Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 109


__ADS_3

Malam telah tiba,setelah selesai shalat isya semua berkumpul di halaman belakang rumah yang langsung menuju pantai.Sari sudah menyiapkan bahan untuk di bakar malam ini.


"Kamu alergi cumi-cumi gak sayang?" tanya Elang saat melihat ada cumi -cumi di mangkuk.


"Aku cuma alergi udang saja sayang" jawab Rere.


Sari dan Romlah mulai membakar Cumi-cumi,ikan nila dan daging ayam,Diah mendapat jatah bikin sambal,Rianti dapat jatah masak nasi dan Nia dapet jatah menjaga Revan yang sibuk berlari kesana kemari.


"Sayang coba kamu telpon Edo dan tanyakan padanya Rima sakit apa,Aku khawatir" kata Rere.


"Aku sudah menelponya tadi sore,Edo bilang maag Rima kambuh" kata Elang.


"Jangan-jangan Rima hamil sayang,kayak aku dulu" kata Elang.


"Dokter sudah memeriksanya dan Rima tidak hamil sayang" kata Elang lagi.


"Mungkin Rima stres karena terlalu memikirkan kenapa dia belum juga hamil"tutur Rere.


"Bukankah kalian waktu itu sudah pergi kedokter,bagaimana hasilnya?" tanya Elang.


"Dokter bilang sih gak ada masalah sayang,cuma karena waktu Rima masih sama Juragan Eman dulu Rima pernah minum pil penunda kehamilan kata Dokter itu bisa jadi penyebab Rima susah hamil" tutur Rere.


"Semoga saja Rima cepat hamil" doa Elang.


"Aamiin" ucap Rere.


Rere beranjak dari duduknya"Aku lihat Kiandra sama Queenara dulu sayang,siapa tau aja mereka terbangun" kata Rere.


"Hemmmm" Elang mendehem saja.


Rere melangkah menuju rumahnya,setelah itu dia masuk ke kamar Baby twins.


"Mereka tidur sangat nyenyak sekali" gumam Rere lalu mencium pipi kedua anaknya.


Rere keluar dari kamar itu lalu kembali bergabung bersama yang lain di halaman belakang.Rere membantu Sari memanggang ikan,setelah semuanya matang Rere membawa hasil panggangan ke tikar.Heru menyusun daun pisang di atas tikar lalu Rianti menuangkan nasi ke daun pisang itu.


"Ayo semuanya duduk kita makan sama-sama" ajak Elang.


"Daddy Kiandra sama Winara mana?" tanya Revan sambil duduk bersila.


"Mereka sudah tidur sayang" jawab Elang.


"Adik kembar selalu tidur,kapan dia bangun dan bermain sama Revan"celetuk Revan.


"Nanti kalo Adik kembar sudah besar pasti Adik kembar main sama Revan" kata Rere.


Setelah menyusun hasil panggangan dan sambal di atas daun pisang mereka pun mulai makan.Revan dengan sangat lahap menyantap makanannya.


Huh huh huh


Revan meniup cumi yang ada di tangannya.


"Mbak Sari tolong ambilkan kecap,sambelnya terlalu pedas" kata Revan sambil mengibaskan tangannya di depan mulutnya.


"Tunggu sebentar ya" kata Sari.


"Minum dulu nak" kata Rere sambil memberi air minum pada Revan.


"Terima kasih Mommy" ucap Revan sambil meminum airnya.


Sari datang lalu memberikan kecap pada Revan,Revan kembali melanjutkan makannya dengan lahap sampe wajahnya belepotan.


Mereka yang ada disitu tertawa melihat wajah Revan yang lucu.


"Mommy Revan sudah kenyang" kata Revan sambil mengelus perutnya.


"Alhamdulillah" ucap Rere.


"Cuci tangan dan mulutnya di kran itu" kata Rere.


"Nanti Mommy,perut Revan berat" kata Revan.


Hahaha


Semua yang ada disitu tertawa melihat tingkah Revan.


Setelah semua selesai makan Sari dan teman-temannya mengemasi bekas makan mereka.


"Revan mana?"tanya Elang saat melihat Revan tidak bersama mereka.


"Mommy Winara nangis" teriak Revan dari dalam rumah.


Rere dan Elang langsung bangkit dari duduknya dan langsung berlari ke kamar Baby twins.


Revan berdiri di samping box Baby twins sambil mengelus-elus paha Queenara.


"Revan kenapa tidak pakai baju?" tanya Elang saat melihat Revan hanya memakai ****** ***** dan singlet saja.


"Tadi Revan cuci muka trus mau ganti baju,tapi belum sempat Revan pake baju Winara sudah nangis" tutur Revan.


"Revan sudah besar sekarang,sudah bisa jaga adik kembar" kata Elang lalu memeluk Revan.


"Revan akan selalu jaga adik kembar" oceh Revan.


Rere mengambilkan baju untuk Revan lalu memakaikannya.


"Revan bobok ya,sudah malam.Besok baru main lagi" kata Rere.


"Iya Mommy" kata Revan lalu mencium pipi Rere.


"Selamat malam Mommy,selamat malam Daddy" ucap Revan lalu keluar dari kamar Baby twins dan masuk ke kamarnya yang berada di samping kamar Baby twins.


"Dia melupakanku sayang" kata Elang.


Rere mengkerutkan keningnya tidak mengerti maksud Elang.

__ADS_1


"Kamu lihat dia hanya menciummu saja tapi tidak menciumku" tutur Elang.


"Kasihan,sini Mommy cium Daddy" kata Rere.


Cup


Rere mencium pipi Elang.


"Selamat malam Daddy" ucap Rere lalu keluar dari kamar itu dan berjalan menuju ke halaman belakang.


"Kalo sudah beres semuanya,kalian boleh istirahat" kata Rere.


Rere kembali masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya,Elang sudah berada di dalam kamar.Rere berganti pakaian lalu naik ke kasurnya dan duduk disamping Elang.


"Sayang pulang dari sini kita ke tempat Mbak Silvy ya" kata Rere.


Elang menoleh ke arah istrinya lalu memiringkan tubuhnya dan menyangga kepalanya menggunakan satu tangan.


"Untuk apa kita mengunjunginya?" tanya Elang.


"Sekedar melihat keadaannya sayang,kan tidak ada salahnya" jawab Rere.


"Kita tidak perlu mengunjunginya,buang-buang waktu saja" kata Elang.


"Sayang,walau bagaimana pun kita harus mengunjunginya.Tidakkah kamu kasihan padanya? Dia tidak punya keluarga disini,dan Sinta juga sudah meninggal.Kita datang sebagai teman" tutur Rere.


Elang memandang wajah istrinya itu.


"Hatimu terbuat dari apa sayang,sehingga kamu masih tetap bisa bersikap baik terhadap orang yang ingin menghancurkanmu,orang yang sudah berniat merebut kebahagiaanmu,dia bahkan mencoba untuk membunuhmu" kata Elang.


"Sesama manusia kita harus saling memaafkan sayang,kita tidak boleh punya rasa dendam.Itu tidak baik,apalagi ada Revan bersama kita.Hubungan darah tidak akan pernah bisa kita putuskan sayang,begitu juga Silvy dengan Revan.Mau bagaimanapun Silvy tetap ibu kandung dari Revan" tutur Rere.


"Hemmm...terserah kamu saja sayang"kata Elang.


"Kita harus siap melepaskan Revan jika besar nanti dia lebih memilih Silvy dari pada kita" ucap Rere lirih.


"Ya harus bagaimana lagi sayang,yang terpenting sekarang kita besarkan dan rawat dia sesuai dengan kemampuan kita" kata Elang.


Rere merebahkan tubuhnya di samping Elang lalu memeluk Elang dengan Erat.


"Jangan menggodaku sayang,aku takut kamu tidak bisa berjalan besok" kata Elang sambil menyeringai.


"Tadi siang kan sudah,kamu lupa apa yang di bilang sama Dokter kalo kamu gak boleh sering-sering melakukannya" tutur Rere beralasan.


"Emang Dokter ada bilang begitu,kapan?" tanya Elang.


"Kamu lupa sayang,sudahlah cepat tidur.Besok kamu harus mengajakku keliling kota ini" kata Rere.


"Baiklah sayang,malam ini aku tidak akan mengganggumu tapi aku tidak janji bisa menahannya besok malam" kata Elang.


Rere dan Elang mulai memejamkan matanya yang memang sudah mengantuk,tidak butuh waktu lama mereka pun sudah tertidur dengan nyenyak.


***


"Sayang kamu belum tidur?" tanya Edo.


"Aku belum ngantuk Kak" jawab Rima.


"Apa kamu sudah meminum obatmu?" tanya Edo sambil membelai rambut Rima.


"Sudah" jawab Rima.


"Jangan terlalu dipikirkan,aku dan keluargaku tidak menuntut kamu untuk cepat-cepat hamil.Bisa sajakan kalo aku yang bermasalah" tutur Edo.


"Aku hanya ingin seperti Rere yang berbahagia bermain bersama anak-anaknya" ucap Rima lirih.


"Kita berdoa saja semoga Allah cepat memberi kita keturunan" kata Edo.


"Aamiin" ucap Rima.


"Kita istirahat yuk,sudah malam" ajak Edo.


"Hemmm..."Rima mendehem saja.


Edo bangkit dari duduknya lalu menggendong Rima dan membawanya masuk ke kamar.Edo merebahkan tubuh Rima di kasur lalu di tengkurap di samping Rima.


"Cepat sembuh ya,kalo kamu sudah sembuh aku akan mengajakmu jalan-jalan" tutur Edo.


"Kemana?" tanya Rima


"Ke tempat yang kau suka" jawab Edo sambil mencium punggung tangan Rima.


"Bahagiakah kamu hidup denganku Kak?" tanya Rima.


"Kenapa kamu tanyakan itu sayang,tentu saja aku bahagia...SANGAT BAHAGIA" Edo menekan kata-katanya.


"Terima kasih Suamiku" ucap Rima.


"Aku suka panggilan itu" kata Edo sambil tersenyum.


"Aku akan memanggilmu dengan kata itu jika kamu menyukainya" tutur Rima.


"Aku sangat-sangat menyukainya" kata Edo.


"Baiklah suamiku,jadi rencananya kita mau liburan kemana nanti?" kata Rima.


"Kamu mau kita kemana?" tanya Edo.


"Aku ingin ke Paris" jawab Rima.


"Kita akan pergi kesana,yang penting sekarang kamu harus sehat dulu.Aku tidak akan mengizinkanmu pergi kemanapun kalo kamu masih sakit" tutur Edo.


"Aku akan segera sembuh" kata Rima.


"Tidurlah,agar kita bisa segera pergi berlibur" kata Edo sambil membelai rambut Rima.

__ADS_1


Rima memejamkan matanya yang mulai mengantuk,Edo memiringkan tubuhnya menghadap Rima lalu dia memeluk Rima dan mulai memejamkan matanya.


***


Malam berganti pagi,selepas shalat subuh Elang mengajak Rere,Revan dan Baby twins berjalan di tepi pantai.


"Daddy lihat itu" kata Revan sambil melihat sekelompok burung yang berterbangan di atas air.


"Emangnya kenapa nak?" tanya Elang.


"Revan ingin seperti burung-burung itu Daddy terbang bebas tanpa beban" jawab Revan.


Elang terhenyak mendengar jawaban Revan yang terdengar sangat dewasa sekali.


"Besok Revan bisa seperti burung-burung itu,asal Revan mau belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa shalat,meminta sama Allah insya allah akan di kabulkan" jawab Rere.


"Benarkah Mommy?" tanya Revan.


"Tentu saja sayang" jawab Rere.


Mereka kembali berjalan menyusuri pantai sambil mendengarkan celotehan Revan.


"Daddy kapan Revan sekolah?" tanya Revan.


"Revan sudah pengen sekolah?" Elang balik bertanya.


"Iya Daddy" jawab Revan.


"Revan sayang,usia Revan sekarang baru empat tahun lebih.Nanti kalo usia Revan sudah cukup umur untuk masuk sekolah pasti Mommy akan daftarkan Revan sekolah" tutur Rere.


"Emang kalo empat tahun lebih gak boleh sekolah sayang?" tanya Elang.


"Bukan gak boleh sayang tapi kasian Revan kalo kita masukkan sekolah diusia yang masih kecil.Di usia Revan sekarang itu waktunya dia bermain bukan berpikir tentang pelajaran sekolah.Aku takut Revan bosan nanti,sekarang dia semangat untuk sekolah ketika masuk SD nanti dia mulai jenuh dan malah jadi malas belajar.Biarkanlah sekarang dia puas bermain tapi sambil bermain kita tetap akan menyelipkan sedikit demi sedikit pembelajaran untuknya" tutur Rere.


"Aku serahkan semuanya padamu sayang,kamu atur saja" kata Elang.


"Kembali ke rumah yuk udah mulai panas ni"kata Rere.


Elang mendorong kereta Baby twins menuju ke rumah mereka.


"Mommy Revan mau sarapan nasi goreng buatan Mommy ya" celoteh Revan.


"Oke sayang,nanti Mommy buatkan ya" kata Rere.


"Kamu masak nasi goreng?" tanya Elang.


"Iya Daddy,nasi goreng buatan Mommy enak" Revan menjawab Pertanyaan Elang.


"Benarkah,Daddy harus cobain nih" kata Elang.


"Boleh tapi sedikit aja ya" kata Revan.


"Oke deh" ucap Elang sambil mengacak rambut Revan.


Mereka sudah sampai di rumah,Elang membawa Baby twins ke kamarnya dan meminta Sari untuk memandikannya.Sedangkan Revan mengikuti Rere masuk ke dapur.


"Mommy seperti biasa ya" pinta Revan.


"oke" Rere mengangkat jempolnya.


Elang menghampiri Revan dan Rere di dapur,Elang duduk di samping Revan.


"Emang nasi goreng Mommy seperti apa sih?" tanya Elang.


"Pokoknya enak" jawab Revan.


"Mommy jangan lupa..." perkataan Revan menggantung karena Rere memotongnya.


"Pake sosis,pake sayur,pake sambel pake kerupuk dan pake kecap" tutur Rere.


"Mommy pinter deh,Revan jadi makin sayang"tutur Revan.


"Kamu kecil-kecil udah pinter gombal ya" kata Elang sambil mengacak rambut Revan.


Rere mulai memasak nasi goreng pesanan Revan,Elang melihat kearah Rere dengan pandangan haru.Tidak lama kemudian nasi goreng Rere pun sudah matang.Rere menghidangkannya di atas meja.


"Emmm benar kata Revan,nasi goreng buatanmu enak" kata Elang sambil mengunyah nasi goreng di mulutnya.


"Benarkan Daddy kalo nasi goreng buatan Mommy enak" kata Revan.


"Hemmm" jawab Elang sambil manggut-manggut.


"Cepat habiskan makanannya setelah itu Revan mandi,nanti kita jalan-jalan" kata Elang.


"Iya Daddy" jawab Revan.


Revan menyantap nasi goreng buatan Rere dengan lahap,setelah nasi gorengnya habis Revan duduk bersandar di kursi.


Euukkk!!!


Revan bersendawa.


"Alhamdulillah" ucap Revan.


"Makasih Mommy Revan sudah kenyang Revan mandi dulu ya" kata Revan sambil turun dari kursinya.


"Sama-sama sayang" jawab Rere.


Revan menaiki tangga menuju kamarnya.


"Terima kasih sayang kamu sudah memperlakukan dia dengan baik" ucap Elang.


"Dia juga anakku sayang" kata Rere.


Rere mengemasi piring bekas mereka makan lalu mencucinya,setelah itu Rere dan Elang pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap karena hari ini mereka akan pergi jalan-jalan.

__ADS_1


__ADS_2