Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 104


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Rere sedang duduk di balkon sambil meminum tehnya.Mama,Bunda dan Rima sudah pulang ke rumah masing-masing,Revan ikut bersama Mama.


Langit malam ini begitu indah.


"Malam ini tidur sendiri deh" gumam Rere.


Rere masuk ke dalam kamarnya dan melihat jam di dinding,sudah pukul sembilan malam.Rere membuka lemarinya dan mengambil lingerie berwarna merah,lalu dia memakainya.


"Mumpung nggak ada Elang pake baju beginian,kalo ada Elang aku bisa malu"gumam Rere.


Setelah memakai lingerie Rere naik ke kasurnya dan langsung tidur,matanya sudah sangat mengantuk sehingga dia tidak sempat menghapus make upnya.


Saat tengah malam sebuah mobil berhenti di depan pintu rumah Rere,Elang keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Maaf,Tuan siapa?"tanya Sesorang saat melihat Elang masuk ke dalam rumah.


Elang mengkerutkan keningnya melihat orang yang menegurnya.


"Kamu orang baru?" tanya Elang.


"Iya Tuan,saya pelayan baru di rumah ini" jawab orang itu.


"Siapa namamu?"tanya Elang lagi.


"Nia Tuan" jawab Nia.


Elang kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya,setelah masuk kedalam kamar dia langsung menutup pintu dan menguncinya.


"Siapa orang itu? apa dia yang bernama Elang,Tuan rumah disini" gumam Nia.


Nia kembali ke dapur untuk mengambil minum.


Elang meletakkan tasnya di sofa kemudian dia melepas sepatu dan kaos kakinya lalu membiarkannya begitu saja di lantai.Elang membuka semua pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendekny saja.


"Nyenyak sekali dia tidur,sampai-sampai dia tidak menyadari aku datang"gumam Elang.


Elang belum melihat Rere yang memakai lingerie karena Rere menutupi tubuhnya pakai selimut sampai sebatas leher.Elang masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi,baru setelah itu dia naik ke kasurnya dan berbaring di samping Rere.


"Sayang kamu kapan pulang?" tanya Rere yang terbangun karena merasakan pergerakan dikasurnya.


"Apa aku mengganggu tidurmu sayang?" Elang balik bertanya.


"Tidak sayang" jawab Rere.


"Apa kau tidak merindukanku?" tanya Elang lagi.


"Tentu saja aku merindukanmu sayang" jawab Rere.


Rere mendudukkan tubuhnya hingga selimut yang menutupi tubuhnya bergeser.Rere lupa kalo dia hanya pakai lingerie saja malam ini.


"Kamu menggodaku sayang" ucap Elang sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rere.


"Apa maksudmu?" tanya Rere yang masih belum menyadarinya.


"Kamu sengaja memakai baju seperti ini untuk menyambutku bukan?" tanya Elang.


Rere melihat tubuhnya dan baru sadar kalo dia hanya memakai lingerie saja dan tidak memakai bra.Rere menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,tapi Elang menariknya.


"Terlambat sayang,aku sudah melihatnya" ucap Elang sambil tersenyum.


Elang memandang wajah Rere dan merasa ada yang berbeda.


"Kamu memakai make up sayang?" tanya Elang sambil mengelus pipi Rere.


Rere menganggukkan kepalanya lalu menunduk.


"Kamu terlihat makin cantik dan segar" puji Elang sambil mengangkat dagu Rere.


"Kamu suka?" tanya Rere.


"Aku suka semua yang ada padamu,bermake up atau tidak kamu tetap yang paling cantik" kata Elang.


Cup


Elang mencium kening Rere.


Tangannya mulai nakal berkeliaran kesana kemari.


"Sayang aku masih takut" ucap Rere.


"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang" kata Elang.


Elang mulai menciumi wajah Rere,cukup lama Elang bermain di wajah Rere.


"Ahhhh...sa...yang" desah Rere.


Elang semakin melancarkan aksinya,gairahnya semakin menjadi saat mendengar desahan yang keluar dari mulut Rere.


"Aahhh...." Rere terus mendesah.


"Teruslah mendesah sayang,aku suka"ucap Elang.


Kemudian Elang hendak melakukan penyatuan dengan tubuh Rere.


"Aku akan melakukannya pelan-pelan" ucap Elang yang mulai melakukan aksinya.


"Uhhh...." ucap Elang saat sudah selesai.


"Terima kasih sayang" ucap Elang lalu mengecup kening Rere.


Elang berbaring di samping tubuh Rere dan memeluknya.


"Apa terasa sakit perutnya?" tanya Elang.


Rere menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidurlah,kamu pasti lelah" kata Elang.


"Aku bersih-bersih dulu ya,aku kurang nyaman" kata Rere.


Elang langsung bangkit dan menggendong tubuh Rere dalam keadaan polos.Mereka membersihkan tubuhnya lalu setelah itu kembali ke kasur.


"Apa Baby twins dan Revan rewel selama aku tidak di rumah?" tanya Elang sambil membelai rambut Rere yang semakin panjang.


"Mereka tidak rewel dan Revan menjaga adiknya dengan sangat baik" jawab Rere.


"Apa ada masalah selama aku tinggal?" tanya Elang lagi.


Rere menggelengkan kepalanya,perlahan dia menutup matanya yang masih mengantuk,jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.


Cup


Elang mengecup kening Rere kemudian dia mulai tertidur sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


Malam berganti pagi,dua insan yang dilanda rindu masih tertidur sambil berpelukan.


Rere membuka matanya secara perlahan lalu menoleh ke jam yang ada di dinding,sudah pukul lima pagi.Rere membangunkan Elang sambil mengguncangkan tubuh suaminya.


"Sayang bangun,kita shalat subuh dulu yuk baru setelah itu tidur lagi" ucap Rere.


Elang membuka matanya dan melihat wajah Rere berada di atasnya sambil menyunggingkan senyum.


"Ini yang selalu kurindukan" ucap Elang sambil mengelus pipi Rere.


"Ayo shalat,nanti waktu shalatnya keburu habis" ucap Rere sambil turun dari kasur dan menarik tangan Elang.


"Iya iya aku bangun,tingkahmu seperti Revan saja" ucap Elang.


Elang turun dari kasur lalu menggendong Rere menuju kamar mandi,Rere dan Elang melakukan mandi junub terlebih dahulu baru setelah itu berwudhu dan setelah selesai mereka langsung keluar dari kamar mandi.


"Kenapa sarungku ada disini?" tanya Elang.


"Kemaren Revan yang memakainya untuk shalat" jawab Rere sambil memakai baju setelah itu dia memakai mukenanya.


Elang memakai sarung dan baju kokonya,lalu dia juga memakai pecinya.


"Sudah siap?" tanya Elang.


"Hemmmm..." jawab Rere sambil menguap.


Elang dan Rere memulai shalatnya dengan khusyuk,selesai shalat Rere mengemasi peralatan shalatnya dan meletakkannya diatas meja.Elang naik kekasurnya lalu Dia mulai memejamkan matanya kembali.


"Ada ya orang tidur pakai sarung dan baju koko" gumam Rere sambil menggelengkan kepalanya dan melangkah menuju pintu.


"Mau kemana sayang?" tanya Elang sambil membuka matanya dan melihat kearah Rere.


"Mau ke dapur sayang,mau bikin sarapan" jawab Rere.


"Kemarilah" pinta Elang.


Rere menghampiri Elang.


"Tapi ini sudah siang sayang,lihat tuh matahari udah mulai terbit" ucap Rere.


"Naik atau aku pecat semua pembantu di rumah ini" ucap Elang tegas.


Rere menghela nafasnya lalu merangkak naik ke kasurnya dan berbaring di samping Elang.


"Untuk apa banyak pelayan di rumah ini jika masih kamu juga yang harus memasak" oceh Elang.


"Aku hanya ingin menyiapkan makanan untukmu sayang,aku hanya ingin melayanimu dengan baik.Aku ingin menjalankan peranku sebagai seorang istri dan seorang ibu yang baik" tutur Rere.


"Aku tahu itu,aku hanya tidak ingin kamu kelelahan sayang.Biar mereka yang melakukan pekerjaan rumah ini.Kamu cukup menemaniku,berada di sampingku dan cukup melayaniku di kasur" bisik Elang.


"Mesum" ucap Rere.


Hahaha


Tawa Elang menggelegar mendengar ucapan Rere.


"Kalo aku tidak mesum mungkin sampai saat ini kita belum punya si kembar sayang" sahut Elang.


"Sayang aku mau bicara sesuatu,tapi kamu jangan marah ya?" ucap Rere.


"Bicaralah" kata Elang.


"Beberapa hari yang lalu aku mengantar Rima ke rumah sakit untuk cek kesehatan dan aku juga sekalian memeriksakan rahimku,semuanya bagus dan stabil trus aku..."ucapan Rere menggantung karena Elang memotongnya.


"Langsung ke intinya saja sayang" ucap Elang.


Huft


Rere menghela nafasnya dengan berat,Elang memandang wajah istrinya.Ada ketakutan di wajah Rere.Elang berbaring dengan posisi miring dan menopang kepalanya menggunakan tangan.


"Apa ada masalah pada rahimmu?" tanya Elang.


Rere menggelengkan kepalanya.


"Lalu ada apa,kenapa kamu seperti ketakutan begitu?" tanya Elang lagi.


Rere memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya.


"Kemarin aku melakukan suntik untyk menunda kehamilan" ucap Rere lirih,Dia takut Elang marah.


"Hanya karena itu hingga wajahmu jadi tegang seperti ini?" tanya Elang sambil tersenyum.


"Kamu tidak marah?" tanya Rere saat melihat reaksi Elang yang biasa saja.


"Untuk apa aku marah sayang,aku tidak akan marah hanya karena hal itu" jawab Elang.


"Aku masih mengantuk dan tubuhku juga terasa sangat lelah,jangan kemana-mana selama aku tidur.Tetaplah disini,disampingku" pinta Elang.


Rere tersenyum lalu mengangguk.

__ADS_1


Elang memeluk tubuh Rere dan mulai memejamkan matanya.Tidak lama diapun sudah tertidur pulas.


"Pagi-pagi begini suruh nemenin bayi beruang tidur...kan lebih baik aku menemui si kembar.Ada-ada aja Elang ih" gerutu Rere.


Rere akhirnya ikut Elang tertidur.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk dari luar.


Perlahan Rere membuka matanya lalu dengan sangat perlahan dia turun dari kasurnya dan berjalan menuju pintu.


Ceklek


Rere membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuknya.


"Ada apa Sari?" tanya Rere.


"Ada yang mencari Elang di bawah" jawab Sari.


"Siapa?" tanya Rere.


"Nggak tau,orangnya udah tua" jawab Sari.


"suruh dia tunggu sebentar,aku bangunkan Elang dulu" ucap Rere.


Rere melihat jam di dinding,sudah pukul sepuluh pagi.Rere membangunkan Elang yang masih tertidur.


"Sayang bangun,ada yang mencarimu tu di bawah" tutur Rere.


Hmmmm....


Elang menggeliat dan perlahan membuka matanya.


"Siapa?" Elang.


"Aku juga tidak tahu karena aku belum melihatnya,tapi kata Sari dia sudah tua" jawab Rere.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Elang lagi.


"Aku nggak tau sayang,ayo bangun dan temui dia.Kasihan dia menunggu" kata Rere.


Elang turun dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka,setelah itu dia keluar dari kamarnya bersama Rere.


"Ibu mencari saya?" tanya Elang setelah sampai di ruang tamu.


"Iya Nak,kenalkan nama ibu Saripah ibunya Rendi" tutur ibu itu.


"Oh..."Elang hanya ber'oh saja sambil manggut-manggut.


"Ibu hanya mau mengucapkan terima kasih nak,karena nak Elang sudah membantu biaya pengobatan ibu dan nak Elang juga sudah memberi Rendi pekerjaan serta tempat tinggal" tutur Ibu itu.


"Itu sudah kewajiban saya sebagai sesama Bu...Ngomong-ngomong ibu kemari sama siapa?" tanya Elang.


"Sama Rendi tapi dia tidak ikut masuk,kalo begitu Ibu pamit dulu ya nak.Sekali lagi terima kasih dan ini ada sedikit oleh-oleh untuk kalian,ibu membawanya dari kampung" kata Ibu Saripah.


"Terima kasih Bu" ucap Rere sambil menerima bingkisan dari Bu Saripah.


Bu Saripah keluar dari rumah Elang.


"Apa isinya?" tanya Elang.


Rere membuka bingkisan itu dan mengeluarkan isinya.


"Wah madu mongso,enak nih sayang.Coba deh" ucap Elang.


"Ini apa yang bentuknya kayak keramik?" tanya Rere sambil mengeluarkan jajanan lain dari sebuah kotak.


"Itu namanya brem sayang bukan keramik" jawab Elang sambil mengunyah madu mongso dalam mulutnya.


"Coba makan,rasanya unik" kata Elang lagi.


"Nanti saja sayang,aku mau sarapan dulu.Aku sudah lapar nih" kata Rere.


"Kasihannya bidadari kesayanganku,gara-gara menemaniku tidur sampai kelaparan begini.Ayo kita sarapan" kata Elang sambil beranjak dari duduknya.


Rere dan Elang menuju ruang makan.


"Aku panaskan dulu ya makanannya"kata Rere.


"Nggak perlu sayang,aku bisa makan panas atau dingin.Sudah duduklah dan makan sarapanmu" kata Elang.


Mereka berduapun sarapan dengan lahap,setelah selesai Elang kembali kekamarnya sedangkan Rere masuk ke kamar Baby twins.


"Sari tolong bawa kiandra ke kamar ya,Queenara biar aku yang gendong" kata Rere.


Rere dan Sari membawa Baby twins ke kamarnya untuk menemui Elang.


"Hai anak-anak Daddy yang manis,sini sama Daddy" kata Elang.


Sari meletakkan Kiandra di atas kasur setelah itu dia keluar dari kamar majikannya.


"Tubuhnya gempal sekali sayang,lihatlah" kata Elang yang gemes melihat Bayi kembar di hadapannya.


"Mereka tumbuh begitu cepat dan tidak terasa aku bertambah tua" kata Rere.


"Kamu menyindirku sayang?" tanya Elang.


"Kalo tidak merasa tua ya jangan tersinggung" kata Rere.


"Hai sayang lihatlah Daddy diejek tua sama Mommy,padahal Daddykan nggak tua Daddy cuma tidak muda lagi"celoteh Elang sambil mencolek-colek pipi Kiandra dan Queenara.


"Sama aja mansur" kata Rere.


Elang tersenyum bahagia melihat istri dan kedua anaknya.


"Terima kasih Ya Allah,Kau telah berikan aku keluarga yang lengkap dan juga kebahagiaan.Semoga selamanya selalu seperti ini"Ucap Elang dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2