Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 67


__ADS_3

Elang,Rere dan kawan-kawan asyik mengobrol di ruang kerja Elang.Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Masuk" teriak Elang.


Ceklek...Neti masuk ke dalam ruang kerja bosnya itu.


"Maaf Tuan dan nona,di luar ada seorang gadis yang mencari nona Rere" ucap Neti.


"Suruh masuk aja mbak Neti" kata Rere.


"Baik nona,kalo gitu saya permisi" kata Neti.


"Siapa yang datang sayang?" tanya Elang.


"Aku mengundang Rima untuk datang kesini sayang,aku ingin mengajaknya jalan-jalan.Bolehkan?" tanya Rere.


Belum sempat Elang menjawab pertanyaan Rere,Rima masuk keruangan itu.


"Selamat siang semuanya" sapa Rima.


"Selamat siang Rima,ayo duduk" kata Rere.


Rima duduk di sofa yang masih kosong kebetulan tepat di samping Edo.


"Bagaimana kabarmu dan Om Irfan,Rima?" tanya Elang menghangatkan suasana.


"Alhamdulillah kami semua baik Tuan" jawab Rima.


"Santai saja Rima,bukankah sekarang kita saudara" kata Elang.


" hmmmm...bagaimana kalo kita makan siang bersama,kebetulan ini sudah jam makan siang dan aku tahu dimana tempat makan yang enak" ajak Silvy.


"Wah...betul tu kata mbak Silvy.Kebetulan aku sudah lapar" kata Rere.


"Bagaimana Rima,apa kamu mau ikut?" tanya Silvy.


"Boleh deh mbak" jawab Rima.


"Tapi maaf ya guys,mobilku hanya cukup untuk dua orang.Jadi kalian gak bisa numpang" kata Wildan sambil mengedipkan matanya kearah Elang.


"Iya juga ya,aku tadi kemari bawa mobil yang sama sepertimu Wil. Ah apa kamu bawa mobilmu Do?" tanya Elang pada Edo.


"Aku membawanya,Biar Rima bersamaku saja" jawab Edo.


Mereka keluar dari ruang kerja Elang dan langsung menuju mobil masing-masing.Mereka pergi ke restoran yang di sarankan oleh Silvy.Elang bersama rere,Silvy bersama wildan dan Edo bersama Rima.


"Rima,apa urusanmu dengan juragan Eman sudah siap?" tanya Edo mencairkan suasana yang tegang.


"Sudah Tuan" jawab Rima singkat.


"Panggil Edo saja Rima,aku bukan tuanmu" kata Edo.


"Aku panggil kak saja boleh?" tanya Rima.


"Kedengarannya bagus,boleh deh" jawab Edo sambil tersenyum.


Degh


Jantung Rima berdebar melihat senyum Edo.Dia cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Rima boleh aku minta nomor ponselmu?" kata Edo sambil menyodorkan ponselnya ke arah Rima.


Rima memandang wajah Edo,dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Apa kak?" tanya Rima untuk memastikan pendengarannya.


Edo menepikan mobilnya dan berhenti.Edo memutar posisi duduknya dan menghadap ke arah Rima.


"Boleh aku meminta nomor ponselmu Rima" Edo mengulangi pertanyaannya.


"Bo...boleh kak" jawab Rima terbata.


Rima mengambil ponsel Edo dan mengetikkan nomor ponselnya.


"Sudah kak" kata Rima sambil mengembalikan ponsel milik Edo.


Edo kembali mengemudikan mobilnya,dia pergi ke arah yang berbeda dengan Elang dan Wildan.


"Loh kak,ini bukan arah yang sama dengan mereka" kata Rima.


"Kamu tenang saja,aku punya Tempat yang lebih indah.Kamu jangan takut aku akan menculikmu" tutur Edo.


"Kalo penculiknya setampan ini sih aku mau jadi sanderanya" gumam Rima lirih.


"Kamu mengatakan sesuatu Rima?" tanya Edo.


"Eh...tidak kak,aku tidak ngomong apa-apa" jawab Rima.

__ADS_1


Tidak lama mobil yang mereka tumpangi memasuki jalan tanah yang sedikit berlubang.


"Kita mau kemana kak,nanti kalo Rere mencari kita bagaimana?" tanya Rima.


"Aku sudah mengirim pesan singkat pada Elang,kamu tenang saja.Sebentar lagi kita sampai" jawab Edo.


Rima mendengar deru ombak dari kejauhan.Dia melihat ke arah Edo.


"Apa kita ke pantai?" tanya Rima.


Edo tidak menjawab pertanyaan Rima.Dia membelokkan mobilnya ke jalan setapak yang berpasir.Tidak lama mereka berhenti di sebuah rumah minimalis berlantai dua yang terlihat sangat terawat.


"Wah...kak indah sekali" kata Rima sambil keluar dari mobil Edo.


Edo berlari untuk mengejar Rima yang sudah lebih dulu mendekati bibir pantai.


"Kamu suka Rima?" tanya Edo setelah berada di samping Rima.


"Sangat suka kak, bagaimana kakak tau kalo aku suka pantai?" tanya Rima.


"Aku hanya menebak saja" jawab Edo santai.


"Kamu tidak mau main air?" tanya Edo.


"Aku tidak bawa baju ganti kak,lagipula ini sangat panas" jawab Rima.


"Nanti sore kamu bisa main air,sekarang kita makan siang dulu di rumah itu.Bibi sudah menyiapkannya untuk kita" ajak Edo.


Rima mengikuti Edo menuju rumah yang ada di tepi pantai.Banyak rumah di sekitar pantai itu,tapi jaraknya berjauhan.


"Ini milikmu kak?" tanya Rima.


"Selamat siang Tuan,selamat datang.Sudah lama tuan tidak berkunjung kemari" sapa penjaga rumah itu memotong perkataan Rima.


"Apa sudah siap Parjo?" tanya Edo.


"Sudah tuan,Romlah sudah menyiapkannya.Mari " ajak pelayan yang bernama Parjo.


Edo menarik tangan Rima dan menggandengnya menuju ruang makan.Edo menarik kursi untuk Rima dan menyuruhnya duduk.


"Duduk dan makanlah,aku harap kamu tidak alergi sea food seperti Rere" kata Edo sambil duduk di kursinya.


Romlah menuangkan minuman ke gelas Edo dan Rima.


"Silahkan dinikmati Tuan dan Nona" kata Romlah.


"Apa ibu tadi yang memasaknya?" tanya Rima sambil mengunyah makanannya.


"Namanya romlah,kamu bisa memanggilnya bi Romlah" jawab Edo.


"Apa kamu menyukai masakannya?" tanya Edo.


"Aku sangat menyukainya" jawab Rima.


Bi Surti masak cumi bakar pedas,udang goreng krispi,sambal matah dan tumis kangkung.


Edo yang Rima menyudahi makan siangnya.Edo mengajak Rima untuk beristirahat.


"Ini kamarmu,istirahatlah.Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu di lemari" tunjuk Edo pada lemari yang ada di kamar itu.


"Kakak mau kemana?" tanya Rima saat Edo hendak keluar dari kamar.


"Aku istirahat di kamar sebelah,tapi jika kamu mau aku bisa menemanimu disini" jawab Edo menggoda Rima.


"Eh bukan begitu kak, ya sudah selamat istirahat kak" kata Rima salah tingkah.


Edo menarik ujung bibirnya lalu keluar dari kamar Rima.


"Gadis yang manis" gumam Edo.


Rima mengeluarkan ponselnya dan melihat ada pesan singkat dari Rere.


📱Rere


"Selamat bersenang-senang😊"


Rima tersenyum membaca pesan dari sahabatnya.Kemudian Rima mengirim pesan singkat untuk papanya.


📱Rima


"Pa Nanti Rima pulang telat,Rima di ajak jalan sama kak Edo"


📱papa


"Bersenang-senanglah nak,Edo tadi sudah meminta izin pada papa"


📱Rima

__ADS_1


"Papa mengizinkannya?"


📱Papa


"Tentu saja nak,papa kenal baik dengan Edo.Dia pria yang baik dan bertanggung jawab"


Rima meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di samping tempat tidur.Perlahan dia mulai memejamkan matanya yang mulai terasa berat.Tidak lama diapun tertidur dengan nyenyak.


Di ruang tamu Edo sedang duduk bersama Parjo dan Romlah.Suami istri itu yang bekerja membersihkan dan menjaga rumah milik Edo yang ada di tepi pantai.


"Apakah non Rima calon istri tuan?" tanya Parjo.


"Apakah terlihat seperti itu?" tanya Edo balik bertanya.


"Tuan sangat tampan dan nona juga sangat cantik,kalian cocok" Bi Romlah berkomentar.


"Benarkah bik,tapi aku tidak tau dia menyukaiku atau tidak" kata Edo lesu.


"Kalo di lihat dari sikapnya,sepertinya nona menyukai Tuan" ucap Parjo.


"Semoga saja" doa Edo.


"Tuan orang baik,pasti nona membalas cinta tuan" kata Bi Romlah.


"Bi Romlah bisa aja,pantesan Parjo klepek-klepek sama Bi Romlah" kata Edo sambil tertawa diikuti oleh Parjo dan Romlah.


"Sudah jam lima sore,Edo mau mengajak Rima ke pantai dulu ya" kata Edo sambil bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar tempat Rima beristirahat.


Tok tok tok


Edo mengetuk pintu kamar Rima.


Ceklek... Rima membuka pintu kamarnya.


"Kak Edo,apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Rima.


"Kamu sudah rapi,ayo kita ke pantai.Sebentar lagi matahari terbenam,dan itu sangat indah.Kamu harus melihatnya" ajak Edo tanpa menjawab pertanyaan Rima.


"Tapi kak ini sudah sore,aku takut papa menunggu ku" kata Rima.


"Kita menginap malam ini.Aku sudah meminta izin pada papamu dan papa mengizinkannya" tutur Edo.


"Benarkah kak,kok papa gak bilang sama Rima" ucap Rima.


Edo menggandeng tangan Rima dan mengajaknya ke tepi pantai.Edo masuk ke dalam air dan Rima terlihat sangat senang.Rima manyirami Edo pake air kemudian dia berlari menjauhi Edo.


"Hei...tunggu.Kamu mau bermain-main denganku ya" kata Edo sambil mengejar Rima.


Edo berhasil menangkap Rima,karena tubuhnya tidak seimbang akhirnya mereka jatuh kedalam air.


Byur


Edo menatap wajah Rima yang berada di bawah tubuhnya.Edo mendekatkan wajahnya ke wajah Rima.


Cup


Edo mencium bibir Rima kemudian bangkit dan duduk di tepi pantai.Rima menundukkan wajahnya karena malu.


ehmmm...Edo berdehem untuk menetralkan suaranya.


"Duduklah disampingku dan lihatlah,indah bukan?" kata Edo sambil menunjuk matahari yang mulai terbenam.


Rima mendudukkan tubuhnya di samping Edo dan tanpa sadar dia menyandarkan kepalanya di bahu Edo.


"Apa kamu sering kesini bersama kekasihmu kak?" tanya Rima.


"Kamu gadis pertama yang aku bawa kemari" jawab Edo.


Rima mengangkat kepalanya dan menatap mata Edo dengan tajam,tidak ada kebohongan disana.


"Benarkah?" tanya Rima sambil kembali melihat sunset di depannya.


"Aku tidak pernah punya kekasih,biasanya aku datang kesini bersama Elang.Tapi itu sudah lama sekali" tutur Edo.


"Apa kamu mau jadi kekasihku Rima?" tanya Edo kemudian.


Rima terkejut mendengar pertanyaan Edo,dia menundukkan kepalanya.Hari sudah mulai gelap karena matahari sudah kembali keperaduannya.


"Aku tidak pantas untukmu kak,aku seorang janda sedangkan kakak masih singel" jawab Rima lirih.


"Apakah kamu mau jadi kekasihku Rima,menikah denganku,menjadi belahan jiwaku,manjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Edo.


"Aku tidak peduli apapun itu statusmu,aku mencintaimu Rima" kata Edo lagi.


"Se...sejak kapan kakak menyukaiku?" tanya Rima.


"Sejak pertama kita bertemu di rumah Elang,saat kamu datang dalam keadaan yang berantakan,saat kita sering bersama dan membantu masalah Rere" jawab Edo.

__ADS_1


Rima meneteskan airmatanya,antara haru dan bahagia.Edo mengusap air mata Rima pake jarinya kemudian dia memberanikan diri memeluk Rima dan Rima tidak menolaknya.


__ADS_2