
Sebulan telah berlalu,berarti sudah sebulan juga Elang dan Rere berpisah.Mereka hanya berkomunikasi melalui telpon dan panggilan video saja.
Hari ini Rere sudah berada di rumah sakit dan sudah berada di dalam ruang operasi.Mama Sofia,Papa Danu,Bunda Sintya dan Om Irfan menunggu Rere di depan ruang operasi.
Lampu ruang operasi sudah menyala tanda proses operasi sedang berlangsung.
Tap...tap...tap
Suara langkah kaki mendekati ruang operasi,semua yang berada di situ menoleh ke suara itu.
"Elang"
Kata Papa Danu,Mama Sofia,Bunda Sintya dan Om Irfan bersamaan.
"Kenapa kalian semua merahasiakan ini dariku,jika terjadi sesuatu pada Rere apa kalian bisa bertanggung jawab" kata Elang frustasi.
"Darimana kamu tau kalo hari ini Rere akan melakukan operasi caesar Lang?" tanya Bunda Sintya.
"Rima yang mengatakannya padaku semalam,sebenarnya apa yang terjadi Bunda kenapa Rere memilih operasi dan lagipula bulan ini kehamilan Rere baru tujuh bulan?" Elang mencecar orang tuanya dengan berbagai macam pertanyaan.
Bunda Sintya dan Mama Sofia saling pandang.
"Berarti Elang belum tau kalo Rere hamil anak kembar"gumam Papa Danu dalam hati.
"Elang duduklah,tenangkan dulu dirimu" ucap Papa Danu.
"Pa sebenarnya ada apa ini tolong jelaskan" pinta Elang.
"Kamu ingat waktu awal pertama Rere hamil,nafsu makannya sangat meningkat dan juga dia suka minum yang manis-manis,itu mengakibatkan bayi yang dikandungnya memiliki berat di atas normal.Jika Rere hamil sampai usia kandungannya sembilan bulan itu akan lebih berbahaya baginya,dan Rere yang meminta kami untuk merahasiakan ini darimu agar kamu tidak khawatir,dia takut mengganggu pekerjaanmu" tutur Papa Danu panjang lebar.
Elang terdiam mendengar penuturan Papanya,dia bersandar pada dinding lalu memejamkan matanya.
"Lang kita berdoa saja semoga Rere dan bayinya selamat" ucap Bunda Sintya.
Hiks...hiks...hiks
Elang menangis.
"Kalo tau akan begini Elang tidak mungkin pergi meninggalkannya sendiri Bunda...Pantas saja beberapa hari sebelum Elang pergi dia terlihat gelisah bahkan sering tidak tidur malam" kata Elang di sela-sela tangisnya.
"Karena itulah Rere lebih memilih diam dan tidak memberi tahumu Lang" ucap Bunda Sintya sambil mengusap punggung menantunya yang terlihat sangat rapuh.
"Kenapa dia mengorbankan dirinya dan juga bayinya hanya untuk pekerjaanku yang nilainya tidak seberapa Bunda,apa dia pikir aku lebih mementingkan harta daripada keselamatannya,apa aku ini sudah tidak berarti baginya" Elang melampiaskan kekesalannya.
Semua yang berada di situ terdiam mendengar kata-kata Elang,tidak ada satupun yang berani bersuara.
Elang berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang operasi,sesekali dia berhenti dan melihat lampu indikator,masih menyala.
"Lang berhenti dong mondar-mandirnya,Mama pusing nih lihat kamu bolak-balik dari tadi" kata Mama.
"Gimana Elang bisa diem Ma sementara Rere sedang berjuang sendiri didalam sana,bertaruh nyawa Ma nyawa" kata Elang sedikit meninggi kan suaranya.
Plakkk!!!
Mama memukul kepala Elang.
"Yang sopan bicara sama Mama...Mama juga dulu begitu waktu melahirkan kamu" celetuk Mama Sofia jengkel.
"Aduh...sakit Ma ih main pukul aja" protes Elang.
"Sudah duduk sini,mau jadi anak durhaka kamu karena melawan Mama" gertak Mama Sofia.
Akhirnya Elang duduk di kursi sambil sesekali melihat kearah pintu.
"Dulu waktu Silvy melahirkan Revan kamu gak sepanik ini Lang,malah kamu gak pulang dari luar kota saat kami mengabarimu kalo Silvy akan melahirkan" celoteh Papa Danu.
"Itu beda Pa,jangan samakan dengan yang sekarang" sahut Elang.
"Sama aja lah,sama-sama melahirkan" kata Papa gak mau kalah.
"Terserah Papa aja lah,asal papa senang" kata Elang malas.
Lampu indikator ruang operasi sudah dimatikan,itu berarti proses operasi sudah selesai.Elang langsung beranjak dari duduknya dan berdiri di depan pintu.
Ceklek
Pintu ruang operasi terbuka,dokter keluar dari ruangan itu.
"Selamat Tuan Elang istri dan bayi-bayi anda selamat,sebentar lagi perawat akan memindahkan istri dan anak-anak anda keruang perawatan" Dokter mengucapkan selamat pada Elang.
"Bayi-bayi? anak-anak? Ini maksudnya apa ya?" tanya Elang bingung.
"Iya Tuan anak-anak karena anak yang dilahirkan Nona Rere kembar" jawab Dokter.
"Alhamdulillah"
Elang bersujud di lantai mengucapkan syukur kepada Tuhan.
"Terima kasih Ya Allah" ucap Elang sambil mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
Tidak lama dua orang perawat membawa bayi-bayi Elang keluar.
"Ini yang pertama Tuan,Baby Boy" kata perawat.
Elang mengambil anaknya yang pertama lalu mengadzaninya.
Mama mengambil alih bayi yang pertama dari tangan Elang.
"Ini yang kedua Tuan,Baby Girl" kata perawat sambil menyerahkan bayi itu pada Elang.
Elang menerima bayi itu lalu mengadzaninya,air mata bahagia menetes membasahi pipi Elang.
"Sini Lang biar Bunda yang Gendong" pinta Bunda Sintya.
Elang menyerahkan putrinya kepada Bunda.
"Istri saya mana?"tanya Elang.
"Sebentar lagi keluar Tuan,karena kami akan membawa Nona keruang pemulihan" jawab Dokter itu.
Lalu beberapa perawat keluar dari ruangan sambil mendorong brankar Rere.
Elang dan lainya mengikuti dari belakang.Para perawat membawa Rere ke ruang pemulihan,sedangkan bayi-bayi Elang di bawa ke kamar khusus keluarga Alberto.
"Dok kenapa istri saya belum sadarkan diri?" tanya Elang.
"Istri anda masih berada dalam pengaruh bius Tuan,tunggu saja dalam satu jam istri anda akan sadar" jawab Dokter.
"Apa saya boleh menemaninya Dok?" tanya Elang.
"Tuan bisa menemuinya nanti di ruang perawatan Tuan,selama di ruangan ini biarlah para dokter dan perawat yang mengawasinya" jawab Dokter.
Elang meninggalkan ruang tempat Rere berada,dia menuju ruang perawatan untuk melihat kedua anaknya.Keluarga Alberto meminta kedua bayinya berada dalam satu kamar bersama Rere nantinya.
" Siapa nama mereka Lang,apa kamu sudah memikirkannya?" tanya Mama.
"Kita tunggu Rere saja Ma,siapa tau saja dia sudah menyiapkan nama untuk mereka" jawab Elang sambil memandangi kedua anaknya yang sedang tertidur.
Sudah beberapa jam berlalu,Elang masih duduk sambil memandang wajah kedua anaknya.
Ceklek
pintu kamar terbuka,seorang perawat masuk ke dalam kamar.
"Permisi Tuan dan Nyonya kami mau membawa Nona Rere masuk" kata perawat.
Beberapa orang perawat mendorong brankar Rere masuk ke dalam ruang perawatan.
"Istri saya belum sadar sus?" tanya Elang pada suster.
"Sebentar lagi akan sadar Tuan,tunggu saja.Setelah sadar tolong pasien jangan banyak bergerak dulu" pesan perawat itu,lalu perawat itu keluar dari ruangan itu.
"Sudah pukul empat sore tapi Rere belum sadar juga" Elang mulai cemas.
"Itu biasa Lang,Dokter memberikan bius total untuk Rere karena banyak hal yang harus di pertimbangkan"Om Irfan menjelaskan.
"Lang kamu tunggu Rere disini ya.Mama,Papa dan Bunda mau cari makanan keluar sekalian shalat ashar" kata Mama Sofia.
"Om Juga harus pergi Lang,kabari Om jika terjadi sesuatu" kata Om Irfan.
"Baiklah,kalian boleh pergi.Nanti aku akan mengabari kalian jika Rere sudah sadar" ucap Elang.
Mama dan yang lainya keluar dari kamar,kini tinggalah Elang,Rere dan kedua bayinya didalam ruangan itu.
Elang merebahkan tubuhnya disofa tapi tetap melihat kearah Rere,tubuhnya sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh tadi.
Jari Rere mulai bergerak perlahan,Elang langsung mendekati Rere.Perlahan Rere membuka matanya dan melihat Elang yang sedang tersenyum di depannya.
"Ternyata aku masih bermimpi"gumam Rere lirih lalu kembali menutup matanya.
"Sayang...Rere kok malah pingsan lagi" kata Elang.
Elang menekan tombol yang ada di atas brankar Rere,tidak lama dokterpun masuk keruangan itu.
"Dokter tadi istri saya sudah sadar,tapi dia kembali pingsan" kata Elang.
"Dia tidak pingsan Tuan,dia hanya berpikir jika tadi hanya halusinasi.Terus saja Tuan memanggil namanya agar istri Tuan cepat sadar"Saran Dokter.
"Semua sudah normal anda jangan khawatir" ucap Dokter setelah selesai memeriksa kondisi Rere lalu keluar dari ruangan itu.
Elang duduk di tepi kasur.
"Sayang sampai kapan mau tidur terus,kasian tu Baby Twins sudah haus" celoteh Elang.
Elang terus mengoceh mengikuti saran dari dokter.
Perlahan Rere kembali membuka matanya dan melihat Elang sedang duduk didekatnya sambil tersenyum.Rere mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan lalu kembali menatap Elang.
"Kamu sudah sadar sayang atau masih bermimpi?" tanya Elang sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sayang kamu pulang dan aku tidak sedang bermimpi?" tanya Rere.
"Ya aku pulang untukmu dan bayi kita" jawab Elang.
"Gak jadi deh kasih kejutan" ucap Rere sambil cemberut.
"Mana ada kejutan kayak begini,nyawa kamu pake mainan"kata Elang.
"Maaf sayang aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir,itu saja kok.Yang penting sekarang aku dan anak-anak kita selamat" ucap Rere lirih.
"Sejak kapan kamu tahu kalo kamu hamil anak kembar?"tanya Elang.
"Sejak kontrol pertama kalinya" jawab Rere.
"Dan kamu menyembunyikan itu dariku,dasar anak nakal" kata Elang sambil mencubit hidung Rere.
"Mana mereka sayang,aku ingin melihatnya" ucap Rere.
Elang menggeser box bayi kedekat Rere agar memudahkan Rere untuk melihat putra putrinya.
"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk mereka?"tanya Elang.
"Kiandra dan Queenara" jawab Rere
"Kiandra artinya Raja yang jantan,sedangkan Queenara artinya Ratu" sambung Rere.
"Nama yang cukup bagus,aku menyukainya" ucap Elang.
"Apa aku boleh memberi mereka Asi?" tanya Rere.
"Beri mereka susu formula saja sayang,agar kamu tidak kelelahan nantinya" jawab Elang.
"Tapi aku ingin memberinya Asi" kata Rere.
"Baiklah kalo itu keputusanmu,tapi aku tetap akan memberinya susu formula saat ini agar mereka tidak kehausan,kamu bisa memberi mereka Asi setelah keadaanmu benar-benar pulih" Elang tetap kekeh.
"Terserah kamu saja" sahut Rere kesal.
Oek
Baby Queen membuka matanya dan menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.
"Lihatlah dia sangat lucu sekali,pasti Revan akan menyukainya" kata Rere.
"Tentu saja dia akan senang memiliki adik sekaligus dua" kata Elang.
Elang mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Mama Sofia.
Tut...
📞"Hallo Lang ada apa" tanya Mama di sebrang telpon.
📞"Ma bisa kemari,Baby twins nangis Elang tidak tau cara membuat susu" jawab Elang.
📞"Baiklah Mama akan kesana tunggu sebentar" kata Mama.
Elang mematikan ponselnya lalu memasukkanya lagi kedalam saku celananya.
"Sini Queen Daddy gendong sambil tunggu Oma datang"ucap Elang lalu menggendong tubuh mungil Baby Queen.
Baby Queen tenang dalam gendongan Elang,tidak lama Mamapun datang membawa alat perang.
"Bawa apaan Ma,banyak amat?" tanya Elang.
"Susu untuk anakmu lah Lang,ini belum seberapa.Jika aku mau aku bisa membawa sapi ke dalam sini agar bayimu bisa meminum susu dari sapinya langsung" sahut Mama Sofia.
"Kamu sudah sadar Re,apa yang kamu rasakan? pusing,mual atau apa?" tanya Mama penuh perhatian.
"Kalo mual tidak Ma hanya sedikit pusing saja" jawab Rere.
"Itu wajar untuk orang pasca operasi,apalagi Om Irfan meminta Dokter untuk memberimu bius total" jawab Mama sambil membuat susu untuk kedua cucunya.
"Siapa namanya Re?"tanya Mama.
"Kiandra dan Queenara Ma,bagaimana menurut Mama?" tanya Rere.
"Kiandra Alberto...Queenara Alberto, bagus dan Mama suka itu" jawab Mama sambil tersenyum bahagia.
Mama menggendong Baby Kiandra sedangkan Elang menggendong Baby Queen.
"Bunda sudah pulang ya Ma" tanya Rere.
"Iya Re,mau mandi sekalian ambil baju ganti untuk Elang dan juga nanti Sari akan ikut kemari,mungkin sebentar lagi juga datang soalnya Bunda tadi bilang akan kembali lagi sehabis shalat maghrib" jawab Mama.
"Oya sayang kata Harun kamu menambah pelayan dirumah kita?" tanya Elang sambil memberi susu pada Baby Queen.
"Iya sayang,kasian Sari kalo harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri" jawab Rere.
Baby Queen sudah menghabiskan susu dari botolnya begitu juga dengan Kiandra.Mama meletakkan Kiandra di box miliknya dan Elang meletakan Queen di sampingnya.Baby twins pun tidur dengan nyenyak dalam kondisi perut kenyang.
__ADS_1