa repot-repot kamu yang pasang,kamukan bisa meminta tolong pada yang lain" kata Mama.
"Nggak masalah Tante,cuma satu kamera saja kok" kata David.
"Kamu lihat Elang?" tanya Mama.
"Dia pergi keluar sama Silvy Tante" jawab David lalu turun dari tangga.
"David bisa ikut Tante sebentar" pinta Mama.
"Tunggu sebentar ya Tante,David mau mengemasi alat kerja David dulu" kata David.
"Tante tunggu di ruang kerja Om ya" kata Mama.
"Oke Tante" jawab David.
Mama berjalan menuju ruang kerja yang ada di lantai dua,sedangkan David segera mengemasi alat kerjanya setelah itu menyusul Mama Sofia ke ruang kerja.
Tok tok tok
Ceklek
David mengetuk pintu dan langsung membukanya.
"Duduklah" perintah Mama.
David duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Mama.
"Ada apa Tante?" tanya David.
"Kemaren Silvy datang pada Tante dan mengatakan kalo Elang sudah menidurinya, awalnya Tante nggak percaya sama omongan Silvy.Tapi Silvy bilang malam itu ada kamu dan juga Rendi bersama Elang.Apa benar apa yang di ucapkan Silvy David?" tanya Mama.
"Iya Tante semua yang dikatakan Silvy pada Tante itu benar" jawab David.
"Oh..." Mama menutup mulutnya menggunakan telapak tangan,kemudian airmatanya mengalir jatuh kepipinya.
"Kami hanya menyuruhnya berpura-pura,tapi kenapa malah melewati batas" ucap Mama.
"Tante tenang saja,tidak akan terjadi apa-apa pada Elang atau juga Silvy" Hibur David.
"Bagaimana Tante bisa tenang David dan bagaimana kalo sampai Silvy hamil? Kenapa Elang begitu ceroboh" ucap Mama.
"Dan kamu juga sebagai temannya kenapa kamu biarkan Elang melakukan itu,kenapa kamu tidak mencegahnya?" Mama mencecar David.
David tersenyum menyikapi ocehan Mama Sofia.
"Tante tenang saja,semua sudah kami atur.Tante berhias saja yang cantik untuk acara nanti malam dan jangan lupa cek jantung dulu biar nggak kaget" kata David sambil tersenyum.
Plaakkk!!!
Mama memukul kepala David.
"Dasar anak kurang ajar,Mama lagi panik kamu malah senyum-senyum begitu" ucap Mama.
Hahaha...
David bukannya kesakitan malah ketawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Mama Sofia.David menghampiri Mama Sofia lalu jongkok di depannya,dia meletakkan tangannya di pangkuan Mama.
"Tante percaya sama David,Elang tidak pernah melakukan hal di luar batas.David kenal Elang sejak dari kecil dulu,Tante tidak perlu khawatir soal Elang ataupun Silvy.Kita lihat saja nanti malam" tutur David dengan lembut.
Mama menatap wajah David,matanya berkaca-kaca.
"Tante hanya takut Elang merasa nyaman dengan permainan ini,Tante takut Elang terbuai dan melupakan Rere" ucap Mama Sofia.
David memutar tubuhnya dan membelakangi Mama lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Mama.
"Elang tidak akan melupakan wanita yang banyak membawa perubahan dalam hidup Elang Tante,Elang sangat mencintai Rere bahkan cinta Elang pada Rere melebihi cintanya pada Silvy dulu" tutur David.
Mama membelai David yang sudah seperti anaknya itu.
Ceklek
Pintu terbuka lalu Papa masuk ke dalam ruangan itu dan bergabung dengan Mama dan David.
"Papa cari kemana-mana eh ternyata Mama malah asyik disini pacaran sama berondong" seloroh Papa.
"Kenapa kamu lesu gitu Vid?" tanya Papa saat melihat wajah sedih David.
Mama yang mendengar itu langsung melihat wajah David yang tadi membelakanginya.
"Kamu kenapa nak?" tanya Mama.
"Nggak apa-apa Tante,David nggak apa-apa kok Om.David hanya rindu pada orang tua David saja"ucap David sambil tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
Mama menarik tubuh David kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu jangan sedih,mereka sudah tenang disisi Tuhan.Kan kamu masih punya Tante sama Om" tutur Mama.
"Betul itu" kata Papa.
"Preman kok cengeng...bikin malu aja" celetuk Papa sambil duduk di kursi.
"Siapa yang cengeng?" tanya Elang yang baru masuk keruangan itu.
"Tu bocah tengil" Papa menunjuk David pakai mulutnya.
"Siapa yang cengeng sih,Om bisa aja" elak David.
"Oya Vid apa semua sudah beres,jangan sampai rencana kita gagal malam ini" ucap Elang.
"Tenang saja Bro semua sudah beres,kamu pastikan saja dia datang malam ini" balas David.
"Kalo itu kamu tenang saja,dia pasti datang jika berurusan dengan uang" oceh Elang.
"Kamu menyogoknya Lang?" tanya Papa.
"Umpan yang paling menggiurkan untuk Silvy hanya uang dan uang Pa,dan aku berjanji padanya akan memberi dia uang nanti malam" jawab Elang santai.
"Lang apa Sintya sudah menghubungimu? Sudah beberapa hari dia tidak menghubungiku dan nomor ponselnya pun tidak aktif" ucap Papa.
"Semenjak Bunda membawa Rere dan Baby twins pergi,Bunda hanya sekali menghubungi Elang Pa.Setiap Elang menghubunginya Bunda tidak pernah menjawab panggilan Elang" jawab Elang.
"Bagaimana ini,sedangkan semua bukti ada pada Bundamu" kata Papa resah.
"Om jangan khawatir,Nyonya Sintya pasti datang sebelum acara di mulai" kata David.
"Semoga saja" ucap Papa.
"David minta izin memakai ruangan ini untuk David bekerja nanti malam ya Om" kata David.
"Pakailah sesukamu"Papa memberi izin.
"Sudah sore,kalian bersiaplah" Mama menyuruh ketiga laki-laki didepannya.
"Aku gak perlu mandi,karena aku akan disini sampai acara selesai" ucap David sambil terkekeh.
Bugh
Elang melempar bantal sofa pada David.
"Dasar jorok" ucap Elang.
David hanya tertawa saja mendengar ucapan Elang lalu dia membuka laptopnya dan mulai melakukan pekerjaannya.
"Kamu mau ngapain tu?" tanya Mama.
"Mau menghubungkan kamera yang kupasang tadi dengan rekaman yang ada di file milikku Tante"Jawab David tanpa menoleh sedikitpun.
"Ya sudah kalo gitu,Tante mau bersiap-siap dulu.Ayo Pa" ajak Mama.
"Apa semua sudah beres?" tanya Elang.
"Tenang saja Lang,hasil pengawasan kita dan juga milik Ibu mertuamu semua sudah ada padaku" jawab David.
"Maksudmu kamu bertemu dengan Bunda?" tanya Elang.
"Hemmm..." jawab David sambil tetap fokus kelayar laptopnya.
"Kapan?" tanya Elang.
"Dua hari yang lalu" jawab David.
Elang terdiam mendengar jawaban David.Lalu dia kembali melihat layar laptop milik David.
"Cepatlah kamu bersiap Lang,Berpenampilanlah yang sempurna malam ini" saran David.
"Untuk apa aku harus berpenampilan oke kalau Rere tidak ada disampingku" bantah Elang.
"Ikuti saja saranku dan kamu akan menemukan jawabannya nanti malam" ucap David sambil keluar dari ruangan itu dan membiarkan laptopnya tetap menyala.
Elang bingung mendengar ucapan David,lalu diapun keluar dari ruang kerja dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
***
Di apartemen David.
Bunda,Rere dan beberapa anak buahnya sedang bersiap untuk datang ke acara ulang tahun pernikahan Papa Danu dan Mama Sofia.
"Kamu nanti menunggu saja di mobil,jangan keluar sebelum Bunda menyuruhmu" perintah Bunda pada Rere.
"Baik Bunda" jawab Rere.
"Di mobilmu nanti ada sebuah monitor yang terhubung langsung dengan lokasi acara,apapun yang kamu lihat Bunda harap tidak membuatmu terpancing emosi.Dan juga nanti Elang pasti akan bersama Silvy disana" tutur Bunda.
"Rere mengerti Bunda" ucap Rere.
"Baiklah kalo begitu,kita berangkat sekarang"
Bunda mengajak Rere,Sari,Baby twins dan beberapa anak buahnya menuju ke kediaman Putra Alberto.Karena letak apartement David lumayan jauh dari kediaman orang tua Elang.
Setelah menempuh waktu kurang lebih satu jam akhirnya rombongan Bunda Sintya sampai di kediaman Orang tua Elang.Suasana rumah sudah mulai ramai karena tamu undangan sudah mulai berdatangan.Papa Danu,Mama Sofia,Elang dan Silvy tentunya berdiri di pintu depan untuk menyambut para tamu.
"Bunda" ucap Rere lirih,matanya menatap lurus kedepan dimana Elang sedang bergandengan mesra dengan Silvy.
"Itu hanya sandiwara sayang,bukankah Bunda sudah mengingatkanmu tadi" ucap Bunda.
__ADS_1
Rere menundukan pandangannya,walau itu hanya sandiwara tetap saja hatinya merasa sakit melihat suami yang begitu dia cintai sedang bergandengan mesra dengan wanita lain.
"Bunda mau masuk kedalam,kamu fokus saja ke layar monitor di depanmu.Jika kamu mendengar suara Edo menyebut namamu dan memintamu datang baru kamu dan Baby twins boleh keluar" kata Bunda.
Rere hanya menganggukkan kepala saja.
Bunda memakai cadarnya lalu keluar dari mobilnya.Elang yang melihat Bunda hanya diam saja seolah tidak mengenalnya.
"Selamat datang Nyonya Marlina,silahkan masuk dan nikmati acara malam ini" Papa dan Mama menyambut Bunda.
Bunda bersalaman dengan mereka berempat lalu masuk kedalam rumah,Bunda menyelinap diantara para tamu dan masuk keruang kerja Papa Danu untuk menemui David.
"Apa semua sudah Beres?" tanya Bunda saat sudah berada di dalam.
"Aman Bos,tenang saja" jawab David sambil tersenyum smirk.
"Bagus,apa yang lain sudah siap?" tanya Bunda lagi.
"Sudah,mereka sudah berada di posisi masing-masing" jawab David.
"Baiklah kalo begitu aku keluar dulu"kata Bunda.
"Showtime...Yuhuuuu.Aku suka bagian ini" sorak David.
Bunda menyeringai mendengar sorakan David lalu keluar dari sana.
Bunda langsung bergabung dengan yang lainya,
Disana sudah ada Om Irfan,Rima juga Edo beserta kedua orang tua Edo,Bunda menghampiri mereka.
"Mengapa Bunda pakai cadar?" tanya Rima.
"Bunda lagi flu" jawab Bunda asal.
"Apa semua sudah beres?" tanya Edo sambil berbisik.
"Aman" jawab Bunda singkat.
Setelah semua tamu sudah hadir Papa,Mama,elang juga Silvy bergabung dengan para tamu.
MC mulai membuka acara malam ini.
"Selamat malam semuanya,salam sejahtera untuk kita semua.Sebuah kehormatan untuk kita semua yang hadir di ruangan ini Karena jarang-jarang keluarga Alberto membuat acara seperti ini" kata Mc sambil tersenyum.
Para tamu pun ikut tersenyum begitu juga dengan Papa dan Mama.
"Di kesempatan malam ini saya ucapkan selamat ulang tahun pernikahan Tuan Danu dan Nyonya Sofia...Saya bingung mau memanjatkan doa apa untuk mereka.Kalo saya bilang semoga langgeng sampai tua,sekarang mereka udah tua,hahaha...canda Tua" ucap Mc itu dan di sambut gelak tawa orang yang hadir disitu.
"Tidak berlama-lama saya berada disini,untuk selanjutnya sebelum kita makan-makan mari kita berikan waktu untuk biduan yang akan jadi pengisi acara kita malam ini,kasiankan udah jauh-jauh datang tapi nggak jadi nyanyi ntar gak di bayar honornya,hahaha" ucap mc itu lagi.
Ruangan itupun riuh oleh gelak tawa para tamu.Bukannya biduan yang maju tapi Edo dan Rima.
"Lah bocah mau ngapain?" tanta mc yang melihat Edo mendekatinya.
"Mau jualan cilok,siapa tau aja laris" jawab Edo asal.
"Ya mau nyanyi lah" kata Edo lagi.
"Baiklah para hadirin,mari kita dengarkan Tuan Edo nyanyi walau saya gak yakin dengan suaranya" ucap mc.
"Sialan lu" Edo meninju bahu mc.
Para hadirin tertawa riuh menyaksikan kekocakan mc malam ini.
Edo mengambil mix lalu mulai berceloteh.
"Selamat malam semuanya,selamat ulang tahun pernikahan untuk Papa Danu dan Mama Sofia,semoga Berbahagia selalu."Ucap Edo.
Edo kemudian menyuruh Rima duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk penyanyi.Lalu Edo mendekati pemain musik dan memberitahukan lagu yang hendak dinyanyikan.
Musim mulai mengalun mengiringi Edo dan Rima yang berduet menyanyikan lagu yang berjudul "kamulah takdirku" yang di populerkan pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Semua bersorak dan bertepuk tangan setelah Edo dan Rima selesai bernyanyi.
"Wah ternyata Tuan Edo suara merdu juga ya,saya tidak menyangka" ucap Mc.
"Baiklah untuk acara selanjutnya kita persilahkan Tuan rumah untuk memberi sambutan untuk kita semua"kata mc.
Papa Danu menggandeng Mama Sofia dan berjalan mendekati mc kocak itu.Sedangkan Elang tetap berdiri ditempatnya bersama Silvy yang bergelayut manja di tangan Elang.
"Selamat malam semuanya...Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk menggadiri acara kecil-kecilan malam ini.Terima kasih juga pada semua pihak yang ikut andil dalam mempersiapkan acara ini.Saya tidak pintar untuk berkata-kata,untuk itu mari kita tonton langsung video kilas balik kisah kami dari mulai pacaran sampai menikah dan hingga hari ini" ucap Papa.
Lampu ruangan di matikan,munculah video rekaman yang sudah di persiapkan oleh Papa Danu,Bunda Sintya dan kawan-kawan.
Vidoe dari mulai Papa mengungkapkan perasaannya dan meminta Mama untuk menjadi kekasihnya,video saat Papa bertungan lalu menikah,video saat Elang dan Cindra kecil sampai video yang membuat para tamu membulatkan matanya.
Silvy terkejut melihat video yang ada di depannya lalu berusaha meyakinkan Elang kalo semua itu bohong.Video syur Silvy dengan Om Seno di hotel.
"Lang aku di jebak,percaya padaku" ucap Silvy.
"Aku percaya padamu" jawa Elang sambil tersenyum.
Silvy sedikit tenang mendengar jawaban Elang,lalu kembali menonton video rekaman di depannya.Video terjeda dan mc meminta para tamu untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan oleh Tuan rumah.
Elang terus menggenggam tangan Silvy agar wanita itu tidak kabur.
"Tetaplah bersamaku sayang,jangan kemana-mana" pinta Elang.
"Baiklah sayang,Aku akan selalu bersamamu" ucap Silvy.
__ADS_1
Elang dan Silvy bergabung dengan yang lain sambil menyantap hidangan yang ada disitu.Bunda tersenyum melihat Elang dan Silvy.
"Permainan baru akan di mulai" gumam Bunda.