
Rere memasang wajah cemberutnya,bagaimana tidak Elang membuatnya tidak keluar kamar seharian.
"Mom jangan pasang wajah menggoda begitu" kata Elang sambil memakai bajunya.
"Menggoda darimananya,orang lagi cemberut begini" kata Rere.
"Semakin Mommy cemberut semakin menggoda" kata Elang.
"Dasar Daddynya aja yang mesum" ucap Rere.
"Ayo buruan nanti keburu Kiandra dan Winara pulang" kata Elang.
Rere dan Elang keluar dari kamarnya lalu duduk di ruang keluarga.
"Mommy...Daddy" sapa Winara.
"Kok sendiri,Kiandra mana?" tanya Daddy.
"Bang Kiandra pergi ke rumah temannya Dad,kerja kelompok katanya" jawab Winara.
"Sudah mendekati hari libur masih kerja kelompok juga" kata Mommy.
"Tugas akhir Mom dan harus di kumpulkan besok" ujar Winara.
"Adek kok gak kerja kelompok?" tanya Daddy.
"Punya Adek udah Adek kerjain tadi di sekolah" jawab Winara.
"Daddy...kalo Bang Revan sudah pulang kita liburan ya" kata Winara.
"Adek mau liburan kemana?" tanya Daddy.
"Ke pulau" jawab Winara.
"Kenapa harus ke pulau,Daddy sama Mommy berencana liburan ke kebun" tutur Daddy.
"Ah Daddy mah gak seru.Queen pengen ke pulau Dad.Liburan semester lalu ke kebun,kali ini ke pulau ya" kata Winara.
"Baiklah,kita akan ke pulau" jawab Elang.
"Yeaayy...terima kasih Daddy" ucap Winara lalu mencium pipi Daddynya lalu berlari masuk ke kamarnya.
"Sudah besar tapi tingkahnya masih seperti anak-anak"ujar Elang.
"Itu karena Daddy terlalu memanjakannya" ucap Rere lalu pergi ke dapur.
"Aku lagi yang salah,Emak-emak selalu benar" gumam Elang.
.
.
Dengan langkah lesu Revan memasuki rumahnya lalu duduk bersandar di sofa,wajahnya kusut dan lesu.
"Loh kok udah pulang,udah ketemu?" tanya Elang.
"Restu sudah tidak tinggal di kota itu lagi" jawab Revan sambil memijat keningnya.
Elang menatap iba anak tertuanya itu.
"Apa Daddy harus turun tangan?" tanya Elang.
__ADS_1
"Tidak perlu Dad,terima kasih.Revan ke kamar ya Dad,tubuh Revan lelah" ucap Revan lesu.
Elang mengangguk.
"Kasihan anak itu" gumam Elang.
"Revan sudah pulang Dad?" tanya Rere.
"Iya,pulang dengan kekecewaan" jawab Elang.
"Kalo begitu besok pagi saja kita pergi liburan,sekalian kita menghibur Revan" tutur Rere.
"Tapi Winara dan Kiandra besok sekolah Mom" kata Elang.
"Besok hanya mengantar tugas akhir saja Dad dan itu bisa di wakilkan oleh anggota kelompok belajar yang lain" jawab Kiandra.
"Ya sudah kalau begitu.Berkemas lah kalian,besok pagi kita berangkat" kata Elang.
Kiandra pergi ke kamarnya,sedangkan Rere duduk di samping Elang.
"Daddy gak berniat bantuin Revan?" tanya Rere.
"Biarkan saja dia berusaha sendiri,kekuatan cinta mereka yang akan mempertemukan mereka suatu saat nanti" jawab Elang.
Rere menghela nafasnya.
"Jangan menghela nafas begitu,Daddy percaya suatu saat mereka pasti bertemu" kata Elang sambil merangkul pundak istrinya.
***
Semilir angin dan deburan ombak menentramkan hati.Revan duduk di atas pasir tanpa alas,sesekali dia melemparkan batu-batu kecil ke arah ombak yang bergulung saling berkejar-kejaran.
Dengan langkah lesu Revan berjalan ke villa keluarganya yang ada di tepi pantai,Winara bergelayut manja di tangannya.
"Gak usah sedih,kan masih ada Kak Kina" goda Winara.
"Kina yang pakaiannya selalu kurang bahan dan selalu membenahi rambutnya itu,iiiii....ogah" ucap Revan.
HAHAHA....
Winara tertawa mendengar perkataan Abangnya.
"Kalo yang lain gimana,kan masih banyak gadis-gadis cantik.Gak harus Kak Restu kan" kata Winara.
"anak kecil tau apa sih" kata Revan sambil mencubit hidung Winara.
"Winara sudah besar Bang,sebentar lagi lulus SMP" protes Winara.
"Terserah kamu ajalah" kata Revan.
Rere,Elang dan Kiandra sudah menunggu mereka di ruang makan.
"Kalian kemana aja sih,lama banget.Mommy udah lapar ni" kata Rere.
"Abang ni Mom,galau aja kerjanya" celetuk Winara.
"Kok jadi Abang yang salah,Adek yang jalannya lambat kayak siput" kata Revan.
"Sudah sudah,gak boleh ribut-ribut di depan makanan.Gak baik" kata Elang.
Revan dan Winara pun terdiam,mereka akhirnya mengambil makanan masing-masing dan mulai menyantapnya.
__ADS_1
"Mau kuliah dimana Bang?" tanya Elang disela-sela makannya.
"Kuliah dekat rumah Opa saja" jawab Revan sambil mengunyah makanannya.
"Gak mau kuliah di tempat Aunty?" tanya Elang lagi.
Revan menghela nafasnya lalu menggeleng.
"Terlalu jauh kalo tempat Aunty Dad,kasihan Mommy sendiri menghadapi dua kurcil ini" jawab Revan.
"Alah itu alasan Abang saja,dasar anak Mommy" ledek Kiandra.
"Bukan karena itu,Abang sedang menunggu keajaiban.Tiba-tiba cling Kak Restu nongol depan mata" sambung Winara.
Elang dan Rere geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga anaknya.
"Selesai makan,kalian shalat dulu baru setelah itu kita bermain di pantai" kata Elang.
"Oke bos" ucap Kiandra dan Winara bersamaan.
Setelai selesai shalat mereka pun langsung bermain di tepi pantai.Rere dan Elang memilih duduk di bawah pohon yang rindang sambil melihat ketiga anaknya yang sedang bermain kejar-kejaran.
"Lihatlah Mom,, usaha Kiandra dan Winara agar Revan tersenyum pun berhasil.Keisengan kedua anak itu harus di kasih piala penghargaan" celoteh Elang.
"Kalo soal iseng dan bertingkah jail,mereka seakan tidak pernah kehabisan ide" kata Rere.
"Gak terasa waktu bergulir begitu cepat,anak-anak yang dulu rewel dan selalu dalam pangkuanku kini mereka sudah besar.Sudah tidak mau lagi ku gendong" ujar Elang.
"Mereka anak-anak yang pintar" ucap Rere.
Revan,Kiandra dan Winara saling berkejar-kejaran.Entah apa yang terjadi,karena Winara yang menjadi target pengejaran Revan dan Kiandra.Revan mengangkat tubuh Winara lalu menceburkannya ke dalam air dan Kiandra yang bertugas menciprati air ke wajah adiknya.
Bukannya bersedih atau menangis,Winara malah tertawa terbahak-bahak dan membalas perlakuan kedua Abangnya.
Elang dan Rere terus saja menatap ketiga anaknya.
Revan melihat ke arah Elang lalu mengode Elang dengan bahasa isyarat.
"Revan kenapa tu Dad?" tanya Rere.
Elang tidak menjawab malah mengangkat tubuh Rere dan membawanya masuk ke dalam air bergabung dengan ketiga anaknya.
Byur...
Terdengar gelak tawa dari ketiga anaknya.
"Daddy" teriak Rere.
Winara dan Kiandra pun menciprati kedua orang tuanya dan terjadilah perang air antara orang tua dan anak.Tampak raut kebahagiaan dari keluarga itu,canda dan tawa tidak pernah lepas dari wajah mereka.
Karena lelah akhirnya Elang memilih berbaring di hamparan pasir,Revan sudah terlebih dulu berbaring disana.
"Terima kasih Dad,sudah memberikan kebahagiaan untuk Revan.Daddy dan Mommy tidak pernah membedakan antara Revan dan adik kembar,bahkan mereka tidak tahu kalo di antara kami sama sekali tidak ada hubungan darah" ucap Revan.
"Revan,Kiandra atau pun Winara,semua sama.Kalian semua anak-anak Daddy,tidak ada alasan untuk Daddy dan Mommy membedakan antara kalian bertiga" ujar Elang.
Hari semakin sore,Elang mengajak istri dan anak-anaknya kembali ke villa.
Mereka berjalan beriringan menuju ke villa dan saling bergandengan tangan.
__ADS_1