
Elang keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk mencari Rere.
"Sayang kamu dimana..." teriak Elang sambil celingukan.
"Nona ada di taman belakang Tuan" kata Diah dari arah dapur.
"Kamu ih gak sopan,masa ngomong sama Si Bos pake teriak begitu" tegur Nia.
"Biarin ajalah,yang penting dia denger" sahut Diah cuek.
Tap tap tap
Bunyi langkah kaki memasuki dapur.
"Loh kok kalian masak,emang kalian gak mau ikut pergi?"tanya Elang.
"Pergi kemana Tuan?" tanya Diah dan Nia bersamaan.
"Bukannya minggu ini jadwal kita jalan-jalan ya?" Elang balik bertanya.
"Minggu depan Tuan bukan minggu ini" jawab Nia.
"Oh benarkah,aku kira minggu ini" kata Elang.
"Minggu depan" kata Nia menegaskan.
"Berarti kalian belum gajian ya?" tanya Elang.
"Belum Tuan" jawab Diah dan Nia dengan kompak.
"Kasihan amat ck...ck...ck" ucap Elang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu keluar dari dapur dan berjalan ke arah Rere yang sedang duduk di gazebo.
"Dasar Bos somplak" maki Diah.
Diah dan Nia melanjutkan lagi tugasnya.
"Sayang...kalian fi sini ternyata" kata Elang.
"Hai sayang...Sudah bangun" kata Rere.
"Sudah tampan juga dong sayang" seloroh Elang.
"Kiandra mana?" tanya Elang,karena disitu cuma ada Revan dan Winara.
"Tadi dia pup,jadi Romlah membawanya ke kamar untuk di bersihkan" jawab Rere.
"Minggu depan David dan Sari pulang,tadi David menelponku" tutur Elang.
"Benarkah,apa pekerjaannya di sana sudah selesai?" tanya Rere.
"Katanya sih sudah" jawab Elang.
"Oya sayang,rumah peninggalan orang tua David di ambil oleh keluarga besarnya trus David dan Sari juga tidak mungkin tinggal di apartemen.Aku berencana membelikan mereka rumah sebagai hadiah pernikahan mereka,bagaimana menurutmu?" Elang meminta saran pada Rere.
"Lakukan yang menurutmu baik sayang,aku mendukungmu" jawab Rere.
"Masuk yuk udah mulai panas nih" ajak Elang.
Rere mengangguk.
"Sayang udah yuk mainnya,udah panas nih" kata Rere pada Revan.
"Baik Mommy" kata Revan yang langsung mengemasi mainannya dan memasukannya ke dalam box.
"Ayo" kata Rere sambil mengulurkan tangannya.
"Mommy siang ini Mbak Diah masak apa?" tanya Revan sambil menggandeng tangan Rere.
"Masak sup ayam sama sambel tomat trus sama apa lagi ya?" Rere mengetuk-ketukkan telunjuknya di kening,seolah sedang berfikir.
"Goreng sosis sama telur" tebak Revan.
"Nah itu dia,kenapa Mommy bisa lupa ya.Eh tapi ada satu lagi yang belum Revan sebutin" kata Rere.
"Bakwan jagung" seru Revan.
"Pintar" kata Rere sambil mengacak rambut Revan.
Rere masuk ke dapur lalu berbisik pada Diah.
"Mommy kok bisik-bisik sih" kata Revan.
"Revan ikut Daddy ke kamar ya,Mommy ada perlu sama Mbak Diah.Nanti kalo makanannya sudah siap Mommy akan memanggil Revan" kata Rere.
__ADS_1
"Oke Mommy" jawab Revan sambil mengangkat ibu jarinya lalu berlari meninggalkan dapur.
"Masih ada gak stok sosis Revan?" tanya Rere.
"Sosis habis Non,yang ada tinggal nugget sama bakso ikan" jawab Diah.
"Waduh gimana dong,dia minta goreng sosis lagi" kata Rere.
"Oh atau aku ajak Elang keluar sebentar,kalian lanjut masaknya ya" kata Rere lalu pergi meninggalkan dapur.
"Sayang..." teriak Rere dari bawah tangga.
"Yuhuuu...ada apa sih teriak-teriak.Bukannya naik ke atas" kata Elang sambil melangkah menuruni tangga.
"Revan mana?" tanya Rere.
"Di kamarnya lagi main sama si kembar.Ada apa?" tanya Elang.
"Anterin ke mini market depan yuk,stok sosis punya Revan habis" jawab Rere.
"Oh ya sudah..ayo" kata Elang lalu hendak mengambil kunci mobilnya.
"Pake ini aja" kata Rere sambil menunjukkan kunci motor di tangannya.
"Pake motor kecil itu?" tanya Elang.
"Iya biar cepet,ayo"kata Rere sambil menarik tangan Elang menuju ke garasi.
Elang mengeluarkan motor matic yang dulu dia beli saat Rere sedang hamil si kembar.
"Ayo naik" kata Elang.
Rere naik ke motor dan duduk di belakan Elang.
"Mommy ikut" teriak Revan sambil berlari menghampiri Rere dan Elang.
"Sini berdiri di depan Daddy" kata Elang.
Revan pun menuruti perkataan Elang.
"Melihat kalian naik motor begini kalian terlihat seperti Ayah yang sedang membawa kedua anaknya" celetuk Pak Harun.
"Sialan kamu Harun" umpat Elang yang langsung mengendarai motornya.
Pak Harun tertawa mendengar umpatan Elang.
Revan bernyanyi sepanjang jalan,wajahnya terlihat sangat bahagia.Dia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
"Lihatlah dia terlihat sangat bahagia sekali" kata Rere yang meletakkan dagunya di pundak Elang.
"Itu semua karena kamu sayang" kata Elang lalu mencium pipi Rere.
"Hati-hati sayang,nanti kita jatuh" kata Rere.
"Tenang saja,aku ahli dalam mengendarai motor" kata Elang dengan bangga.
Mereka sudah sampai di mini market yang tidak jauh dari rumah mereka.
Rere mengajak Revan turun lalu menggandeng tangan Revan dan masuk ke dalam mini market.Sementara Elang tetap duduk di atas motornya.
"Permisi Bang,saya mau ambil motor" kata seorang anak laki-laki.
Kalo di lihat dari wajah dan tubuhnya dia masih berusia di bawah dua puluh tahun.Anak itu berdua dengan wanita paruh baya.
"Silahkan" kata Elang.
"Ini Nak uang parkirnya" kata wanita itu sambil menyerahkan uang pecahan dua ribuan pada Elang.
Elang menganga,dia terkejut saat ibu itu membayar uang parkir motor padanya.
"Terima kasih" ucap Elang sambil mengambil uang itu.
Lalu orang itupun pergi.
"Gila,aku yang tampan dan gagah begini di kira tukang parkir.Emang tampangku mirip tukang parkir ya" kata Elang sambil berkaca di kaca motornya.
"Masih ganteng kok,masih cool" gumam Elang.
"Kamu ngapain ngaca sambil ngoceh sendiri sayang? Kayak orang gila aja" tegur Rere.
"Udah selesai belanjanya?" tanya Elang.
"Sudah" jawab Rere.
__ADS_1
"Kamu tau gak tadi ada ibu-ibu kasih aku uang dua ribu untuk bayar parkir motornya,gila gak sih?" kata Elang.
Rere melihat Elang dari ujung kaki sampai ujung kepala.Elang hanya memakai celana pendek selutut,kaos oblong dan sendal jepit saja.
"Kalo penampilan kamu seperti ini memang mirip tukang parkir sih" kata Rere.
"Emang ada tukang parkir tampan?" tanya Elang.
"Ada" jawab Rere.
Revan naik ke motor begitu juga dengan Rere,setelah itu Elang mulai mengendarai motornya.
"Daddy enak juga jalan-jalan pake motor" oceh Revan.
"Benarkah? Apa Revan suka?" tanya Elang.
Revan menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah,Rere dan Revan turun dari motor dan langsung masuk ke dalam rumah.Elang memasukkan motornya ke garasi baru setelah itu masuk ke rumahnya.
"Diah ini,tolong goreng ya" kata Rere sambil memberikan sosis yang tadi di belinya pada Diah.
Diah mengambil Sosis itu lalu mengangguk.
Revan duduk di kursi yang ada di ruang makan lalu Elang juga duduk di sampingnya.
Makanan sudah terhidang di meja,tinggal menunggu sosis milik Revan saja.
"Nah ini dia sosis milik Revan,ayo makan" kata Rere sambil membawa sepiring sosis yang sudah di goreng.
Rere mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Elang dan Revan baru kemudian Rere mengambil makanan untuk dirinya.Setelah itu mereka langsung makan siang bersama.
"Daddy nanti kita jalan-jalan lagi ya pake motor,ajak Kiandra sama Winara juga" kata Revan di sela-sela makannya.
"Iya sayang" kata Elang sambil mengusap rambut Revan.
"Sepertinya kita harus beli motor yang lebih besar sayang,motor yang bisa kita naiki berlima" kata Rere.
"Nanti aku akan membelinya,kamu tenang saja" kata Elang menanggapi.
Setelah selesai makan Revan dan Elang langsung masuk ke kamarnya.Sedangkan Rere membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya.Setelah itu Rere menyusul suami dan anaknya ke kamar.
"Loh kamu mau kemana sayang?" tanya Rere saat melihat Elang sedang menyiapkan baju dan meletakkannya di kasur.
"Aku mau mengajak Revan pergi memancing" jawab Elang.
"Sebelum pergi shalat dulu ya" kata Rere.
"Iya sayang" kata Elang.
Elang masuk ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu dia keluar dan langsung melaksanakan shalat.Rere tidak shalat karena sedang datang bulan.
"Sepertinya pinggangmu tidak sakit ya pas mau datang bulan ?" tanya Elang.
"Iya sayang" jawab Rere.
Elang mengganti bajunya lalu memakai jaket dan topinya.
"Aku pergi dulu ya,sebelum malam aku sudah kembali" kata Elang.
Rere mengangguk saja.
Cup
Elang mengecup kening Rere lalu melangkah keluar kamar.
Ceklek
Elang membuka pintu kamar anaknya untuk memanggil Revan.
"Revan mana?" tanya Elang pada Romlah.
"Sudah turun ke bawah Tuan" jawab Romlah.
Elang kembali menutup pintu lalu berjalan menuruni tangga,Revan sudah duduk di ruang tamu dan sudah memakai jaket beserta topinya.
"Kita mau mancing ikan apa Daddy?" tanya Revan.
"Ikan nila" jawab Elang.
"Hemmm enaknya...nanti kalo dapat ikannya kita bakar ya" kata Revan.
"Iya sayang,ayo kita berangkat.Pak Harun sudah menunggu kita" kata Elang.
__ADS_1
Revan mengikuti langkah Elang yang berjalan keluar dari rumah.Harun sudah berada di dalam mobil.Setelah Elang dan Revan masuk ke mobil Pak Harun langsung mengemudikan mobilnya menuju kolam pemancingan.