
Yuna dan Ambu berjalan kaki menuju rumah Bu Bidan,jarak dari rumah Ambu ke rumah Bu Bidan tidaklah jauh,hanya berjarak beberapa puluh meter saja.Seperti biasa kalo sore hari setiap habis mandi,ibu-ibu nongkrong di depan salah satu warga sekitar sambil membawa anak-anak bermain.Suasana kekeluargaan sangat terasa di kampung ini.
" Eh Ambu,ayo masuk" ajak Bu Bidan yang sedang duduk santai di teras.
" Terima kasih Bu Bidan" ucap Ambu.
" Mau periksa kehamilan ya?" tanya Bu Bidan sambil melihat ke arah Yuna.
" Bu Bidan bisa saja,Ambu mau minta obat untuk Abah" jawab Ambu.
" Oh kirain mau periksa kehamilan" ujar Bu Bidan.
" Yuna gak hamil kok Buk" tutur Yuna.
Bu Bidan menautkan alisnya sambil melihat kearah Yuna," Masa sih,tapi saya lihat dari ciri-ciri tubuhnya seperti orang yang sedang hamil dan biasanya saya gak pernah salah" kata Bu Bidan.
" Ya udah,kalo begitu kita periksa aja,dari pada pusing dan penasaran" celetuk Ambu.
" Coba Yuna berbaring disini" pinta Bu Bidan dan Yuna menurut saja.
Bu Bidan pun memeriksa Yuna dan senyumnya pun mengembang," Kan apa saya bilang,tebakan dan penglihatan mata saya mah gak pernah salah Ambu" tutur Bu Bidan sambil mengemasi alat-alatnya.
" Jadi,Yuna beneran hamil?" tanya Ambu.
" Iya Ambu,tapi masih kecil" jawab Bu Bidan.
" Kalo boleh tau,kapan terakhir menstruasi?" tanya Bu Bidan.
" Kapan ya Buk,Yuna juga lupa" jawab Yuna.
" Untuk lebih memastikannya,Yuna pergi ke Dokter spesialis kandungan untuk mengetahui berapa bulan usia kandungannya.Kalo menurut ibu,ini baru berusia dua mingguan" tutur Bu Bidan sambil menyiapkan obat milik Abah.
" Tapi Buk,saya minum pil penunda kehamilan,kok bisa hamil?" tanya Yuna.
Bu Bidan tersenyum," Mungkin Yuna pernah lupa minum pilnya,tapi Kenzi gak pernah lupa cetak junior" jawab Bu Bidan.
" Ini obat Abah,ini vitamin untuk Yuna.Jangan lupa diminum ya Yuna" pesan Bu Bidan.
Ambu dan Yuna pun pamit pulang,sesampainya di rumah Yuna langsung mencari Kenzi.
" Ambu,Kak Kenzi kemana ya.Yuna panggil-panggil tapi gak ada?" tanya Yuna.
" Udah gak sabar kasih tau Kenzi ya" goda Ambu.
" Iya nih Ambu,pasti Kak Kenzi seneng banget" ujar Yuna.
__ADS_1
" Kenzi belum pulang,dia sama Abah pergi menemui pemilik sawah yang mau menjual sawahnya pada kalian" tutur Ambu.
" Tunggu di dalam aja yuk,sebentar lagi maghrib" ajak Ambu.
Ambu dan Yuna masuk ke dalam rumah,saat Yuna hendak menutup pintu Kenzi dan Abah pun datang.
" Alhamdulillah Ambu,harga sawahnya murah pisan.Cuma sepuluh juta" tutur Abah sambil mengipas-ngipas pecinya di depan wajahnya.
" Wah bawaan bayi,rezekinya bagus" ujar Ambu.
" Bawaan bayi apaan Ambu?" tanya Kenzi,Yuna hanya berdiri sambil terdiam.
Ambu merangkul bahu Yuna sambil tersenyum bahagia," Yuna hamil,kata Bu Bidan usianya baru dua minggu" jawab Ambu.
Kenzi dan Abah saling bertukar pandang,lalu Kenzi pun menggenggam tangan Yuna," Beneran sayang?" Kamu hamil?" tanya Kenzi dan diangguki kepala oleh Yuna.
" Alhamdulillah" ucap Kenzi.
" Ambu besok belanja ke pasar,kita adakan syukuran" titah Abah.
" Iya Abah" ujar Ambu.
Waktu shalat maghrib pun telah tiba,Abah mengajak Ambu,Kenzi dan Yuna untuk shalat maghrib berjamaah.Selesai shalat Ambu menyiapkan makan malam.Kenzi dan Yuna masih di kamarnya.
" Kenapa dari tadi nunduk terus,coba sini kakak pengen lihat wajah cantik bumil" goda Kenzi.
" Apaan sih kak" ucap Yuna.
Kenzi memeluk dan mengecup puncak kepala Yuna," Besok kita pulang ya,Ambu bilang kamu disuruh Bu Bidan ke Dokter kandungan kan" kata Kenzi.
" Iya,karena Yuna lupa kapan terakhir Yuna datang bulan" balas Yuna.
" Adek terakhir datang bulan seminggu setelah kita pulang bulan madu,setelah itu Adek gak pernah datang bulan lagi" tutur Kenzi.
" Kok malah kakak yang ingat?" tanya Yuna.
" Ingat lah,kan kakak tukang ngontrol pabrik kecapnya" jawab Kenzi.
" Ayo kita keluar,Ambu dan Abah sudah menunggu kita untuk makan malam" ajak Kenzi.
Yuna dan Kenzi menuju ruang makan,Abah dan Ambu sudah menunggu mereka di meja makan.Mereka pun akhirnya makan malam bersama.
...----------------...
Yura sedang duduk bersandar sambil memasang wajah cemberutnya,sedari tadi Satria terus saja menggodanya.Edo dan Rima sudah kembali ke rumah,mereka datang membesuk Yura saat siang saja.
__ADS_1
" Sayang,ayo dong dimakan tu makanannya.Nanti keburu dingin dan gak enak" ujar Satria.
" Gak mau,Yura gak mau makan" kata Yura.
" Kasian bayi kita sayang kalo kamu gak makan,nanti dia menggigil kelaparan" rayu Satria.
Hati Yura luluh saat mendengar kata anak,akhirnya Yura mau memakan makanannya.
" Nah gitu dong,itu baru namanya Yura cantik istri Kak Satria" oceh Satria sambil menyuapi Yura.
" Besok kita pulang ya" pinta Yura.
" Nanti kakak tanya Dokter ya,Adek udah boleh pulang atau belum" kata Satria.
" Yura suntuk kakak,Yura bosen makan bubur terus" keluh Yura.
" Emangnya adek pengen makan apa?" tanya Satria.
Mendengar pertanyaan Satria wajah Yura pun berbinar," Pengen makan soto,bakso,seblak,es campur,sate padang,tomyam,dan masih banyak lagi" jawab Yura.
" Itu ngidam apa rakus dek?" tanya Satria membuat Yura kembali cemberut.
" Yura aduin sama Ayah nanti lo,kakak bilang Yura rakus" oceh Yura.
" Habisnya banyak banget yang mau dimakan,gak sekalian aja tu asinan,rujak bebeuk,rujak cingur" kata Satria.
" Nah,itu juga Yura mau" kata Yura.
" Besok kita jalan-jalan,sekalian wisata kuliner.Yang terpenting sekarang Adek minum obat sama vitaminnya trus tidur ya" kata Satria.
" Antar adek ke kamar mandi" pinta Yura.
Satria turun dari kasur Yura,lalu menggendong Yura menuju ke kamar mandi.
" Ke kamar mandi aja minta dianterin,takut ada begal ya" seloroh Satria.
" Iya,biar kakak nangis sesenggukan karena Yura milih ikut begalnya.Karena apa,karena begalnya tampan dan gak usil" balas Yura.
" Mau dong jadi begalnya" ujar Satria.
Satria mendudukkan Yura di closet,tanpa rasa malu lagi Yura langsung melakukan hajatnya.Setelah selesai,Yura mencuci mukanya baru kemudian kembali ke kasurnya.Satria memapahnya sampai ke kasur,lalu membantu Yura naik ke kasurnya.
" Selamat tidur sayang" ucap Satria lalu mengecup kening Yura.
Satria naik ke kasur dan berbaring di samping Yura.Satria melingkarkan tangannya di atas perut sambil mengelus perut Yura,baru kemudian tertidur.Semenjak Yura hamil,Yura tidak bisa tidur kalo Satria tidak memeluknya dan mengelus perutnya.Dan Satria pun tidak keberatan melakukan semua itu,walau terkadang tangannya sudah pegal tapi Yura masih mengoceh.
__ADS_1