
Yura merasa bosan menunggu Satria yang tidak kunjung pulang.Yura pun menggerutu sambil mengunyah cemilan di mulutnya.Sudah satu jam lebih sejak Satria pergi,tapi sampai sekarang belum juga kembali.Padahal,jarak dari rumah mereka ke rumah Orang tuanya tidaklah terlalu jauh.
" Kak Satria kemana sih,lama banget.Main catur kali ya,sama Ayah" oceh Yura.
Tidak lama kemudian,terdengar deru mesin mendekat dan Satria pun muncul.
" Homegot,itu mulut kenapa dimonyong-monyongin begitu cintaku" goda Satria saat melihat Yura memasang wajah cemberutnya.
" Kakak kemana aja sih,lama banget?" tanya Yura.
" Kakak tadi ngobrol dulu sama Kenzi,jadi lupa waktu deh.Maaf ya" ucap Satria.
" Kak Kenzi sama Kak Yuna juga?" tanya Yura lagi dan Satria pun mengangguk.
Satria berjalan menuju dapur,Yura mengikutinya dari belakang.
" Apaan itu Kak?" tanya Yura.
" Ikan,ayam dan sayur-sayuran titipan Ambu" jawab Satria.
Satria memasukkan ikan dan ayam ke freezer dan sayuran ke kulkas bagian bawah.
" Kira-kira kak Yuna lama gak ya di sini?" tanya Yura lagi.
" Kakak juga gak tau,emangnya kenapa sih?" Satria balik bertanya.
" Besok kita kan mau pergi ke rumah Mama kak,gak mungkin kita batalin janji,kasian Mama" jawab Yura.
" Iya juga ya,atau gini aja,kita pergi ke rumah Mama agak siangan,paginya kita pergi ke rumah Yuna,sepulang dari sana baru kita pergi ke rumah Mama" usul Satria.
" Boleh deh" kata Yura.
__ADS_1
Yura mematikan TV yang ada di ruang tengah,lalu Yura dan Satria pun masuk ke kamarnya.
" Kenzi tadi bilang sama Kakak,kalo Yuna hamil bayi kembar" tutur Satria.
" Serius kak?" Wah senangnya.Ayah dan Bunda pasti bahagia,karena akan mendapat cucu tiga sekaligus dalam waktu bersamaan" ujar Yura.
" Walau hidupnya terlihat lebih susah dari kita,tapi lihatlah mereka tidak pernah mengeluh sedikit pun.Hasil panennya berlimpah ruah dan sekarang kak Yuna juga sedang hamil anak kembar.Sungguh Tuhan begitu sangat adil.Dia tidak memberi kebahagian dalam bentuk uang dan harta,tapi kebahagiaan dalam bentuk lain" tutur Satria.
" Karena rezeki itu bukan hanya uang.Suami yang baik,keluarga yang lengkap dan sayang pada kita, kesehatan dan lingkungan yang baik juga merupakan rezeki yang harus kita syukuri.Sebanyak apapun uang yang kita miliki,kalo kita tidak bersyukur,kita tidak akan pernah merasa puas dan bahagia.Yang ada,kita malah semakin tersiksa dan tertekan" kata Yura.
...----------------...
Yura sudah bersiap,pagi ini dia akan berkunjung ke rumah Yuna.
" Kita beli makanan untuk sarapan ya,Yura pengen banget sarapan bareng sama kak Yuna" pinta Yura.
" Iya sayang,nanti sekalian kita beli sesuatu untuk oleh-oleh.Mereka akan kembali siang ini" kata Satria.
Yura dan Satria pergi ke rumah Yuna,mereka tidak lupa membeli sarapan dan juga oleh-oleh untuk saudaranya itu.
" Hanya kebetulan kak.Nyatanya banyak anak yang terlahir kembar,tapi jalan hidupnya berbeda dan gak harus sama" jawab Yura.
" Kebetulan yang luar biasa" ujar Satria.
Tit tit tiiiiit...
Satria memencet klakson,karena pagar rumah Yuna masih terkunci.Rumah Yuna dan Kenzi tidak ada satpam atau pun penjaga,yang ada hanya orang yang bertugas membersihkan rumahnya dan itu pun hanya datang dua kali dalam seminggu.
Kenzi keluar dari rumahnya dan berjalan menuju pagar.Setelah pintu pagar terbuka,Satria pun mengemudikan mobilnya secara perlahan menuju rumah Kenzi.Yuna sudah berdiri di teras untuk menyambut kedatangan adiknya.
" Kakak" seru Yura lalu mencium pipi kiri dan kanan Yuna.
__ADS_1
Niat hati ingin berpelukan,namun apa daya perut yang sama-sama besar menghalangi niat mereka.
" Sarapan bareng yuk,adek kangen sarapan bareng sama kakak" ajak Yura.
Yuna menggandeng tangan Yura menuju meja makan,sementara Satria dan Kenzi memindahkan barang-barang yang tadi dibawa oleh Satria ke mobil Kenzi.Satria membeli banyak kue kering atau biskuit,gula,kopi dan juga barang-barang lainnya.
" Ini untuk Ambu dan para pekerja" alasan Satria,karena Yuna dan Kenzi selalu menolak jika itu untuk mereka.
Setelah semua beres,mereka pun menyusul Yuna dan Yura ke ruang makan.
" Kapan balik ke rumah Ambu,kak?" tanya Yura disela-sela sarapannya.
" Kemungkinan besok atau lusa,masih ada sesuatu yang harus kakak kerjakan di sini" jawab Yuna.
" Besok siang kita kumpul di rumah Bunda ya" pinta Yura.
" Loh,kenapa harus besok?" Kenapa gak malam ini aja?" tanya Yuna.
" Malam ini Yura gak bisa kak,Yura udah janji sama Mama,kalo malam ini kami mau menginap di sana" jawab Yura.
" Oh iya,gimana kabar Mama,Papa juga Raisa?" tanya Kenzi.
" Mereka semua baik-baik saja,kebetulan hari ini Raisa pulang jadi Mama meminta kami untuk datang dan menginap" jawab Satria.
" Sampaikan salam kami pada mereka" ucap Kenzi dan Satria pun mengangguk.
Selesai sarapan,Yuna dan Yura menuju halaman belakang dan duduk di gazebo.Sedangkan Kenzi dan Satria memilih teras samping untuk tempat mereka ngobrol.
Yuna dan Yura terlihat sangat bahagia,mereka bercerita tentang apa yang mereka alami selama mereka berpisah.Sesekali terdengar gelak tawa dari keduanya.
" Yank,udah siang.Mama udah telpon terus nih,nanyain kita jadi gak kesana" kata Satria.
__ADS_1
" Ya udah,buruan berangkat.Kasihan Mama harus menunggu lama" kata Yuna.
Yura dan Satria pun berpamitan,setelah itu barulah mereka pergi ke rumah orang tua Satria.Yura dan Satria mengunjungi orang tuanya sebulan sekali atau disaat Satria sedang tidak terlalu sibuk.Jarak rumah orang tua Satria tidaklah terlalu jauh,tapi karena kesibukan masing-masing dan orang tua Satria pun sering keluar kota,mereka hanya sesekali berkunjung.