Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 43


__ADS_3

di kota B


prangg


sinta memecahkan gelas yang ada di tangannya.


"anak sialan,bisa-bisanya dia melarikan diri"


"aku yakin dia menemui bos tempat rere bekerja",kata laki-laki berkumis tebal dan rambut yang sudah memutih.


"tidak mungkin,anak buah bondan bilang rere sudah tidak bekerja disana"


"maksud kamu apa sinta"


"semenjak anak buah ku ketahuan mengincar rere,keluarga alberto memecat rere.dia tidak mau menerima pekerja yang bermasalah"


"apa kamu yakin sinta"


"apa juragan eman meragukan anak buahku"


"hahaa tentu saja tidak,aku sudah sering mendengar kehebatan dari kelompok anaconda,bahkan para petinggi di kota ini sering memakai jasanya"


"bagaimana dengan syntia,apa kau sudah mengetahui keberadaannya",tanya juragan eman lagi.


"syntia hilang bagai di telan bumi.semua harta yang seharusnya jadi milikku di bekukan oleh pengadilan"


"sebenarnya apa masalah kalian,bukankah kamu sudah mendapatkan harta dari mendiang ibumu"


"kamu tidak perlu tau juragan,yang harus kamu lakukan sekarang adalah mencari rima sampai ketemu.anak itu bisa saja membocorkan rencanaku"


"baiklah,aku pulang dulu.karena besok aku harus ke kota J"


"mau apa juragan ke kota J"


"bukan urusanmu",


juragan eman keluar dari rumah sinta dan pulang kerumahnya.


di kota J


elang memarkirkan mobilnya di depan rumah dia keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah.


"assalamualaikum,sayang aku pulang",teriak elang.

__ADS_1


"wa'alaikum salam,nak elang sudah pulang.rere sedang tidur di kamar",jawab mbok surti.


"baiklah mbok,elang ke kamar dulu"


"oya nak tadi ada seorang gadis datang kemari mencari rere,tapi mbok tidak mengizinkan dia masuk"


"elang sudah bertemu dengannya,mbok jangan khawatir"


elang menaiki tangga menuju kamarnya.di bukanya pintu kamar dengan perlahan.dia melihat rere tidur memeluk gulingnya.


"uh ingin sekali aku menggantikan bantal guling itu",gumam elang


dia meletakkan tas kerjanya di meja yang ada di samping tempat tidur.elang membuka bajunya dan hanya menyisakan celana pendek selutut.perlahan dia naik ke kasurnya dan membuang bantal guling yang sedang di peluk rere.


"sepertinya kamu sangat kelelahan sayang,sampai-sampai aku ganggupun kamu tidak terbangun",gumam elang sambil memandangi wajah gadis yang sudah dua bulan ini di nikahinya.


elang membelai rambut rere dan menyelipkannya di belakang telinga.elang mengecup kening rere dengan lembut.


rere membuka matanya.


"sudah pulang sayang,apa ini sudah sore",tanya rere.


"ini baru jam dua sayang,tidurlah lagi"


"jam dua?tapi kenapa kamu sudah pulang"


"tentu saja boleh,kamu boleh pulang kapan pun kamu mau",ucal rere sambil tersenyum.


"senyumlah hanya untukku saja",kata elang sambil mengecup bibir rere.


"tidurmu tadi nyenyak sekali,apa kamu lelah sayang",tanya elang.


"kepalaku tadi sedikit pusing,mbok surti memberiku obat.mungkin efek obat itu yang membuatku mengantuk"


"kamu sakit sayang,ayo ke dokter",kata elang panik.


"aku tidak apa-apa,tidur di pelukanmu bisa buatku sembuh",kata rere.


elang menarik rere ke dalam pelukannya.


"ternyata istriku sekarang sudah pintar menggombal"


"apa salahnya aku menggombal pada suamiku sendiri"

__ADS_1


"ya..hanya untukku.jangan untuk yang lain",kata elang


rere memejamkan matanya kembali.dia masih merasakan kantuk,mungkin efek dari obat yang di minumnya tadi.elangpun mulai memejamkan matanya.dia memeluk erat tubuh mungil rere.seolah dia takut rere akan pergi meninggalkanya.


kriiing....


ponsel elang berdering.


elang mengucek matanya dan melihat ke arah jam yang ada di dinding kamar.sudah jam empat sore.rere tidak ada di sampingnya.elang mengambil ponselnya yang di letakkan di meja samping tempat tidur.


"hallo rendi,ada apa"


kata elang setelah tau rendi yang menelponnya.


"hallo bos,bondan besok akan mengawal juragan eman ke kota ini.dan anak buah bondan sedang mencari gadis yang bernama rima"


"baiklah,terima kasih informasinya"


elang mematikan ponselnya,lalu masuk ke kamar mandi.selesai mandi elang memakai baju santainya.


elang melihat pintu kearah balkon terbuka.elang berjalan ke arah balkon,ternyata rere ada disana berdiri sambil memegang pagar pembatas.


"apa yang sedang kamu lihat sayang"


elang memeluk rere dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu rere.


"tidak ada,aku hanya ingin menghirup udara segar.lagipula pemandangan di bawah terlihat indah di lihat dari sini"


"benarkah,adakah pemandangan indah selain diriku sayang"


"keindahanmu hanya aku yang boleh melihatnya,sedangkan yang di luar sana siapapun bisa melihat"


"lama-lama aku bisa diabetes sayang mendengar gombalan manismu setiap hari"


elang dan rere tertawa bersamaan.


"bersiaplah,aku akan mengajakmu keluar.aku tunggu di bawah"


kata elang sambil melepaskan pelukannya lalu keluar dari kamarnya.sedangkan rere masuk ke dalam kamar mandi untuk mempersiapkan diri.


selesai mandi dan berpakaian,rere shalat ashar.setelah itu dia baru menemui elang di ruang keluarga.


"memangnya kita mau kemana sayang",tanya rere.

__ADS_1


"menemui seseorang,ayo jalan.nanti keburu malam"


elang menggandeng tangan istrinya sampai ke mobil dan membukakan pintu.rere masuk ke dalam mobil dan elang duduk di sampingnya.kali ini supir yang mengemudi.mobil melaju dengan kecepatan sedang.rere belum tau kemana elang akan membawanya.


__ADS_2