
Siang ini cuaca sangat Cerah berbeda dengan kemarin,Rere sedang duduk di bawah pohon yang rindang,sedangkan Elang sedang bermain pasir bersama Revan.
"Mommy sini,Levan bikin istana pasil" ajak Revan.
"Mommy lelah sayang,biar Mommy istirahat sebentar" kata Elang pelan.
Revan berlari menghampiri Rere dan memegang tangan Rere.
"Mommy capek ya,sini Levan pijit" kata Revan sambil memijit tangan Rere.
"Tidak sayang,Mommy gak capek.Ayo main lagi" Rere mengajak Revan kembali bermain.
"Lihat Mom,istana pasil buatan Levan baguskan?" Revan menunjuk istana pasir buatannya.
"Tentu saja,Revan kan anak pintar" jawab Rere.
"Besok kalo Levan sudah besal Levan mau bikin istana benelan untuk Mommy" celoteh Revan sambil melanjutkan membuat istana pasirnya.
"Benarkah sayang,uh...sini peluk Mommy" kata Rere.
Revan berdiri tegak lalu memeluk Rere yang duduk di atas pasir.Rere meneteskan airmatanya.Dia terharu mendengar celotehan Revan.
"Mommy gak boleh nangis nanti Levan sedih" ucap Revan sambil menghapus air mata Rere.
"Mommy gak sedih sayang,Mommy bahagia sekali sehingga airmata Mommy ikut keluar" jawab Rere sambil tersenyum.
"Udah mainnya yuk kita pulang,hari sudah siang Revan juga harus bobok siangkan" kata Elang.
"Iya Daddy,ayo Mom" ajak Revan.
Semenjak Revan tau di dalam perut Rere ada adik bayi,Revan tidak manja lagi dan jadi anak yang penurut.
Revan menggandeng tangan Rere dengan Erat,sambil mengayunkannya kedepan dan kebelakang.Elang mengikuti istri dan anaknya dari belakang sambil membawa mainan milik Revan.
Sesampainya di villa pengasuh Revan sudah menunggunya.
"Revan bobok sama Mbak ya" Kata Elang.
"Oke Daddy, bye Mommy" kata Revan sambil melambaikan tangannya.
"Apa suatu hari nanti Mbak Silvy akan mengambil Revan dari kita?" tanya Rere yang tetap berdiri di tempatnya.
"Jangan terlalu dipikirkan nanti kamu stres sayang,ingat ada junior dalam perutmu.Kalo Mommynya stres dia bisa ikut stres" kata Elang.
Rere masuk ke dalam villa dan langsung menuju kamarnya,Elang menaruh mainan Revan di tempatnya baru kemudian menyusul Rere ke kamar.
Ceklek
Elang membuka pintu kamar lalu masuk,Rere sedang berdiri sambil menatap ke luar jendela.Elang menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Mikirin apa sih sayang,kayaknya jauh banget tu ngelamun.Lagi mikirin tukang soto yang jualan di kantin kantor ya" Elang menggoda Rere.
"Ada-ada aja kamu sayang,emangnya boleh aku mikirin tukang soto itu?" tanya Rere.
"Tentu saja tidak,kamu hanya boleh memikirkan aku seorang" jawab Elang.
"Aku takut jika besar nanti Revan tau kalo aku bukanlah ibunya lalu dia akan pergi dariku" kata Rere lirih.
"Itu tidak akan terjadi sayang,lagipula Sekarang Silvy sudah bersama Wildan.Mereka akan membuat Revan-Revan yang lain" tutur Elang.
"Bagaimana dengan Ayah kandungnya,dia pasti terus berusaha mencari dan merebut Revan dari kita" ujar Rere.
"itu tidak mungkin Terjadi sayang" kata Elang.
"Kenapa tidak?" tanya Rere.
__ADS_1
Huft...
Elang menghela nafasnya.
"Karena dia sudah pergi sangat jauh dan tidak mungkin kembali lagi" jawab Elang.
Rere melepas pelukan Elang lalu memandang wajah suaminya itu.
"Apa maksudmu,bisa sajakan suatu saat nanti dia kembali" kata Rere.
"Dia tidak mungkin kembali lagi" ucap Elang dalam hati.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan,kita punya surat adopsi Revan dan itu kuat dimata hukum,lagipula Silvy berpihak pada kita sekarang kamu tidak usah khawatir" tutur Elang.
"Bersiaplah nanti sore kita pulang" kata Elang.
"Kenapa buru-buru? Baru juga sehari disini" tanya Rere.
"Nanti malam aku ada pertemuan dengan rekan kerjaku dan aku tidak bisa menolaknya" jawab Elang.
"Kamu pergi sendiri?" Rere bertanya lagi.
"Aku pergi sama Edo sayang" jawab Elang sambil mencolek hidung Rere.
"Kita pulang naik kapal ya" pinta Rere.
"Kamu tidak takut Tsunami atau gelombang besar dan ikan hiu lagi sayang?" tanya Elang.
"Ngaco kamu,siapa yang bilang aku takut tsunami dan yang kau sebutkan tadi" jawab Rere.
"Lah tempo hari kamu bilang begitu" kata Elang.
" Itu hanya alasanku saja,sebenernya aku dulu pernah hampir tenggelam tapi bukan di laut melainkan di sungai,jadi aku trauma" tutur Rere.
"Dulu waktu masih kecil aku,Rima dan Suci main di sungai,Kami naik sampan bersama mereka.Trus pas sampe di tengah-tengah sungai Suci mendorongku hingga aku jatuh ke dalam sungai dan hampir tenggelam.Tapi untung saja ada beberapa warga yang sedang beraktivitas di sungai dan mereka menolongku" kata Rere.
"Seberapa dalam tu sungai sampe bisa buat kamu tenggelam.Bukannya sungai di kampung-kampung itu tidak dalam ya karena biasanya ibu-ibu suka mencuci pakaian sambil gosip di sungai" celoteh Elang.
"Dih ni orang kebanyakan nonton sinetron sih,pikiranya cuma gosip mulu.Sungai juga ada yang dalem kali Bang,lagipula waktu kecil tubuhku sangat minimalis jadi sungai dangkalpun aku bisa tenggelam" oceh Rere.
"Hahaha...Emang ada orang tingginya minimalis kayak perumahan aja" ucap Elang sambil tertawa.
"Bodo ah,terserah Kakang saja mau percaya atau tidak" rajuk Rere.
"Aku percaya padamu bidadariku" bujuk Elang.
"Kita jadi pulang gak nih?" tanya Rere sambil memasang muka masam.
"Jadi dong sayang,tunggu sebentar aku akan menyuruh Pardi ( salah satu pelayan yang ada di villa) untuk menyiapkan kapalnya" jawab Elang.
Rere masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah itu dia bersiap untuk pulang kerumahnya.Sedangkan Elang menyuruh Pardi menyiapkan kapal untuk mengantarkannya pulang.
Rere keluar dari kamarnya dan menunggu Elang di ruang tamu.
"Kamu sudah siap sayang,tunggu sebentar aku mandi dulu" kata Elang lalu pergi ke kamarnya.
Tidak lama kemudian Elang sudah keluar dari kamar dengan penampilan rapi.
"Ayo sayang,Pardi sudah menunggu kita" ajak Elang.
"Mama sama revan mana?" tanya Rere.
"Mama pergi berkeliling tempat ini dan Revan masih tidur,aku tadi sudah bilang ke Mama kalo kita pulang sore ini" jawab Elang.
"Aku mau lihat Revan dulu sayang,tunggu sebentar" Rere berjalan menuju kamar Revan.
__ADS_1
"Dia yang berjalan tapi kenapa aku yang sesak melihatnya"gumam Elang.
Beberapa menit kemudian Rere kembali menghampiri Elang.
"Sudah lihat Revannya sayang?" tanya Elang.
"Dia masih tertidur,aku ganggu dia tapi dia gak bangun-bangun" jawab Rere.
Elang menggandeng tangan Rere menuju kapal yang akan mengantar mereka pulang.Dengan sangat hati-hati Elang menuntun Rere menaiki kapal.
"Kamu tidak takut?" tanya Elang sambil membawa Rere ke lantai dua kapalnya.
"Apa kamu mau mendorongku seperti Suci dulu?" Rere balik bertanya.
"Tentu saja tidak sayang,kau adalah nyawaku.Tidak mungkin aku mendorongmu itu sama saja aku bunuh diri" tutur Elang.
"Uuuu...so sweet...sini cium dulu" kata Rere sambil mencium pipi Elang.
"Aku sudah seperti Revan saja" celetuk Elang.
Rere hanya tersenyum melihat suaminya.
Kapal mulai bergerak meninggalkan pulau,Rere duduk bersandar di dada Elang.Tangan Elang mengelus perut Rere yang semakin besar,Elang menundukan kepalanya mendekat ke wajah Rere.
Cup
Elang mengecup bibir Rere.
"Sayang...ganggu orang lagi menikmati suasana aja" kata Rere.
"Yang melihat pemandangan kan matamu sayang bukan bibirmu" kata Elang yang langsung ******* bibir Rere.
Rere hanya diam menghadapi suami mesumnya itu.Cukup lama Elang ******* bibir Rere sampai Rere hampir kehabisan nafas.
"Kenapa semakin hari bibirmu semakin manis sayang?" tanya Elang setelah melepas ciumannya.
"Sudah tau manis jangan di embat terus,nanti kamu diabetes lho" kata Rere.
"Kamu benar sayang lama-lama aku diabetes karena selalu memakanmu yang manis ini" tutur Elang.
"Sayang stamina kamu gak ada habisnya,kamu gak pernah lelah apa setiap saat selalu mengajakku bercinta" kata Rere.
"Aku tidak akan pernah lelah selama bersamamu sayang"ucap Elang.
Kapal sudah mendekati pelabuhan kota,lampu-lampu di kota sudah mulai di nyalakan.
"Lihat sayang,indah bukan?" tanya Elang sambil menunjuk kearah matahari yang mulai terbenam.
"Indah sayang,seindah hidupku saat bersamamu" Rere menggombali suaminya.
"Sepertinya aku harus membatalkan acara makan malamku" gumam Elang.
"Kenapa begitu,janji harus di tepati sayang"Rere menasihati Elang.
"Baiklah,tapi setelah itu aku akan memakanmu" ucap Elang.
Kapal sudah bersandar dengan sempurna,Elang mengajak Rere turun.Harun sudah menunggu mereka di sana.
"Harun kita langsung pulang ke rumah" perintah Elang setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Baik Tuan" jawab Harun.
Harun mengemudikan mobilnya keluar dari area pelabuhan dan langsung menuju ke arah rumah majikannya.Rere sudah tidak tahan menahan kantuknya,dia tertidur sambil bersandar di bahu Elang.
"Sepertinya dia benar-benar lelah" gumam Elang sambil membelai rambut Rere dan mengecup keningnya kemudian Elang menarik tubuh Rere ke dalam pelukannya.
__ADS_1